"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.
Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】
Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.
Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Srak... srak... srak...
Di gerbang sebuah sekte yang hampir mati, seorang pemuda tampan mengayunkan sapu bambu dengan tenang.
Tidak ada yang tahu bahwa pemuda berpakaian abu-abu lusuh itu, enam bulan yang lalu, adalah seorang Pangeran Kekaisaran.
Namanya Lin Chen.
Dan hari ini, sesuatu akan berubah.
Matahari baru saja menembus kabut tebal pegunungan, menyinari gerbang batu Sekte Pedang Taixuan yang retak dan ditumbuhi lumut. Bagi orang lain, pemandangan ini adalah lambang kejatuhan—sekte nomor satu di dunia yang kini tak lebih dari reruntuhan terlupakan.
Bagi Lin Chen, ini adalah surga.
"satu bulan," batinnya sambil melirik jam pasir virtual yang berputar di dalam kesadarannya. Butiran terakhirnya baru saja jatuh ke bawah.
Sebuah cahaya keemasan menyala.
[DING!] ⟨ Waktu pendinginan 30 hari telah selesai ⟩ ⟨ Fungsi 'Check-In Jejak Kuno' siap digunakan ⟩ ⚠ Peringatan: Host hanya dapat check-in SATU kali per 30 hari. ⚠ Kegagalan atau pembatalan akan mengharuskan menunggu satu bulan penuh. ⟨ Pilih tempat dengan jejak sejarah purba terkuat untuk memaksimalkan hadiah ⟩
Lin Chen menghentikan sapunya. Senyuman tipis muncul di sudut bibirnya.
"Satu bulan sekali... benar-benar menguji kesabaran."
Tapi dia tidak menyesal.
Selama enam bulan ini, dia bukan sekadar menyapu. Setiap sudut sekte sudah dia petakan, setiap titik bersejarah sudah dia analisis. Dia tahu persis di mana energi purba paling murni berkumpul—dan hari ini, targetnya adalah tempat itu.
Gerbang Batas Taixuan.
Menurut catatan rahasia yang dia temukan di perpustakaan usang sekte, di sinilah sepuluh ribu tahun yang lalu, Dewa Pedang Pertama Taixuan berdiri sendirian. Dengan satu tebasan pedang, seratus ribu pasukan iblis hancur menjadi abu—sebelum sang Dewa naik ke alam yang lebih tinggi, meninggalkan niat pedangnya untuk selama-lamanya terukir di batu ini.
Lin Chen meletakkan sapu bambunya. Perlahan, dia menempelkan telapak tangannya ke pilar gerbang yang terkikis cuaca.
Dingin. Kuno. Dan hidup.
Getaran samar mengalir dari batu itu ke telapak tangannya—sisa niat pedang yang tak pernah benar-benar padam meski sudah sepuluh ribu tahun berlalu.
"Di sini," ucap Lin Chen tegas dalam hatinya. "Sistem. Check-in."
[DING!] ⟨ Memproses check-in di: GERBANG BATAS TAIXUAN ⟩ ⟨ Tingkat kepurbaan: ★★★★★ SANGAT TINGGI ⟩ ⟨ Warisan terdeteksi: Dewa Pedang Pertama Taixuan ⟩ ⟨ Menghitung hadiah... ⟩
...
[DING! DING! DING!] SELAMAT! HADIAH TINGKAT LEGENDA DIPEROLEH!
'TUBUH PEDANG KEKACAUAN PRIMITIF' (Chaos Sword Physique — Fisik Legendaris Tingkat Puncak)
'LANGKAH BAYANGAN SEMBILAN SURGA' (Teknik Gerakan Tingkat Suci)
BOOM.
Sebuah energi abu-abu keemasan meledak di dalam kesadaran Lin Chen.
Tidak ada riak di dunia luar. Tidak ada angin, tidak ada cahaya, tidak ada suara. Sistem menyembunyikan segalanya dengan sempurna—dari luar, Lin Chen tetaplah pelayan biasa yang berdiri diam di depan gerbang tua.
Tapi di dalamnya?
Tulang rohnya yang selama ini hitam, layu, dan tak berguna—hancur.
Dibangun kembali. Kristal abu-abu yang memancarkan aura penciptaan dunia tumbuh menggantikannya, satu demi satu, seperti kelahiran kembali yang sesungguhnya. Darahnya mengalir deras, berubah menjadi jutaan pecahan niat pedang mikro yang bergerak seperti sungai yang hidup.
Dantiannya yang semula bocor dan tak bisa menampung Qi...
Kini terbuka luas seperti samudra tanpa dasar.
Energi spiritual dari seluruh penjuru langsung tersedot masuk.
Ranah Pengumpulan Qi — Tingkat 1... Tingkat 5... Tingkat 9...
KRAK! Belenggu pertama hancur.
Ranah Fondasi — Tingkat 1... Tingkat 3... Tingkat 6...
Berhenti.
Stabil di Ranah Fondasi Tingkat 6.
Lin Chen membuka matanya.
Sepasang mata yang semula biasa kini menyimpan kedalaman yang tak terdefinisi—selembut air di permukaan, setajam pedang di bawahnya.
Dia mengepalkan tangannya perlahan. Kekuatan spiritual bergejolak di setiap sel tubuhnya, namun patuh seperti anjing setia yang menunggu perintah.
"Ranah Fondasi Tingkat 6..." batinnya sambil menghembuskan napas panjang. "Murid jenius nomor satu sekte ini butuh delapan tahun untuk menyentuh level ini."
"Aku? Satu kali check-in."
Dia memungut kembali sapu bambunya.
Wajahnya kembali tenang—ramah, sederhana, tidak ada yang istimewa. Persis seperti pelayan yang seharusnya.
"Sekarang kultivasiku cukup untuk mempelajari teknik dasar sekte secara mandiri," pikirnya sambil berjalan santai. "Tapi untuk bulan depan..."
Pandangannya melayang ke arah gunung yang tertutup kabut di belakang sekte.
Di sana, tersembunyi sebuah tempat yang bahkan para tetua sekte jarang berani masuki.
"...Paviliun Kitab Suci lantai tiga. Tempat meditasi Patriark Kelima."
"Harusnya menarik."
Dengan langkah santai, pangeran yang menyamar sebagai tukang sapu itu menghilang di balik kabut pagi—membawa kekuatan yang bisa mengguncang kekaisaran, tersembunyi di balik sapu bambu yang paling biasa.
Di suatu tempat di Kekaisaran Shenghuang, seseorang menerima laporan bahwa Pangeran Kesembilan masih hidup—dan tampak... baik-baik saja.