Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.
Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.
Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.
Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deklarasi Perang Internasional
Hari Minggu tiba dengan sisa-sisa bau mesiu yang masih terbawa angin masuk melalui ventilasi mansion. Hujan badai semalam telah berlalu, menyisakan tanah hutan pinus yang basah oleh lumpur dan darah para penyusup Acheron Group.
Di dalam ruang rapat utama yang dulunya merupakan paviliun kaca pengurungan kini telah diubah menjadi aula meja bundar atmosfer terasa begitu pekat oleh otoritas absolut yang baru.
Di kepala meja mahoni raksasa, Althea sedang duduk di atas kursi beludru merah tinggi layaknya takhta seorang penguasa.
Di sekeliling meja, ke tujuh pria Septem berdiri tegak, membentuk formasi proteksi yang tak tertembus.
Tepat di tengah meja, di atas sebuah nampan perak yang dingin, diletakkan sebuah gawai dekoder militer berlapis baja milik pemimpin penyusup Acheron yang dieksekusi oleh Jungkook semalam.
Layarnya masih menampilkan data koordinat markas pusat mereka di Jenewa, Swiss.
Kim Rm melangkah maju dari posisinya, mendekati takhta Althea. Ia menyesuaikan letak kacamata peraknya dengan satu jari, lalu meletakkan sebuah map kulit hitam yang tebal bertaraf diplomatik internasional di hadapan Althea.
Wajahnya yang tegas tidak lagi memancarkan arogansi hukum yang dulu digunakannya untuk menjerat identitas sipil Althea kini, mata Althea dipenuhi oleh kekaguman yang gila pada sang Ratu yang berhasil menggerakkan bidak-bidak caturnya dengan sempurna.
"Mereka telah melintasi batas fisik kita, Althea," suara bariton Rm bergema berat menembus dinding-dinding kaca paviliun.
"Tindakan Acheron semalam bukan lagi sekadar spionase korporat, melainkan sebuah deklarasi invasi terhadap kedaulatan Septem Foundation."
Rm membuka map tersebut, memperlihatkan selembar dokumen hukum tingkat tinggi dengan cap hologram emas dan tanda perwalian internasional yang sah.
"Dengan dokumen ini, jika kau menandatanganinya dengan namamu Althea Septem kita akan mengaktifkan Protokol Pembalasan Finansial global. Kita tidak hanya akan menuntut mereka di pengadilan hitam, tetapi kita akan membekukan seluruh aset perbankan, jalur logistik, dan investasi Acheron Group di Asia dan Eropa dalam waktu kurang dari satu jam."
Rm memajukan tubuhnya, menopang kedua tangannya di atas meja, menatap langsung ke dalam manik mata Althea dengan binar obsesi yang tajam.
"Dunia luar harus tahu apa yang terjadi jika mereka mencoba menyentuh milik kita. Berikan perintahmu, Ratu-ku."
Althea menatap dokumen di hadapannya dengan ketenangan yang mematikan. Ia mengambil pena emas yang disodorkan Rm pena yang sama yang setahun lalu digunakannya untuk menandatangi kematian sipilnya di bawah ancaman. Namun kali ini, jemarinya tidak lagi bergetar karena ketakutan.
*SREK.*
Dengan satu goresan tanda tangan yang tegas dan elegan, Althea menuliskan namanya di atas dokumen perang tersebut.
"Tolong hancurkan mereka hingga ke akarnya, Rm," ujar Althea, suaranya terdengar sangat dingin namun penuh dengan daya tekan yang mutlak.
"Jangan sisakan satu celah pun bagi mereka untuk melihat matahari esok hari."
Rm mengulas senyuman miring yang penuh kepuasan gila. Ia mengambil kembali dokumen itu, lalu membungkuk hormat di hadapan Althea.
"Sesuai perintahmu. Perang terbuka berskala global telah dimulai."
Di sekeliling meja, V tertawa rendah dengan kegilaan estetikanya yang tersulut, sementara Jimin menyilangkan kakinya dengan senyuman rubahnya yang siap mencabik faksi oposisi di ranah politik.
Serigala serigala Septem kini telah mendapatkan legitimasi hukum dari sang Ratu untuk melancarkan pembantaian terbesar dalam sejarah mereka.
---
Bersambung~