NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8 Kemarahan Daren

"Daren. Sekarang juga kamu ke sini, Nenek tunggu kamu," telepon itu langsung di tutup begitu saja oleh Nenek Lusi sebelum Daren memberikan jawaban.

"Kenapa sih tiba-tiba saja Nenek menyuruh aku ke rumahnya," Daren mengerutkan keningnya sambil memutar-mutar pulpen yang dia pegang dengan jarinya.

Dan setelah itu Daren beranjak dari kursi kerjanya, Dia meraih jasnya yang dia sampirkan di punggung kursi kerjanya itu, Kemudian dia pun berjalan keluar dari ruangannya.

"Pak Daren mau ke mana?" tanya sekertaris Daren saat melihat bos nya itu mau pergi.

"Aku ada urusan sebentar, kalau ada yang cari aku, Bilang aja besok suruh kembali lagi," pesan Daren pada sekertaris nya itu.

"Baik pak," ucap sekretaris itu.

Daren melangkah menuju ke basement tempat mobilnya di parkir di sana. Tak lama kemudian Daren sudah keluar dari area basement itu dan meluncur dengan cepat menuju kediaman Nenek Lusi sang pemegang tampuk kekuasaan di keluarga Wijaya.

Mobil mewah Daren sudah tiba di depan kediaman Nenek Lusi dan terlihat seorang satpam yang berjalan keluar dari pos nya ke arah pintu gerbang yang menjulang tinggi, Satpam itu kemudian membukakan pintu gebang untuk Daren, satpam itu menganggukkan kepalanya dengan hormat saat mobil Daren memasuki halaman kediaman Nenek Lusi.

Setelah memarkir mobilnya di garasi yang terletak di samping rumah utama itu, Daren pun keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah utama.

Seorang pelayan yang melihat Daren datang dengan sigap langsung membukakan pintu utama itu untuk Daren. Daren segera masuk ke dalam dan berjalan menyusuri ruang tamu menuju ke ruang pribadi Neneknya.

Daren langsung menerobos masuk ke dalam ruang pribadi Nenek Lusi tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.

"Nek, kenapa Nenek memanggilku mendadak?" tanya Daren setelah berdiri di hadapan Nenek Lusi yang sedang minum secangkir teh panas itu.

"Duduk!"perintah Nenek Lusi dengan tegas pada Daren.

"Aku tidak punya banyak waktu Nek, Nenek langsung saja mau bicara apa,"nada suara Daren mulai agak meninggi membuat Nenek Lusi makin kesal padanya.

"Duduk Daren!" Nenek Lusi juga makin meninggikan suaranya karena Daren tidak menuruti perintahnya sejak tadi.

Daren menghempaskan tubuhnya di atas kursi sofa yang ada di hadapan Nenek Lusi dengan wajah kesal.

"Apa yang sudah kamu dan Elsa lakukan pada Nadia semalam di acara pameran kuliner itu?" Nenek menatap Daren tak berkedip.

"Maksudnya apa sih Nek, Aku gak ngerti," ucap Daren berlagak jadi orang bodoh di hadapan Neneknya.

"Jangan berpura-pura gak tahu Daren, Dari awal Nenek sudah bisa membaca niat jahat Elsa dan kamu pada Nadia dan terbukti juga semalam Elsa membuat Nadia malu di hadapan para tamu elit bisnis, Elsa sengaja tidak memberitahu Nadia tentang tema gaunnya malam itu dan yang lebih parah lagi kalian sengaja melukai Nadia dengan menumpahkan kuah sup panas ke lengan Nadia dan kamu tahu akibatnya, Sekarang lengan Nadia melepuh akibat luka bakar sup panas itu, Daren...Daren...di mana otak kamu? kenapa kamu bisa sejahat itu pada Nadia? Nenek tidak pernah mendidik kamu untuk menjadi orang jahat, Daren!"

Daren sedikit tersentak setelah mendengar perkataan Nenek Lusi, Daren tidak mengira kalau Neneknya mengetahui apa yang semalam Elsa lakukan pada Nadia.

"Kenapa Nenek bisa tahu? Jangan-jangan perempuan kampung itu yang mengadu pada Nenek, Dasar perempuan brengsek,"umpat Daren dalam hatinya.

Nenek Lusi memberikan konfrontasi yang sangat dingin tapi mematikan.Nenek memperingatkan Daren yang membuat hati Daren makin benci pada Nadia.

"Jika satu helai rambut Nadia terluka lagi karena wanitamu itu, Nenek akan pastikan seluruh saham Wijaya Group dialihkan atas nama Nadia sebelum pertunangan kalian dimulai," ucap Nenek Lusi dengan wajah serius.

Daren keluar dari ruangan pribadi Nenek Lusi dengan frustasi, Dia terlihat sangat marah sekali dan mengira kalau semua ini akibat Nadia yang mengadu pada Neneknya.

Dengan napas yang memburu karena amarah Daren berjalan menuju ke kamar paviliun, kamar Nadia.

Sesampainya di depan kamar, Daren mengetuk pintu kamar Nadia dengan kasar dan sesaat kemudian terlihat Nadia membukakan pintu kamar itu dan dengan emosi Daren mencengkeram lengan kanan Nadia yang masih terluka dan mendorongnya masuk ke dalam kamar, Daren menatap Nadia dengan penuh kebencian yang teramat sangat.

"Dasar kamu ya, perempuan brengsek tidak tahu di untung.Kamu sengaja mengadu pada Nenek tentang kejadian semalam itu sampai akhirnya Nenek marah besar padaku, pandai sekali kamu berakting di hadapan Nenek dengan berpura-pura menjadi korban yang tersakiti demi untuk memeras harta keluarga Wijaya hah!" bentak Daren pada Nadia dengan pandangan yang sangat tajam dan penuh amarah menatap Nadia.

Meski kesakitan karena cengkeraman Daren di lukanya, Nadia menatap lurus ke mata Daren tanpa berkedip dan berkata, "Tuan Daren, Anda boleh membenci saya, tetapi jangan pernah menghina harga diri saya, saya tidak pernah mengadu pada Nenek tentang kejadian semalam itu, saya tidak sepicik seperti yang tuan Daren tuduhkan pada saya, sepeserpun saya tidak berniat untuk mengincar harta keluarga Wijaya, saya memang dari kelurga miskin tapi saya cukup tahu diri meskipun Nenek Lusi sudah menolong saya dan menganggap saya seperti anaknya sendiri."

Daren terdiam sejenak setelah mendengarkan penjelasan Nadia tapi emosinya lebih besar mengalahkan sisi lembutnya.

"Omong kosong! Nenek tahu dari siapa lagi kalau bukan dari kamu hah! Dasar perempuan kampung!" Daren mencengkeram erat lengan kanan Nadia yang terluka itu.

Nadia meringis merasakan sakit yang teramat sangat tapi dia berusaha menahan rasa sakit itu sambil berusaha menghempaskan tangan Daren "Terserah Tuan Daren mau percaya atau tidak yang penting saya sudah berkata jujur," Nadia menatap mata Daren dalam.

"Bukan Nadia yang mengadu pada Nenek!" tiba-tiba saja terdengar suara Nenek Lusi yang sudah berdiri di ambang pintu kamar paviliun Nadia.

Daren tersentak kaget melihat kemunculan Nenek Lusi yang secara tiba-tiba itu, begitu juga dengan Nadia,Dia juga terkejut saat Nenek Lusi masuk ke dalam kamarnya itu.

"Dengar Daren, Nadia tidak seperti apa yang kamu tuduhkan itu Dia tidak seburuk yang ada dalam pikiran kotor kamu!"

Daren menatap tajam ke arah Nenek Lusi kelihatan sekali kalau Dia sedang menahan amarah yang sedang membuncah di dadanya.

"Terus saja Nenek bela Dia, Di mata Nenek hanya Dia yang selalu baik dan aku, aku selalu saja buruk dalam pandangan Nenek!" Daren menunjuk ke arah Nadia dengan penuh kebencian yang teramat sangat.

"Tunggu saja Nadia, aku tidak akan tinggal diam," ucap Daren sebelum dia pergi keluar dari kamar Nadia dengan wajah murka.

"Nadia, Kamu tidak apa-apa?" tanya Nenek Lusi sambil mendekat dan memperhatikan lengan Nadia yang terluka.

"Tidak apa-apa Nek, Nadia minta maaf Nek karena kejadian semalam itu membuat Nenek dan Tuan Daren jadi bersitegang seperti ini," Nadia menundukkan kepalanya ke lantai.

"Sudah, kamu tidak usah pikirkan hal itu, Semuanya akan baik-baik saja," ucap Nenek Lusi dengan bijak sambil memegang lengan Nadia lembut.

"Tapi Bagaimana dengan Tuan Daren?"

"Biarkan saja, Daren memang harus di didik lebih keras supaya dia sadar dan membuka matanya untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya."

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!