Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria jantan.
Selir Mia yang barusan keluar dari kamarnya dia mendapatkan kabar dari salah satu pelayannya mengenai kaisar Qianro yang sekarang ini berada di paviliun tempat Arin. Dengan buru-buru selir Mia ke tempat ratu Zivara untuk menyampaikan kabar yang dia dengar dari para pelayan. Ketika sampai di tempat ratu apa Zivara, selir Mia mengatakan mengenai apa yang dia dengar bahkan dengan sedikit bumbu pedas manis dan garam yang sangat banyak. Selir Mia memberikan beberapa informasi-informasi yang tidak benar.
"Jadi saat ini yang mulia Kaisar berada di tempat wanita hina itu?" tanya ratu Zivara yang terkejut.
"Tentu saja ratu, kalau saat ini yang mulia Kaisar sedang berada di tempat wanita itu, wanita pengganggu yang berusaha untuk merebut perhatian yang mulia Kaisar." jawab selir Mia.
Ratu Zivara nampak sangat kesal, sudah beberapa minggu ini Kaisar Qianro tidak datang ke istananya bahkan sang Kaisar tidak pernah sama sekali mau dikunjungi olehnya.
"Dasar wanita hina, berani sekali dia berebut perhatian denganku. Dia kira dia akan bisa merebut perhatian yang mulia Kaisar, lihat saja aku akan membuat wanita itu diusir dari tempat ini." ujar ratu Zivara yang kemudian dengan terburu-buru pergi ke tempat Arin.
Arin sekarang ini sedang membaca beberapa buku bersama dengan ketiga pelayannya juga sang Kaisar. Arin menanyakan mengenai beberapa cerita yang dikatakan oleh ketiga pelayannya. "Bisa ceritakan aku mengenai batas-batas dunia ini, Yang mulia? yang aku dengar dari mereka bertiga kalau dunia ini terdiri dari 4 alam?" tanya Arin.
Kaisar Qianro menceritakan mengenai asal mula terbentuknya 5 alam bukannya 4 alam. Mendengar cerita yang begitu menarik itu Arin begitu bersemangat, dia bahkan terus bertanya mengenai satu persatu mengenai beberapa alam yang menurutnya sangat unik itu. Dia pernah ke alam para siluman tapi dia belum pernah ke alam parah peri iblis dan alam arwah tersebut.
Arin tidak menceritakan kalau dirinya berasal dari dimensi lain, dia hanya menceritakan kalau dirinya berasal dari salah satu tempat yang sedikit asing. Ketika mereka bercerita dengan semua gelak tawa, Kasim tiba-tiba datang untuk memberitahu kepada yang mulia Kaisar.
"Ada apa Zeros?" tanya Kaisar Qianro.
"Yang mulia ratu Zivara dan ketiga selir ingin menemui Yang mulia Kaisar." jawab Zeros.
Kaisar Qianro tahu betul kalau ratu Zivara pasti akan membuat keributan sama seperti informasi yang diberikan oleh prajurit kemarin. "Bilang saja kalau ratu Zivara ingin menemuiku nanti saja aku akan menemui mereka di istana harem." jawab Kaisar.
"Ada apa Yang mulia?" tanya Arin.
Kaisar Qianro menggelengkan kepalanya. "Apakah para istrimu datang kemari, Yang mulia?" tanya Arin.
Kaisar Qianro terdiam, dia menatap Arin yang terlihat bersikap biasa saja.
"Lebih baik Yang mulia Kaisar persilahkan saja mereka masuk, daripada mereka nanti membuat masalah dan berteriak-teriak di luar." kata Arin.
Akhirnya Kaisar Qianro memberi perintah untuk membawa masuk ke empat istrinya tersebut.
"Ini pria jantan banget punya 4 istri, kira-kira dia bagaimana ya caranya membagi waktunya? Senin sampai Minggu.. istrinya ada 4, wow.. dia benar-benar perkasa." gumam Arin dalam hati sembari memperhatikan sang Kaisar.
"Ada apa?" tanya Kaisar ketika melihat Arin dari tadi menatapnya.
"Yang mulia, apa yang mulia mempunyai kembaran?" tanya Arin tiba-tiba.
Kaisar Qianro nampak kebingungan dengan pertanyaan itu, belum sempat menjawab keempat istrinya akhirnya masuk dan memberi hormat kepada sang Kaisar.
Arin melihat wajah keempat istri sang Kaisar, terlihat sekali kalau wajah mereka saat ini kesal dengannya. "Ihhh.. Muka si topeng menakutkan banget." gumam Arin dalam hati.
"Ada apa kalian mencari ku?" tanya sang Kaisar ketika melihat keempat istrinya malah mencarinya di tempat Arin.
"Hamba cuma ingin bertegur sapa dengan yang mulia Kaisar, hamba juga ingin melihat sosok wanita yang dibawa oleh yang mulia Kaisar." jawab ratu Zivara.
Arin memutar kedua matanya dengan begitu jengah, dia tersenyum sedikit menghina ketika ratu Zivara mengatakan ingin bertegur sapa dan ingin berbincang. "Ini nenek sihir benar-benar pandai bicara ya, dia bilang ingin bertegur sapa, lah.. kemarin aja sudah mengancam ku." ucap pelan Arin yang masih didengar oleh kaisar Qianro.
"Selamat datang di tempatku ratu, silahkan duduk aku akan meminta kakak Xan-bium untuk membuatkan teh untukmu." ucap Arin yang kemudian memberikan isyarat kepada Yul bersama Cia untuk membuatkan minuman untuk keempat istri sang Kaisar.
Melihat keangkuhan yang ditunjukkan oleh Arin, dalam hati ratu Zivara benar-benar kesal, bahkan di depannya dia tidak memberi hormat seolah kedudukannya sangat tinggi.
"Lihatlah ratu, Dia sombong banget, dia di depan yang mulia Kaisar tidak memberikan penghormatan sama sekali." bisik selir Mia di telinga ratu Zivara.
"Dia sombong sekali, Dia mengira kalau kedudukannya lebih tinggi dari ratu Zivara." selir Xinxi ikut memprovokasi ratu Zivara.
Ratu Zivara menatap Arin dengan tatapan mata yang penuh kebencian.
"Kenapa kalian duduk berdiri saja, duduklah.. nona Arin sudah mempersilakan kalian untuk duduk." kata sang kaisar yang kemudian membuka mulutnya.
Melihat itu Arin kemudian menyodorkan buah jeruk yang barusan dia kupas di depan keempat istri sang Kaisar, seolah Arin akan membakar ditumpukan jerami yang siap menyala. "Apakah manis yang mulia?" tanya Arin dengan senyum yang begitu merekah.
Sang Kaisar menganggukkan kepalanya, padahal selama ini keempat istri Kaisar belum pernah sama sekali menyuapi pria itu. "Dasar brengsek wanita ini benar-benar hina dan tidak tahu diri, beraninya Dia memasukkan makanan ke mulut yang mulia Kaisar." geram keempat istri sang Kaisar.
Arin bisa melihat kemarahan keempat istri Kaisar Qianro, dia nampak tersenyum licik, pembalasan tidak harus dengan cara kasar namun dengan cara halus saja bisa membunuh telak.
"Lihatlah Yang mulia, wanita ini benar-benar sangat menjijikkan, ingin sekali aku menancapkan sumpit di kedua matanya." bisik selir Avara yang sudah mengepalkan tangannya, dia melihat bagaimana Kaisar Qianro bermanja kepada Arin.
"Oh ya Yang mulia, kenapa yang mulia tidak mengajakku berkeliling istana atau keluar istana? aku ingin sekali melihat kerajaan ini." ucap lembut Arin.
Sang kaisar kembali tersenyum, senyumnya begitu lembut dan hangat.
"Belum pernah Yang mulia Kaisar tersenyum seperti itu padaku, wanita ini benar-benar sangat berbahaya, jika aku tidak menyingkirkannya dia akan mengambil posisiku." gumam ratu Zivara. kedua tangannya mengepal bahkan dia menarik roknya seolah ingin merobek rok yang dia pakai.
"Apakah kamu ingin berjalan-jalan?" tanya sang Kaisar Qianro.
Arin menganggukkan kepalanya. "Tentu saja Yang mulia, aku kan bukan dari kerajaan ini, jadi aku ingin melihat bagaimana indahnya kerajaanmu." jawab lembut Arin.
Pengawal Zeros yang melihat kejadian yang ada di tempat itu nampaknya pria itu ingin tertawa, semua wanita takut kepada ratu Zivara namun Arin sama sekali tidak takut padanya, seolah dia menantang ratu Zivara di depan matanya.
*bersambung*