NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maling yang Berteriak Maling

Waktu terus bergulir tanpa pernah sudi menunggu siapa pun yang sedang terluka. Dua bulan telah berlalu sejak hari di mana Kirana membuang sisa-sisa masa lalunya di depan ruko kontrakan. Kehidupan Kirana kini telah berubah total menjadi jauh lebih baik, tenang, dan tertata. Bersama Aisyah, usaha konveksi dan penjualan perlengkapan ibadah mereka mulai berkembang pesat. Wajah Kirana tidak lagi pucat; rona kebahagiaan yang murni terpancar dari wajahnya yang kini selalu dibasahi oleh air penyuci. Setiap hari, fokusnya hanya diisi dengan memperdalam bacaan kitab suci, mengikuti kajian spiritual, dan menata masa depan yang jauh lebih benderang.

Namun, kedamaian yang dirajut Kirana ternyata tidak membuat iblis di masa lalunya berhenti mengganggu. Di dalam kamar tidurnya yang tenang, ponsel Kirana beberapa kali bergetar, memunculkan deretan pesan dari nomor baru yang tidak dikenal. Akan tetapi, dari gaya bahasanya, Kirana tahu persis siapa pengirimnya.

"Kirana, tolong jangan blokir nomor Mas lagi... Mas benar-benar merindukanmu. Rumah tangga ini seperti neraka, Mas tidak bisa mencintai Ratna. Pikiran Mas cuma ada kamu..."

"Kirana, jawab Mas sekali saja... Mas benar-benar tersiksa..."

Kirana hanya menatap layar itu dengan pandangan dingin, tanpa ada sedikit pun getaran rindu di hatinya. Dengan gerakan jemari yang sangat tegas, Kirana langsung mengabaikan pesan-pesan itu. Tidak ada balasan, tidak ada ruang, bahkan tidak ada satu huruf pun yang sudi ia ketik untuk membalas pria yang sedang menuai badai dari keputusannya sendiri. Kirana abai seutuhnya. Baginya, membalas pesan Dimas adalah bentuk ketidakadilan bagi sujud murni yang selama ini ia perjuangkan.

Sayangnya, ketidaktegasan Dimas yang terus-menerus meratap dalam bayang-bayang masa lalu memicu bom waktu di istana megahnya sendiri. Dan puncaknya terjadi pada suatu sore yang mendung. Ponsel Kirana berdering keras. Sebuah panggilan suara dari nomor asing masuk. Berpikir bahwa itu adalah panggilan dari salah satu pelanggan setianya, Kirana menggeser tombol hijau ke atas.

"Halo, selamat sore dengan Kirana di sini. Ada yang bisa dibantu?" ucap Kirana dengan suara yang luar biasa lembut dan sopan.

Namun, bukannya balasan salam yang ia terima, melainkan sebuah suara dengus napas kasar dan penuh amarah yang teramat familier di telinganya.

"Tidak usah sok suci kamu, Kirana!" sebuah suara wanita paruh baya memekik tajam dari seberang telepon, memotong kalimat Kirana tanpa ampun.

Kirana tertegun sejenak. Suara tinggi, angkuh, namun bergetar ketakutan itu adalah suara Ibu Ratna.

"Ibu Ratna?" tanya Kirana, berusaha menjaga suaranya agar tetap tenang dan datar.

"Iya, ini saya! Istri sah dari Dimas Wijaya!" pekik Ratna di seberang sana, suaranya terdengar sangat histeris, menyiratkan batinnya yang sudah tidak waras lagi menahan cemburu. "Dasar perempuan tidak tahu diri! Kamu sudah memeluk keyakinan baru, tapi kelakuanmu benar-benar menjijikkan! Kamu sudah menjadi perusak rumah tangga saya, Kirana! Kamu pelakor! Kamu sengaja kan, terus-menerus merayu Dimas diam-diam lewat belakang supaya Dimas tidak pernah menganggap saya sebagai istrinya?!"

Mendengar tuduhan keji yang memutarbalikkan fakta itu, Kirana hampir ingin tertawa lepas di atas penderitaan wanita di seberang telepon. Maling berteriak maling. Itulah satu-satunya kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Ibu Ratna saat ini.

"Perusak rumah tangga, Ibu Ratna?" Kirana mengulang kalimat itu dengan nada suara yang sangat lambat, berwibawa, dan tidak terpancing emosi sedikit pun.

"Iya! Jangan mengelak kamu! Dimas setiap malam melamun dan menyebut namamu! Kamu pasti menggunakan cara licik untuk mengikat pikirannya!" tuduh Ratna lagi, kian meracau hebat.

Sebenarnya, Kirana tahu betul kenapa hati Ibu Ratna tidak akan pernah bisa tenang sampai kapan pun. Bagaimana batin wanita itu bisa tenang jika pernikahan yang ia banggakan dibangun di atas pondasi kelicikan dan air mata wanita lain?

Sejak dulu, saat Kirana masih berstatus sebagai kekasih sah Dimas, Ibu Ratna sudah tahu dengan sangat jelas kisah cinta mereka. Ratna tahu betapa Dimas sangat mencintai Kirana. Namun, karena sejak dulu Ratna sudah menaruh rasa ketertarikan yang mendalam terhadap Dimas yang saat itu dikenal sebagai pribadi yang sangat sopan, supel, berwibawa, dan memikat hati di lingkungan mereka, Ratna dibutakan oleh egonya. Dengan tega, menggunakan kekuasaan kasta dan pengaruh orang tua, Ratna merebut Dimas dari genggaman Kirana tanpa memedulikan etika sesama wanita.

Dan sekarang, setelah berhasil merebut raga pria itu secara paksa, Ratna baru tersadar bahwa dia telah membeli sebuah patung bernyawa tanpa hati. Hatinya terbakar api cemburu dan ketakutan setiap detik, takut jika hukum tabur tuai akan mendatangi dirinya.

"Ibu Ratna yang terhormat," suara Kirana memotong kalimat histeris Ratna dengan ketegasan yang begitu berkelas. "Tolong dengarkan saya baik-baik, karena saya tidak akan pernah mengulang kalimat ini untuk kedua kalinya."

Ratna di seberang telepon seketika terbungkam, napasnya memburu.

"Sebelum Ibu menuduh saya sebagai perusak rumah tangga orang lain, ada baiknya Ibu berkaca pada cermin besar di rumah megahmu itu," ucap Kirana, setiap katanya seperti belati es yang menghujam langsung ke ulu hati Ratna. "Siapa sebenarnya yang merebut, dan siapa yang direbut? Siapa yang dulu tahu jelas hubungan kami tapi tetap nekat masuk menggunakan tangan orang tua demi memuaskan keinginan Ibu untuk memiliki Dimas?"

Wajah Ratna di seberang sana langsung memucat legam, rahasia busuk masa lalunya dikuliti habis oleh Kirana.

"Mengenai suami Ibu yang terhormat... demi Tuhan yang memegang jiwa saya, saya tidak pernah membalas satu pun pesan rindunya. Saya mengabaikan seutuhnya karena bagi saya, sosok Dimas sudah mati," tegas Kirana, suaranya bergetar kuat oleh kebenaran. "Jika hati Ibu tidak pernah tenang, itu bukan karena kelakuanku, melainkan karena rasa bersalah di dalam dirimu sendiri yang tahu bahwa kamu telah membangun istanamu di atas puing-puing kehancuranku! Kamu ketakutan karena kamu tahu betul, apa yang didapat dengan cara merebut, akan terlepas dengan cara yang jauh lebih menyakitkan!"

Kirana menarik napas panjang, menatap ke arah langit sore dari balik jendela ruko.

"Urus saja suamimu yang tidak tahu cara menghargai pernikahan itu, Ibu Ratna. Tolong jangan pernah hubungi nomor saya lagi, karena harga diri saya sangat mahal untuk meladeni ketakutan seorang wanita perebut seperti Anda!"

Klik!

Tanpa menunggu balasan atau makian lanjutan dari Ratna, Kirana langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Detik itu juga, Kirana memblokir nomor telepon Ratna untuk selamanya.

Di seberang sana, di dalam kamar tidurnya yang mewah, Ibu Ratna menjatuhkan ponselnya ke atas kasur dengan tubuh yang gemetar hebat. Air matanya tumpah ruah bukan karena terzalimi, melainkan karena hantaman kebenaran kata-kata Kirana meruntuhkan seluruh harga dirinya. Dia benar-benar tersadar bahwa sampai kapan pun, dia tidak akan pernah bisa memenangkan hati Dimas, dan dia akan selamanya hidup dalam penjara ketakutan yang ia bangun dengan tangannya sendiri.

Sementara Kirana sudah terbang bebas, berdiri kokoh di atas sujud murninya yang tak akan pernah bisa disentuh oleh kelicikan mereka lagi.

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!