NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan Pegawai baru..

Siang itu Bu Sefti memerintahkan seluruh pegawai di kantor nya untuk berkumpul di ruang meeting besar, mereka akan kedatangan dua orang Advokat yang baru saja dilantik dan akan menjadi bagian dari kantor kita.

Setelah Bu Sefti melakukan pembukaan, dan kedua Advokat baru itu memperkenalkan dirinya satu persatu, tibalah jam makan siang tiba. Kebetulan hari ini adalah hari kepulangan Anna dan Bu Vero dari jakarta, mereka baru saja melakukan tugas ke Jakarta.

Saat Vara hendak memasuki ruangan nya ia melihat Anna yang sedang berjalan masuk sembari menyeret kopernya.

"baru pulang lu?" tanya Vara, Anna langsung berjalan ke arah Vara

"Iya, cape banget gue. Itu orang-orang ada apaan dah rame amat tumben" ujar Anna ia melihat banyak orang kantor berlalu lalang tidak seperti biasanya kantor sepi dan hening.

"Itu habis nyambut Advokat baru kantor kita, baru saja selesai ini" Anna mengangguk saja.

"Ya udah gue mau ngambil barang-barang dulu keruangan habis itu pulang cape banget badan ku" Anna pun menepuk pelan lengan Vara dan segera pergi.

Sore hari nya saat Vara hendak pulang, dan ia baru saja melangkah kan kaki nya menuju ke parkiran ia berjumpa dengan Bu Sefti dan kakak nya yaitu Bu Mega.

"Ibu" Vara langsung menyalami tangan kedua wanita paruh baya itu.

"Sudah mau pulang dek?" tanya Bu Sefti, Vara langsung menganggukkan

"Gimana var, betah kamu disini?" Ujar Bu Mega sembari mengelus elus lengan Vara

"Alhamdulillah betah Bu" Terlihat senyum tulus dari wajah Bu Mega.

Setelah mereka ngobrol cukup lama Vara pun berpamitan untuk pulang.

______

"Za nanti sebelum pulang kita menemui pak Candra sama Kenzo bentar ya, mereka meminta kita untuk membantu menangani kasus penganiayaan" Reza mengangguk, dan mereka berdua pun berjalan keluar lalu menaiki mobil menuju tempat yang sudah di beri tahukan oleh pak Candra.

"Vara engak perlu ikut terlibat dulu pak? Siapa tau bisa sedikit membantu kita" Sena menggeleng

"Jangan, engak usah dulu kasihan dia. Dia masih belajar jangan terlalu di ikut kan dulu" Reza mengangguk patuh dengan ucapan bos nya itu.

Tak lama sampai di sebuah caffe mereka pun segera turun dan mencari keberadaan Kenzo dan Candra di dalam, tak lama mereka melihat kedua orang itu dan segera menghampiri nya.

"Selamat sore pak Candra maaf saya telat" ujar Sena sembari menjabat tangan Candra

"Tidak masalah pak Sena, silahkan duduk pak, pak Reza" ia juga mempersilahkan Reza dan Sena untuk duduk.

setelah itu tanpa basa basi Candra langsung membuka obrolan terkait kasus yang harus mereka tangani.

"apa nanti saya akan meminta tolong pak Rendi juga? Siapa tau beliau bisa membantu kita" Candra dan Kenzo menyetujui saran dari Sena.

"Boleh pak, nanti saya dikasih kontak nya beliau saja biar saya sendiri yang menyampaikan nya" Sena mengiyakan ucapan pak Candra.

Setelah mereka selesai membicarakan soal pekerjaan Candra langsung berpamitan untuk pergi, dan tinggal lah mereka bertiga seperti biasa selalu ngopi santai sembari ngobrol-ngobrol.

"Tumben kalian engak bawa gadis cantik itu" ujar Kenzo sembari tertawa jail.

Reza yang sudah tau hanya ikut tertawa, tapi tidak dengan Sena ia selalu berwajah datar saat membahas soal Vara.

"Ken, gini deh gue selama ini tuh jujur aja engak pernah suka dengar lu membahas soal Vara" tiba-tiba Kenzo memotong ucapan Sena

"kenapa? Lu cemburu? lu suka sama Vara? Inget Jihan sen" ujar nya, Sena hanya bisa menarik nafas saja

"Bukan gue cemburu, dan bukan karna gue suka sama Vara juga. tapi gue cuma ngejaga kenyamanan dia aja, kalo dia sampe tau kamu suka terus lu temen gue bisa resign itu anak" ujar nya, Seketika hening dan Sena langsung melanjutkan ucapan nya.

"Di sisi lain juga gue udah tau sikap lu yang kaya gitu, kasihan Ken. lu kalo mau dapetin Vara coba lah untuk memperbaiki diri, nanti janji akan gue bantu asal lu mau berubah" Kenzo kembali tersenyum, dan tiba-tiba saja Kenzo mengulurkan tangan nya.

"deal yaa, gue akan berubah tapi nanti lu harus bantu gue dekat sama Vara" Sena tidak menerima uluran tangan Kenzo, ia berdiri dan hendak pergi namun sebelum pergi ia sempat mengancam Kenzo.

"Inget lu harus berubah, nanti gue tepatin janji gue" Sena pun langsung melengos pergi saja tanpa mengajak-ngajak Reza.

Reza yang melihat bos nya itu pergi, ia langsung berpamitan dan segera mengejar nya. sedangkan Kenzo hanya bisa duduk santai sembari menyeruput kopi yang ia pesan sembari memancarkan senyuman indah di wajah nya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!