NovelToon NovelToon
Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: RosaSantika

Lima tahun yang lalu, akibat satu malam penuh kesalahpahaman yang dijebak oleh orang lain, Alana Kirana menyerahkan kesuciannya kepada Devran Adhitama, seorang CEO muda yang dingin dan berkuasa. Takut dituduh sebagai wanita penghibur, Alana melarikan diri ke luar negeri dalam kondisi mengandung. Kini, Alana kembali sebagai desainer interior berbakat demi membiayai pengobatan putranya yang genius namun sakit-sakitan, Leo. Saat Devran menyewa jasanya, pria itu tidak tahu bahwa bocah berwajah sangat mirip dengannya yang sering menyelinap ke kantornya adalah darah dagingnya sendiri. Di tengah intrik mantan kekasih Devran dan rahasia masa lalu, cinta lama yang sempat padam kembali membara dengan taruhan rahasia besar yang siap meledak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RosaSantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

"Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku, Alana?! Kenapa?!"

Suara Devran menggelegar menembus keheningan ruang kerja pribadinya. Tangan kekarnya mencengkeram pinggiran meja kayu jati hingga urat-urat di lengannya menonjol tegang.

Matanya yang merah menatap nanar baris demi baris rekam medis di halaman ketiga yang baru saja ia balik dengan sentakan kasar.

Alana masih menyembunyikan wajahnya di atas meja, bahunya berguncang hebat oleh tangis yang tak kunjung reda.

 "U..Untuk apa saya memberi tahu Anda? Apa peduli Anda pada anak yang bahkan tidak Anda ketahui keberadaannya selama lima tahun ini?!"

"Dia anakku! Darah dagingku!" bentak Devran, napasnya memburu saat membaca kalimat tebal yang dicetak oleh laboratorium rumah sakit.

 "Di sini tertulis jelas. Leo membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang secepatnya sebelum sel-sel abnormal itu menyerang sistem imunnya secara permanen! Kamu mau membiarkannya mati di Swiss sendirian?!"

"Saya tidak pernah membiarkannya mati!" Alana mendadak menegakkan tubuhnya, menatap Devran dengan mata sembap yang memancarkan kemarahan luar biasa.

"Saya bekerja siang dan malam di Zurich, mengumpulkan setiap franc untuk biaya pengobatannya! Tim dokter di Swiss sedang mencari donor yang cocok di seluruh Eropa, Devran! Saya berjuang sendirian sementara Anda duduk nyaman di kursi mewah ini!"

"Tapi kamu tidak menemukan donor itu, kan?!" tembak Devran telak, membuat Alana seketika terbungkam dengan bibir yang bergetar.

 "Jika kamu menemukannya, kamu tidak akan membawa Leo kembali ke Indonesia, Alana. Kamu kembali karena putus asa!"

Alana memejamkan matanya rapat-rapat, air matanya kembali meluncur deras. Keangkuhannya sebagai arsitek hebat seketika menguap, menyisakan kerapuhan seorang ibu yang sedang berada di ambang kehancuran.

"Y-Ya... bank donor di Eropa tidak memiliki sampel yang cocok. Jaringan sel Leo terlalu spesifik. Dokter bilang... kemungkinan terbesar hanya ada pada keluarga sedarah. Tapi saya yatim piatu, Devran. Saya tidak punya siapa-siapa lagi untuk dimintai bantuan."

"Kamu punya aku, Alana! Aku ayahnya!" Devran berteriak, frustrasi dengan jalan pikiran wanita di depannya yang begitu keras kepala mengesampingkan keberadaannya.

"Anda tidak mengerti medis, Devran!" Alana membalas bentakan itu dengan suara yang serak.

"Penyakit ini sangat rumit! Bukan hanya masalah kecocokan jaringan, tapi golongan darah Leo... golongan darah anak saya..."

"Ada apa dengan golongan darahnya?" Devran menyipitkan mata, langsung menyambar berkas itu lagi untuk mencari data hematologi Leo.

Reno yang sejak tadi berdiri mematung di dekat pintu akhirnya melangkah maju satu langkah, memberanikan diri untuk memotong perdebatan panas kedua orang di depannya.

"Maaf, Tuan Besar, Ibu Alana. Jika Anda membaca bagian bawah infografis darah di lembar ketiga, itulah alasan mengapa Ibu Alana mengalami kesulitan luar biasa di Eropa."

Devran dengan cepat membalik halaman kertas tersebut. Begitu matanya menemukan kolom bertuliskan Blood Type & Rhesus Phenotype, gerakan tangan Devran mendadak terkunci. Sepasang mata elangnya melebar sempurna.

"G-Golongan darah O... dengan Rhesus negatif?" gumam Devran, suaranya mendadak melunak, sarat akan rasa syok yang tak terbendung.

"Benar, Tuan Besar," sahut Reno dengan anggukan tegas, wajahnya memancarkan seberkas cahaya harapan yang sangat terang di tengah kegelapan medis ini.

 "Golongan darah Rhesus negatif hanya dimiliki oleh kurang dari satu persen populasi di Asia, dan sangat jarang ditemukan di bank darah dunia dalam kondisi segar untuk kebutuhan operasi besar seperti transplantasi sumsum tulang."

Alana menundukkan kepalanya, meremas ujung blazernya dengan putus asa. "Di Swiss pun, varian jaringan O-Negatif milik Leo dianggap sebagai salah satu yang paling langka. Itulah kenapa saya menyerah mencari donor asing. Peluangnya satu banding sejuta, Devran."

"Satu banding sejuta untuk orang lain, Alana," potong Devran, suaranya mendadak berubah menjadi sangat tenang, namun getaran emosi yang luar biasa besar terdengar jelas di dalamnya.

 Pria itu perlahan meletakkan berkas medis tersebut, lalu menatap Alana dengan sebuah senyuman tipis yang aneh, perpaduan antara rasa takjub pada takdir dan otoritas yang mutlak. "Tapi tidak untuk anakku."

Alana mengernyitkan dahi, menatap Devran dengan bingung dari balik sisa air matanya. "Apa maksud Anda?"

Devran tidak menjawab Alana. Ia justru menoleh ke arah asisten pribadinya.

 "Reno, panggil Dr. Gunawan dari Rumah Sakit Pusat Adhitama sekarang juga. Suruh dia menyiapkan ruang operasi steril dan tim transplantasi terbaik malam ini."

"Baik, Tuan Besar. Segera saya hubungkan," jawab Reno sigap, tangannya langsung bergerak cepat di atas layar ponselnya.

"Tunggu! Devran, apa yang mau Anda lakukan?!" Alana bangkit berdiri dari kursinya, menatap Devran dengan kepanikan yang baru.

"Jangan bertindak gila! Anda tidak bisa sembarangan membawa Leo ke rumah sakit tanpa persetujuan saya sebagai ibunya!"

Devran melangkah mendekati Alana, memotong jarak di antara mereka hingga Alana terpaksa mendongak.

Kali ini, tidak ada kilat kemarahan di mata Devran, yang ada hanyalah binar keyakinan yang tak terpatahkan. Pria itu meraih kedua bahu Alana dengan genggaman yang hangat dan protektif.

"Tatap aku, Alana," perintah Devran lembut namun tegas.

"Lepaskan saya, Devran! Jangan mengalihkan pembicaraan.."

"Aku bilang tatap aku, Alana Kirana!" tekan Devran, memaksa mata hazel Alana mengunci pandangannya.

"Kamu bilang peluang Leo satu banding sejuta karena golongan darahnya yang langka, kan? Kamu bilang kamu tidak punya keluarga sedarah yang bisa mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk putra kita?"

"Y-Ya... lalu kenapa?" Alana terbata-bata, jantungnya berdegup kencang melihat intensitas di wajah Devran.

"Golongan darahku adalah O dengan Rhesus negatif, Alana," ucap Devran dengan penekanan di setiap katanya, membuat seluruh ruangan kerja itu mendadak terasa seperti kehilangan gravitasi bagi Alana.

Alana membelalakkan matanya, napasnya seolah terhenti di tenggorokan. "A-Apa...? Anda... Anda bercanda, kan?"

"Aku tidak pernah bercanda tentang nyawa ibuku lima belas tahun lalu, dan aku tidak akan pernah bercanda tentang nyawa putraku hari ini!" seru Devran, suaranya bergetar hebat oleh rasa syukur yang luar biasa kepada Tuhan yang telah mengatur takdir ini dengan begitu sempurna.

 "Penyakit genetik yang diderita Leo... itu adalah warisan dari garis keturunan ibuku. Dan golongan darah langka yang dia miliki... itu adalah cetakan murni dari sistem biologisku! Akulah donor yang selama lima tahun ini kamu cari ke seluruh penjuru Eropa, Alana!"

Alana menggelengkan kepalanya perlahan, tubuhnya mendadak lemas hingga ia hampir terjatuh jika saja lengan kekar Devran tidak dengan cepat menangkap pinggangnya dan menahan tubuhnya agar tetap tegak.

"T-Tidak mungkin. Bagaimana bisa kebetulan ini..." bisik Alana, air matanya kembali menetes, namun kali ini bukan karena rasa sakit, melainkan karena rasa syok yang teramat sangat atas keajaiban yang tiba-tiba runtuh di hadapannya.

"Ini bukan kebetulan, Alana. Ini adalah cara takdir menampar kita berdua agar berhenti berlari satu sama lain," bisik Devran di depan wajah Alana, napas hangatnya menyentuh kulit pipi Alana yang basah.

"Kamu mencoba menjauhkan Leo dariku, membawa darah dagingku ke ujung dunia, tapi pada akhirnya, hanya darahku yang bisa menyelamatkan hidupnya. Hanya aku, ayahnya, yang bisa memberikan dia masa depan."

Alana mencengkeram kemeja kerja Devran dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu karena tidak sanggup lagi menahan gemuruh di hatinya. Semua tembok pertahanan, kebencian, dan ego yang ia bangun selama lima tahun di Swiss runtuh total di hadapan satu fakta medis ini.

Jika demi keselamatan Leo, jika demi kesembuhan putranya, ia bersedia menyerahkan seluruh sisa harga dirinya ke tangan pria tirani ini.

"Selamatkan Leo, Devran... Saya mohon..." tangis Alana pecah di dada Devran, suaranya terdengar sangat memilukan.

 "Ambil apa saja dari tubuh saya, ambil hidup saya, tapi tolong selamatkan anak kita..."

Devran mempererat dekapannya, mengecup puncak kepala Alana dengan penuh perasaan sayang dan proteksi yang mutlak.

 "Aku akan menyerahkan seluruh nyawaku untuknya, Alana. Dan setelah dia sembuh... aku pastikan kamu dan Leo tidak akan pernah bisa melangkah satu jengkal pun keluar dari sisiku seumur hidup kalian."

1
Rosa Santika
makasih kk
Icha Kolin
sangat bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!