NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Perperangan / Akademi Sihir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Author Raf

Di dunia di mana ibu tiri selalu dicurigai sebagai penyihir jahat, Clara harus menerima nasibnya.

Mantan Penyembuh Agung yang telah kehilangan seluruh kekuatan sihirnya ini terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Kapten Alden, komandan militer yang dingin, kejam, dan ditakuti di seluruh Samudra Langit.

Tugas Clara sederhana namun nyaris mustahil:, menjadi "pengasuh" bagi tiga anak blasteran mistis sang Kapten di atas kapal layar terbang raksasa, The Sky Leviathan.

Anak sulung setengah Phoenix yang siap membakar siapa saja, anak kedua setengah Sirene dengan kutukan suara mematikan, dan si bungsu yang bisa melihat roh pelahap jiwa.

Mereka semua membenci Clara. Namun, berbekal ketulusan hati, keberanian bertaruh nyawa, dan sisa pengetahuan magisnya, Clara bertekad menjinakkan kekuatan liar anak-anak tersebut sekaligus mengusut misteri kutukan masa lalu yang menghantui mereka.

Mampukah seorang wanita tanpa sihir mencairkan hati beku sang Kapten Langit dan mengubah kapal penuh b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Raf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Pertahanan di Ruang Rahasia

   Suara sirine darurat magis bergaung rendah di sepanjang lorong The Sky Leviathan, memancarkan cahaya kemerahan yang berkedip-kedip di dinding kayu ek.

   Clara berlari secepat yang ia bisa menuju kabin sayap kiri, tempat ketiga anak tirinya berada. Di belakangnya, Bernet mengikuti dengan langkah tergesa-gesa sembari membawa beberapa botol ramuan penenang penstabil energi.

   Begitu pintu kamar terbuka, Clara mendapati situasi yang sudah mulai kacau. Leo berdiri di depan adik-adiknya dengan sayap api Phoenix yang mulai memercik tidak stabil di punggungnya.

   Rin mencengkeram lehernya yang dipenuhi guratan hitam dari segel yang memanas, sementara Toby menangis ketakutan di sudut kasur karena roh-roh kegelapan di luar kapal mulai membisikkan teror ke dalam benaknya.

   "Ibu!" teriak Leo, ada nada lega yang luar biasa dalam suaranya yang bergetar saat melihat sosok Clara muncul di ambang pintu.

   "Semuanya, ikut Ibu sekarang! Kita harus pindah ke ruang aman," kata Clara tegas namun menenangkan. Ia langsung menggendong Toby yang gemetar, sementara tangan kirinya meraih jemari dingin Rin. "Leo, kendalikan apimu, Sayang. Tarik napas dalam-dalam. Ayahmu sedang mengendalikan situasi di atas."

   Dibantu oleh Bernet, Clara memandu anak-anak berlari melintasi lorong kabin tengah yang berguncang hebat akibat tembakan meriam sihir pertama yang dilepaskan oleh kapal musuh. Mereka naik menuju ruang kerja Kapten Alden di dek atas. Di balik rak buku besar yang penuh dengan gulungan peta navigasi, Bernet menekan sebuah tombol kuningan tersembunyi.

   Krieeek...

   Dinding kayu itu bergeser terbuka, menyingkap sebuah ruangan tersembunyi yang dilapisi oleh dinding besi putih antipenetrasi sihir hitam. Di tengah ruangan terdapat sebuah lingkaran sihir perlindungan kuno yang berpendar keperakan.

   "Nyonya Clara, masuklah ke dalam lingkaran bersama anak-anak. Saya akan menjaga pintu dari luar," ujar Bernet dengan wajah pucat namun penuh loyalitas.

   "Terima kasih, Bernet. Berhati-hatilah," jawab Clara sebelum melangkah masuk dan membiarkan pintu rahasia itu menutup kembali, mengunci mereka di dalam keheningan yang kedap suara.

   BOOM!

   Guncangan dahsyat kembali terasa, membuat lantai besi ruang rahasia bergetar. Rupanya perisai luar kapal mulai menerima hantaman keras dari mantra hitam musuh. Efek guncangan itu langsung memicu reaksi berantai pada kutukan di dalam tubuh anak-anak.

   Rin mendadak jatuh berlutut, kedua tangannya mencengkeram kepalanya sendiri. Dari celah kalung segel peraknya, uap hitam mulai keluar, memaksa anak perempuan itu untuk membuka mulutnya.

   Gelombang suara gaib yang melengking rendah, lagu kutukan Sirene, mulai merembes keluar secara paksa dari tenggorokannya. Siapa pun yang mendengar suara ini dalam jarak dekat bisa kehilangan kesadaran atau mengalami kerusakan mental.

   "Rin! Tutup telinga kalian!" seru Leo panik, namun ia sendiri mulai kewalahan karena emosi negatifnya memicu kobaran api jingga yang besar dari tubuhnya, membakar sebagian lantai besi di sekitarnya.

   Di tengah situasi yang kritis ini, Clara tidak menunjukkan rasa takut. Menggunakan sepasang sarung tangan Sutra Laba-laba Salju pemberian Alden, ia melangkah menerobos hawa panas api Leo. Ia berlutut di depan Rin, lalu menangkup wajah pucat anak perempuan itu dengan kedua telapak tangannya yang sejuk.

   "Rin, tatap mata Ibu. Jangan dengarkan bisikan kutukan itu," perintah Clara lembut, mengalirkan ketenangan batinnya yang kuat menembus tatapan mata indigo Rin. "Ingat buku catatan yang Ibu berikan? Ingat bahasa isyarat kita? Fokuskan pikiranmu pada gerakan jemari Ibu, bukan pada suara di kepalamu."

   Clara melepaskan satu tangannya dari wajah Rin, lalu mulai menggerakkan jari-jemarinya membentuk simbol-simbol bahasa isyarat kuno, 'Ibu di sini. Kau anak yang kuat. Kau aman.'

   Rin membelalakkan matanya, air mata mengalir membasahi pipinya. Mengikuti fokus visual dari gerakan tangan Clara, gelombang melodi mematikan yang keluar dari mulutnya perlahan-lahan mulai memudar dan kembali terkunci di balik segel peraknya. Guratan hitam di lehernya menyusut drastis.

   Melihat adiknya mulai tenang, emosi Leo ikut mereda, membuat kobaran api yang menyelimuti tubuhnya mengecil dan padam, menyisakan asap tipis. Leo menatap Clara dengan pandangan yang sarat akan rasa takjub dan hormat yang mendalam. Wanita tanpa sihir ini baru saja menjinakkan dua lonjakan kutukan sekaligus tanpa menggunakan satu pun mantra penyerang.

   Clara menghembuskan napas lega, lalu menarik Rin dan Leo ke dalam dekapannya, sementara Toby merangkak mendekat dan ikut memeluk kaki Clara. Di dalam ruang rahasia yang gelap dan terisolasi itu, Clara menjadi satu-satunya sumber cahaya dan kehangatan bagi mereka.

   "Ibu... apakah Ayah akan menang?" bisik Toby pelan dengan suara serak.

   Clara mengecup puncak kepala Toby, lalu menatap Leo dan Rin bergantian dengan senyum penuh keyakinan. "Ayah kalian adalah Sang Penakluk Badai. Beliau tidak akan pernah membiarkan kegelapan menyentuh kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga satu sama lain di sini agar Ayah bisa bertarung tanpa rasa cemas."

   Sementara itu, jauh di atas dek luar yang diterjang angin kencang, Kapten Alden berdiri tegak di tengah hujan peluru sihir hitam. Pedang perak besarnya telah terhunus, memancarkan aura angin topan yang dahsyat. Sepasang mata abu-abu badainya menatap tajam ke arah kapal utama Sekte The Obsidian Dawn yang mulai mendekati jarak lambung kapal mereka.

   Alden merasakan desiran aneh di dadanya. Untuk pertama kalinya dalam sebuah pertempuran besar, hatinya tidak dipenuhi oleh ketakutan hampa akan kehilangan anak-anaknya.

   Sentuhan kehangatan dari kecupan sekilas di kening Clara sebelum ia turun tadi seolah-olah menjadi perisai batin yang paling kokoh bagi jiwanya. Ia tahu, di bawah sana, di dalam ruang paling aman di kapalnya, ada seorang wanita luar biasa yang sedang menjaga harta bendanya yang paling berharga dengan segenap jiwanya.

   "Kalian telah membuat kesalahan besar dengan mendatangi kapalku," desis Alden dingin kepada armada musuh di hadapannya. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke langit, mengomandoi serangan balik penuh dari seluruh meriam sihir The Sky Leviathan. "Tembak!"

1
Al Ranai
semangat kakkk
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak. Jangan lupa follow ya.
total 1 replies
Al Ranai
semangatt kakk, di tunggu kelanjutannya yaaa💪💪😁
HaRas_DeHas: Siap...
total 1 replies
Al Ranai
bagus kakkk ceritanya, semangatt kakkk😊
HaRas_DeHas: Wahhh... makasih banyak Kak sudah mampir. Alhamdulillah, saat sepi pembaca ternyata ada yang mampir dan beri komen. Jangan lupa follow akun saya ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!