NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:637
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Rindu Terlarang

Kebahagiaan Winta setelah ditelpon Rangga tadi malam terpancar diwajahnya saat bangun tidur, sehingga memancing pertanyaan Dinda.

" Mama segar banget pagi ini, mimpi papa

ya ?"

" Gak, mungkin karena tidurnya cepat jadi mama juga merasa badan mama enakkan."

" Syukurlah ma."

" Oh ya Dinda, nanti mama ngumpul ya dirumah Ningsih kawan mama."

" Gak apa apa, kalau mama lagi sehat gitu Dinda berani ngasih mama keluar, tapi hati hati nyetir ya."

" Iya."

Setelah, Dinda dan anak² nya keluar rumah Winta mengirim chat pada Rangga.

" Assalamualaikum Abi, apa abi sibuk ."

" Waalaikumsalam umi, Abi gak sibuk kok "

" Umi kangen Abi pingin ketemu ."

" Iya sayang, dengan senang hati, apa perlu Abi jemput sayang ?"

" Gak usah bi, umi nyetir sendiri aja, kita ketemu dimana bi ?"

" Umi kekantor Abi aja nanti kita pakai mobil Abi, mobil umi parkir di kantor Abi aja."

" Yaudah bi, umi siap siap dulu."

" Oke nanti kasih tahu kalau udah di jalan kabarin Abi ya, mana ciumnya."

Winta mengirim stiker bibir dan Rangga membalas dengan stiker yang sama.

​Senyum tipis tak lepas dari bibir Winta saat ia memoleskan gincu merah muda di depan cermin. Suasana hatinya yang berbunga-bunga memancar sempurna, menyamarkan jejak usianya.

Winta mematut diri, setelan blus elegan yang membalut tubuh rampingnya membuat siapa pun tak akan menyangka ia telah berkepala enam.

​Setelah memastikan penampilannya sempurna, Winta menyambar kunci mobil dan melaju menuju kantor Rangga. Sesuai kesepakatan, ia memarkirkan mobilnya di area parkir luar gedung kantor pria itu.

Tak berapa lama, sebuah mobil sedan hitam berpelat gelap berhenti tepat di sampingnya. Kaca mobil turun perlahan, memperlihatkan Rangga yang tersenyum hangat dari balik kemudi.

​Winta bergegas berpindah ke mobil Rangga. Begitu pintu tertutup, aroma parfum maskulin yang familier langsung menyergap indramu.

​"Umi makin hari makin cantik saja,"

puji Rangga lembut. Tangannya terulur mengelus jemari Winta sebelum mulai memindahkan tuas transmisi dan melaju membelah lalu lintas kota.

​Mereka memilih sebuah restoran bernuansa privat di pinggiran kota untuk makan siang. Di sudut ruangan yang terlindung dari pandangan pengunjung lain, keduanya duduk berhadapan.

Suasana canggung sempat menyergap di awal, namun hangatnya tatapan Rangga perlahan melelehkan sisa-sisa rasa bersalah di dada Winta.

​"Abi benar-benar rindu,"

bisik Rangga seraya menggenggam erat kedua tangan Winta di atas meja.

"Pertemuan sembunyi-sembunyi di bioskop mini kemarin rasanya terlalu singkat dan menyiksa. Abi ingin waktu yang lebih lama bersama Umi, tanpa perlu merasa dikejar waktu atau takut terlihat orang."

​Winta menunduk malu, merasakan kehangatan yang menjalar hingga ke pipinya.

"Umi juga rindu Abi... Tapi Umi selalu takut kalau ada yang curiga."

​"Hari ini, cuma ada kita berdua,"

potong Rangga mantap. Ia menatap dalam-dalam mata Winta, menyampaikan niat yang sudah tersimpan rapi di kepalanya.

"Abi sudah pesan kamar di hotel bintang lima di pusat kota. Di sana aman, tenang, dan kita bisa bicara banyak hal tanpa gangguan."

​Winta sempat tertegun. Jantungnya berdegup kencang, bertarung antara keraguan dan kerinduan mendalam yang teramat sangat pada sosok di hadapannya ini. Namun, tatapan penuh pengabdi dan bujuk rayu Rangga kembali meluluhkannya.

Tanpa kata, Winta akhirnya mengangguk pelan, memberikan persetujuan yang tersemat lewat senyuman tipis.

​Meninggalkan restoran, sedan hitam Rangga meluncur membelah jalanan menuju sebuah hotel mewah di kawasan bisnis.

Pertemuan yang semula selalu diwarnai rasa panik dan ruang-ruang sempit kini beralih ke balik pintu suite hotel berbintang, menjadi saksi bisu dari benang asmara terlarang yang kini terjalin makin erat dan berani.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!