NovelToon NovelToon
Tahanan VS Penawar Mafia

Tahanan VS Penawar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ

❌ BOM LIKE‼️

Suara musik menghentak memenuhi klub malam. Malam itu, Cintya baru saja dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Ia berlari menghindari pria-pria yang ingin menyentuhnya.

"Gue gak mau! Lepasin gue!"

"Berhenti! Gak ada jalan keluar untukmu!"

Bruk!

Tanpa sengaja, Cintya menabrak Victor Joseph, mafia berdarah dingin yang hendak masuk ruang VIP.

"Maaf ... maaf..." ucap Cintya ngos-ngosan.

Victor yang hendak marah, mendadak terdiam. Selama lima tahun, sentuhan wanita selalu membuatnya mual dan sesak napas akibat racun. Namun, sentuhan Cintya ... tidak bereaksi.

"Tuan Victor, gadis itu baru dijual ke sini."

"Serahkan dia."

"Harganya mahal."

"Saya beli. Sepuluh miliar."

"Apa?!" Cintya syok berat.

Tak ada yang menyangka, Cintya adalah satu-satunya penawar bagi Victor.

Namun, sanggupkah Cintya bertahan di tengah keluarga mafia yang dipenuhi kekejaman dan perebutan takhta pewaris?

Cintya merasa seperti baru saja keluar dari kandang buaya & masuk ke kandang macan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

011 – TVPM

...🍷 Happy Reading 🍷...

...-------🦋-------...

Cintya berjalan ke arah Victor setelah berganti pakaian dengan piyama berwarna pink bermotif stroberi.

"Om, Papa Om serem gak? Pasti serem kan, yang namanya mafia mana ada yang gak serem."

Victor melirik Cintya datar. "Bertanya sendiri, jawab sendiri. Ikut saya turun."

Cintya mengikuti Victor dari belakang sambil mencibir. "Gak asik bet, ngomong aja salah."

Cintya melongo saat mereka berhenti di depan lift. "Om serius masuk ke sini?"

Victor hanya berdehem.

Sudut bibir Cintya berkedut. 'Gila, orang kaya mah beda.'

Ding.

Pintu lift stainless terbuka.

Cintya mengikuti Victor seperti anak ayam mengikuti induknya.

Di dalam lift hanya ada mereka berdua, cermin di dinding memantulkan Cintya yang memakai piyama pink stroberi dengan di sebelahnya Victor memakai kemeja hitam.

Cintya menepuk lengan Victor. "Om ... ini beneran harus turun pake lift segala, gak ada tangga apa?"

Victor menekan tombol Lantai 1, ia tidak menoleh sedikit pun. "Masalah?"

"Masalah lah! Itu ruang makan, bukan mall!"

"Diam atau saya jahit mulutmu." Melirik Cintya tajam.

Cintya terdiam, cemberut. 'Salah mulu!'

Victor memijit pelipisnya. "Ck, heran saya, ada wanita secerewet kamu."

Lift turun perlahan. Cintya bisa mendengar detak jantungnya sendiri saking kencangnya. 'Ya Tuhan tolong, jangan sampe gue mati disini.'

Ding.

Pintu lift terbuka.

Cintya menghela nafas lega.

Terlihatlah ruang makan yang luasnya 4x lipat dari ruang tamu rumah Cintya dulu. Meja makan dari kayu jati hitam mengkilap membentang panjang. Di tengah meja terdapat vas kristal tinggi, dengan langit-langit terdapat lampu kristal temaram.

Semua mata langsung menoleh ke arah pintu lift.

Joseph Gavin Emmanuel. Jas hitam melekat di tubuhnya yang masih gagah walau sudah termakan usia, uban tipis terlihat di rambutnya, dengan wajah sangat mirip dengan Victor.

Cintya tahu umur Ayah Victor 52. 'Tua banget...'

Mata tua Joseph menyipit saat melihat Cintya. "Jam 8 malam."

Klang!

Joseph menaruh pisau yang ada di genggamannya. "Dan ... kau keluar dari lift dengan itu?"

Kening Cintya mengerut. Apa yang salah? Cintya melirik semua orang di sana. 'Eh, maksudnya baju gue kah?'

Di sebelah kanannya Claudia Leonardo. Gaun sutra hitam melekat di tubuhnya, ia tersenyum. Tapi jika di perhatikan lagi matanya menunjukkan rasa hina. "Apakah kau tidak mempunyai baju?"

Cintya menatap bajunya, menutup boneka stoberi yang menempel di perutnya. 'Apa yang salah dengan baju gue? Cantik gini, bedanya ini bukan gaun, emang harus pake baju formal buat makan?'

Dan di ujung meja. Julian Daniel Joseph–adik tiri Victor, yang sebaya dengan Cintya, bersandar di kursi. Kemeja putih melekat di tubuhnya dengan kancing atas terbuka, ia memainkan pisau steak, sambil bersiul. "Damn. Rapat keluarga tema piyama? Lu waras?"

Cintya ingin sekali masuk lagi ke lift dan kabur dari simi. 'Rapat apa anjirr? Cuma makan doang! Kalo gue tau, mending pake dress tadi! Kenapa om gak bilang sih?!'

Victor berjalan menghampiri meja makan dengan santai, ia menarik kursi di sebelahnya.

"Duduk."

Cintya langsung duduk, tangannya menonjok pelan paha Victor. "Om, kenapa gak bilang kalo harus pake baju formal," bisik Cintya.

"Biarkan." Apa pedulinya? Ia juga lupa mengatakan hal itu kepada Cintya.

Cintya menganga mendengar jawaban acuh Victor. 'Masalahnya gue yang malu karena salah kostum!' Cintya menendang kaki Victor pelan. "Lu nyebelin Om," desisnya.

"Jaga bahasamu, saya sudah bilang sebelumnya, kan?" Victor mencengkram paha Cintya.

Cintya meringis, mencubit tangan Victor kuat. "Iya-iya, lepas. Kamu nyebelin..."

"Hallo Kak Cintya, pasti istri Kak Victorkan?"

Suara ceria itu mengalihkan pandangan Cintya. Cintya tersenyum. "Iya ... hai Cici!" Ia tahu siapa gadis bergaun biru di depannya, dia adalah Cecilia Putri Joseph–adik kandung Victor, yang berumur 19 tahun.

Kok bisa Cintya tau? Karena sebelum ke ruang kerja, Victor sudah menyerahkan biodata mereka semua yang harus ia tau saja. Seperti nama, umur, dan siapa mereka bagi Victor.

"Sudah. Diam dan makan, nanti kita bicarakan hal lain."

Titah Joseph membuat Cintya menelan ludah sendiri. 'Serem bet sih! Gue gak bakal di telen hidup-hidup kan? Hais, gara-gara om ini, kenapa juga gak bilang kalo ada aturan makan. Ribet bet jadi orkay!'

Cintya menatap steak di depannya bingung, melirik pisau dan garpu di tangannya. 'Gimana sih cara makannya? Pake tangan lebih enak, ngapain juga harus pake ginian? ASTAGA CAPEK!'

Victor yang tau akan hal itu, tanpa kata menukar piringnya dengan piring Cintya.

Cintya tersenyum lebar, saat di piring itu dagingnya sudah di potong-potong kecil. 'Nah gini kek, kan bisa enak langsung di makan.'

Cintya melirik Victor. "Makasih Om," bisiknya lirih.

Claudia yang melihat hal itu mencibir dalam hati. 'Dasar kampungan. Awas saja, kamu tadi berani kurang ajar, tunggu akibatnya.'

...⊹🧺⊹🧺⊹🧺⊹...

Setelah makan, semua orang sudah berada di ruang tamu yang luas, dengan sofa berwarna hitam pekat, karpet wol tebal, dan lampu kristal yang menggantung rendah.

Udara di sini lebih dingin dari ruang makan, dingin yang terasa menusuk sampai ke tulang. Tangan Cintya bertaut.

Joseph duduk di kursi tunggal paling tengah, kursi berkulit hitam dengan sandaran tinggi, seperti singgasana. Di kanan kirinya berdiri 2 bodyguard dengan jas hitam dan earpiece. Tangan Joseph terlipat di depan dada.

Di depannya, meja kaca panjang, terdapat 1 map cokelat tebal dan gelas whiskey yang belum tersentuh.

Claudia duduk di sofa sebelah Joseph, menyilang kaki. Gaun sutranya berkilau setiap terkena cahaya, jarinya memainkan cincin batu hijau di tangannya.

Julian selonjoran di sofa panjang, kakinya naik ke meja dengan santai. "Akhirnya pindah tempat, bosen gue liat steak mulu." Tapi mata cokelatnya tak lepas menelisik Cintya.

Cecilia duduk paling ujung, merapat ke sandaran. Gaun birunya seperti satu-satunya warna di ruangan itu, tangannya menggenggam ujung gaun dengan gugup.

Cintya duduk di tengah sofa hitam. Piyama pink stroberinya jadi satu-satunya warna cerah di ruangan serba gelap itu. Ia otomatis menarik bantal sofa yang ada di sana, menutupi perutnya, di sampingnya terdapat Victor yang duduk dengan tenang, dan tentu dengan wajah datar andalannya.

Tidak ada suara, hanya suara jam dinding yang berbunyi.

Cintya membuat pola di bantal sofa dengan jari telunjuknya. 'Gila, gak enak bet suasananya, gue merasa merinding.'

Joseph bersandar, menatap Cintya lurus dan menusuk. "Namamu Cintya Bella Lalita."

Itu seperti bukan pertanyaan, tapi pernyataan.

Cintya mengangguk kecil. "I-iya, Pak..."

"Umur 22. Anak dari Anthony Sebastian dan Vella Lalita. Bekerja di buruh pabrik kimia."

Joseph membuka map. Di dalamnya ada foto Cintya umur 13 tahun, kurus, baju lusuh, berdiri di depan pabrik.

Jantung Cintya berhenti berdetak. 'Apa di depan orang kaya, gak ada kata privasi?'

"Yang dibeli anak saya seharga 10 Miliar dari rumah bordil 1 hari yang lalu." Joseph menutup map.

Cintya menatap Victor resah. 'Om...'

Victor melirik Cintya, seolah mengatakan tidak ada yang perlu di takuti.

Joseph menatap Cintya datar. "Lakukan tugasmu dengan benar. Berikan Victor anak, saya tidak mau tahu."

Cintya mendongak, menelan ludah dengan susah payah.

"Yang jelas, hanya kamu yang tidak membuat anak saya alergi. Tanggung jawab ada di tanganmu, saya kasih waktu 1 tahun. Konsekuensi jika kau gagal, saya akan pastikan kau tidak mau hidup, mati pun tidak bisa," desis Joseph dingin.

Cintya meremas bantal sofa dengan kuat. "Tapi Pak ... Om kan impoten, gima–"

"Bukan urusan saya, itu urusanmu. Dan ... jangan coba-coba kabur atau bunuh diri, tentu itu tidak akan berhasil," tekan Joseph, acuh tak acuh.

Cintya menunduk, mengepal tangannya kuat. Ia seperti melupakan sesuatu, tapi apa? Ia lupa!

Claudia menahan agar tidak tersenyum puas. 'Ya, walau kau satu-satunya yang tidak membuat Victor alergi. Tapi tetap saja, Victor tidak akan mempunyai anak karena itu. Haha, penawar hanya ada di tanganku, dan yang bisa menjadi pewaris adalah anak kandungku.' Ia tertawa puas di dalam hati.

Victor tersenyum smirk. 'Bodoh. Bersenang-senanglah dulu Claudia. Sebelum kau ku hancurkan.'

...🦋Bersambung...🦋...

1
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
keren, mama tirinya Victor dibuat nggak berkutik.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Ck, cuma ibu tiri, sok suci banget.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
wkwk sampai mana tuh netes nya
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Awas kedengeran sama Victor, bisa tinggal nama kau nanti.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Mana ada pilihan kayak gini
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Jangan kebanyakan baca novel Cintya
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Hooh, bentar lagi juga jadi suamimu.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Sabar, mana tahu nanti kau malah jadi pawang singa.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
lah, Kau juga keturunan nya
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Mintanya anak kek beli seblak aja
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Nih orang main tampar aja. Hebat banget, tangannya nggak bisa diem.
❤️⃟Wᵃf🤎✮⃝🍌 ᷢ ͩ🍒⃞⃟🦅𝘽𝙖𝙮𝙪
Lah?! Monyet punya sayap?! 😳 Gila, spesies langka
☠️⃝♕⃟ᶜᶻѕ⍣⃝✰nathan🐲⃞⃟🅔ᴛ⑅⃝ˢ🐈
batu banget kepala cintya🗿
Alyyaaa
cakar aja🤣😌
Alyyaaa
syokk berakkk/Awkward/
Alyyaaa
mbekk😭😭😭
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕯𝖆𝖗𝖆𝖆😼
parah 100k anak
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕯𝖆𝖗𝖆𝖆😼
betul betul, nikmatin aja apa yang ada sekarang Cin/Determined/
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕯𝖆𝖗𝖆𝖆😼
jangan ditahan, tendang aja mama tiri lampir itu/Sweat/
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕯𝖆𝖗𝖆𝖆😼
heh membayanginnya agak anu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!