Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Kampus
Rani bangun pagi sekali, kenapa tidak hari ini Rani akan ke kampus, dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore. Rani turun ke bahwa untuk memasak karena ia akan membawa bekal ke kampus, hal itu sering Rani lakukan biar nggak capek bolak balik, perjalanan ke kampus dan rumahnya berjarak 1 jam..
Setelah Rani memasak dan menata makannya dengan rapi, ia langsung kembali ke kamar untuk mandi...
Rani telah selesai bersiap dan perlengkapan yang dibutuhkan juga sudah selesai. Rani kembali turun dan ikut bergabung dengan orangtuanya untuk sarapan...
Rani telah sampai di kampus dan duduk manis ditempat biasa di duduk, tidak di belakang dan tidak juga di depan..
Tak lama kemudian dosen pun masuk dan memulai kelas pagi nya...
Dua jam kemudian, kelas pagi pun berakhir dan akan berlanjut beberapa menit lagi dengan dosen yang berbeda...
dosen berikutnya pun masuk, kebetulan ruangan yang di pake sama jadi nggak ribet pindah-pindah kelas..
Tapi ada yang beda, karena mereka akan mempresentasikan tugas kelompok...
"baik anak-anak kita mulai saja, yang presentasi pertama dari kelompok siapa" ucap pak dosen kepada mahasiswa
"kelompok satu pak" jawab Adam
"oke, kelompok satu silahkan masuk dan presentasi hasil kelompok kalian dalam seminggu ini" persilahkan pak dosen
"baik Pak" balas Rani, yah kebetulan Rani kelompok satu..
Rani dan timnya maju kedepan dan memulai presentasi nya, materi yang mereka bahas yaitu (Eksistensi Sastra Indonesia di Tengah Perkembangan Teknologi Digital)...
Presentasi berjalan dengan lancar, dilengkapi dengan peralatan dari kampus dan laptop dari mahasiswa, agar semua orang yang ada di ruang itu bisa melihat dan memahami isi materi yang di jelaskan.
"baik, karena penjelasan dari materi telah selesai, kami membuka ruang tanya jawab dari teman-teman semua" moderator mulai mempersilahkan temannya untuk bertanya tentang materi yang mereka bahas
"saya ingin bertanya" ucap Rere
"pertanyaan saya. Apa hubungan antara sastra Indonesia dan teknologi digital?" sambung Rere
"terima kasih Rere, dan pertanyaan langsung di jawab oleh Rani, kepada saudari Rani" ucap moderator
"Teknologi digital menjadi sarana untuk menciptakan, menerbitkan, membaca, dan menyebarluaskan karya sastra. Dengan teknologi, karya sastra dapat menjangkau pembaca yang lebih luas tanpa harus dicetak dalam bentuk buku" jawab Rani dengan antusias.
"bagaimana mama dengan Rere" tanya moderator
"oke, thanks untuk jawabannya, walaupun kurang puas" jawab rere dengan sombong
Melihat hal tersebut membuat Rani jengkel dan menatap rere sinis
"yah kalau kurang puas, yah tinggal tanya lagi apa susahnya" ucap Rani dengan sinis
Jarum jam terus berputar. Pertanyaan demi pertanyaan teru terlontarkan kepada kelompok satu, dan yah kelompok satu berhasil menyelesaikan presentasi dan menjawab satu persatu pertanyaan dari teman-teman yang lain..
"baik karena tidak ada pertanyaan lagi dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, kami akhiri presentasi dan terima kasih atas kerjasamanya dan pertanyaan dari teman-teman semua. Semoga segala saran dan kritik yang kalian berikan kepada kami akan menjadi motivasi dan menjadi bekal kami kedepannya. Terima kasih" ucap moderator
kami kembali ketempat duduk masing-masing dan dosen yang sedari tadi berdiri atau duduk di belakang, kebalik duduk di depan..
"baik, presentasi hari ini cukup memuaskan bapak, materi yang kalian paparkan bagus. Saya harap kelompok selanjutnya yang bisa lebih baik kedepan" ucap Pak dosen penuh harapan
"saya akhir kelas siang ini, sampai jumpa minggu depan" sambung Pak dosen dan keluar dari ruang tersebut
Rani dan kedua temannya memang sudah janjian akan membawa bekal hari ini, mereka tidak ke kantin karena capek jalan dan lagian jam 1 siang mereka kelas lagi dan akhirnya mereka memilih makan di ruang yang digunakan tadi.
"yuk makannnnn" Lia yang paling semangat, kenapa tidak sedari perut bunyi
Acara makan pun dimulai, sebagian temannya ada yang kembali ke kos karena dekat di lingkungan kampas, dan juga yang memilih makan di kantin biar nggak capek bolak balik.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan dosen berikutnya telah masuk dan memulai materi.
Bisa dibilang mereka hanya satu jam istirahat dan digunakan untuk makan saja, setelah itu balik lagi deh ke kampus dengan ruangan yang berbeda. Di tambah cuaca hari ini juga sangat panas..
Waktu terus berputar dan jadwal kuliah juga tidak ada henti-hentinya. Satu dosen satu tugas, jadi mereka memiliki 4 tugas dari dosen yang berbeda. dan yah seperti biasa soalnya terlihat gampang tapi tidak dengan jawabannya..
kelas sore pun selesai, kampus mulai terlihat sepi. Hanya ada beberapa kelas saja yang pulang sore..
"ehh, aku pulang duluan ya" pamit Rani
"Oke Rani, hati-hati bawa motornya" ucap vio
"thanks, see tomorrow. Dahh"balas Rani dan melambaikan tangannya kearah teman nya
"dah juga Rani, too" balas Lia dengan berteriak.
untung kampus sepi, kalau nggak udah malu tuh vio..
"yuk pulang, jalan kaki aja, toh dekat" ucap vio kepada Lia
"yuk, sekalian beli gorengan seribu di tempat biasa" ajak Lia, kebetulan mereka sering lewat di situ, jadi penjual gorengan udah kenal betul dengan mereka.
keduanya yang berjalan dan tidak lupa membeli gorengan tersebut untuk cemilan di jalan..
Selama perjalan, meraka tidak berhenti bercerita dan tertawa terbahak-bahak, memang udah putus urat malu mereka. Untung Rani tidak bergabung, kalau sampai tuh jalan udah jadi mereka dan tidak peduli dengan orang sekitar mereka. Intinya kesenangan nomor satu ...
Yah begitulah aktivitas yang Rani lakukan, ke kampus kadang full masuk dan kadang juga tidak, jadi Rani jarang bahwa bekal..
Seharian di kampus pasti capek banget, di tambah istirahatnya cuman satu jam dong.
sekali masuk behhh tugasnya minta mampu di kira kita maha tahu apa..
Soal nggak seberapa tapi jawabnya beranak cucu, itu pun kalau bisa bercicit tuh jawaban..
Setiap hari begitu-begitu aja yang dirasakan mahasiswa dan Ini sudah jadi keluh-kesah seluruh mahasiswa di kampus atau universitas mana pun..
Banyak-banyak bersabar dan sehat selalu, hadapi semuanya dengan penuh semangat dan jangan sampai sakit. Tetap jaga kewarasan dan terima dengan lapak dada yah dari segal serangan dosen-dosen itu....