Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.
Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.
Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Anak kucing.
Zayn masih mempertahankan senyum nya.
"Kamu memang bukan perempuan yang paham agama Agatha. maka bersandinglah dengan saya, saya akan mengajarkan kamu seluruh ilmu agama yang saya miliki dan menjadikan mu perempuan yang paham agama. perihal kenapa saya bisa yakin pada kamu, karna saya yakin kamu bisa diajak menuju sampai jannah. saya butuh istri yang sami'na wa athona. "
Agatha mengangguk. bagaimana ia tidak luluh dengan Zayn? dari jawabannya saja penuh keyakinan.
"Seperti yang Gus tahu, saya bukan perempuan yang baik saya suka bikin ulah dan lagi suka bikin orang lain naik darah, katanya. apakah Gus Zayn bisa sabar menghadapi Agatha? "
Zayn mengangguk dan tersenyum. "Dalam keadaan apapun kamu, saya akan terus berada di sisimu selama Allah mengizinkan. "
"Sekali seumur itu lama Gus? "
"Saya sudah siap mental Agatha. saya memilih kamu berarti saya siap dengan segala konsekuensi nya. masih ada yang ingin di tanyakan? "
Agatha mengangguk. "Masih Gus. Apakah Gus mengizinkan saya jika saya ingin untuk melanjutkan pendidikan? "
"Tentu saja Agatha. malah saya senang jika istri saya nanti menempuh pendidikan tinggi. mau S1, S2 atau bahkan sampai S3. saya akan mendukung kamu, selama kamu menjalankan kewajiban kamu sebagai istri dan memenuhi hak saya sebagai suami kamu. saya akan mendukung kamu sebab kamulah nantinya Madrasah pertama bagi anak-anak saya."
Jawaban yang berkelas. Baru kali ini Agatha mendengar ada perempuan yang diizinkan untuk menempuh pendidikan tinggi. biasanya lelaki yang mapan malah ingin istrinya hanya berdiam diri di dalam rumah.
"Sudah bisa dijawab pinangan saya? " tanya Zayn saat melihat Agatha hanya terdiam.
"Bagaimana nak? " tanya Abah.
Agatha menoleh pada mamahnya, dia sudah mantap mendengar semua jawaban Zayn atas pertanyaannya. membuat ketulusa Zayn membuat Agatha semakin mantap dengan jawabannya nanti.
"Sayang! itu ditunggu jawabannya. jika kamu menunggu mamah yang menjawab pasti kamu sudah tahu jawabannya. tapi mamah kembalikan lagi pada kamu, sebab yang akan menikah membangun rumah tangga nantinya adalah kamu. "
"Iya mah! " Agatha mengangguk paham. "Bismillahirrahmanirrahim." gumam Agatha.
Mela yang melihat kebawah ada air yang baru saja jatuh menyentuh lengan sahabatnya.
"Lo nangis ta? " bisik Mela.
Agatha hanya menggeleng singkat. lalu melihat Zayn yang terlihat khawatir dengan jawabannya.
Agatha menarik nafas dalam sebelum ia hembuskan perlahan. "Bismillahirrahmanirrahim. sebelumnya terimakasih Gus Zayn sudah mau datang, dan membuat saya yakin bahwa Gus Zayn adalah lelaki yang berbeda dengan lelaki lain yang hanya berani mengajak saya pacaran. "
Jeda Agatha sebelum melanjutkan ia menutup matanya sebentar.
DEG!
Jantung Zayn berdetak lebih cepat menunggu jawaban Agatha, bahkan bukan cuma Zayn saja hampir yang berada di sana semua ikut dag dig dug der.
"Saya terima pinangan dari Gus Zayn! "
"Alhamdulillah! " kompak semua yang mendengar jawaban dari Agatha dan tersenyum bahagia.
••••••••
Agatha tersenyum menyalami tangan Hamdan dan Farah dengan takzim.
"Ummi dan Abah hati-hati ya! " pesan Agatha saat Farah mencium pipi kanan dan kiri Agatha.
"Iya sayang. terimakasih sudah mau menerima pinangan anak Ummi. " ucap Farah setelah mencium pipi Agatha yang sudah menerima lamaran anak sulungnya.
"Ummi pamit ya. "
Agatha mengangguk melihat Farah dan Hamdan terlebih dahulu masuk kedalam mobil. kemudian ia beralih melihat Zayn yang masih tersenyum.
"Kok gua kaya gak asing sama lelaki itu Gus? " tanya Agatha saat melihat Ali yang baru saja masuk kedalam mobil.
"Dia yang bareng saya saat menemukan kamu yang lagi di atas pohon. " jawab Zayn, Agatha mengingatnya ia yang bersama Zayn waktu ia melihat setelah turun dari gendongan Zayn waktu jatuh dari atas pohon.
"Saya pamit pulang ya, nanti saya akan datang kesini lagi saat akan menikahi mu. "ucap Zayn dengan nada pela.
"Iya Gus, Hati-hati. "
semuanya berpamitan terkecuali Zayn yang masih tersenyum dalam mobil. setelah dua mobil pergi dari halaman rumah Agatha melihat Mamah dan pamannya.
Agatha menyentuh buket bunga lalu tersenyum. dan menghampiri Mela yang terduduk di teras rumah.
"MELA! GUE DIPINGAN SAMA ORANG WUAHH! " pekik Agatha senang sambil memeluk sahabatnya.
Mela setelah melepas tangannya yang sempat ia taruh telapak tangan nya di kuping kini membalas memeluk sahabatnya itu.
"Sahabat gue bentar lagi bakal jadi bini orang. " katanya.
•••••
Agatha melemamun sambil menatap bayangannya di cermin, ia masih memikirkan acara selanjutnya, ia akan menikah dalam waktu satu bulan.
"Kalau gitu bagaimana langsung kita bikin tanggal pernikahan nya? " tanya Abah.
Agatha membulatkan matanya ia terkejut saat mendengar ucapan Hamdan apa nikah cepat?.
"Secepat itu ya Bah? " tanya Sadiah.
Hamdan mengangguk, "Iya, jangan lama-lama , saya takutnya ini anak saya tidak bisa menahan diri dan yang ada selalu berbuat dosa (berzina mata). lebih cepat lebih baik. kalau sudah halal mereka juga yang enak! "
"Tapi bah, apa engga terlalu cepat? " tanya Agatha.
"Kenapa? kalau kelamaan nya apa mau minggu depan kalian akan menikah! "
Agatha menggelengkan kepalanya tidak dia belum siap untuk menikah ia pikir hanya lamaran saja nikah nya nanti setelah beberapa bulan setelah ia siap.
setelah sadar ia melihat pantulan nya di cermin.
"Secantik itu apa gue dimata Zayn sampai ia jatuh hati sama gue! " jeda tiga detik, "Gua emang cantik si! " lanjutnya sambil tersenyum.
"Senyum sendiri gila lo? " tanya Mela yang baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat Agatha senyam-senyum sendiri depan cermin.
"Iya gimana gua gak gila, lo pikirin aja gua sebulan lagi bakal nikah coy. "
"Yaudah si itu enak, bisa langsung bikin anak! " ucapnya yang langsung dapat tatapan tajam dari Agatha.
"Gua belum kepikiran kesitu Mel. gua cuma belum siap aja. "
"Jangan lama-lama Agatha, Gus Zayn itu tampan, mapan tahu agama lagi. kapan lagi dapat yang seperti itu, nanti kalau kelamaan ia jenuh tarus memutuskan pertanian kalian dia lebih milih cari yang lain gimana?
" Atau kalau lo gak mau buat gue aja! " lanjutnya yang langsung di timpuk pakai tutup lipbalm miliknya.
••••••
Agatha dan Mela pamit kepada Saidah, Mela harus balik kerumahnya karna mendengar perkataan Saidah sebagaimana pun orang tua kita terhadap kita dia adalah orang tua kita.
Allah tidak pernah mengajarkan kita untuk membantah orang tua, jangan kan berkata kasar, membentak atau mengucapkan kata-kata keluhan sekecil "Ah" atau Huff" kepada orang tua, Allah SWT. melarangnya.
ditegaskan dalam Q.S. Al-Isra ayat 23. dimana Allah SWT. memerintahkan untuk senantiasa berbicara menggunakan tutur kata yang baik penuh penghormatan.
Mela juga merindukan kedua orang tuanya, dia tidak pernah membenci orang tuanya hanya saja ia sedikit kecewa pada kedua orang nya yang selalu mementingkan pekerjaan nya di banding anak.
Dan Agatha juga ingin melihat kondisi apartemen nya selama ia tinggalin beberapa lama ini.
Ia membuka pintu apartemen nya, Agatha sempat menawarkan Mela untuk mampir tapi gadis itu menolak dan katanya ia sudah merindukan bundanya.
"Assalamu'alaikum! " salah Agatha saat masuk kedalam apartemen.
Gadis itu melihat ke sekeliling. dan menaruh tasnya di dalam kamar lalu mengganti pakaian nya dengan pakaian santai tanpa jilbab.
ia membersihkan rumah dengan menyapu, mengepel dan mengelap.
setelah beberapa jam akhirnya sudah selesai ia mendudukkan dirinya di atas sofa sambil menyalakan televisi.
"Pegel banget ternyata beberes segitu juga. " ucapnya sambil merebahkan tubuhnya.
"Gimana kalau gue punya anak kali ya, yang ada rumah kaya kapal pecah mulu. " gumamnya. lalu ia menggelengkan kepalanya.
Agatha memainkan darinya yang tersemat kami cicin di jari manisnya. "dalam waktu sebulan bentar lagi gua jadi istri orang. "
Ia tak bisa bayangkan bagaimana jadi istri dari Gus yang pernah ia sholawatkan dengan minta fotocopyan nya ternyata malah di kasih aslinya. Subhanallah sekali bukan?
"Apa bisa gue jadi istri yang baik, sedangkan sikap gua astaghfirullah banget. "
Disisi lain Zayn telah mengantarkan Ummi dan Abahnya kemari, dan Zayn kembali karna ada panggilan kajian dua tempat dalam dua hari.
"Gus, kita ke langsung ketempat acaranya? " tanya Ali yang masih ikut dengan Zayn.
"Ia Li, biar cepet selesai. biar bisa cepet istirahat juga. " jawab Zayn sambil menatap foto yang berada di ponselnya memperlihatkan foto kemarin saat ia meminang seorang perempuan.
Ali melirik sekilas dan melihat apa yang Gusnya itu lihat, lalu tersenyum. "Jangan dilihat mulu Gus. " ucap Ali membuat sangat empu terkejut dan mematikan ponselnya.
"Astaghfirullah! bentar lagi saya bakal jadi seorang suami Li. " kata Zayn dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Iya Gus, semoga lancar sampai hari H. " Kata Ali dan Zayn meng'amin'kan.
•••••
Jam menunjukan pukul 9 malam, Agatha masih berada diluar rumah kini gadis itu sedang berjalan dengan membawa sekanton plastik yang berisi beberapa barang ia baru saja ia beli di warung sebrang sana.
saat sedang asik berjalan dengan bersenandung ia tak sengaja melihat anak kucing yang berada di tengah jalan. awalnya biasa saja sampai fokusnya teralihkan dengan sebuah motor yang melakukan dengan kecepatan sedang.
penglihatan nya tertuju pada satu titik anak kucing itu masih terdiam di tempat, dan sedangkan penghuni motor itu sedang asik mengobrol tanpa sadar di depannya ada anak kucing.
Agatha berlari dan mengambil anak kucing itu agar tidak tertabrak pengendara. sayang sangat di sayangkan setelah mendapatkan anak kucing di pelukannya dengan cepat motor itu menabrak nya dengan cukup kuat hingga membuat gadis itu terjatuh dengan pala yang terbentur pembatas jalan dan plastik yang ia pegang terlempar entah kemana.
pengendara motor itu turun dan melihat kondisi seseorang yang sudah tidak sadarkan diri. ia bingung harus gimana kalau kabur pasti lebih rumit dan kalau tidak ia juga takut.
tapi mereka memilih tetap kabur sebelum ada orang yang lihat.
sampai sesaat ada mobil yang berhenti tak jauh dari mereka. "Ada apa Li? " tanya seseorang yang duduk di sampingnya.
"Itu Gus saya ada yang tergeletak di jalan, kayanya perempuan. "
Lelaki itu keluar dari mobil dan terkejut saat melihat sosok perempuan yang sudah tidak sadarkan diri dengan masih memeluk anak kucing.
"Gus? I-itu calon istri ente Gus. " kata Ali saat melihat seseorang yang tertabrak.
•
•
•
Jangan lupa like and comment.
biar Author tambah semangat nulisnya.
Bye bye bye..