NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Om Premium

Menikah Dengan Om Om Premium

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.

Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.

Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.

Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.

Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.

Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?

Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?

Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷

BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaiziro Bagaskara

Di sebuah perkampungan kecil kumuh, nampak sebuah gang kecil yang penuh sesak dengan bedeng bedengan rumah kontrakan dan kost kostan.

Gang sempit itu nampak sudah gelap, seorang Lelaki awal 20 tahunan berjalan dengan langkah berat menuju sebuah kost kecil di sudut Gang sempit itu.

Ia membuka sebuah kamar kost kecil dengan kunci yang sedari tadi di pegangnya.

Badannya sangat lelah, kali itu Kai baru saja selesai kerja sebagai kuli bangunan di sebuah Proyek dekat dengan kampusnya.

Lelaki itu duduk di sebuah kursi lapuk yang menghadap ke arah jendela kayu usang dimakan usia.

Kamar kost itu nampaknya hanya kamar kost murahan, tanpa fasilitas memadai untuk bisa tinggal didalamnya, tak ada AC hanya 1 buah kipas angin kecil dan kasur lipat juga sebuah meja belajar kecil.

Kai menarik nafas panjang berusaha mengumpulkan sisa sisa energinya yang memang sudah terforsir seharian.

Kerja sambilan itu terpaksa dilakukannya karena ia sangat sangat membutuhkan uang untuk bisa membayar uang semesteran.

Kai seorang anak yang tadinya punya segalanya, kini harus berjuang mati matian hanya untuk menyambung hidup dan membiayai kuliahnya.

Bahkan untuk makanpun Kai harus bekerja serabutan, kini hidupnya telah berubah 180 derajat.

Kaiziro Bagaskara anak dari wanita simpanan konglomerat kelas atas di Kota itu, mamanya seorang wanita penghibur yang naik kelas dengan merebut seorang pria Kaya raya yaitu Aldo Bagaskara.

Meskipun bukan istri utama tapi kehidupan Kai dan Mamanya sangat terjamin dan selalu penuh dengan kemewahan.

Sejak kecil Kai dan Mamanya hidup di Apartemen mewah selalu di layani oleh pelayan dan sopir, juga mendapat banyak barang barang mewah seperti mobil dan kartu kredit tanpa limit sepanjang hidupnya.

Sebelum tiba tiba Papa Aldo meninggal dunia, tanpa meninggalkan sepeserpun harta untuk Mama dan Kaiziro.

Istri pertama Aldo Bagaskara mengusir paksa Kai dan Mamanya tanpa membawa apapun.

Mama tidak percaya bahwa Aldo Bagaskara meninggalkan dirinya dan Kai tanpa seperpun, ia terus menangis dan tak mau menerima kenyataan.

Karena itu mama menjadi depresi dan harus di rawat di rumah sakit jiwa, sementara Kai, dia harus hidup sendirian, melawan kerasnya dunia, berharap suatu hari ia akan bisa meraih kesuksesan dan bisa membawa mamanya untuk hidup layak kembali seperti semula.

Kai berjalan kebelakang ke sebuah kamar mandi kecil, bersiap mandi dan bebersih, setelah itu ia memakan nasi bungkus yang tadi berikan oleh mandor di tempatnya bekerja.

Air mata menetes ketika Kai menyuap nasi kedalam mulutnya.

Hari itu ia patah hati, kenyataan pahit yang diutarakan Yuda tadi sore di warteg, membuat Kai sangat sangat terluka.

Bagi Kai Karin bukan hanya pacarnya, Karin adalah sebagian harapan dan semangat hidup Kai. Namun kini kenyataan seakan memukul Kai untuk kedua kalinya, serasa jatuh lalu ditimpa tangga, ternyata hidup begitu main main dan tak berpihak padanya.

Apakah ini karma yang harus diterimanya sebagai anak seorang pelakor, Kai kadang seringnya berfikir begitu.

Mungkin ada banyak karma buruk yang akhirnya harus Kai tanggung akibat perbuatan kedua orangtuanya.

Malam itu ia memakan nasi bungkus itu dengan lahap tanpa sisa, karena ia benar benar sangat lapar, beberapa kali ia tertawa sambil mengunyah dan menangis, nampaknya jiwa Kai sudah benar benar terpukul.

...----------------...

...----------------...

Malam itu Karin dan Arjuna Prayoga bersiap untuk pindah ke Apartment milik Arjuna, beberapa barang yang benar benar penting milik Karin sudah dikemas oleh Bundanya dan dibawa sedari tadi siang ke Apartment.

Barang barang lain menyusul mulai dikemas dan dipilah pilih oleh Bi Jule.

Karin memandangi kamarnya, ia merasa ada kekosongan di hatinya, seakan tak rela melepaskan kamar yang sudah bertahun tahun ditempatinya itu.

Karin iseng membuka kotak penyimpanan rahasianya.

Sebuah amplop surat berwarna pink menyembul dan membuat Karin membukanya.

Amplop surat cinta dari Kaiziro Bagaskara.

Surat itu diberikan Kai ketika Karin berulang tahun ke 19, Karin membaca surat itu lagi, surat yang dahulu memang sering sekali ia baca berulang ulang.

Dear Cintaku Karina Melodi Pradipta

Happy birthday for my sweety Love

Semoga kelak Karin akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Aku berdoa kamu panjang umur dan sehat selalu, dan aku berharap setiap tahunnya kita akan merayakan ulangtahunmu bersama sama.

Rin jangan males belajar ya, kamu harus lebih rajin lagi belajarnya, biar nanti kita bisa sukses sama sama ya, Kai akan selalu bantu kamu kalau kamu kesusahan belajar okey...

Semoga di tahun ini apapun harapan kamu bisa terwujudkan

Karin Kai mohon jangan pernah lepaskan genggam tanganku ya, Kai sangat mencintai Karin, kelak aku akan membahagiakanmu dan kamu akan menjadi satu satunya wanita yang pernah aku cintai...

I Love you Rin

From Kaiziro Bagaskara

Air mata Karin tumpah ruah, ia tak sanggup menahan sesak di dadanya, ini terlalu sakit, ia benar benar masih mencintai dan menyayangi Kaiziro Bagaskara.

Rasa sakit ini seperti sayatan sayatan tipis yang di berikan berulang ulang, Karin sangat merasa berdosa pada Kai.

Dan Karinpun tidak bisa menahan perasaan cintanya yang begitu besar pada Lelaki yang 2 tahun telah dipacarinya itu.

"Non Karin, non kenapa?" Bi Jule panik melihat Karin yang kini menangis sampai hampir sesak.

Karin menggeleng ia memeluk surat itu, mendekap dengan kedua tangannya. Seakan berusaha menyembunyikan harta paling berharga.

Nampaknya suara tangis Karin mengundang perhatian dari orang orang yang menunggunya di lantai satu.

"Yaelah kenapa lagi itu anak Bun." Ujar Tody yang malas menanggapi drama drama adiknya itu.

"Stttttt Tody jangan gitu dong, adikmu tuh masih kaget, biarin dia merengek beberapa hari ini, nanti juga lama lama dia mulai bisa nerima." Ucap bunda, air wajahnya nampak agak khawatir namun menjaga image di depan menantunya.

"Maaf ya yang, Tante terlalu manjain Karin, jadi Karin seperti itu." Ucap Bunda meminta maaf ke menantunya.

Wajah Bagas Pradipta menegang namun tak ada sepatah katapun terucap dari mulutnya.

Arjuna terdiam dari suara yang di dengarnya sepertinya istri kecilnya bukan menangis biasa seperti rengekan rengekan sebelumnya.

Selain Arjuna nampak Danu yang terlihat gusar, mungkin karena sejak kecil bersama Karin Danu lebih memahami perasaanya dibanding siapapun.

"Yang coba deh Lo cek, kayaknya si Karin gak baik baik aja itu." Suruh Danu pada sahabatnya.

Arjuna bergegas menaiki tangga menuju Kamar Karin.

Kamar bercat putih itu nampak Aut Autan karena sedang di pindahkan barang barangnya.

Bi Jule nampak panik menghadapi majikannya meraung dan menangis meringkuk di karusnya

"Den ini non Karin nangis kejer banget, bibi gak tega den." Ucap Bi Jule ketika berhadapan dengan Arjuna yang baru saja sampai dikamar itu.

"Yaudah bibi keluar dulu aja ya bi, biar Yayang yang nemenin Karin." Arjuna mempersilahkan bi Jule untuk turun dulu ke bawah.

Bu Jule menurut, ia pamit berjalan keluar kamar meninggalkan sepasang suami istri itu bersama.

Terdengar suara Isak tangis Karin, tangisan yang menyayat hati bagi yang mendengarnya, entah apa yang terjadi pada gadis ini fikir Arjuna.

Ia menarik nafas panjang sebelum menghadapinya. Nampaknya ini bukan masalah yang biasa biasa saja.

"Rin." Panggil Arjuna seraya mengelus lembut kepala Karin yang masih menyembul di balik selimut.

Gadis itu tak menanggapinya ia terus menangis sambil memeluk sesuatu yang entah apa di balik selimut itu.

"Karin sayang, ada apa?"

Karin menggeleng, "Om Yayang pergi, Karin mau sendirian." Usirnya sambil masih terisak.

"Rin Om gak tega ninggalin kamu kalau nangisnya sampe segitunya, kamu kenapa?"

Karin menggeleng "Bukan urusan Om."

"Kamu kan istri om, jadi apapun masalah Karin sekarang adalah masalah om." Ujar Arjuna, membuat Karin semakin menangis kejer.

"Kamu patah hati?"

Seketika tangis Karin berhenti, entah kenapa kata kata Arjuna menumbuhkan gengsi di dalam diri Karin.

"Bener Kamu patah hati Rin?"

Karin terdiam masih agak terisak namun suara tangisnya agak melemah dan berkurang.

"Kalau iya kamu ngangguk, kalau enggak kamu geleng, Om janji gak akan menghakimi dan marah sama kamu Rin." Ucap Arjuna mencoba memahami istri kecilnya itu.

Arjuna memang sudah dewasa, dia tak merasa aneh bahwa hal ini memang akan terjadi pada istrinya itu, karena Arjuna paham betul sebelum mereka menikah Karin memang memiliki pacar yang dia sayangi dan memang belum benar benar putus.

Hal itu karena acara Akad nikah mereka memang dipercepat oleh Om Bagas entah karena alasan apa.

Harusnya mereka menikah 3 bulan lagi setelah keduanya menyelesaikan urusan masing masing, tapi kini semua kadung terjadi.

"Rin kamu denger kan sayang?" Tanya Arjuna selembut mungkin.

Karin mengangguk.

"Jadi bener Kamu patah hati?"

Karin mengangguk.

Arjuna melepaskan selimut yang kini menutupi Karin, dilihatnya gadis itu sedang memeluk sebuah surat berwana merah muda.

Matanya telah bengkak dan sembab, tubuhnya juga gemetar dan terlihat nampak sangat sedih sekali.

Arjuna lelaki yang terkenal dingin dan tak berperasaan saat berbisnis itu kini luluh melihat gadis kecil yang bersedih dihadapannya. Ia tak bisa marah pada istrinya itu, yang ada hanya perasaan iba.

Dengan kesadaran penuh dipeluknya gadis itu, kini ia menemani Karin menangis. Menangisi mantan pacarnya Kai Bagaskara.

1
Fulayah Haddad
Lanjut lg dong Othor double upnye jngan lm" selalu ditungguuu............👌🫰🫰😉🙏🙏🤗 penasaran.........🤨🤨👍
Yiruma Nitya: Siap kak 🤭
total 1 replies
pena langitt
kasian karin 🥺
Yiruma Nitya: 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
total 1 replies
Purwanto Ayuki
Rekomen bgt
Yanti Mulyaningsih
Super rekomen dan romantisnya dpt bgt, semoga happy ending Karin dan Om yayang
Fulayah Haddad
Bagus , keren & bikin penasaran..........👍👍🤨🤨😉 lanjut lg dong Thor updatenye jngan lm" selalu ditungguuu..............🤗👌👌🫰🙏🙏
Fulayah Haddad
Bagus, keren & bikin penasaran nich...............👍👍🤗🤨🤨 lanjut lg dong Othor updatenye jngan lm" ditungguuu..............👌👌🫰😉🙏🙏
Yiruma Nitya: Makasih review-nya Kak, siap pasti Up terus 💪😍👍
total 1 replies
Yanti Mulyaningsih
Segitu mah masih muda Karin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!