NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Wush.

Udara di dalam ruangan giok itu terasa semakin berat saat Yang Zhen memusatkan seluruh tarikan gravitasinya ke arah tengah kolam.

Pedang hitam yang melayang di atas cairan darah itu mulai bergetar hebat.

"Kau gila! Jika pedang itu tercabut, rantai energi biru itu akan putus!" teriak Leluhur Ye dengan wajah panik.

"Jika rantai itu putus, iblis di bawah sana akan langsung mendobrak keluar dan membunuh kita semua!"

Yang Zhen tidak mempedulikan teriakan panik dari sisa jiwa tersebut.

"Berhentilah mengoceh seperti burung beo yang ketakutan, Kakek Tua," balas Yang Zhen dengan tatapan tajam.

"Aku tidak akan memutus rantainya, aku hanya akan memindahkan titik jangkarnya."

Leluhur Ye menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Memindahkan titik jangkar? Itu mustahil dilakukan tanpa bantuan formasi tingkat dewa!" bantah Leluhur Ye tidak percaya.

"Tonton dan pelajari bagaimana dewa yang sesungguhnya bekerja," ucap Yang Zhen menyeringai lebar.

Pemuda itu memutar telapak tangannya secara perlahan.

Kreeek.

Pedang hitam berkarat itu mulai bergeser dari posisinya, tertarik secara paksa menuju ke arah Yang Zhen.

Namun, hal ajaib yang tidak masuk akal mulai terjadi di depan mata Leluhur Ye.

Rantai energi biru yang tadinya mengikat pedang itu tidak ikut tertarik atau pun terputus.

Rantai-rantai itu justru melilit sebuah bola gravitasi hitam transparan yang ditinggalkan oleh Yang Zhen di posisi awal pedang tersebut.

"A-apa yang baru saja kau lakukan?!" gagap Leluhur Ye menunjuk ke arah bola hitam di tengah kolam.

"Kenapa rantai segelku tidak menyadari bahwa pedangnya sudah hilang?!"

Su Lin yang berdiri di pinggir kolam langsung tertawa pelan melihat wajah bodoh sang leluhur.

Hahaha.

"Suamiku meninggalkan massa gravitasi buatan yang bobotnya sama persis dengan pedang pusakamu itu," jelas Su Lin dengan bangga.

"Rantai bodohmu itu hanya merespons tekanan massa, bukan bentuk fisik dari pedangnya."

Leluhur Ye ternganga lebar hingga rahang fiktifnya seolah hampir jatuh ke lantai.

"Menciptakan massa palsu untuk menipu segel formasi prasejarah?" gumam Leluhur Ye meremas rambut transparannya.

"Ini bukan lagi teknik kultivasi, ini adalah sihir tingkat penciptaan!"

Syuut.

Pedang Meteorit Penindas Jiwa itu akhirnya terlepas sepenuhnya dari area kolam dan melesat ke tangan Yang Zhen.

Hap.

Yang Zhen menangkap gagang pedang berkarat itu dengan tangan kanannya yang tidak memakai pelindung apa pun.

Tepat saat kulitnya bersentuhan dengan gagang pedang, aura membunuh yang sangat brutal kembali meledak.

Wuuung.

Ribuan jeritan jiwa gaib mencoba merambat melalui aliran darah Yang Zhen untuk menghancurkan kewarasannya.

"Lepaskan gagangnya! Pedang itu akan memakan akal sehatmu melalui kontak fisik!" teriak Leluhur Ye mencoba memperingatkan.

Namun Yang Zhen sama sekali tidak melepaskan genggamannya.

Pemuda itu justru menatap pedang hitam di tangannya dengan pandangan yang luar biasa merendahkan.

"Kau hanyalah sepotong besi rongsokan yang kebetulan menyerap banyak darah," bisik Yang Zhen kepada pedang tersebut.

"Beraninya kau mencoba merasuki pikiran majikan barumu?"

Sring.

Yang Zhen langsung mengalirkan elemen tanah dan elemen angin secara bersamaan ke dalam bilah pedang hitam itu.

Ia memampatkan massa pedang itu dari dalam, lalu mengisolasi permukaannya dengan ruang hampa absolut.

Krak krak.

Suara retakan halus terdengar dari bilah pedang berkarat tersebut.

Pedang yang tadinya memancarkan aura membunuh yang mengerikan itu tiba-tiba bergetar ketakutan.

Ngiing.

Dengungan pedang itu tidak lagi terdengar seperti ancaman, melainkan seperti tangisan anjing yang sedang dipukuli oleh tuannya.

"Lihatlah, Kakek Tua," ucap Yang Zhen mengangkat pedang itu tinggi-tinggi.

"Bahkan benda mati pun tahu siapa yang harus mereka takuti di dunia ini."

Leluhur Ye jatuh berlutut di udara, tubuh transparannya terlihat sangat lemas.

Ia tidak bisa menemukan kata-kata lagi untuk membantah kenyataan yang ada di depan matanya.

Pemuda di depannya ini baru saja menaklukkan pusaka mematikan hanya dengan modal kesombongan dan paksaan fisik murni.

"Aku... aku benar-benar kalah telak," ucap Leluhur Ye menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Segala pemahaman kultivasi yang kubanggakan selama ratusan tahun ternyata hanyalah omong kosong di hadapan hukum alammu."

Su Lin berjalan mendekati Yang Zhen dan melihat pedang hitam itu dari dekat.

"Bentuknya sangat jelek dan penuh karat, Yang Zhen," komentar Su Lin dengan wajah sedikit jijik.

"Apakah kau benar-benar akan menggunakan senjata usang ini untuk bertarung?"

Yang Zhen mengayunkan pedang itu beberapa kali untuk menguji keseimbangan beratnya.

Wush wush.

"Karat ini hanyalah kerak darah yang sudah mengering selama berabad-abad," jawab Yang Zhen dengan santai.

"Setelah kubersihkan nanti, pedang ini akan menjadi senjata yang cukup layak untuk membelah leher para utusan ibu kota."

Pemuda itu kemudian menoleh ke arah Leluhur Ye yang masih berlutut meratapi kekalahannya.

"Nah, Kakek Tua, kurasa ini saatnya kau menepati janjimu," tagih Yang Zhen menodongkan ujung pedangnya ke arah sang leluhur.

"Katakan panggilan barumu kepadaku sekarang juga."

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!