NovelToon NovelToon
Simfoni Yang Salah Nada

Simfoni Yang Salah Nada

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Pengganti / Persahabatan
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: aleeenaa

Bagi Alee gadis cerdas yang meledak-ledak dan ceplas-ceplos, Rama adalah cowok paling membosankan sekaligus jual mahal di 10 MIPA 1. Namun, hanya butuh satu lagu di panggung sekolah untuk meruntuhkan seluruh gengsi Alee dan mengubah benci menjadi cinta.

Masalahnya, Alee punya satu kelemahan: mulutnya sama sekali tak punya filter. Demi menjaga rahasia hatinya, Alee memilih kabur ke sudut belakang kelas dan mengunci mulut rapat-rapat.

Namun, masa SMA tak pernah berjalan sesuai rencana. Ketika kesalahpahaman, provokasi teman, dan kehadiran Karim mulai menguji arah takdir mereka apakah simfoni cinta Alee akan berakhir indah, atau justru Rama hanya menjadi nada yang salah dalam hidupnya?

Namun, segalanya berubah saat sekolah mengadakan Acara Panggung Unjuk Bakat. Di atas panggung, Rama yang biasanya tenang dan tidak suka menonjolkan diri, tampil membawa gitar dan menyanyikan lagu favorit Alee. Suara Rama yang begitu merdu dan hangat malam itu berhasil menyentuh perasaan Alee yang paling

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aleeenaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Di Antara Nyaman dan Takut Kehilangan

Setelah sukses besar di pentas seni sekolah, dinamika antara Alee dan Rama makin tak terpisahkan. Di kelas, Rama selalu menjadi tempat Alee bertanya soal pelajaran, sementara Alee adalah alasan utama senyum tenang sang Ketua Kelas sering terkembang. Semua orang di SMA Nusantara Jaya mulai dari teman-sekelas, Nara, Rendy, hingga Kak Maya di rumah tahu betul ada perasaan istimewa yang terpancar di antara mereka berdua.

Namun, ada satu hal unik yang menggelitik: tidak ada satu pun dari mereka yang berani melangkah untuk menyatakan cinta atau mengajak berpacaran.

Sore itu, suasana lorong sekolah sudah mulai sepi. Alee dan Rama berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah. Jarak di antara mereka begitu dekat hingga sesekali ujung lengan seragam mereka bersentuhan. Tidak ada rasa canggung, hanya ada kenyamanan hangat yang sudah tercipta alami selama dua tahun belakangan.

"Rama, besok libur semester lu ada acara ke mana?" tanya Alee sambil mengayunkan tas sekolahnya pelan.

"Nggak ke mana-mana, paling cuma merapikan modul latihan soal buat kelas 12 nanti," jawab Rama tenang, merapikan letak kacamatanya. Ia menoleh ke arah Alee, menatap wajah cewek di sampingnya itu dengan pendar mata yang teramat teduh. "Kamu sendiri? Mau jalan-jalan sama Nara?"

"Halah, bosen sama Nara terus!" seloroh Alee tertawa renyah. "Gue kan mau nagih janji lu! Katanya mau ngajarin gue main gitar lagu barunya Coldplay pas liburan?"

Rama tersenyum sangat manis senyuman tulus yang selalu sanggup membuat jantung Alee berdesir maraton. "Iya, Alee. Kapan pun kamu mau latihan, saya pasti siap."

---

Di sudut lain, Nara dan Rendy yang berjalan beberapa meter di belakang mereka memperhatikan interaksi manis tersebut sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Duh, gemes banget gue lihat dua anak itu," bisik Nara gemas sambil menepuk jidatnya sendiri. "Udah nempel kayak perangko, saling perhatian tiap hari, tatap-tatapan udah kayak di drama Korea... tapi statusnya masih 'cuma temen sekelas'! Kenapa sih nggak ada yang nembak duluan?!"

Rendy terkekeh pelan menyetujui. "Sifat mereka berdua tuh bertolak belakang tapi dalam hal ini sama-sama penakut, Nar. Alee itu gengsinya setinggi langit, takut kalau nembak duluan entar dikira kebelet. Nah kalau Si Rama, dia itu terlalu rasional dan berhati-hati. Rama takut kalau pacaran terus ntar putus, hubungan nyaman mereka malah jadi canggung dan rusak."

"Tapi kan gemes, Ren! Gemes!" cerca Nara pelan.

---

Apa yang dikatakan Rendy memang sepenuhnya benar.

Di dalam hatinya, Alee sering kali gemetar tiap kali berada dekat Rama. Rasa sukanya pada sang Ketua Kelas sudah mengakar sangat dalam. Namun, Alee memiliki pertahanan gengsi yang tinggi. Ia takut jika ia terang-terangan mengajak Rama berpacaran, Rama justru merasa tertekan atau yang paling menakutkan Rama hanya menganggapnya sebagai adik atau sahabat dekat belakangan ini. Gimana kalau ternyata Rama cuma baik ke semua orang? Gimana kalau penolakan itu bikin kita nggak bisa bercanda lagi kayak biasa? pikiran-pikiran itu selalu menahan lidah Alee.

Di sisi lain, Rama pun memendam rasa ragu yang sama besarnya. Bagi Rama, Alee adalah sosok yang sangat berharga sosok ceria yang berhasil mewarnai hidupnya yang semula monoton dan kaku. Rama sangat menyukai Alee, lebih dari siapa pun di sekolah itu. Namun sebagai seorang cowok yang serba terstruktur, Rama selalu mempertimbangkan risiko. Rama takut ikatan pacaran yang terburu-buru justru akan memberi tekanan atau batasan pada hubungan mereka. Rama teramat takut kehilangan Aleena dari kesehariannya jika suatu hari ikatan formal itu tak berjalan mulus. Bagi Rama, melihat Alee tersenyum bebas di dekatnya setiap hari tanpa rasa canggung sudah menjadi kebahagiaan yang sangat cukup.

---

Langkah mereka terhenti di bawah pohon rindang dekat gerbang luar. Angin sore berembus sepoi-sepoi, menepis halus beberapa helai rambut Alee. Rama menghentikan langkahnya, berdiri tepat menghadapi Alee.

Rama meraih tali tas gitar yang disandang Alee, membantu membetulkan posisinya agar bahu Alee tidak pegal. Jemari Rama sempat bersentuhan sengaja dengan leher Alee saat merapikan kolar jaket cewek itu.

Alee terpaku. Jantungnya berdegup kencang, menatap lurus pada mata Rama di balik kacamata beningnya. Di antara jarak wajah mereka yang hanya berjarak belasan sentimeter, ada momen hening yang begitu intens. Momen di mana kata-kata "aku suka kamu" seolah sudah menggantung di udara, tinggal diucapkan saja.

Alee menahan napasnya. Ayo Rama... ucapin sesuatu... batin Alee menjerit pelan.

Rama menatap bibir Alee sejenak, lalu kembali mengunci pandangannya pada manik mata Alee dengan tatapan yang teramat dalam dan penuh rasa kasih. Ada dorongan kuat di dada Rama untuk menggenggam tangan Alee dan memintanya menjadi kekasihnya detik itu juga. Namun, senyuman lembut Rama kembali menenangkan gejolak itu.

"Jaket kamu kebukaan sedikit tadi, angin sore lagi dingin," bisik Rama pelan, menyunggingkan senyum hangat yang menenangkan.

Alee menghela napas pelan campuran antara lega dan sedikit kecewa, namun tetap dipenuhi rasa hangat yang membuncah. "Makasih ya, Ketua..."

"Hari ini biar saya yang antar kamu pulang sampai depan rumah ya, Alee?" tawar Rama lembut sambil memegang stang motornya.

"Boleh banget!" sahut Alee cepat dengan raut berbinar gembira kembali menyelimuti wajahnya.

Tanpa perlu status atau label "pacaran", kedekatan mereka sudah melampaui kata-kata biasa. Mereka berdua memilih untuk berjalan dalam irama yang nyaman inj saling menjaga, saling membutuhkan, dan saling menyayangi dengan cara mereka sendiri. Sebuah ikatan tanpa nama yang justru terasa begitu manis, jujur, dan tak tergantikan bagi Alee maupun Rama.

1
aleee
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!