NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

"Briar" seorang wanita muda berusia 20an yang menata kembali kehidupannya setelah mengalami serangkaian kejadian buruk semasa kecilnya, melawan dunia sendirian setelah kehilangan hal-hal berharga dalam hidupnya.

Sifatnya yang polos dan parasnya yang cantik serta kesederhanaannya, mempertemukanya dengan Adrian si tetangga barunya yang tampan sekaligus pemilik sebuah perusahaan.

Adrian yang mendekati Briar tanpa ragu, dan
dalam waktu singkat hubungan itu berubah menjadi sebuah kehidupan pernikahan. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah Briar dapatkan sebelumnya.

Akan tetapi..
Apakah yang membuat pria sesempurna Adrian menikahi Briar dengan sangat terburu-buru..?

Akankah kebahagiaan itu berlangsung selamanya..?

Rahasia apa yang sebenarnya Adrian simpan..?

Akankah cinta mereka menang melawan permainan takdir..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh berdarah

Aku rasa anakku sudah sangat tertekan selama berada di perutku. Sebagai seorang ibu, aku merasa gagal menjaga perasaanku sendiri. Aku terus-terusan menangis dan hormon ini terus-terusan membuatku mudah murung bahkan kadang membuatku ingin makan yang aneh-aneh.

Biasanya wanita hamil punya seorang suami untuk menjaganya, akan tetapi aku selalu sendirian. Hal apapun itu harus aku jalankan sendirian.

Begitu pula sekarang, dimana aku harus mengecek kehamilanku sendirian.

"Ibu Briar ya?" Tanya dokter.

"Ini ibu lihat di layar, anaknya sehat sekali, aktif lagi.." Dokter menunjukan layar usg padaku.

"Jadi.. apakah udah kelihatan jenis kelaminnya dok?" Tanyaku penasaran

"Ini anaknya sepertinya laki-laki ya.. ini coba ibu lihat nah, ini jenis kelaminnya. cukup jelas ya bu ya?" tanya dokter

"Iya dok" aku tersenyum melihat anakku yang tumbuh dan terlihat aktif di perutku.

"Ini resep untuk ambil vitamin, tolong di minum rutin ya bu agar anaknya sehat saat lahir nanti" Ucap dokter kandunganku.

"Baik dok terimakasih" balasku.

-

Saat aku mengambil obat, aku melihat seseorang yang mirip dengan mas Adrian. Sayangnya orang it sudah pergi menghilang begitu saja. Pasti itu hanya perasaanku saja.

Saat aku keluar, aku ke pinggir jalan untuk memanggil taxi, namun... sebuah mobil hampir saja menabrakku. Untungnya seorang pria menyeretku pergi.

"Mbak? mbak nggak apa-apa?" Tanyanya.

"Aku nggak apa-apa....." saat aku melihat kebawah aku melihat darah mengalir di kakiku.

"Mbak.. mbak"

Aku mendengar suara, akan tetapi kesadaranku berlahan-lahan hilang.

-

"Hmm? aku dimana?" aku pun terbangun dan sudah berbaring di rumah sakit tempatku memeriksakan kandunganku.

"Kamu nggak apa-apa?" ucap sebuah suara yang tak asing.

"Mas.. mas Adrian?" tanyaku pada suara itu

"Maaf? Adrian? siapa?" tanyanya lagi padaku.

"Maaf, aku fikir kamu orang yang aku kenal" ucapku.

"Aku yang tadi nolongin kamu pas jatuh pingsan," ucapnya.

"Anakku, anakku..? apa anakku baik-baik saja?" tanyaku lagi pada pria asing yang menolongku.

"Nggak apa-apa kamu nggak usah khawatir, hanya saja pesan dokter tadi kamu harus benar-benar banyak beristirahat" ucapnya lagi.

Di sampingku sudah berdiri pria tampan yang entah darimana asalnya, yang ku tau ia telah membantuku.

"Ngomong-ngomong suamimu mana? apa ada nomor yang bisa aku hubungi?" Tanyanya.

Aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala..

"Jadi, nggak ada satupun yang mau kamu hubungi?" tanyanya lagi

"Hmm.." Aku menggangguk.

"Yasudah, begini saja.. dokter tadi bilang kamu harus di rawat, jadi aku akan membiarkanmu beristirahat disini, besok kamu hubungi aku biar aju antar kamu pulang.." Ucapnya menawarkan diri untuk membantuku.

"Terimakasih banyak karena sudah membantuku" Jawabku lemah.

"Ini no ponselku, telepon saja nomor ini jika kamu butuh bantuan besok ok?" Ucapnya lagi.

"Baiklah.." Aku membalasnya dengan senyuman.

"Eh.. sebentar, nama kamu siapa?" tanyanya.

"Namaku Briar, dan kamu?"

"Namaku Andy" jawabnya dengan senyuman yang berlesung pipi.

"Baiklah.. Andy.." Jawabku juga sambil tersenyum.

Air mataku pun mulai mengalir.. bahkan saat seperti ini aku harus menghadapinya sendrian. Aku iri pada wanita hamil lainnya yang di temani pasangannya masing-masing, sedangkan aku sendirian di kamar pasien yang dingin ini.

Seandainya mas Adrian tau aku sedang mengandung, apakah mas Adrian akan datang menemuiku dan kembali untuk membesarkan anak kami bersama..?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!