Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.
Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.
Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 — Taruhan Su Dong Fang
Su Yun menoleh ke arah suara yang baru saja terdengar.
Seorang pemuda berjubah putih berjalan menembus kerumunan.
Tubuhnya tinggi dan tegap. Wajahnya tampan, sikapnya tenang, dan senyum tipis selalu menggantung di bibirnya.
Beberapa murid perempuan wilayah luar langsung memperhatikannya.
Ada yang berbisik.
Ada pula yang tersipu.
Jelas sekali pemuda itu bukan orang biasa.
Namun Su Yun sama sekali tidak mengenalinya.
Keluarga Su sangat besar.
Bahkan setelah hidup cukup lama di sini, mustahil baginya mengetahui semua orang.
“Siapa kau?”
Pertanyaan Su Yun membuat suasana mendadak aneh.
Su Da Hai langsung berdiri.
“Apa?”
Ia menatap Su Yun seolah baru mendengar sesuatu yang sangat bodoh.
“Kau bahkan tidak mengenal Tuan Muda Su Dong Fang?”
Su Yun tidak menjawab.
Su Da Hai segera mendekati pemuda berjubah putih.
“Dia adalah putra Tetua Agung dari kediaman utama!”
Nada bicaranya penuh sanjungan.
“Tuan Muda Su Dong Fang merupakan salah satu orang paling menjanjikan di generasi muda Keluarga Su.”
Su Dong Fang tidak terlalu memedulikannya.
Tatapannya justru terus mengamati Su Yun.
Beberapa saat kemudian, ia tersenyum.
“Jadi kau Su Yun.”
Su Yun mengetuk meja pendaftaran.
“Pendaftaranku sudah selesai?”
Wajah Su Da Hai menegang.
“Su Yun!”
“Apa?”
“Kau sebaiknya memperbaiki sikapmu!”
Su Da Hai menunjuknya.
“Jangan berpikir karena dahulu kau berasal dari wilayah dalam, kau masih bisa bertindak sesuka hati!”
Su Yun tetap tenang.
“Aku hanya meminta kau menyelesaikan pekerjaanmu.”
Beberapa orang di belakang mulai mengangguk.
Antrean memang sudah terhenti cukup lama.
Su Yun melanjutkan.
“Kalau kau masih ingin mengobrol, selesaikan pendaftaranku lebih dahulu.”
“Kalau tidak…”
Ia melirik antrean panjang.
“…aku bisa melaporkan bahwa petugas wilayah dalam sengaja menghambat pendaftaran turnamen.”
Ekspresi Su Da Hai langsung berubah.
Ia memang bisa menghina Su Yun.
Namun mengganggu urusan resmi turnamen merupakan hal berbeda.
Kalau masalah itu benar-benar sampai kepada tetua wilayah luar, setidaknya ia akan mendapat teguran.
Su Da Hai menoleh kepada Su Dong Fang.
Pemuda berjubah putih hanya tersenyum.
“Kerjakan saja.”
Su Da Hai terpaksa kembali duduk.
Tangannya mulai menyelesaikan dokumen Su Yun.
Su Dong Fang kemudian berkata,
“Su Yun.”
“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan.”
Su Yun tetap memperhatikan kertas pendaftarannya.
“Katakan.”
Su Dong Fang tidak terlihat terganggu.
“Kudengar kau masih sering berhubungan dengan Qing Er.”
Gerakan Su Yun berhenti.
Tatapannya perlahan beralih.
“Lalu?”
“Jangan salah paham.”
Su Dong Fang tersenyum ramah.
“Aku hanya mengkhawatirkannya.”
Su Yun tidak berkata apa-apa.
“Orang tuamu dahulu memang merawat Qing Er.”
Su Dong Fang melanjutkan.
“Karena itulah sampai sekarang ia masih mengingat kebaikan tersebut.”
“Walaupun kau sudah kehilangan bakat.”
“Dikeluarkan dari wilayah dalam.”
“Dan hidup seperti sekarang…”
Ia berhenti.
“…Qing Er tetap menganggapmu Tuan Muda.”
Beberapa orang mulai mendengarkan.
Su Dong Fang berbicara seolah hanya sedang memberikan nasihat.
Namun setiap kalimatnya jelas mempunyai tujuan.
“Kau tidak merasa bersalah?”
Su Yun menyipitkan mata.
“Bersalah?”
“Qing Er berbakat.”
Su Dong Fang berkata.
“Masa depannya sangat luas.”
“Namun ia masih harus memikirkan orang yang bahkan tidak mampu mengurus dirinya sendiri.”
Senyumnya semakin tipis.
“Bukankah itu membebani dirinya?”
Kalimat tersebut mengenai sesuatu di hati Su Yun.
Dalam kehidupan sebelumnya…
ia memang menjadi beban Qing Er.
Uang bulanannya dihabiskan untuk Su Yun.
Ketika sakit, Qing Er yang datang.
Ketika semua orang meninggalkannya, gadis itu tetap berada di sisinya.
Dan apa yang diberikan Su Yun sebagai balasan?
Hampir tidak ada.
Namun itu adalah kehidupan sebelumnya.
Sekarang semuanya sudah berbeda.
“Menurutmu Qing Er tetap berada di sisiku hanya karena berutang budi?”
Su Dong Fang mengangkat bahu.
“Apa alasan lain?”
Su Yun terdiam sesaat.
Ia memang belum pernah benar-benar bertanya kepada Qing Er.
Mengapa gadis itu tetap begitu setia kepadanya?
Apakah hanya karena rasa terima kasih kepada orang tuanya?
Atau ada sesuatu yang lain?
Su Dong Fang menangkap keraguan kecil itu.
Senyumnya menjadi lebih lebar.
“Jadi kau juga memikirkannya.”
Ia mendekat sedikit.
“Kalau kau benar-benar peduli kepada Qing Er, seharusnya kau membebaskannya.”
“Bebaskan?”
“Putuskan hubungan kalian.”
Suasana sekitar langsung menjadi lebih sunyi.
Su Yun menatapnya.
“Jadi itu tujuanmu.”
“Kurang lebih.”
Su Dong Fang sama sekali tidak menyangkal.
“Kau sekarang tinggal di wilayah luar.”
“Sebagian besar perlindungan yang masih kau nikmati juga datang karena orang-orang mengetahui Qing Er peduli kepadamu.”
“Kalau hubungan kalian benar-benar putus…”
Ia tersenyum.
“…kau akan menjadi seorang diri.”
Su Yun mengerti.
Orang ini bukan datang sekadar memberikan nasihat.
Ia sedang menekan.
“Mengapa kau begitu peduli dengan hubungan kami?”
Su Dong Fang tidak langsung menjawab.
Kemudian ia tertawa.
“Karena Qing Er memiliki masa depan yang cerah.”
“Dan aku tidak suka melihat seseorang menghambatnya.”
Su Yun menatapnya beberapa detik.
“Lalu?”
Su Dong Fang mengangkat tangan.
Seorang pria dari belakang kelompoknya maju.
Usianya sekitar dua puluh tiga tahun.
Tubuh tinggi dan berotot.
Rambutnya dipotong pendek, sementara sebuah bekas luka vertikal melewati mata kanannya.
Aura yang keluar dari tubuhnya membuat para murid wilayah luar di sekitar mundur secara naluriah.
Jauh lebih kuat daripada tahap ketujuh Su Yun.
“Namanya Su Kuang.”
Su Dong Fang memperkenalkan.
“Seorang murid wilayah dalam.”
Su Yun menatapnya.
Aura Su Kuang stabil dan berat.
Paling tidak, lelaki itu sudah melampaui Alam Murid Roh dan memasuki Alam Roh Sejati.
Perbedaannya jelas.
Su Dong Fang tersenyum.
“Aku tahu kau dahulu suka berjudi.”
Beberapa orang tertawa pelan.
“Jadi kita gunakan cara yang kau pahami.”
Su Yun mengangkat alis.
“Taruhan?”
“Benar.”
Su Dong Fang menunjuk Su Kuang.
“Dia juga akan mengikuti Turnamen Tiga Tahunan.”
“Kalau kau bisa mengalahkannya…”
Ia mengangkat lima jari.
“Aku akan memberimu lima puluh ribu koin roh.”
Kerumunan langsung gaduh.
“Lima puluh ribu?!”
“Itu gila!”
“Jumlah sebesar itu cukup membeli banyak pil kultivasi!”
Su Dong Fang belum selesai.
“Tapi kalau kau kalah…”
Senyumnya menghilang.
“Kau harus memutuskan hubungan dengan Qing Er.”
“Tidak boleh lagi menemuinya.”
“Tidak boleh meminta bantuannya.”
“Dan jangan pernah mengganggu kehidupannya lagi.”
Su Kuang berdiri diam.
Namun tatapannya terhadap Su Yun dipenuhi tekanan.
Hampir semua orang menganggap hasil taruhan sudah jelas.
Seorang tahap ketujuh Alam Murid Roh…
melawan murid wilayah dalam yang sudah memasuki Alam Roh Sejati?
Itu bukan taruhan.
Itu bunuh diri.
Su Yun bertanya,
“Kalau aku menolak?”
Su Dong Fang tersenyum lagi.
“Kau tentu boleh menolak.”
“Tapi kau hanya tinggal sedikit lagi dari benar-benar dikeluarkan dari Keluarga Su.”
Nada bicaranya tetap tenang.
“Dengan posisiku, aku mungkin tidak bisa langsung menentukan nasibmu.”
“Tetapi membuat kehidupanmu di sini menjadi sedikit lebih sulit…”
Ia mengangkat bahu.
“…bukan perkara besar.”
Ancaman yang sangat jelas.
Su Yun memahami maksudnya.
Su Dong Fang ingin Qing Er menjauh darinya.
Dan kalau taruhan tidak diterima, ia akan menggunakan pengaruh keluarganya.
“Baik.”
Su Yun menjawab.
Seketika semua orang terdiam.
Su Da Hai bahkan berhenti menulis.
“Apa?”
Su Dong Fang sendiri terlihat sedikit terkejut.
Su Yun mengambil tanda pendaftaran dari meja.
“Aku menerima taruhanmu.”
Kerumunan langsung meledak.
“Dia gila!”
“Su Kuang jelas jauh lebih kuat!”
“Lima puluh ribu memang banyak, tapi dia bahkan tidak akan sempat menyentuh uangnya!”
Su Da Hai tertawa.
“Benar-benar tidak tahu diri.”
Namun Su Dong Fang tidak ikut tertawa.
Ia justru memperhatikan Su Yun lebih serius.
“Kau yakin?”
“Ya.”
“Tidak ingin mengetahui tingkat kultivasi Su Kuang dahulu?”
“Tidak perlu.”
Jawaban itu membuat Su Kuang sedikit mengernyit.
Su Dong Fang berkata,
“Bagaimana kalau kalian tidak bertemu selama turnamen?”
Su Yun mulai berjalan pergi.
“Itu urusanmu.”
“Apa?”
“Kau yang mengajukan taruhan.”
Su Yun menoleh sedikit.
“Kalau ingin memastikan kami bertarung, kau pasti punya cara mengaturnya.”
Setelah mengatakan itu, ia meninggalkan area pendaftaran.
Tidak ada rasa takut.
Tidak ada keraguan.
Seolah lawan yang baru saja disebutkan sama sekali tidak berarti.
Su Dong Fang berdiri diam cukup lama.
Senyum di wajahnya perlahan menghilang.
“Menarik.”
Su Kuang menatap punggung Su Yun.
“Hanya tahap ketujuh.”
Nada suaranya rendah.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Su Dong Fang menoleh.
“Jangan pernah berpikir seperti itu.”
Su Kuang terdiam.
“Orang yang berani menerima pertarungan ketika tahu dirinya lebih lemah…”
Su Dong Fang berkata pelan.
“…entah bodoh atau mempunyai sesuatu yang belum kita ketahui.”
Tatapannya menjadi dingin.
“Ketika bertemu dengannya nanti, gunakan seluruh kekuatanmu.”
“Bahkan kalau dia hanya seekor semut.”
Su Kuang mengangguk.
“Baik.”
“Aku tidak ingin kemenangan biasa.”
Su Dong Fang melanjutkan.
“Aku ingin dia memahami jarak antara dirinya dan Qing Er.”
Ia tersenyum tipis.
“Dan setelah turnamen selesai…”
“Qing Er tidak akan lagi memiliki alasan untuk tetap berada di sisinya.”
Sementara itu, Su Yun sudah berjalan jauh dari tempat pendaftaran.
Lima puluh ribu koin roh bukan alasan ia menerima taruhan.
Ancaman Su Dong Fang juga tidak cukup membuatnya takut.
Yang membuat Su Yun menerima hanya satu hal.
Qing Er.
Su Yun menatap tanda peserta di tangannya.
Satu bulan.
Selama satu bulan itu, ia harus memulihkan efek penggunaan Kristal Surgawi.
Menstabilkan kultivasi.
Dan mulai benar-benar memasuki Seni Pedang Tanpa Batas.
Su Kuang berada di Alam Roh Sejati.
Saat ini, perbedaan mereka memang besar.
Namun satu bulan kemudian?
Sudut bibir Su Yun terangkat.
“Su Dong Fang…”
Tatapannya menjadi tajam.
“Semoga kau menyiapkan lima puluh ribu koin roh itu dengan baik.”
......................
Bersambung...