Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.
Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.
Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.
Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.
Sementara Utara tetap mengingatnya.
Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 : KEMBALI KE AGHARTA
Setelah berkelahi dengan siluman harimau, Feng Yao akhirnya kembali ke Agharta. Begitu melewati gerbang, beberapa penjaga langsung menoleh dan menyapanya.
“Putri.”
Feng Yao hanya mengangguk. “Ya. Master di mana?”
“Di ruangannya, Putri.”
Tanpa banyak bicara, Feng Yao langsung melangkah cepat menuju ruang Master Yao. Ia membuka pintu.
“Ayah...”
Master Yao yang sedang duduk membaca beberapa catatan perlahan mengangkat wajah. Tatapannya langsung tertuju kepada putrinya.
“Akhirnya kau masih ingat jalan pulang, Utara.”
Feng Yao terdiam. Ia tersenyum kecil. “Aku cuma jalan-jalan sebentar.”
Master Yao mengangkat alis. “Sebentar?”
Feng Yao mengangguk. “Sebentar.”
“Berapa lama?”
Feng Yao mulai menghitung dalam hati. “Hmm...”
Master Yao menatapnya.
Feng Yao akhirnya menjawab pelan, “Tidak lama.”
Master Yao menghela napas. “Utara.”
“Ya, Ayah?”
“Kau pergi tanpa izin, menghilang, lalu pulang membawa bau siluman.”
Feng Yao langsung mencium lengan bajunya sendiri. “Masih bau?”
Master Yao memejamkan mata. “Bukan itu masalahnya.”
Feng Yao nyengir. “Berarti sedikit saja?”
“...”
Feng Yao kemudian teringat sesuatu. “Tapi bukan cuma siluman. Aku juga bertemu Azazil.”
Master Yao langsung terdiam. Kemudian ia menghela napas panjang.
“Ada apa, Ayah?”
“Azazil...” Master Yao menatap putrinya. “Dia sudah jatuh dan dilaknat.”
Dieenggg...
Feng Yao terkejut. “Dilaknat... Ayah?” Kata-kata itu terasa berat di tenggorokan Utara.
“Ya, Utara.” Master Yao menatapnya serius. “Dia sudah melakukan kesalahan fatal. Dia membangkang terhadap perintah Dewata Agung, Sang Maha Pencipta.”
Feng Yao terdiam. Ingatan tentang Azazil kembali muncul di kepalanya. Wajahnya yang terluka, sikapnya yang masih santai, dan kalimatnya tentang sesuatu yang akan ia percepat.
Feng Yao mengerutkan kening. “Kalau begitu... kenapa dia masih bisa berada di bumi?”
Master Yao tidak langsung menjawab. Tatapannya justru beralih ke jendela. “Itulah yang membuatku khawatir, Utara.”
Feng Yao semakin penasaran. “Apa maksud Ayah?”
Master Yao hanya berkata pelan, “Jangan terlalu dekat dengannya.”
Feng Yao terdiam. “Jangan terlalu dekat?”
Master Yao mengangguk. “Ya.”
Justru kalimat itulah yang membuat pikiran Feng Yao semakin dipenuhi pertanyaan. Azazil adalah kawan lamanya.
Ia mengenalnya jauh sebelum semua ini terjadi. Bagaimana mungkin seseorang yang selama ini ia kenal tiba-tiba menjadi sosok yang harus dijauhi?
Feng Yao mengangkat wajah. “Ayah... sebenarnya apa yang terjadi padanya?”
Master Yao tidak menjawab. “Utara, cukup. Jangan ikut campur.”
Feng Yao kembali terdiam. Namun semakin dilarang, semakin besar rasa ingin tahu nya. Ia mengenal Azazil, dan ia tidak percaya begitu saja bahwa kawannya itu hanya berubah menjadi sosok yang harus dijauhi.
Dalam hati ia bergumam, Azazil... apa sebenarnya yang kau lakukan?
Feng Yao kemudian mengalihkan pembicaraan.
“Lupakan dulu soal Azazil. Maksud kedatanganku kemari, aku juga mau melaporkan kondisi bumi Atas.”
“Bagaimana keadaannya?”
Feng Yao langsung tersenyum. “Sudah cukup baik.” Ia kemudian duduk di hadapan ayahnya. “Tapi semuanya berubah, Ayah. Benar-benar baru. Aku sampai bingung.”
“Bingung?”
“Ya.” Ia mengingat kembali apa yang dilihatnya di permukaan.
Langit biru, tanah hitam, tumbuhan hijau, bunga-bunga kecil. Bahkan benda-benda aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Dulu bumi yang kita kenal berbeda sekali. Sekarang semuanya seperti dunia baru.”
Master Yao tersenyum tipis. “Itulah bumi, Utara. Bumi terus berubah.”
Feng Yao terdiam. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa selama dirinya tinggal di bawah tanah, dunia di atas sana tidak pernah berhenti berjalan.
Dan mungkin masih banyak hal yang belum ia ketahui.
Matanya kembali berbinar. “Kalau begitu, besok aku mau ke atas lagi.”
Master Yao langsung menatapnya. “...”
Feng Yao tersenyum polos. “Ayah?”
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Kau baru pulang.”
Feng Yao cemberut. “Tapi aku belum selesai melihat-lihat.”
Master Yao menghela napas. Ia sudah mengenal putrinya terlalu lama untuk tahu bahwa melarang Utara justru akan membuatnya semakin penasaran.
“Ayah, jangan coba mengurungku. Aku bisa menjaga diri,” jawab Utara santai.
Master Yao hanya menghela napas. Akhirnya ia berkata, “Kembalilah.”
Utara terdiam.
“Dan tetap ingat, Agharta tetap rumahmu.”
Utara tersenyum kecil. “Ya, Ayah.”
Ia berdiri dan berjalan menuju pintu. Namun sebelum keluar, Utara menoleh sebentar. “Aku pasti kembali.”
Master Yao hanya mengangguk. Ia tahu putrinya akan kembali. Entah setelah menemukan sesuatu... atau setelah membuat masalah baru di luar sana.
POV LEMBAH SILUMAN
Di tempat lain, jauh dari Agharta, terdapat sebuah lembah yang menjadi tempat para siluman berkumpul. Berbagai klan siluman tinggal di sana. Mereka hidup dan bersekutu satu sama lain.
Pemimpin mereka adalah Yin Shuang, seekor serigala perak yang sudah hidup selama ribuan tahun. Yin Shuang terkenal dingin dan kejam. Tidak banyak siluman yang berani membantahnya.
Hari itu, kabar tentang siluman harimau yang dikalahkan seorang wanita sudah menyebar ke seluruh lembah.
“Siapa wanita itu?”
“Tidak tahu.”
“Siluman dari klan mana?”
“Katanya cantik.”
“Cantik?”
Beberapa siluman mulai penasaran.
“Jangan-jangan siluman rubah.”
“Bisa jadi siluman serigala.”
“Atau naga?”
Siluman harimau yang duduk di sudut ruangan hanya diam.
Yin Shuang menoleh kepadanya. “Kau bertemu dengannya?”
“Ya.”
“Siapa dia?”
“Aku tidak tahu.”
Yin Shuang menyipitkan mata. “Kau bahkan tidak tahu?”
Siluman harimau menunduk. “Dia sangat kuat.”
Ruangan kembali ramai. Tidak satu pun dari mereka tahu siapa wanita yang sedang mereka bicarakan. Mereka juga tidak tahu tentang Agharta. Bagi mereka, Agharta bahkan tidak pernah ada.
Mereka hanya tahu satu hal. Ada seorang wanita yang baru muncul di wilayah mereka, dan wanita itu berhasil mengalahkan siluman harimau.
Yin Shuang masih menatap ke depan. “Cari tahu siapa dia.”