Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.
Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.
Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.
Bagimana kisah Isabella selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Harimau Bersayap
Isabella mulai meningkatkan kewaspadaannya. Sejak memasuki hutan, ia sudah merasa ada sesuatu yang terus mengawasinya. Awalnya dia berpikir jika yang telah mengawasinya adalah monster yang sudah dia bunuh tadi. Tapi sepertinya dia salah, yang sudah mengawasinya sejak tadi bukanlah monster itu. Isabella semakin menajamkan penglihatannya, Isabella juga menggenggam pedangnya semakin erat.
"Siapa pun kau keluarlah, jangan terus bersembunyi seperti pengecut." Kata Isabella.
Namun makhluk itu tetap tidak keluar dari persembunyiannya, Isabella menyipitkan matanya. Aura aneh kembali terasa, kali ini jauh lebih dekat.
Tanah di sekitar Isabella mulai bergetar dan....
DUARR!
Sesuatu tiba-tiba mendarat tepat di hadapannya.
Isabella secara refleks menghunus pedangnya dan mengambil posisi bertahan. Namun, matanya membelalak ketika melihat makhluk yang berdiri di hadapannya. Wujud makhluk itu berbeda dengan monster yang sudah menyerangnya tadi ataupun kemarin. Makhluk yang saat ini ada di hadapannya adalah seekor Harimau dengan tubuh yang sangat besar. Harimau itu memiliki bulu berwarna putih ke abu-abuan yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Harimau itu juga memiliki sepasang sayap besar. Sayap tersebut terlipat di kedua sisi tubuhnya, dan yang membuat Isabella lebih takjub lagi adalah. Ini adalah monster tertampan yang pernah dia temui selama dia di dunia ini. Karena sejak kemarin yang dia temui hanya monster buruk rupa, apalagi monster berkepala tiga yang barusan dia bunuh. Tapi tetap saja, makhluk itu monster. Dia harus tetap waspada, Isabella lalu mengarahkan pedangnya pada makhluk yang Isabella pikir monster itu.
"Monster..."
Harimau itu justru menatapnya dengan tenang. Kemudian sesuatu yang tidak pernah Isabella bayangkan terjadi. Harimau itu menundukkan kepalanya. Lalu tiba-tiba berlutut di hadapan Isabella. Dengan kedua kaki depannya menyentuh tanah, sementara kepalanya tertunduk di hadapan Isabella. Melihat monster itu yang tiba-tiba berlutut di hadapannya, membuat Isabella terdiam.
"Apa?" Isabella shock saat monster yang awalnya dia pikir akan menyerangnya justru berlutut di hadapannya.
Harimau itu kemudian mengangkat kepalanya. Sepasang matanya yang berwarna emas menatap lurus ke arah Isabella.
"Aku tidak datang untuk menyerangmu." Kata Harimau itu.
Isabella hampir saja menjatuhkan pedangnya saat mendengar makhluk itu berbicara dengannya.
"KAU... BISA BICARA?!" Kata Isabella.
Harimau itu mengangguk.
"Tentu saja." Katanya dengan senyum menyeringai.
Isabella menatapnya tidak percaya. Ternyata Harimau ini juga bisa berbicara.
"Aku sudah mengawasimu sejak kemarin, saat kau pertama kali memasuki hutan ini untuk berburu." Kata Harimau itu.
Isabella semakin waspada, dia tidak tau apakah Harimau itu berbahaya atau tidak. Dia tetap harus selalu berhati-hati.
"Kenapa?" Tanya Isabella, tatapannya semakin tajam.
"Aku ingin memastikan bahwa kau adalah orang yang tepat." Kata Harimau itu santai.
"Orang yang tepat?" Tanya Isabella, dia semakin bingung dengan maksud Harimau di hadapannya ini.
Harimau itu kembali menundukkan kepalanya.
"Aku ingin menjadi hewan kontrakmu."
Isabella terdiam cukup lama.
"Hewan kontrakku?" Tanya Isabella terkejut, dia baru beberapa hari di dunia ini lalu sekarang tiba-tiba seekor Harimau raksasa menawarkan diri untuk menjadi hewan kontraknya. Luar biasa bukan.
"Benar." Jawab Harimau itu, lalu dia mengangkat salah satu kakinya.
"Jika kau bersedia menerima kontrakku, teteskan darahmu pada keningku." Lanjutnya.
Isabella masih belum sepenuhnya percaya jika Harimau itu mau menjadikannya sebagai tuannya. Ini terlalu aneh dan rasanya dia masih belum sepenuhnya percaya.
"Kenapa aku?" Tanya Isabella.
"Karena kekuatanmu." Jawab Harimau itu,
Harimau itu menatap Isabella, lalu berjalan semakin dekat ke arah Isabella.
"Sejak pertama kali aku melihatmu, aku merasakan sesuatu yang berbeda darimu. Aura yang kau miliki bukanlah aura manusia biasa." Lanjutnya.
Isabella terdiam, Ia tidak tahu apakah harus mempercayai perkataan makhluk itu atau tidak.
Namun anehnya, semakin Isabella menatapnya, Isabella semakin merasakan jika makhluk ini tidak memiliki niat untuk membunuhnya Sedikitpun. Tatapan Harimau itu justru terlihat sangat tulus dan semua ucapannya penuh dengan kejujuran.
Setelah mengamatinya beberapa saat, Isabella akhirnya mulai menyarungkan kembali pedangnya. Dia juga mulai mengurangi kewaspadaannya pada makhluk di hadapannya ini.
"Baiklah."
"Kau menerimaku?" Tanyanya, dia sangat terkejut saat mendengar perkataan Isabella.
Isabella mengangguk.
"Tapi jika kau mencoba mengkhianatiku..."
Senyum tipis muncul di wajah Isabella.
"aku sendiri yang akan memutus kontrak kita dan membunuhmu." Kata Isabella menyeringai tajam.
Harimau itu tertawa kecil.
"Aku tidak akan pernah mengkhianatimu." Katanya.
Isabella kemudian mengiris ujung jarinya hingga setetes darah muncul, lalu dia berjalan mendekat ke arah Harimau itu. Dengan perlahan, Isabella meneteskan darahnya di tengah kening Harimau itu. Lalu sebuah cahaya keemasan langsung muncul di tubuh Harimau itu, sebuah lingkaran sihir juga terbentuk di bawah kaki mereka berdua.
Sayap besar sang harimau terbuka lebar, kemudian cahaya keemasan itu mulai menyelimuti tubuh keduanya. Isabella dapat merasakan sesuatu terhubung dengan dirinya, kini Sebuah ikatan terbentuk di antara mereka, Isabella mulai bisa merasakan keberadaan Harimau itu tanpa melihatnya. Begitu juga dengan Harimau itu yang juga bisa merasakan keberadaan Isabella. Setelah kontrak itu selesai, cahaya yang mengelilingi tubuh mereka perlahan mulai menghilang dan menyisakan sebuah tanda berbentuk simbol bintang yang muncul di kening Harimau itu, harimau itu lalu mulai berdiri.
"Mulai hari ini, aku adalah hewan kontrak pertamamu." Ucap Harimau itu bersamaan dengan smirk khasnya.
Isabella menatapnya datar.
"Hewan kontrak pertamaku?" Tanya Isabella.
"Ya."
Harimau itu mengembangkan sayapnya.
"Jika suatu hari kau membutuhkanku, panggil saja namaku, maka aku akan segera datang." Kata Harimau itu
Isabella mengerutkan kening.
"Namamu?"
Harimau itu terdiam sejenak, Kemudian ia berkata,
"Namaku adalah Aeron."
"Aeron..."
Isabella mengulang nama itu pelan, Aeron mengangguk.
"Dan mulai sekarang, kau juga bisa berkomunikasi denganku melalui telepati." Jelas Aeron.
Isabella tiba-tiba mendengar suara Aeron di dalam pikirannya.
"Seperti ini."
Isabella terkejut.
"Kau berbicara di dalam kepalaku?!"
"Benar." Jawab Aeron sombong.
Isabella memegang kepalanya.
"Ini aneh..."
Aeron tertawa kecil.
"Kau akan terbiasa."
Isabella kemudian mencoba membalas melalui pikirannya.
"Aeron?"
Harimau itu langsung menoleh.
"Aku mendengarmu."
Isabella terdiam, hingga akhirnya sebuah senyum kecil muncul di wajahnya.
"Menarik."
Aeron menundukkan kepalanya.
"Mulai sekarang, jika kau memanggilku, aku akan datang kepadamu. Tidak peduli di mana pun kau berada."
Isabella menatap harimau bersayap di hadapannya. Ia tidak pernah menyangka jika di perjalanannya menuju kota hari ini, dia akan mendapatkan hewan kontrak seekor Harimau. Isabella pikir dia hanya akan mendapatkan kejutan dari para monster di hutan ini saja.
Dan tanpa Isabella sadari, jauh di dalam hutan, beberapa pasang mata lainnya sedang mengawasi mereka. Bukan hanya Aeron yang memperhatikan Isabella, makhluk-makhluk lain juga mulai menyadari keberadaan manusia yang baru saja membuat kontrak dengan salah satu makhluk terkuat di hutan ini.
Dan mereka mulai bertanya-tanya...
Siapakah sebenarnya manusia itu?
Bersambung