WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******
Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya
Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya
Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MABUK.
Setelah Lisa pulang Alluna pergi meninggalkan mension dan pergi menuju suatu tempat yang mampu membuatnya melupakan sedikit masalahnya
Alluna telah sampai di suatu Bar suara musik dan bau minuman masuk kedalam indranya
Alluna memesan ruangan VVIP untuk dirinya sendiri dan juga beberapa botol Vodka, Alluna kuat dalam mengonsumsi minuman tapi ketika dia sedang lelah dia tidak bisa mengontrol dirinya dan berakhir akan mabuk berat oleh karena itu dia akan selalu membawa salah satu orang kepercayaannya untuk menemaninya, Karena Alluna akan berbeda saat sedang mabuk
Diruangan lain....
Ternyata Langit,Arga,David dan juga beberapa anggota BRUISER berada di Bar yang sama dengan Alluna namun ruangannya yang berbeda
David yang sudah mabuk berat mulai mendekati wanita hiburan yang menari di hadapan mereka
"Ingatin temen lo untuk make pengaman jangan buat masalah,dan bayar sendiri wanitanya" ujar Langit yang melihat David berciuman dengan seorang wanita penghibur
Langit tidak membatasi teman-temannya selama tidak menghancurkan atau merugikan BRUISER
Langit duduk dengan kaki disilangkan menikmati segelas Vodka yang dia pegang
Para wanita penghibur yang sudah bekerja lama di Bar ini pasti mengetahui jika Langit adalah pemilik Bar ini,dan dia tidak menerima gangguan dari para jalang yang bekerja disini begitupun dengan Arga yang anti untuk disentuh apalagi seorang wanita penghibur
Sudah tiga jam Alluna menikmati kesendiriannya yang hanya ditemani dengan minuman keras,bahkan dia sudah mabuk berat dan meracau tidak jelas
Alluna berjalan sempoyongan dia ingin keluar dari bar namun langkahnya terhenti saat tangannya di tahan oleh seseorang dan ternyata dia melewati meja para pria parubaya yang seorang pengusaha
"Lepasin lo siapa sih" teriak Alluna dengan masih sempoyongan dia sudah mabuk berat dan harus berhadapan dengan orang tidak jelas ini
"Jangan galak gitu dong sayang gimana kalau kamu nemenin om dan temen om,nanti om kasih apa yang kamu mau deh" rayu laki-laki bau tanah itu
"Gak mau,duit gue udah banyak" ujar Luna menghempaskan tangannya yang di pegang itu
Namun karna Alluna yang sudah mabuk dia sedikit susah untuk melawan karna dirinya yang sempoyongan,pria itu menarik paksa Alluna
"Lepas ihh lepassssss" teriak Alluna tapi tidak di perdulikan oleh mereka, sampai suara bogeman mentah terdengar
Bughhhhhh
"Dia sudah bilang Lepas bangs*t" teriak Langit membuat para tua bangka itu segera pergi dari sana karna melihat Langit mereka tidak mau cari masalah dengan anak salah satu pengusaha terkaya di kota ini
Niatnya yang ingin keluar untuk mencari angin harus dia urungkan karna melihat kejadian ini
Langit yang melihat perempuan yang di ganggu tadi menunduk,dia mendekati perempuan itu
"Lo gak apa-apa?" Tanya Langit
Alluna yang tadinya menunduk mengangkat kepalanya dan tersenyum manis kearah Langit
"Luna" gumam Langit
Langit tepaku sejenak melihat senyum Alluna untuk pertama kalinya dia melihat Alluna tersenyum lebar seperti ini dan itu untuk dirinya
"Sh!t ini tidak baik untuk jantung gue" batin Langit
"Luna heii lun ini gue Langit" ucap Langit menepuk pelan pipi luna berusahaa menyadarkannya,tangan langit juga sudah berada di pinggang Luna menjaganya agar tidak terjatuh
"Umm Langit yah,langit kenal Luna?" Tanya Luna yang memegang dagunya seolah berfikir
"Arghh sial kenapa dia imut begini kalau lagi mabuk" batin langit
"Gue temen lo,biar gue antar pulang yah" ucap langit lagi namun tidak terjadi apa-apa sedangkan langit harus berusaha menetralkan jantungnya
Langit menitip motor Luna dengan salah satu penjaga bar dan kemudian membantu luna untuk duduk di kursi depan setelah itu barulah Langit masuk ke kursi pengemudi
Sebelum menjalankan mobilnya langit lebih dulu menghubungi Arga mengatakan kalau dia akan pulang lebih dulu
Langit memakai kan seat belt untuk Alluna dan dia bisa mencium bau alkohol dari nafas Alluna
Langit yang hendak menjalankan mobilnya harus terhenti saat mendengar suara Alluna yang berbeda dari biasanya
"Luna gak mau pulanggg" ucap Luna dengan manja dan muka dicemberutkan
"Ohh ayolah jangan pasang wajah seperti itu atau gue tidak bisa menahan diri lagi" batin Langit yang fokus ke bibir cery milik Alluna
"Kenapa gak mau pulang hm" tanya Langit dia harus bersikap lembut agar Luna mau pulang
Alluna menatap langit dengan mata puppy eyes nya dia seperti anak anjing yang manja
"Nanti papa marahin luna karna Luna nakal" ucap Alluna
"Terus luna mau kemana?" Tanya langit lagi sungguh berdekatan dengan Luna membuat dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah seorang Langit lakukan
"Kerumah ayah bunda boleh gak" tanya Alluna dengan mata berbinar
"Gue modus boleh gak sih arggggghhh bisa gila gue" batin Langit
"Ayah bunda?" Tanya langit heran bukannya Alluna memanggil orang tuanya mama dan papa
"Iya ayah bunda orang tua kandung Luna" ujar alluna lagi membuat Langit terkejut dengan fakta itu
"Ayah dan bunda emangnya dimana" maafkan tingkat ke-kepoan Langit
ya guys yaa.
"Di atas langit,ayah dan bunda udah gak ada"ujar Alluna berubah sendu
"Ya udah gak usah dibahas nanti luna sedih" ujar Langit mengelus kepala luna Lembut
"Langit gak mau dengerin cerita Luna yah" ucap Alluna menatap Langit bahkan matanya sudah berkaca-kaca
Inilah Alasan Alexander tidak membiarkan Alluna mabuk berat seorang diri karna dia akan berubah menjadi Alluna kecil yang dulu dengan sikap manja dan cengengnya
Alexander hanya takut hal itu dimanfaatkan oleh musuh Alluna dia tidak mau anak gadisnya kenapa-napa
"Hey jangan nangis yah,Langit cuma gak mau Luna sedih kalau ceritain itu semua" ucap Langit lembut dia bahkan heran dengan dirinya kenapa berhadapan dengan Luna membuat dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah ia bayangkan, apalagi bersikap lembut dengan seorang gadis yang baru saja dikenalnya
Tiba-tiba hal mengejutkan mampu membuat Langit membeku ditempatnya,saat Alluna tiba-tiba memeluknya begitu erat
"Langit baik deh mirip seperti ayah,Luna suka" ucap Alluna memeluk Langit erat
"Kenapa lo selalu buat gue gila sih Luna,ini gak baik untuk jantung gue jangan buat gue mati muda" batin langit masih diam mematung
Bahkan aroma bunga yang keluar dari tubuh Alluna masuk kedalam indra penciuman Langit sungguh harum dan menenangkan membuat Langit merasa nyaman dan mungkin saja ini akan menjadi candu untuk langit
Alluna melepaskan pelukannya dan duduk bersandar di kursinya seolah
Skip perjalanan...
Mereka sampai di parkiran apartemen milik Langit,melihat Alluna yang sudah tertidur pulas membuatnya tanpa sadar tersenyum
"Lo tau lun,lo berhasil buat gue jadi orang bego seperti ini,lo perempuan misterius yang mampu menarik perhatian gue" ucap Langit mengelus pucuk kepala Alluna lembut
Langit keluar dari mobil setelah melepaskan seatbeltnya dan memakaikan Alluna hoodienya untuk menutupi wajah Alluna dan setelah itu dia menggendong Alluna ala koala dan mulai memasuki gedung Apartemennya yang begitu mewah
Langit menaiki lift menuju lantai 11,dan hanya ada satu kamar apartemen dengan nomor 129 di lantai itu,dan
Tentu saja itu milik Langit,Alluna terasa nyaman tidur dalam gendongan Langit ,dia bahkan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Langit
Langit membaringkan Alluna di kamarnya, merapikan rambut Alluna yang menghalangi wajah cantiknya tidak lupa membukakan sepatunya,, saat hendak keluar kamar dan berniat untuk tidur diluar,Alluna menahan tangannya
"Ayah bunda jangan tinggalin Luna hiks Luna ngga akan nakal,Luna gak mau sendiri hiks" gurau Alluna terisak menahan tangan langit bahkan matanya masih terpejam
"Tenang yah gue ada disini hm" ujar langit lembut mengelus kepala Alluna
Langit memutuskan berbaring disebelah Alluna memandangi Alluna yang tertidur kurang nyaman
"Apa sebenarnya yang terjadi dengan lo lun, sampai lo serapuh ini"ujar langit
Langit menarik Alluna dalam pelukannya mengelus rambutnya berusaha memberi kenyamanan untuk Alluna
Alluna menenggelamkan wajahnya di dada bidang Langit,yang terasa nyaman
Jika saja Alluna dalam kondisi sadar dia mungkin sudah akan mendengarkan detak jantung Langit sekarang
Mereka berdua terlelap dengan saling memeluk memberikan kenyamanan satu sama lain,waktu terasa lama berjalan seolah memberikan mereka waktu
Sekarang hari weekend dan sudah pukul 9 pagi Dimana semua orang sudah sibuk dengan kegiatannya hari ini namun tidak dengan dua sejoli yang masih betah tertidur dengan saling memeluk dalam selimut yang sama,, Langit dan Alluna masih berada didalam mimpi indah mereka
Langit bangun lebih dulu hal pertama yang dia lihat wajah Damai Alluna,langit menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Alluna
"Kalo tidur gini lo terlihat lebih cantik lun" ucap Langit pelan
Fokusnya beralih ke bibir cery pink alami milik Alluna seakan menggoda dirinya,Langit mendekatkan wajahnya hingga
Cup
Langit mengecup bibir Alluna,tapi yang tadinya hanya kecupan kini menjadi lumatan kecil, Langit melumat sedikit bibir Alluna yang sekarang menjadi candu terbesarnya
Alluna yang merasa terganggu mulai bergerak kecil menandakan dia akan bangun,Langit yang menyadari itu menarik wajahnya dan berpura-pura tertidur lagi
Alluna perlahan membuka matanya dia langsung memegang kepalanya yang terasa pening sampai dia menyadari wajah seseorang tepat di depan matanya
"Akhh sh!t" ucap Alluna pelan yang sudah menyadari keadaannya yang saat ini sedang tertidur dalam dekapan Langit, Alluna menatap sekelilingnya yang terasa asing
"Sial gue dimana" ucap Alluna pelan dan kemudian berusaha mengingat apa yang sudah dia lakukan
"Gawat gue mabuk berat"ucap Alluna lagi dengan pelan namun masih di dengar Langit
Alluna kembali menatap langit bahkan dia menatap seluruh wajah langit tanpa ekspresi apapun entah apa yang Alluna pikirkan saat ini
"Gue tau gue ganteng,kedip kali" goda Langit yang membuka matanya tiba-tiba
"Lupain yang semalam" ucap Alluna dingin
"Gue gak janji soalnya lo bikin gue penasaran lebih jauh" jawab Langit dengan senyumnya yang menyebalkan dimata Alluna
"Ck lepasin tangan lo" ujar Alluna dingin
Langit tersenyum smirk,bukannya melepaskan dia justru menarik Alluna hingga tubuh mereka sangat dekat bahkan Alluna bisa merasakan hangatnya nafas Langit
"Ngga, sampai lo ucapin makasih ke gue karna udah nolongin lo semalam" ucap Langit
"Thanks,puas lo" ujar Alluna datar
"Yang ikhlas baby girl dan jangan lupa tersenyum seperti semalam hm" goda Langit dan langsung mendapatkan tatapan tajam Alluna
"Brengsek" hardik Alluna
"Mau dilepas gak nih,kalo gue sih nyaman-nyaman aja begini" ucap
"Thanks Langit " ucap Alluna dengan tersenyum lebar walaupun langit tau itu paksaan tapi menggoda Alluna akan jadi hobi barunya
"Nah gitu dong itu baru Luna yang semalam", goda Langit yang mengacak rambut Alluna gemas.