NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror Lydia

Gio sedang menjalankan tugas kenegaraan di seputaran Jakarta. Namun Lusi dan Gio jarang bertemu, karena misi Gio dan timnya berbahaya, Gio takut musuh - musuh Gio mengenali Lusi.

Lusi sedang beradu nasib di Jakarta, dia memilih bekerja di rumah sakit Darmai rumah sakit rujukan kanker. Sebenarnya di Siloam juga mau mempekerjakan Lusi, namun Gio tidak setuju, begitu pula dokter Agus, mereka menyarankan lebih baik rumah sakit Darmai. Itu juga rumah sakit besar dan terkenal. Dan pelayanannya padat, banyak pasien - pasien rujukan. Karena rumah sakit ini, rumah sakit satu - satunya dengan peralatan terlengkap. Sebenarnya alasan utama Gio kekasihnya dan dokter Agus, agar Lusi tidak bertemu dengan Lydia yang fake itu, yang hidupnya banyak drama.

Terhitung Dokter Lusia Irene sudah bekerja satu tahun di rumah sakit Darmai. Dan hubungan percintaan Lusi dan Gio baik - baik saja. Namun tidak diketahui oleh mereka bahwa selama ini Lydia memata - matai aktivitas mereka. Bahkan serangan - serangan kecil berisi sebuah ancaman kepada Lusi dari Lydia di abaikan olehnya. Dan tidak dilaporkan kepada Gio soal ancaman itu.

Keistimewaan Gio dan Lydia, mereka dilahirkan pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama. Berbedanya Gio lahir di Jakarta sedangkan Lydia di Bogor di kampung halaman papanya almarhum. Dan hari ini tanpa Lusi tahu, bahwa Lydia membuat pesta ulang tahun buatnya dan juga Gio.

Meskipun hubungan Gio dan Lydia sudah putus, namun Gio perna berjanji kepada papanya Lydia untuk menjaga anaknya. Janji ini yang di manfaatkan oleh Lydia. Dan Gio sering diam - diam datang ke rumah Lydia untuk menolongnya jika ada hal yang susah, yang tidak bisa dikerjakan oleh Lydia. Semua ini di atur Lydia sangat rapi. Bahkan Gio seorang intel sekali lagi tidak menaruh curiga. Setiap pertemuannya dengan Gio, Lydia selalu mengirim gambar, vidio bahkan rekaman suara kepada Lusi.

Satu, sampai tiga kali, kiriman Lydia tidak di gubris oleh Lusi. Tetapi saat ini sudah lebih dari tiga kali. Membuat Lusi sedikit emosi. Namun sikap Gio kepada dirinya tidak berubah, selalu terlihat mesra. Puncak kemarahan Lusi, ketika Lydia mengundangnya makan malam bersama.

"Kamu tahu Gio tidak bisa jauh dari saya."

"Dia hanya menganggap kakak itu teman, sama seperti Kak Desy."

"Tetapi dia berjanji menjaga ku."

Skenario Lydia semakin rapi ketika dia bermain peran seolah - olah dia perempuan yang tersakiti. Zero selain laki - laki red flag, dia juga pintar memanfaatkan situasi, bekerja sama untuk mengikat Gio.

Malam ini, Gio lebih memilih menemani Lydia karena Zero pacarnya telah berbuat jahat. Padahal dia sudah janji mau menjemput Lusi di tempat kerjanya dan mereka akan makan malam bersama.

"Aku ada kerjaan sayang."

"Oke sayang, ngak masalah. Masih ada lain waktu. Hati - hati ya."

"Malam aku mampir ke apartemen setelah kerjanya selesai. I love you."

"I love you too."

Gio tidak mengetahui, bahwa Lydia sedang merekam Vidio saat Gio dan Lusi ngobrol. Dan langsung di kirim ke Lusi. Tentu saat itu Lusi marah. Dia sudah di bohongi oleh Gio Abraham kekasihnya. Setelah Lydia tenang. Gio ke apartemen Lusi, namun sayang Lusi tidak membuka pintu apartemennya. Gio meminta pengurus apartemen untuk membuka pintu tersebut. Karena satu jam Lusi tidak merespon. Waktu Gio masuk ke dalam ternyata Lusi tidak ada di apartemennya.

Gio tidak tahu bahwa, Niko bertemu dengan Lusi, waktu dia pulang dari rumah sakit. Dan Lusi memperlihatkan vidio yang selama ini Lydia kirim ke Lusi. Lusi meminta Niko untuk merahasiakan pertemuan dan informasi yang dia berikan. Niko membantu Lusi untuk menghindar dari Gio.

Sudah satu minggu Lusi tidak pulang ke apartemennya. Dia sedang mengikuti kegiatan seminar di Surabaya. Satu minggu itu, Gio seperti orang yang gila, hidupnya kacau, karena Lusi benar - benar tidak mengaktifkan handphonenya. Sekarang dia mempunyai handphone lainnya, dan hanya Niko yang mengetahui nomor itu.

"Masih belum bisa menghubungi Lusi."

"Belum Gus."

"Aku telepon juga handphonenya tidak aktif."

"Nik, kalau kamu."

"Kenapa dengan aku." Tidak biasanya Niko menjawab seperti itu, tetapi kali ini berbeda. Agus dan Desy juga merasakan ada yang berbeda dari nada bicara Niko. Ketika mereka sedang asik nogbrol tiba- tiba handphone Gio berdering, ada telepon masuk. Dan mereka tahu bahwa Lydia yang menghubungi Gio.

"Saya berpikir, Lydia sedang mempermainkan kamu. Sebenarnya dia itu masih jatuh cinta padamu."

"Aku setuju." Desy mengiyakan pendapat Niko.

"Aku tidak punya perasaan apa pun sama Lydia."

"Kalau tidak punya perasaan kenapa masih beri perhatian." Niko suaranya meninggi. Karena sikap Gio.

"Papanya menitipkan dia kepadaku. Dan aku berjanji kepada beliau untuk menjaganya."

"Menjaga sampai tidak memikirkan perasaan pacar kamu." Gio semakin, curiga kalau Niko tahu sesuatu tentang Lusi.

"Kamu tahu, bahwa perempuan yang aku cintai hanya Lusia Irene." Niko tertawa.

"Kalau kamu cinta, kamu tidak mungkin membiarkan dia berjalan sepanjang jalan menangis karena alasan kerja padahal kamu membohonginya."

"Maksud kamu."

"Kamu perna bohongi dia kan. Aku menemukan dia ada menangis di taman Bougenvil dekat rumah sakitnya bekerja."

"Lebih kelas lagi menjelaskan."

"Belum juga sadar."

"Lusi dimana." Gio tahu, Niko yang menyembunyikan Lusi. Padahal dia tahu, bahwa bahwa selama ini dia mencarinya. Kalau tidak Agus dan Desy melerai, hampir saja Gio meninju muka Niko.

"Hei sabar, kalian berdua kenapa."

"Agus kamu ngak tahu kalau ada kegiatan dokter- dokter onkologi di Surabaya." Niko mengingatkan Agus tentang kegiatan itu. Agus sendiri tidak ikut karena saat ini Desy istrinya sedang hamil muda dan istrinya sangat rewel.

"Oooo my God. Saya lupa." Agus langsung menelepon panitia kegiatan dan menanyakan tentang kehadiran dokter Lusia Irene. Dan panitia mengiyakan.

"Kegiatan di hotel mana?"

"Besok mereka semua sudah pulang."

"Kenapa kamu tega, Niko. Kamu tahu aku tersiksa karena dia menghilang dan tidak ada kabar."

"Lusi yang meminta Gio. Lydia sengaja meminta kamu kesana, dan dia merekam setiap pertemuan itu dan rekaman itu di kirim ke Lusi. Bukan sekali, berkali - kali."

"Kenapa Lusi tidak bertanya ya."

"Itulah Lusi mahasiswiku. Pintar menyembunyikan masalahnya, biar baru lima menit dia menangis bersedih."

"Kamu membohonginya itu yang dia marah, dan menangis seorang diri di taman sampai jam sebelas malam. Untung aku ada lewat janjian dengan temanku."

"Saya ke apartemennya malam itu."

"Dia nginap di hotel, besoknya dia langsung berangkat ke Surabaya."

Dokter Lusia Irene sudah tiba di Jakarta dari kegiatannya di Surabaya. Lusia belum menemui atau bahkan menghubungi Gio pacarnya. Gio tahu bahwa kekasihnya sedang marah. Dia kangen tetapi dia tidak mau Lusi menjauh lagi tanpa memberitahukan kemana dia pergi. Untuk itu dia tidak mau egois, karena dia tahu dirinya salah, dan dia hanya menempatkan orang - orang percayanya untuk menjaga Lusi dan melaporkan keadaan Lusi kekasihnya kepada dia. Sudah seminggu dari pulangnya ke Jakarta Lusi menjaga jarak dengan Gio.

Sementara Lydia sudah mulai curiga bahwa permainannya sudah di ketahui oleh Gio Abraham.

Hari ini Gio Abraham berulang tahun yang ke dua puluh sembilan tahun. Bersamaan dengan Lydia. Di rumah keluarga Abraham maminya menyiapkan makan siang bersama, karena malam hari Gio akan makan malam bersama dengan teman - teman.

"Kakak, hubungi Lusi agar dia bisa bergabung makan siang."

"Kenapa harus kakak. Kamu kan pacarnya. Jangan - jangan kalian lagi marahan."

"Kakak ayo, ngak usah banyak tanya." Saat itu, Gio sadar bahwa Lusi kan sudah ganti nomor handphone, namun dia kaget karena kakaknya bisa berbicara dengan Lusi.

"Gimana kak??"

"Lusi ada operasi, jadi dia tidak bisa."

"Gimana kakak bisa hubungi Lusi, kan dia ganti nomor."

"Iya Lusi sendiri yang memberikan nomor barunya."

Akhirnya makan ulang tahun Gio, hanya ada keluarga tanpa kelasihnya dokter Lusia Irene.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!