NovelToon NovelToon
Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Romansa Fantasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.

Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.

Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbayang Vivian

Vivian perlahan melepaskan ciumannya, tetapi masih menatap pria di hadapannya.

Tidak lama kemudian, seorang pria turun dari lantai dua.

Dia adalah Jeff, kakak senior Vivian saat masih kuliah. Kini Jeff bekerja di sebuah perusahaan yang sedang menjalin kerja sama dengan Yang Group, perusahaan yang dipimpin oleh Delvin Yang.

Langkah Jeff terhenti ketika melihat Delvin dan Vivian berdiri begitu dekat.

"Ka-kalian sedang apa?" tanya Jeff dengan wajah terkejut.

Mendengar suara Jeff, Delvin dan Vivian akhirnya tersadar.

"K-Kakak, dia siapa?" tanya Vivian. Tangannya masih melingkar leher Delvin.

Jeff semakin bingung.

"Dia adalah Tuan Yang, investor terbesar di perusahaan kami. Vivian, kenapa kau memeluknya?"

Vivian langsung melepaskan tangannya dengan canggung.

Sementara itu, Delvin tetap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

"Maaf, Tuan Yang. Vivian adalah adik kelas saya dulu. Dia memang sering salah masuk kelas, salah masuk mobil, bahkan salah mengenali orang," jelas Jeff.

"Maaf, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja memeluk dan mencium Anda," ujar Vivian terus terang.

Jeff langsung membelalakkan mata.

"C-cium?" ulangnya kaget.

"Kakak, aku salah mengenali orang. Aku mengira Kakak yang duduk di sana. Ternyata Tuan Yang. Aku juga tidak sedang mengambil kesempatan menciumnya."

jelas Vivian santai.

Jeff menutup wajahnya.

"Kenapa dia harus berkata jujur?!" batinnya.

"Tidak masalah. Mari kita lanjutkan rencana kita," ujar Delvin tenang, walau sedikit canggung.

"Baik, Tuan," jawab Jeff.

Jeff kemudian menoleh kepada Vivian.

"Vivian, kau naik ke lantai atas dulu. Tunggu aku di sana."

"Baiklah!"

Vivian pun melangkah menuju lantai atas, tanpa menyadari bahwa setelah kejadian tadi, tatapan Delvin masih mengikuti langkahnya.

Vivian memasuki salah satu ruangan di lantai atas. Begitu duduk, dia menyadari jantungnya masih berdegup kencang.

"Gawat! Sepertinya jantungku bermasalah. Kenapa sejak tadi berdetak tanpa henti?" gumam Vivian sambil mengelus dadanya.

"Sepertinya aku harus segera diperiksa dokter."

Beberapa saat kemudian, Delvin meninggalkan villa milik Jeff bersama Jo.

Jo membuka pintu belakang mobil, lalu Delvin masuk. Setelah itu, mereka segera meninggalkan lokasi tersebut.

"Tuan, apakah kita perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Anda?" tanya Jo.

"Tidak perlu!" jawab Delvin singkat.

Jo terdiam.

"Aneh. Biasanya jika ada wanita yang menyentuhnya sedikit saja, Tuan pasti langsung mencuci tangannya bahkan mengganti pakaiannya. Tadi Vivian Wei memeluk dan bahkan menciumnya. Kenapa Tuan justru diam saja?"

"Mengenai pertunangan Tuan Muda Mark dengan Vivi Wei, kapan kita akan berkunjung ke rumah keluarga Wei?" tanya Jo.

"Setelah hasil ujian Hua Qing diumumkan. Belakangan ini masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan," jawab Delvin.

"Tuan Muda Mark mengatakan Vivi Wei setiap hari mengganggunya. Dia meminta Anda segera membatalkan pertunangannya."

"Biarkan saja. Lagi pula, Mark bisa langsung menolak wanita itu," jawab Delvin tenang.

Malam Hari

Mansion Keluarga Yang.

Mark mengetuk pintu kamar Delvin.

Tak lama kemudian, pintu terbuka. Delvin berdiri di sana mengenakan jubah tidur.

"Paman, tolong aku! Kalau tidak, aku bisa bunuh diri!" seru Mark sambil langsung memeluk Delvin.

Delvin segera melepaskan tangan keponakannya dan berjalan masuk. Dia duduk di sofa lalu menyalakan sebatang rokok.

"Ada apa mencariku malam-malam begini?" tanyanya.

"Paman, kali ini tolong segera batalkan pertunanganku dengan burung hantu itu! Aku tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengannya. Setiap hari dia mengejarku terus. Aku sudah tidak tahan. Aku lebih memilih menjadi biksu daripada menikahinya!" keluh Mark sambil duduk di samping pamannya.

"Kau bisa menolaknya secara langsung. Hanya seorang wanita, kenapa kau tidak bisa mengatasinya?" jawab Delvin.

"Siapa suruh aku terlalu tampan dan mewarisi ketampananmu, Paman? Lagi pula, hatiku sudah dimiliki orang lain. Aku tidak mungkin bersama dia," ujar Mark.

"Tenang saja. Setelah pengumuman hasil ujian Hua Qing, aku akan berkunjung ke rumah keluarga Wei. Untuk menjaga nama baik keluarga Yang, aku harus bertemu langsung dengan mereka. Bukti kesalahan Vivi sudah lengkap, jadi kita punya alasan yang kuat untuk membatalkan pertunangan. Kau tidak perlu terus menghindarinya," kata Delvin.

"Benarkah? Paman akan segera pergi ke rumah mereka?" tanya Mark dengan mata berbinar.

"Iya."

"Paman, pantas saja aku mengidolakanmu sejak kecil. Selain tampan dan cerdas, Paman juga sudah seperti orang tua yang baik bagiku."

"Aku bukan orang tuamu. Aku hanya pamanmu," jawab Delvin datar.

"Paman, bagaimana kalau Paman saja yang menikah? Dengan begitu, Kakek tidak akan memaksaku bertunangan dengan siapa pun lagi. Aku sendiri sudah mencintai seseorang."

"Tidak menikah, tidak mencintai, dan tidak tertarik pada wanita mana pun. Pamanmu ini hanya fokus pada kehidupanku sendiri," jawab Delvin santai.

Mark menatap pamannya dari atas sampai bawah.

"Paman sudah tiga puluh tahun. Masa tidak tertarik pada wanita? Aneh sekali kalau bahkan ciuman saja belum pernah."

Delvin yang sedang mengisap rokok tiba-tiba terdiam.

Bayangan wajah Vivian kembali muncul di pikirannya.

Terutama saat bibir mereka tanpa sengaja bersentuhan.

Bibirnya... memang lembut.

Delvin mengernyit.

Mark memperhatikan perubahan ekspresi pamannya.

"Paman... jangan-jangan..."

Delvin langsung menatapnya tajam.

"Diam."

1
Maria Mariati
lagian ada saja viviii kamu ini, pasti ketemu 😁😁😁😁😁
Kinara Widya
ada saja tingkah Vivian ini
💝F&N💝
mana up nya hari ini
erviana erastus
keluarga ini bukanx sadar malah tambah² habis kau ditangan delvin .... eh ngul vivian skrng jangan kalian lawan kalo mau pjng umur 🤣
Dini Anggraini
Semoga delvin tahu rencana busuk vivi dan pengantinnya di ganti vivi tanpa ada yang tahu dari keluarga wei bila pengantin wanitanya vivi.
aku
wasemmm 🤣🤣🤣🤣🤣
erviana erastus
omg vivian 🤣🤣🤣
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣 aduh Vivian ini...🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
erviana erastus
tindakan cerdas vivian ....
aku
🌹🌹 mf cm dkit 🙏 pliss dobel up 😁😁🙏🙏
aku
awas aja klo delvin udh ada rasa tp gk tegas sm cwek lain nantinya ya?!!! gue santet biar sm mark aja. 🤣🤣
erviana erastus
bacot kau vivian diam habisi mereka semua arghhhh geram aku sama keluarga ini
erviana erastus
udah lah vivian kami waras kan? ngalah aza sama mereka 🤣
Dini Anggraini
Q curiga tom dan vivi sudah tidur bersama ya Thor apapun yang di ucapkan vivi selalu di bela. Kapankah keluarganya vivi itu bangkrut dan miskin ya kak sehingga saat miskin nanti apakah putri kesayangannya vivi akan tetap bela kakak dan ortunya seperti sekarang ataukah malah pergi dengan orang kaya raya yang penting dapat uang dan keluarganya di abaikannya. 🥰🥰
sunaryati jarum
Teman Vivi , malah akan membongkar kejahatan Vivi wie
sunaryati jarum
Eh malah diresapi 🤣🤣
sunaryati jarum
Nah ,gitu lawan ketidak adilan itu padamu ,Vivian
sunaryati jarum
Vivian tanpa sengaja masuk pemilik universitas tempat belajarnya
sunaryati jarum
Delvin pemilik kampus, menyelidiki kelakuan mahasiswanya
sunaryati jarum
Saudara dengan sifat berbeda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!