NovelToon NovelToon
Calon Suamiku Adalah Dosenku

Calon Suamiku Adalah Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Seorang mahasiswa sebentar lagi akan lulus, ternyata dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan teman lama mereka. Sang anak sama sekali tidak setuju dengan perjodohan tersebut dan diam-diam berniat untuk membatalkannya.

Suatu hari, keduanya berpapasan di Universitas XXX. Sang pemuda ternyata adalah seorang dosen sekaligus pengasuh pondok pesantren yang ia dirikan sendiri. Sang siswi sama sekali belum mengetahui bahwa dosen tersebut adalah calon suami yang dipilihkan orang tuanya. Di kampus, ia justru merasa sangat muak dan benci kepada dosennya itu karena merasa tugas-tugas yang diberikan terlalu banyak dan menumpuk tanpa henti. Tanpa ia sadari, di balik rasa kesalnya itu, tersembunyi ikatan yang telah dirancang sejak lama oleh kedua belah pihak keluarga.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23. Liburan hari spesial pertama kali bersama arga- ulang tahunku

Pagi itu, sinar matahari menyelinap lembut masuk melalui celah tirai jendela kamarku, menyentuh wajahku seakan memberi selamat sebelum aku sempat membuka mata. Hari ini adalah hari ulang tahunku — hari yang selama ini selalu kulewati bersama keluarga dan sahabat, namun tahun ini terasa begitu berbeda. Karena hari ini, untuk pertama kalinya, aku akan merayakannya bersama Arga. Bukan sebagai dosen dan mahasiswi, melainkan sebagai dua orang yang saling mencintai, tanpa perlu menyembunyikan apa pun.

Sejak semalam, hatiku tak henti-hentinya berdebar-debar. Aku membayangkan bagaimana hari ini akan berjalan, apa yang akan ia lakukan, dan apa yang akan ia berikan kepadaku. Bukan soal hadiah, melainkan karena ini adalah momen spesial pertama kami yang benar-benar milik kami berdua — momen yang tak ada lorong kampus, tak ada tatapan teman, dan tak ada batas yang harus dijaga.

Pertemuan kami di sebuah taman bunga yang indah dan sepi di pinggiran kota, tempat yang tenang dan penuh warna-warni bunga yang sedang mekar. Saat aku tiba, Arga sudah menungguku di dekat bangku kayu yang berada di bawah pohon rindang. Ia mengenakan pakaian santai yang nyaman, dan di tangannya terdapat sebuket bunga mawar putih yang begitu cantik dan harum. Saat melihatku datang, wajahnya seketika menyunggingkan senyum yang begitu lebar dan hangat — senyum yang tak pernah ia tunjukkan di depan siapa pun selain aku.

"Selamat ulang tahun, Lisna..." ucapnya lembut begitu aku berdiri di hadapannya, lalu menyodorkan buket bunga itu kepadaku. "Semoga di usiamu yang baru ini, kau tumbuh menjadi wanita yang semakin kuat, semakin bijaksana, dan semakin bahagia. Dan semoga... aku bisa menjadi orang yang selalu ada di sisimu untuk melihatmu tumbuh dan bersinar."

Hatiku bergetar hebat mendengar ucapan itu. Aku menerima bunga itu dengan tangan yang sedikit gemetar, mencium wanginya yang segar dan menenangkan. "Terima kasih, Kak..." ucapku pelan, mataku berkaca-kaca karena haru. "Ini... ini ulang tahun terindah yang pernah kualami."

Kami pun berjalan beriringan menyusuri jalan setapak taman itu, bercerita dan tertawa lepas tanpa beban. Arga begitu lembut dan perhatian — ia selalu memastikan aku berjalan dengan nyaman, sesekali menuntunku melewati jalan yang berbatu, dan tak pernah melepaskan tanganku begitu saja. Di sini, di tempat ini, ia tak lagi menjadi sosok yang tegas dan berwibawa. Ia menjadi pria yang penuh kasih sayang, yang setiap kali menatapku membuat seluruh duniaku terasa hangat dan penuh warna.

Setelah berjalan cukup lama, kami berhenti di sebuah gazebo yang tertutup rimbun tanaman merambat. Di sana, di atas meja kayu, terdapat sebuah kotak kecil berwarna perak yang terlihat begitu elegan. Arga mengambilnya, lalu membukanya perlahan di hadapanku. Di dalamnya, terdapat sebuah kalung sederhana namun begitu indah — liontin berbentuk bunga yang di tengahnya terdapat sebutir permata kecil yang berkilau di bawah cahaya matahari.

"Aku tak memberikan sesuatu yang berlebihan," ucapnya pelan sambil mengangkat kalung itu, seakan ingin memastikan aku melihat setiap detailnya. "Karena bagiku, kau sendiri adalah hal yang paling berharga. Namun liontin ini... adalah simbol dari diriku. Setiap kali kau memakainya, ingatlah bahwa aku selalu ada di sisimu, meski kita tak selalu bersama. Dan setiap kali kau melihatnya, ingatlah bahwa hatiku selalu bersamamu, di mana pun kau berada."

Ia memakaikannya perlahan ke leherku, jari-jarinya menyentuh kulitku dengan lembut dan hati-hati. Saat selesai, ia menatapku lekat-lekat, matanya penuh dengan kasih sayang yang begitu dalam hingga aku tak sanggup berpaling darinya.

"Kau tahu, Lisna..." lanjutnya dengan suara yang lembut namun penuh kesungguhan, "sejak pertama kali melihatmu, aku tahu kau adalah orang yang akan mengubah hidupku. Dan hari ini, di hari ulang tahunmu, aku ingin berjanji padamu — aku akan selalu menjagamu, menghormatimu, dan mencintaimu dengan segenap hatiku. Tak peduli seberapa berat jalan yang harus kita lalui, aku takkan pernah melepaskan tanganmu."

Air mata bahagia akhirnya jatuh membasahi pipiku. Bukan karena sedih, melainkan karena rasa bahagia yang begitu meluap hingga tak mampu lagi kutahan. Aku meraih tangannya, menggenggamnya erat-erat seakan tak ingin melepaskannya selamanya. "Terima kasih, Kak... terima kasih untuk semuanya. Terima kasih sudah datang ke dalam hidupku. Terima kasih sudah membuatku merasa begitu berharga. Dan aku... aku juga berjanji — aku akan selalu menunggumu, mempercayaimu, dan mencintaimu, apa pun yang terjadi."

Sore itu berlalu dengan begitu indah dan tak terlupakan. Kami duduk berdampingan di bangku gazebo itu, menonton matahari perlahan turun ke ufuk barat, membiarkan cahaya keemasan menyelimuti kami berdua. Tak banyak kata yang terucap di sela-sela keheningan itu, namun kehadirannya di sampingku sudah cukup untuk mengatakan segalanya — bahwa aku dicintai, dihargai, dan diinginkan sepenuh hatinya.

Saat berpisah di depan pintu rumahku nanti, ia akan kembali menjadi Arga yang tegas dan berwibawa di kampus. Dan aku akan kembali menjadi mahasiswinya yang harus menyembunyikan perasaannya. Namun hari ini, di hari ulang tahunku, aku tahu satu hal dengan pasti — bahwa di balik semua penyembunyian dan kesabaran itu, ada cinta yang begitu tulus dan begitu kuat yang selalu menyambutku. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merayakan bukan hanya ulang tahunku, melainkan juga cinta kami — cinta yang tumbuh perlahan namun pasti, dan yang hari ini telah mekar begitu indah seperti bunga-bunga di taman itu.

bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!