NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : Saat Takdir Memilihku

satu bulan pun telah berlalu kini rumah dan toko yang Devan inginkan sudah berdiri dengan kokoh berkat bantuan para warga tentu nya dan kontraktor yang ahlinya..

"wahh nak bagus banget gede lagi tempat nya" ucap Mariana yang melihat-lihat seisi bangunan yang baru saja selesai itu.

"iyaakan niat aku biar ibu gak ke kebun lagi atau bantu nyuci pakaian tetangga lagi" jawab Devan seraya merangkul ibu nya itu, Devan begitu senang dengan hasil kerja dari para warga dan kontraktor yang dia bayar.

Tentu kabar ini meluas dan di ketahui bukde Arni dan pakde Leman "Sial, kalo aja si joko berhasil gak bakalan jadi tuh, gara takut setan!" gumam Bukde Arni

Bukde Arni kembali masuk kedalam rumah setelah selesai menyapu halaman dan mendengar itu dari tetangga nya. "Pak anak si Mariana itu duit nya dari mana sih!?" tanya Bukde Arni saat duduk di sebelah suami nya

"Yaa mana tau, tanyain aja sama si Devan" jawab Pakde Leman acuh seraya tetal membaca koran nya

Hal itu membuat bukde Arni sedikit kesal bagaimana tidak suami nya itu begitu cuek menanggapi istri nya "kurang ajar awas aja kamu Devan kalo saya tau duit kamu dari mana, palingan pesugihan" batin Bukde Arni

Devan melihat kamar luas yang dia minta buatkan kepada kontraktor, kamar yang ukuran nya mungkin mampu menampung enam kasur king size disana dan sebuah kamar mandi yang sudah di lengkapi bathtub besar serta shower.

"hmmm, lumayan tinggal isi kasur aja sama alat lain" gumam Devan

"apakah kamar ini untuk kami tuan?"

"tentu saja, bagaimana bisa aku meletakan kalian di ruangan sempit seperti kamar ku itu" Devan selalu berkomunikasi dengan selir-selir nya yang belum sama sekali dia sentuh.

"Aku harus menemui hilma ke kota, seperti nya aku akan membeli sebuah mobil agar lebih efisien" gumam Devan

Devan menuju kesebuah toko furniture di desa nya itu dia membeli beberapa ranjang serta kasur besar untuk kamar luas di lantai dua itu, Setelah Devan selesai membeli beberapa barang dan meminta nya di kirim ke rumah dia, dia berlalu menuju sebuah showroom mobil di kota kecil nya itu, Devan melihat-lihat beberapa mobil di temani satu sales wanita disana.

"Ini tipe mobil suv terbaru milik kami ka, kalo cocok saya lebih menyarankan untuk membeli yang ini ka karena lebih irit di bahan bakar juga", ucap si sales kepada Devan menunjukan mobil tipe Mazda CX-9 tipe terbaru

"Harga nya berapa mbak?" tanya Devan

"Untuk harga nya sekitar 1 milliar ka" jawab si sales

Devan berpikir sejenak lalu melirik ke arah mobil jeep Rubicon gladiator yang ada disana "Kalo yang itu mbak?" tanya Devan menunjuk ke arah mobil yang dia perhatikan.

Si sales memandang Devan sedikit ragu namun karena dia harus bersikap profesional dia menjawab pertanyaan Devan "Itu jeep Rubicon gladiator ka harga nya sekitar 2,6 milliar dan termasuk langka di kota ini", jelas si sales ragu, bagaimana tidak Devan hanya datang menggunakan sendal jepit dan celana pendek serta kaos oblong serta tas besar yang entah berisi apa.

"Oke aku ambil yang itu untuk pembayaran nya cash bisa kan?", ucap Devan

Tentu hal itu membuat si sales terkejut apakah benar ucapan pemuda di hadapan nya itu? Sama hal nya dengan orang yang memperhatikan Devan dan si sales sedari tadi termasuk pemilik showroom yang langsung datang menghampiri nya bagaimana tidak dia mendengar ingin melakukan pembayaran cash sebesar 2,6 milliar apakah mungkin?

"Adik apakah benar ingin melakukan pembelian cash, uang nya dalam jumlah besar loh? Maaf bukan saya meremehkan, apakah adik membawa serta uang nya itu?.." tanya seorang pria saat tiba di dekat Devan dan si sales tadi

Devan menoleh dan tersenyum "Tentu saja paman, apa kah menurut mu aku tak membawa nya lihat lah tas yang ku bawa ini, ini isi nya uang semua bukan?" jawab Devan seraya membuka sleting tas yang dia bawa dan menunjukan nya.

Bagai disambar petir si sales terkejut mematung melihat jumlah uang yang begitu banyak, begitu pun Si pemilik showroom, keadaan showroom menjadi heboh, bahkan showroom di tutup sementara dan para security berjaga, selagi Devan dan pemilik showroom menghitung uang.

"Astaga adik apakah kau serius?" tanya pemilik showroom

"Tentu paman cek saja uang itu" jawab Devan

Devan segera menyelesaikan proses pembelian mobil baru nya itu dengan membayar secara cash di tempat, dan Devan langsung membawa mobil nya itu serta surat yang memang sudah ada, Sales itu tentu akan mendapatkan bonus karena melayani Devan dengan baik, Devan membawa mobil nya untuk pulang dia akan bersiap ke kota mengunjungi kekasih nya itu, dia sudah pernah kesana untuk berkunjung saat mengantar Hilma untuk ke kota..

Devan pun sampai di halaman rumah nya yang baru, melihat mobil mewah yang datang tentu para tetangga kepo yang kebetulan disana ada Bukde Arni, saat melihat siapa yang keluar dari mobil itu tentu saja warga terkejut terlebih bukde Arni yang meradang panas rasa iri menjalari hati nya..

"Cihhh!! Anak itu baru punya duit langsung pamer!" gumam Bukde Arni

Yang tentu hal itu terdengar oleh ibu ibu yang ada di dekat nya, "Kenapa bu Arni? Yaa biar lah orang Devan yang punya duit kan suka dia mau beli apapun juga, yaa gak ibu ibu? orang baik mah rejeki nya gak ketauan kaya Devan kan tiba tiba bikin rumah sama toko terus beli mobil mewah gak sombong kaya situ!" celetuk ibu-ibu yang sedikit tak suka dengan kejulidan Bukde Arni itu

Bukde Arni tentu saja kesal mendengar itu dia hanya menggerutu di dalam hati dan berlalu pergi, Bukde Arni berusaha mencari segala cara agar dia bisa mengetahui dari mana uang Devan berasal..

Ibu nya Devan yang berada di toko yang sudah terisi penuh dengan barang2 dagangan sembako dan lainnya termasuk dia memperkerjakan beberapa muda mudi di desa itu, dia senang dengan rejeki anak nya itu sekarang dia tak perlu capek lagi untuk bekerja jadi buruh cuci atau buruh kebun, Devan menuju lantai dua dimana kamar yang berisi lima kasur king size yang berjejer rapih dan dua kasur tingkat berada disana, kondisi itu seperti sebuah kamar barak khusus selir nya namun tentu di selimuti fasilitas mewah yang beberapa di antara nya tak di mengerti oleh Malea dan yang lain nya termasuk ponsel dan Tv..

"Tuan benda apakah ini, kenapa orang2 ada di dalam nya?", tanya Malea

Devan tertawa mendengar itu, bagaimana tidak siapa sih yang tidak mengenal televisi batin Devan "Astaga hahahaha itu nama nya Televisi dan kenapa orang ada di dalam nya karena di rekam menggunakan camera dan di siarkan secara live ataupun tidak live contoh live seperti yang kamu lihat itu itu siaran langsung nama nya, dan tidak live berarti siaran yang di rekam sebelum nya", jelas Devan Malea hanya mangut mendengar itu begitupun yang lain nya mereka memandangi Tv itu dari dekat membuat Devan terus saja tertawa

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!