NovelToon NovelToon
Menikahi Ayah Mantanku

Menikahi Ayah Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia_halusinasi

Diana Ayuningtyas, Berniat memberikan kejutan. dengan sengaja mendatangi Apartemen Gilang Wijaya - sang kekasih, untuk merayakan ulang tahunnya.

Tetapi malah mendapatkan kenyataan bahwa kekasihnya ternyata tinggal bersama wanita lain.

"Kamu siapa ?"

"Aku? Aku tunangan pemilik Apartemen ini!"

Duarrr...

Diana langsung terdiam mematung, tidak ingin percaya.

"Sayang ! Siapa yang datang ?"

Tapi suara Gilang dari dalam, yang memanggil wanita di depannya ini dengan panggilan mesra, membuatnya tidak bisa menahan nya lagi.

Sebelum Gilang datang, Diana segera pergi dengan air mata yang perlahan mengalir.

Lift perlahan tertutup, matanya menatap lurus ke depan, hatinya bergemuruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia_halusinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Pertemuan yang tak terduga

Bab 11: Pertemuan yang Tak Terduga

Pagi itu, langit tampak cerah, tanpa awan yang menghalangi sinar matahari.

Suasana di kediaman Arga sudah terasa sibuk sejak pagi-pagi sekali.

Semua barang dan oleh-oleh yang akan dibawa ke kampung halaman Diana sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

"Nyonya, hati-hati di jalan! Semoga perjalanannya menyenangkan" Ujar Bi Mari, senyumnya begitu ceria.

"Terimakasih, Bibi jaga kesehatan yah. Kalau ada apa-apa bisa hubungin aku" Ujar Diana, mereka sudah bertukar nomor ponsel semalam.

Diana sudah duduk manis di dalam mobil,

jendela sedikit terbuka agar udara segar bisa masuk.

Ia mengenakan pakaian yang rapi namun tetap sederhana, terlihat cantik.

Sementara itu, Arga baru saja keluar dari pintu utama dan berjalan menuju sisi pengemudi,

siap untuk memulai perjalanan yang memakan waktu beberapa jam itu.

Tanpa supir pribadi dan juga tanpa Radit.

Karena asistennya itu harus menghandle perusahaan selama dia pergi.

Arga menyetir sendiri, karena dia ingin menikmati waktu berdua dengan istrinya.

Entahlah.

Sepertinya Arga sudah benar-benar jatuh cinta pada Diana.

Sehingga ketika melihat istrinya yang manis, Arga tidak pernah bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum.

“Baiklah, kita berangkat sekarang,” ujar Arga sambil terus tersenyum melihat Diana yang sudah siap.

"Ayo Mas" Jawab Diana semangat.

"Hati-hati menyetirnya, Tuan !" Ujar Bu Mari

"Tenang saja Bi, aku tidak akan membiarkan istriku menjadi janda muda" Kekeh Arga dengan suara pelan di akhir kalimat.

Diana tersenyum malu-malu mendengarnya.

Bu Mari merasa terharu, sudah lama tidak melihat tuannya begitu bahagia.

"Baiklah, jaga rumah selama aku pergi" Ujar Arga

"Tuan tenang saja, akan saja jaga dengan baik" Balas Bi Mari sambil membungkukkan badannya.

"Kalau begitu saya permisi, Tuan - Nyonya" Pamit Bi Mari, ia masuk ke dalam rumah untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.

Arga pun mengangguk, dan berniat memasuki mobil.

Namun, sebelum ia sempat membuka pintu mobil,

suara kendaraan lain yang melaju kencang, dan berhenti mendadak tepat di depan gerbang membuat langkah kakinya terhenti.

mobil mewah berwarna hitam berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Pintu terbuka, dan keluar seorang pemuda dengan penampilan rapi namun raut wajahnya terlihat tidak sabaran.

Itu adalah Gilang.

( Visual Gilang Wijaya )

Kenapa dia datang di waktu yang tidak tepat. Batin Arga panik

Begitu melihat sosok anaknya, raut wajah Arga berubah seketika.

Senyumnya lenyap, digantikan oleh ekspresi tegang dan waspada.

Ia segera melangkah maju sedikit untuk menghalangi pandangan Gilang ke arah dalam mobil.

Di dalam mobil, jantung Diana seakan berhenti berdetak.

Kenapa harus sekarang? Apa dia melihatku ?

Nafasnya tertahan, tubuhnya menjadi kaku dan dingin.

Melalui kaca jendela yang sedikit terbuka, ia bisa melihat jelas sosok yang selama ini ingin ia lupakan.

Semoga dia tidak melihatku.

Rasa takut dan panik, campur aduk melanda hatinya.

Ia menunduk dalam, berharap Gilang tidak akan menyadari keberadaannya di dalam mobil itu.

Sementara itu,

Gilang mengerutkan dahi, merasa heran melihat sikap ayahnya yang tiba-tiba terlihat tegang dan seolah sedang terburu-buru.

“Ada apa, Yah? Sepertinya Ayah sedang buru-buru, dan kenapa Ayah terlihat tegang begitu,” tanya Gilang dengan nada penasaran,

matanya melirik sekilas ke arah mobil yang di belakang ayahnya, namun pandangannya terhalang oleh tubuh Arga.

Arga menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri agar suaranya tetap terdengar tenang dan wajar.

“Tidak ada apa-apa. Ayah hanya ada urusan penting di luar kota dan harus segera pergi. Ada keperluan apa kamu datang pagi-pagi begini?” tanya Arga balik, mencoba mengalihkan perhatian anaknya.

Gilang tidak ingin bertele-tele atau berbasa-basi seperti biasa.

Ia langsung menuju pokok pembicaraan yang membuatnya datang ke rumah itu.

“Aku mau menanyakan soal pernikahanku dengan keluarga Hartono. Sudah sejauh mana persiapan nya? Aku mau pesta itu digelar secepatnya” ujar Gilang dengan nada yakin seolah semuanya sudah diputuskan.

Itu karena, Clara Adelina Hartono - Kekasih Gilang, sekaligus wanita yang bertemu dengan Diana waktu itu.

Clara terus mendesaknya untuk segera melangsungkan pernikahan.

Arga mengerutkan kening, lalu menjawab dengan nada tegas namun tetap tenang.

“Masalah sebesar ini tidak bisa diputuskan sepihak saja, Gilang. Semuanya harus didiskusikan dan disepakati oleh kedua belah pihak keluarga. Kamu tidak bisa hanya meminta dan menginginkan apa yang kamu mau tanpa memikirkan yang lain.”

Arga terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius.

“Lagi pula, apakah Nenek sudah menyetujui rencana pernikahanmu ini?

Kau tahu kan, Nenekmu itu orang yang paling protektif dan paling berhati-hati soal urusanmu.

Beliau tidak akan sembarangan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa latar belakang dan kesesuaiannya terlebih dahulu.

Selama ini Nenek selalu menjaga dan mengawasimu dengan sangat ketat, bukan?”

Pertanyaan itu membuat Gilang terdiam sesaat.

Wajahnya terlihat sedikit kesal karena menyadari bahwa neneknya memang akan menjadi penghalang terbesarnya.

"Benar juga, Nenek lebih sulit di ajak bicara daripada ayah" Gumam Gilang pelan

“Masalah Nenek itu urusanku sendiri, Yah. Nanti aku akan bicara baik-baik supaya beliau mau mengerti,” jawab Gilang dengan nada kesal, merasa kebebasannya selalu dibatasi.

Arga hanya mengangguk pelan, tidak ingin memperpanjang pembicaraan yang bisa memakan waktu lama.

Ia sendiri juga belum berani memberitahu siapa pun dalam keluarganya,

termasuk ibunya sendiri, soal pernikahannya dengan Diana.

Ia ingin memastikan semuanya berjalan lancar terlebih dahulu sebelum mengumumkannya,

agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Baiklah, kalau begitu selesaikanlah dengan baik. Sekarang Ayah harus segera pergi. Jangan ganggu ayah lagi,” ujar Arga sambil berusaha mengakhiri pertemuan itu.

"Ayah menyembunyikan sesuatu? " Tanya Gilang penasaran

Karena sejak tadi ayahnya tidak bergerak dan seperti menghalangi pintu mobil.

"Kenapa sepertinya aku melihat orang di dalam mobil, ayah mau pergi berkencan?" Tanya Gilang , matanya membulat sempurna.

"Bukan urusanmu, ayah harus segera pergi!" Jawab Arga

"Ayah benar-benar menyembunyikan wanita di dalam mobil" Tanya Arga sekali lagi, kali ini nadanya terdengar tidak suka.

"Kamu mau ayah mencabut semua fasilitas mu ?" Ujar Arga

"Jangan mencampuri urusan ayah!" Ujarnya lagi dengan nada tegas.

Gilang menghela napas kesal, merasa tidak puas dengan jawaban ayahnya.

Namun ia tahu, memaksa saat ini tidak akan ada gunanya.

Gilang terus memperhatikan ke dalam mobil, tapi ia tidak bisa melihat apapun karena terhalang oleh tubuh ayahnya

“Baiklah, aku pergi. aku akan menghubungi Ayah lagi nanti, ” ujar Gilang singkat,

lalu ia berbalik arah dan masuk kembali ke dalam mobilnya.

Tak lama kemudian, mobilnya melaju keluar dari halaman rumah dan menghilang dari pandangan.

Fyuhh....

Arga menghela nafas lega.

Begitu sosok Gilang benar-benar tidak terlihat lagi,

Bahunya terasa lega seolah baru saja melewati satu rintangan yang mematikan.

Ia segera berbalik dan membuka pintu pengemudi, lalu masuk ke dalam mobil.

Begitu duduk, ia menoleh ke arah Diana yang masih terlihat pucat dan menunduk.

"Bagaimana, Mas?" Bisik Diana

“Tenanglah. Dia sudah pergi,” ujar Arga dengan nada lembut dan menenangkan.

Mendengar suara Arga, Diana perlahan mengangkat wajahnya.

Napasnya yang sempat tertahan akhirnya bisa keluar kembali,

dadanya masih berdebar kencang.

Tangannya terasa dingin dan sedikit gemetar.

“Dia… dia tidak melihatku, kan, Mas?” tanya Diana dengan suara bergetar, matanya terlihat masih ketakutan.

Arga mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Diana dengan lembut, memberikan rasa aman.

“Tidak, dia tidak melihatmu. Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.”

Genggaman tangan Arga yang hangat perlahan membuat detak jantung Diana kembali melambat.

Ia mengangguk pelan, mencoba menenangkan pikirannya yang sempat kacau.

“Maafkan aku, Mas… aku panik dan...takut” gumamnya pelan.

“Tidak apa-apa, itu wajar. Mulai sekarang, apa pun yang terjadi, ingatlah bahwa aku ada di sini bersamamu. Tidak ada yang perlu ditakuti selama kita saling menjaga,” jawab Arga tegas namun penuh kelembutan.

Arga memeluknya, memberikan ketenangan.

Diana mengangguk dan membalas pelukannya.

"Sudah tenang sekarang?" Tanya Arga, tangannya merapikan rambut Diana.

Ahhhh ... So sweet.

Diana malu malu kucing sambil menganggukkan kepalanya, pipinya merah sampai ke ujung telinga.

Arga tidak tahan, dia mengecup dahi istrinya lalu tersenyum membuat pipi Diana semakin merah seperti kepiting rebus.

"Masss"

Arga tertawa kecil lalu membetulkan posisi duduknya, begitu juga Diana.

"Kamu cantik!" Ujar Arga menggoda

Ahhh sudahlah, rasanya Diana ingin mengubur dirinya ke palung Mariana karena malu.

"Kita berangkat sekarang yah!"

Setelah memastikan Diana sudah mulai tenang,

Arga menyalakan mesin mobil.

Perlahan kendaraan itu melaju meninggalkan halaman rumah, keluar melewati gerbang yang terbuka lebar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!