NovelToon NovelToon
Transmigrasi? Aku Bisa Pulang!

Transmigrasi? Aku Bisa Pulang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain / Transmigrasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.

Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.

Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.

Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.

Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.

2 Agustus 2026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Hanya Dengan Air Wudhu

Setelah sarapan selesai, Su Wanwan segera bersiap pergi bersama Hu Zheng.

Ia masih mengingat alur cerita yang pernah dibacanya. Di dekat pintu masuk desa, biasanya terdapat kereta sapi yang digunakan penduduk untuk pergi ke kota. Karena belum memiliki kendaraan sendiri, kereta sapi adalah pilihan paling masuk akal.

"Hu Zheng, ayo."

"Baik, Nyonya."

Keduanya berjalan menuju pintu masuk desa.

Tidak lama kemudian, mereka menemukan sebuah kereta sapi yang sudah menunggu. Beberapa orang perempuan paruh baya telah duduk di bagian belakang. Dari kejauhan saja, suara mereka sudah terdengar cukup jelas.

"Eh, kau dengar tidak? Katanya keluarga Zhang..."

"Benarkah? Aku kemarin juga mendengar..."

"Jangan-jangan sebenarnya..."

Suara mereka bercampur dengan tawa kecil. Sama sekali tidak terdengar seperti sedang berusaha menyembunyikan pembicaraan.

Su Wanwan melirik ke belakang kereta, isinya benar-benar ibu-ibu ia kemudian menoleh kepada Hu Zheng.

"Duduklah di depan."

Hu Zheng mengangguk cepat. "Baik, Nyonya."

Tanpa banyak bicara, Hu Zheng langsung naik dan duduk di bagian depan, dekat dengan Labao yang menjadi pengemudi kereta.

Su Wanwan kemudian naik ke atas kereta, begitu sosoknya terlihat jelas, suara para bibi yang sebelumnya ramai mendadak menghilang.

Sunyi, sangat sunyi... Seolah-olah seseorang baru saja menekan tombol mute.

Beberapa bibi saling bertukar pandang sebelum diam-diam melirik Su Wanwan. Su Wanwan sendiri tidak memperhatikan mereka. Ia hanya berjalan menuju bagian belakang dan duduk dengan tenang.

Bibi yang duduk di sampingnya terlihat kaku. Perlahan, sedikit demi sedikit tubuhnya bergeser menjauh. Su Wanwan melirik sekilas, bibi itu langsung pura-pura melihat ke arah lain.

Su Wanwan. "..."

Dia benar-benar separah itu?

Namun setelah memikirkannya sebentar, Su Wanwan merasa hal tersebut cukup masuk akal. Pemilik tubuh ini memang memiliki reputasi yang sangat buruk, bahkan hampir semua orang di atas kereta ini pernah cekcok dengan nya dan berakhir mendapatkan kerugian karena nya. Sehingga di desa ini, tidak ada yang berani berseteru dengan nya, jika bertemu bahkan beberapa bibi akan berjalan memutar.

Su Wanwan hanya bisa menghela napas kecil, sepertinya jika bertingkah baik dan ramah itu akan mustahil. Lebih baik bersikap biasa dan mengikuti alur nya sendiri.

Di bagian depan, Labao juga sempat melirik ke belakang. Ketika melihat siapa penumpangnya, sudut mulutnya berkedut.

Dia menghela napas pelan. 'Kenapa harus hari ini...'

Namun setelah beberapa saat, Labao hanya bisa menerima kenyataan. 'Sudahlah. Anggap saja hari sial.'

Ia menarik tali kekang. "Berangkat!"

Kereta sapi mulai bergerak meninggalkan area desa.

Krek... krek...

Roda kayu berputar melewati jalan tanah yang tidak rata.

Beberapa saat berlalu, para bibi yang tadi diam mulai saling melirik.

Salah seorang dari mereka memastikan Su Wanwan hanya duduk diam tanpa menunjukkan tanda-tanda akan melakukan sesuatu.

Barulah ia berani membuka mulut. "Jadi, seperti yang tadi kukatakan..."

Suaranya jauh lebih pelan.

"Katanya keluarga Zhang itu..."

"Pelan sedikit!" Bibi di sebelahnya buru-buru mengingatkan.

Mereka semua kembali melirik Su Wanwan, Su Wanwan tetap duduk tenang. Tidak bergerak dan tidak menoleh. Bahkan ekspresinya terlihat seperti tidak mendengar apa pun.

Para bibi akhirnya sedikit lega.

"Sepertinya dia tidak peduli."

"Kalau begitu lanjutkan."

"Tapi pelan-pelan."

"Ya, jangan sampai dia dengar."

Su Wanwan memutar bola matanya, 'kalian pikir aku tidak mendengar nya ya? Setelah resmi berkultivasi, indra pendengaran ku jadi lebih tajam. Bisikan kalian sama saja teriakan di telinga ku.'

Mereka kemudian kembali berbicara, kali ini benar-benar seperti sekelompok burung kecil yang sedang berbisik.

"Katanya menantu keluarga Li..."

"Benarkah?"

"Benar! Aku mendengarnya langsung dari..."

"Eh, jangan keras-keras!"

Mereka kembali tertawa kecil.

Su Wanwan yang mendengar semuanya hanya menghela napas dalam hati. Desa memang tempat yang menarik, tidak membutuhkan internet, tidak membutuhkan grup chat. Cukup satu kereta sapi dan beberapa bibi, seluruh berita desa bisa tersebar dalam waktu kurang dari sehari.

Ia menopang dagunya dengan tangan sambil memandang jalan di depan.

Namun tanpa disadari Su Wanwan, percakapan para bibi perlahan mulai beralih.

"Tapi apakah kalian tahu kelanjutan cerita Su Weiwei yang berselingkuh dengan Er'guo itu? Kemarin aku harus pulang memasak, jadi tidak melihat kelanjutan nya."

"Tahu-tahu, lanjutan nya seperti ini..."

Diam-diam Su Wanwan langsung membuka lebar-lebar telinga nya, matanya sedikit membulat seolah menemukan informasi yang menyenangkan. Tidak lama kemudian sudut bibirnya terangkat.

'Jadi begitu, Su Weiwei pingsan dan membuat sidang berhenti. Setelah itu Wang Yue pergi ke rumah orang tua nya, Er'guo memohon hingga bersujud di rumah mertuanya semalaman barulah mendapatkan maaf dengan syarat mereka pindah ke desa orang tuanya. Er'guo setuju dan mereka sekarang sudah tidak ada di desa ini.'

'Hah, padahal di cerita asli Er'guo adalah pembantu setia Su Weiwei membangun bisnis di zaman kuno ini. Sepertinya cerita Su Weiwei akan benar-benar berakhir...'

Su Wanwan terus bermonolog dalam pikirannya, sampai tidak sadar jika bibi-bibi itu mulai memperhatikan nya dan berbisik-bisik membicarakan nya.

"Ngomong-ngomong, kalian sadar tidak kalau Nyonya Su ini terlihat sedikit berbeda ya?"

"Berbeda?"

"Entahlah... Sepertinya terlihat sedikit kurus, bersih dan lihat wajahnya terlihat mulus!"

"Benar juga."

"Padahal terakhir kali aku lihat di wajahnya ada banyak bintik-bintik hitam."

Para bibi kembali melirik Su Wanwan, seketika mereka terdiam. Bibi di samping Su Wanwan sudah cukup tua, matanya sedikit rabun jadi dia memajukan tubuhnya untuk melihat Su Wanwan lebih jelas.

Namun hal ini menyadarkan Su Wanwan dan melihat nya, membuat bibi-bibi itu terkejut, terutama nenek itu yang bertatapan langsung dengan Su Wanwan membuat tubuhnya hampir terjengkang ke belakang karena terkejut.

"Ada apa?"

"I-itu... Nyonya Su wajah mu terlihat mulus dan cerah, apa ada rahasia nya?" Nenek itu mencari selamat dengan bertanya, walaupun sebenarnya memang cukup penasaran.

"B-benar Nyonya Su, apakah kamu menggunakan krim wajah baru dari kota?" Sambung bibi lain membantu nenek itu.

Mereka semua terbiasa memanggil Su Wanwan dengan Nyonya Su, karena perintah Su Wanwan sendiri. Mau bagaimana lagi, setelah bekerja di kota selama beberapa tahun pola pikir pemilik tubuh banyak berubah dan selalu ingin di panggil nyonya. Karena tidak ada yang bisa mengalahkan nya dalam bersitegang, maka semuanya pun memanggil nya Nyonya Su. Ibarat kata 'Suka-suka nyonya Su deh mau di panggil apa.'

"Ah, tidak ada rahasia apa-apa. Hanya rajin mandi dan air wudhu." Su Wanwan sedikit tersenyum kecil saat menjawab, di tanya seperti itu berarti membuktikan jika perubahan nya menjadi lebih baik ini terlihat.

Mereka saling pandang, mandi bisa mereka pahami namun air wudhu itu apa? Mereka pikir itu air untuk perawatan wajah yang mahal, jadi mereka hanya mengangguk-angguk mengerti dengan canggung.

.

1
Fauziah Daud
x disangka rupanya suami zaman moden
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Dern
hah mana lanjutannyaa
Kyyy: Sabar~
total 1 replies
Dern
heh kamu jangan jadi pedofil 😭
Dern
nah bener ini kadang sistem di nt langsung bikin pu kuat tak terkalahkan bikin gak seru gak ada petualangan perkembangannya
Dern
padahal 300 cukup 😭 ini dari tadi uang kebanyakan ga si ka?
Kyyy: Sekalian bangun rumah kak...😌
total 1 replies
Dern
mungkin 7 tael lebih ok karena kan tabib desa bukan tabib kota
Kyyy: Kompensasi mental dari orang kaya kak, Su Wanwan pernah fitnah bilang kalau obatnya bermasalah dan sampe mau bawa ke pengadilan.
total 1 replies
Dern
hah apa gak kebanyakan 50 tael? 1 tael aja bisa hidup 1 tahun untuk kalangan bawah
Dern
akhirnya terpecahkan, jadi misal dia pindah ke kota, dia masih bisa akses ke dunia modern
Dern
HEH WKWKWK AIR WUDHU BJIR WKWKWKWK
Dern
baru w pertanyakan hal ini di bab sebelum, eh muncul bagian ini wkwkwk
Kyyy: Harus agak realistis 😌
total 1 replies
Dern
tapi kalau mendadka berubah banyak sedangkan dia gak keluar rumah untuk beraktifitas fisik jadi aneh gak sih ??? orang2 jadi curiga
Dern
kepo, apa bakal ada pergantian tael ke yuan. kan siapa tau dia mulai bisnis trus uang dari jaman dulu ke modern bisa dituker
Dern
emang dasarnya ibu2 nenek2 pasti ada aja yang dipamerin 🤣🤣
Dern
wow bahaya nih kalau dia tiba2 tau ada pintu ke mana saja
Dern
ini nanti 3 budak itu merasa janggal gak sama bantal selimut dan bahan masakannya?
Kyyy: Nggak deh, soalnya dulu Su Wanwan pelit dan hemat. Jadi kalo dia ngeluarin barang, dikira gak pelit, juga mereka tau Su Wanwan pernah kerja di kota (tempat bangsawan gitu) jadi barang2 bagus itu nanti di kira dari kota /bangsawan
total 1 replies
Dern
kirain tempatnya bakal stay frozen gitu, tenryata masih "normal" mengikuti waktu yang ada ya? berarti lama2 bisa habis barangnya dan gak infinite. bole2 siapa tau su wan2 belanja di dunia modern
Dern
make sense sih, tapi kan surat budak sampai mati ada di tnagan su wen2
Dern
WKWKWK MEME TIDAK FANTASSTHH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!