NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Satu Tinju Mengguncang Dua Alam

Angin bertiup pelan.

Suasana di Kediaman Keluarga Han begitu sunyi.

Para pelayan, pengurus, koki, serta orang-orang yang tidak bersalah telah menjauh sejauh mungkin.

Tak seorang pun berani menoleh.

Mereka hanya bisa berdoa dalam hati.

Di langit...

Avatar Chu Xuan masih melayang dengan tenang.

Jubah putihnya berkibar perlahan.

Di belakangnya, Qin Xueyao memandang ke bawah dengan napas tertahan.

"Guru... benar-benar memberi mereka kesempatan..."

"Tetapi mereka sendiri yang memilih tetap tinggal..."

Tatapannya beralih kepada Han Zhentian.

Pria itu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

Sebaliknya...

Wajahnya dipenuhi kebencian.

Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

"Seluruh anggota inti Keluarga Han!"

"Ikuti aku!"

"Balaskan dendam putraku!"

"Balaskan dendam Tetua Agung!"

BOOM!

Puluhan tetua dan ratusan kultivator inti serentak melepaskan aura mereka.

Langit Kota Canglan berubah warna.

Gelombang qi memenuhi udara.

Penduduk kota yang menyaksikan dari kejauhan mulai gemetar.

"Semua ahli Keluarga Han..."

"Sudah berkumpul..."

"Apakah mereka benar-benar ingin bertarung sampai titik darah penghabisan?"

Qin Xueyao mengepalkan kedua tangannya.

Meskipun ia yakin kepada gurunya...

Jumlah musuh yang memenuhi halaman itu tetap membuatnya terdiam.

Namun...

Chu Xuan hanya memandang mereka sekilas.

Tak ada kemarahan.

Tak ada niat membunuh yang meluap.

Yang ada hanyalah ketenangan.

Han Zhentian menghunus pedangnya ke arah langit.

"Serang!"

Dalam sekejap...

Seluruh anggota inti Keluarga Han melesat.

Ratusan serangan memenuhi langit.

Pedang qi.

Api.

Petir.

Tombak.

Berbagai teknik kultivasi mengarah kepada satu orang.

Qin Xueyao tanpa sadar menahan napas.

Namun...

Chu Xuan tetap berdiri di tempat.

Ia perlahan mengangkat tangan kanannya.

Lalu...

Mengepalkannya.

Hanya sebuah kepalan yang bergerak perlahan ke depan.

Saat tinju itu dilepaskan...

Ruang di hadapannya langsung bergetar hebat.

BOOOOOOOOOOOMMMMMM—!!

Suara ledakan mengguncang seluruh Kota Canglan.

Dalam sekejap...

Seluruh serangan yang memenuhi langit hancur seperti kaca.

Gelombang tinju itu terus melaju.

Han Zhentian membelalakkan mata.

"Tidak mungkin—!"

Kalimatnya terputus.

Tubuhnya hancur menjadi debu.

Puluhan tetua di belakangnya ikut musnah.

Ratusan anggota inti Keluarga Han lenyap tanpa sempat menjerit.

Gelombang tinju itu belum berhenti.

Ia menerjang balairung utama.

Gudang harta.

Ruang rapat tetua.

Formasi pelindung.

Seluruh lambang kejayaan Keluarga Han.

Semuanya berubah menjadi debu dalam satu tarikan napas.

Namun...

Sisa kekuatan tinju itu terus melesat.

Menembus langit.

Mengguncang seluruh Alam Fana.

Bahkan...

Menembus batas dunia.

Di Alam Abadi.

Seorang Kaisar Abadi yang tengah berkultivasi tiba-tiba membuka kedua matanya.

CRAAAK!

Singgasana giok di bawahnya retak.

Tatapannya dipenuhi keterkejutan.

"Tekanan ini..."

"Dari Alam Fana?"

Dalam waktu yang sama...

Di berbagai penjuru Alam Abadi.

Para Kaisar Abadi.

Para Penguasa Suci.

Para leluhur sekte kuno.

Serentak menghentikan kultivasi mereka.

Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun...

Tatapan mereka semua mengarah ke dunia yang selama ini mereka anggap rendah.

Alam Fana.

Keheningan...

Keheningan yang belum pernah menyelimuti Kota Canglan sebelumnya.

Debu perlahan turun dari langit.

Awan yang semula terbelah mulai kembali menyatu.

Namun...

Tak seorang pun berani mengeluarkan suara.

Tatapan semua orang hanya tertuju ke satu arah.

Bekas Kediaman Keluarga Han.

Kini...

Yang tersisa hanyalah sebuah kawah raksasa.

Balairung utama.

Gudang harta.

Balai leluhur.

Lapangan latihan.

Seluruh lambang kejayaan Keluarga Han...

Lenyap tanpa jejak.

Bahkan...

Han Zhentian, para tetua, pasukan elit, dan seluruh anggota inti keluarga yang memilih tetap melawan...

Telah menghilang bersama kepalan itu.

Sementara para pelayan, pengurus, koki, wanita, anak-anak, dan semua orang yang telah mundur sebelumnya...

Masih berdiri dengan tubuh gemetar.

Mereka selamat.

Seorang pelayan tua perlahan berlutut.

Air matanya mengalir tanpa henti.

"Terima kasih..."

"Terima kasih, Senior..."

Suaranya bergetar.

Selama puluhan tahun...

Ia hidup di bawah bayang-bayang Keluarga Han.

Hari ini...

Belenggu itu akhirnya lenyap.

Melihat pelayan tua itu berlutut...

Para pelayan lain ikut berlutut.

Tak lama kemudian...

Puluhan orang bersujud ke arah Chu Xuan.

Tak seorang pun memohon balas dendam.

Tak seorang pun menangisi Han Zhentian.

Yang ada hanyalah rasa syukur karena mereka masih diberi kesempatan untuk hidup.

Di sisi lain...

Penduduk Kota Canglan yang menyaksikan dari kejauhan akhirnya tersadar.

"Ke... Keluarga Han..."

"Benar-benar musnah..."

"Hanya..."

"Hanya dengan satu tinju..."

Seorang kultivator tua menelan ludah.

"Aku telah hidup lebih dari seratus tahun..."

"Tetapi belum pernah melihat kekuatan seperti itu."

Yang lain mengangguk dengan wajah pucat.

"Mulai hari ini..."

"Tak akan ada lagi Keluarga Han."

Di langit...

Qin Xueyao masih menatap punggung gurunya.

Tangannya mengepal erat.

Matanya sedikit memerah.

"Guru..."

"Beliau mampu memusnahkan keluarga sebesar ini..."

"Tetapi tetap menyelamatkan orang-orang yang tidak bersalah..."

"Aku benar-benar tidak salah mengikutinya."

Rasa hormat di dalam hatinya tumbuh semakin dalam.

Ia diam-diam bersumpah.

"Suatu hari nanti..."

"Aku akan menjadi murid yang tidak mempermalukan nama Guru."

Tak jauh dari sana...

Penguasa Kota Canglan bersama istrinya juga menyaksikan semuanya.

Penguasa Kota menghela napas panjang.

"Senior..."

"Ternyata selama ini..."

"Aku masih meremehkan beliau."

Istrinya mengangguk perlahan.

"Orang sekuat itu..."

"Masih memiliki belas kasih kepada mereka yang tidak bersalah."

"Benar-benar luar biasa."

Mereka berdua kemudian membungkukkan badan ke arah Chu Xuan dari kejauhan.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Namun...

Avatar Chu Xuan tidak menanggapi.

Baginya...

Semua ini hanyalah urusan kecil.

Saat itulah...

Panel hitam muncul kembali di hadapannya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Sisa Durasi Avatar】

3 Menit

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan melirik sekilas.

"Tiga menit..."

"Cukup untuk pulang."

Ia menoleh kepada Qin Xueyao.

"Kita kembali."

"Baik, Guru."

Qin Xueyao segera mengikuti.

Kedua sosok itu perlahan melesat meninggalkan Kota Canglan.

Di bawah...

Ratusan ribu pasang mata terus memandangi sosok yang perlahan menghilang di balik awan.

Jubah putihnya berkibar tertiup angin.

Rambut putih panjangnya menari mengikuti embusan angin.

Sepasang mata emasnya memancarkan wibawa yang tak terlupakan.

Tak seorang pun berani mengejar.

Tak seorang pun berani menghalangi.

Sejak hari itu...

Seluruh Kota Canglan mengenangnya dengan satu julukan.

Senior Berjubah Putih Bermata Emas.

Sosok misterius berwajah tampan yang memusnahkan Keluarga Han.

Sosok yang hanya dengan satu tinju...

Menghapus keluarga terkuat di Kota Canglan dari sejarah.

Namun...

Tak seorang pun mengetahui nama maupun asal-usulnya.

Bagi mereka...

Ia adalah legenda yang datang tanpa jejak...

Dan pergi tanpa meninggalkan nama.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!