NovelToon NovelToon
Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Ketos
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: nalana lalasya

• Alesya Violetta Monica
atau yang lebih akrab dipanggil (Eca) sebenarnya gadis yang cerdas, manis, dan punya kepribadian yang asyik. Namun, karena trauma menjadi korban perundungan (bullying) akibat penampilannya yang terlalu mencolok di sekolah lamanya, ia pindah ke SMA Taruna Bangsa dengan misi baru: menjadi gadis cupu yang tidak kasat mata agar bisa lulus sekolah dengan damai.

• Angkasa Argantara Mahendra (ANGKASA)
Sesuai namanya, Angkasa adalah penguasa tertinggi di hierarki SMA Taruna Bangsa. Selain karena wajahnya yang tampan di atas rata-rata, keluarganya adalah donatur terbesar sekaligus pemilik yayasan sekolah. Di balik sifatnya yang ketus, dingin, dan tidak tersentuh, Angkasa adalah tipe cowok yang sangat perfeksionis dan benci jika rutinitasnya diusik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nalana lalasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Ancaman dari Masa Lalu

Motor sport hitam milik Angkasa akhirnya berhenti dengan mulus di depan gerbang kompleks perumahan tempat Eca tinggal. Eca buru-buru turun dari jok motor dengan gerakan secepat mungkin, seolah menjauh dari Angkasa adalah hal paling mendesak di dunia. Dia segera melepas helm full-face yang terasa mencekik lehernya dan menyerahkannya kembali kepada Angkasa dengan wajah yang masih memerah sempurna.

"Makasih tumpangannya, Ketua. Ini tas gue, tolong balikin," ucap Eca ketus sambil mengulurkan tangan meminta tas ranselnya.

Angkasa tidak langsung menyerahkan tas itu. Dia mematikan mesin motornya, melepas helmnya sendiri, lalu menatap Eca dengan pandangan menyelidik yang tajam. "Lo tinggal di kompleks ini? Rumah lo nomor berapa?"

"Bukan urusan lo! Kompleks ini gede, lo nggak perlu tahu rumah gue yang mana," sergah Eca defensif. Dia merebut tas ranselnya dari tangan Angkasa dengan sentakan kasar, lalu menyampirkannya di bahu. Dia takut jika Angkasa tahu rumah aslinya, penyamarannya sebagai siswi dari keluarga sederhana penerima beasiswa akan semakin terancam oleh fakta-fakta lain.

Angkasa tidak memprotes tindakan kasar Eca. Dia hanya mengedikkan bahunya santai, lalu menyalakan kembali mesin motornya. "Terserah. Tapi inget, besok pagi jam tujuh kurang seperempat, gue mau laporan evaluasi yayasan yang tadi udah dicetak ada di meja kerja gue. Jangan terlambat semenit pun, Asisten." Tanpa menunggu jawaban dari Eca, Angkasa memutar gasnya dan melesat pergi, meninggalkan kepulan asap tipis dan Eca yang berdiri menghentakkan kaki penuh kekesalan.

Eca membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat memasuki kompleks perumahan. Namun, kenyamanan dan keheningan sore di kompleks itu mendadak lenyap saat ponsel di dalam saku roknya bergetar hebat secara konstan. Eca merogoh ponselnya dengan dahi berkerut. Begitu melihat layar ponselnya, sebuah nama yang tertera di sana langsung membuat seluruh persendian Eca terasa lemas dan wajahnya memucat seketika.

Nomor Tidak Dikenal - Pesan Masuk.

Eca membuka pesan itu dengan tangan yang mendadak gemetaran hebat.

[Wah, Alesya Violetta Monica. Jadi ini penampilan baru lo sekarang? Cantik-cantik kok milih jadi cewek cupu di SMA Taruna Bangsa. Lo pikir dengan pindah sekolah dan pasang muka babu kayak gitu, lo bisa lari dari apa yang udah lo perbuat di SMA Wijaya dulu? Permainan baru aja dimulai, rubah kecil. Sampai ketemu besok.]

Di bawah pesan singkat bernada ancaman tersebut, terlampir sebuah foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi dari arah kejauhan beberapa menit yang lalu. Foto itu memperlihatkan dengan sangat jelas momen saat Eca baru saja turun dari motor Angkasa dan sedang melepas helmnya, menonjolkan wajah aslinya dari sudut samping tanpa penghalang kacamata tebal.

Deg! Jantung Eca rasanya berhenti berdetak seketika. Keringat dingin langsung mengucur deras di punggungnya. Seseorang dari masa lalunya—seseorang yang memicu trauma perundungan hebat hingga membuatnya terpaksa kabur dan menyamar ke sekolah ini—ternyata telah berhasil melacak keberadaannya. Dan yang lebih mengerikan, orang itu kini memiliki bukti nyata bahwa penyamaran cupunya hanyalah sebuah kebohongan besar. Eca meremas ponselnya kuat-kuat di depan dada, sementara matanya bergerak panik memandangi sekeliling jalanan kompleks yang mulai gelap oleh bayangan senja, merasa ada sepasang mata tak terlihat yang sedang mengawasinya dari balik semak-semak, matanya terus bergerak kesana kemari melihat di sekitar jalanan komplek itu merasa sepertinya ada sosok yang terus memantau gerak-gerik nya dari tadi tanpa sepengetahuan dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!