NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Kota Seribu Menara

Roda kereta kuda klan Duster berputar dengan irama yang konstan, menapak di atas jalanan batu penyusun jalur utama menuju pusat benua. Suara gesekan besi pelapis roda dan batuan jalanan terdengar ritmis, menjadi latar suara di dalam kompartemen kereta yang hangat. Di dalam ruangan kereta yang nyaman tersebut, Sander Duster duduk bersandar pada bantalan kursi beludru berwarna gelap. Sepasang mata hitamnya menatap lurus keluar jendela, menyaksikan bagaimana hamparan salju abadi wilayah utara perlahan mulai menipis dan digantikan oleh hamparan padang rumput hijau yang luas di wilayah tengah Elegrand Kingdom.

Perjalanan dari Benteng Aethelgard memakan waktu beberapa hari, dan sepanjang waktu itu pula Sander menyaksikan perubahan drastis dari lanskap alam yang selama sembilan tahun hidupnya selalu didominasi oleh warna putih es. Kini, vegetasi hijau dan pepohonan rindang mulai mendominasi pandangan. Udara dingin yang menusuk kulit perlahan digantikan oleh hembusan angin musim semi yang membawa aroma tanah basah dan kesegaran tumbuhan.

Di atas bahu kiri Sander, Behemoth duduk dengan posisi melingkar yang nyaman. Meskipun penampilannya tidak berbeda dari seekor kucing hitam domestik kecil yang menggemaskan, sepasang mata emasnya bergerak dengan sangat aktif. Kucing itu tidak benar-benar tidur. Kesadaran purbanya yang tajam terus memindai sekeliling, merasakan kerapatan Life Energy di wilayah baru ini yang terasa jauh lebih tipis dan tersebar jika dibandingkan dengan kepekatan energi alami di wilayah perbatasan utara.

Dunia luar ternyata sangat bising, Sander. Manusia-manusia di wilayah tengah ini memancarkan hawa yang sangat membosankan. Energi mereka terasa lekat dengan aroma kenyamanan dan kemewahan, berbeda dengan para ksatria utara yang berbau besi dan darah.

Suara desisan halus yang menyerupai dengkuran kucing itu terdengar langsung di dalam benak Sander. Melalui ikatan Resonansi Jiwa yang terjalin di antara mereka, Behemoth dapat berkomunikasi secara batin tanpa harus mengeluarkan suara yang bisa didengar oleh orang lain. Sander tidak mengalihkan pandangannya dari jendela, namun ia memberikan tanggapan batin dengan nada yang sangat tenang.

Ini adalah wilayah pusat, Behemoth. Ayah pernah mengatakan bahwa kedamaian di tempat ini adalah hasil dari jerih payah para ksatria yang berjaga di perbatasan. Wajar jika atmosfernya terasa berbeda.

Behemoth mendengus pelan di dalam batin Sander, sebuah ekspresi ketidakpuasan yang khas dari sang penguasa Hukum Devouring. Kucing hitam itu menegakkan tubuhnya, merenggangkan otot-otot kakinya yang kecil, lalu kembali duduk dengan kepala terangkat angkuh, menatap ke arah depan kereta di mana bayangan sebuah peradaban raksasa mulai terlihat di cakrawala.

Kereta kuda terus melaju, melintasi gerbang pemeriksaan pertama yang dijaga ketat oleh barisan prajurit berbaju zirah perak berlambang singa emas milik keluarga kerajaan Aurelius. Pengawal yang memeriksa dokumen perjalanan kereta langsung menegakkan tubuh dan memberikan hormat militer tertinggi begitu melihat lambang Frost Wolf milik klan Duster terukir di pintu kereta. Mereka tidak berani menahan kereta tersebut lebih dari beberapa detik, langsung membuka barikade besi dan membiarkan kereta klan Grand Duke itu melintas menuju jalan utama ibukota.

Saat itulah, kemegahan kota Aurelia tersaji sepenuhnya di depan mata Sander.

Pemuda berusia empat belas tahun itu sedikit memajukan tubuhnya, menempelkan telapak tangannya pada kaca jendela kereta demi melihat pemandangan yang ada di luarnya. Aurelia pantas mendapatkan julukan sebagai Kota Seribu Menara. Di balik dinding pertahanan raksasa yang terbuat dari batuan putih yang kokoh, menjulang ribuan struktur bangunan dengan menara-menara tinggi yang ujungnya meruncing menembus awan. Menara-menara tersebut memiliki arsitektur yang sangat rumit, dengan ukiran magis yang memantulkan pendaran cahaya matahari sore, menciptakan pemandangan yang berkilau laksana hamparan permata di tengah daratan.

Jalanan kota Aurelia sangat luas, mampu menampung empat kereta kuda berukuran besar secara bersamaan dalam satu jalur. Ribuan manusia berlalu-lalang di sepanjang trotoar batu, mengenakan pakaian yang terbuat dari kain sutra terbaik dengan berbagai warna yang mencolok. Kereta-kereta dagang dari wilayah selatan dan barat berkumpul di distrik pasar, menciptakan keriuhan suara tawar-menawar yang riuh rendah. Udara di kota ini dipenuhi oleh kombinasi aroma parfum mahal, panggangan roti segar, dan pendaran Mana yang aktif dari berbagai toko peralatan sihir di tepi jalan.

Lihatlah menara-menara bodoh itu, Sander. Manusia fana selalu suka membangun sesuatu yang tinggi hanya untuk memuaskan kesombongan mereka. Mereka berpikir dengan mendekati langit, mereka bisa menyamai kekuatan para dewa. Sungguh konyol. Satu hantaman ekor sejati milikku di masa lalu sudah cukup untuk meratakan seluruh kota ini menjadi debu.

Sander tersenyum tipis mendengar komentar Behemoth. Ia sudah terbiasa dengan keangkuhan jutaan tahun milik kucing hitam tersebut. Sander kemudian menoleh ke arah bangku di hadapannya, di mana Ren Cross sedang duduk dengan posisi tubuh yang tegak dan waspada. Pelayan pribadi sekaligus pengawal bayangan tersebut mengenakan pakaian praktis berwarna gelap, dengan sepasang matanya yang berwarna merah gelap terus bergerak meneliti setiap atap bangunan dan celah gang yang mereka lewati.

Tuan Muda Sander, kita telah memasuki distrik bangsawan atas. Keamanan di tempat ini ditangani langsung oleh Royal Knights Order. Namun, saya menyarankan agar Anda tetap berada di dalam kereta sampai kita tiba di kediaman sementara klan Duster di ibukota.

Sander mengangguk patuh pada saran pengawalnya. Aku mengerti, Ren. Aku hanya ingin melihat bagaimana situasi di kota ini. Ini adalah pertama kalinya aku melihat kerumunan manusia sebanyak ini dalam satu tempat.

Ren Cross menunjukkan senyuman tipis yang sangat jarang ia perlihatkan di depan umum. Wajah veterannya yang dipenuhi ketegasan melunak. Aurelia memang sangat berbeda dengan Aethelgard, Tuan Muda. Di sini, intrik politik bergerak lebih cepat daripada badai salju utara. Setiap senyuman yang Anda lihat di jalanan ini bisa saja menyembunyikan sebilah belati di baliknya. Anda harus selalu berhati-hati, terutama saat mulai menetap di akademi nanti.

Kata-kata Ren Cross kembali mengingatkan Sander pada tujuan utamanya datang ke tempat ini. Ia berada di sini bukan untuk menikmati keindahan kota atau kemewahan ibukota. Ia datang untuk menempuh pendidikan di Elegrand Royal Academy, sebuah institusi pendidikan terbaik yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh monster jenius dari generasi muda benua Asteria. Bagi seorang pemuda yang dinilai tidak memiliki bakat Life Energy tradisional oleh batu penguji klan, tempat ini akan menjadi medan pertempuran baru yang sangat kejam.

Sander menyentuh dada bidangnya sendiri, merasakan kerapatan sel tubuh dan struktur tulangnya yang kini terasa sangat padat. Sesi uji tanding melawan ayahnya di lapangan belakang kemarin pagi telah memberikan keyakinan baru di dalam hatinya. Ia mungkin tidak memiliki pancaran aura elemental seperti kedua kakaknya, Aron dan Brian. Namun, tubuh fisiknya saat ini adalah sebuah senjata hidup yang ditempa oleh saringan energi murni Behemoth sepanjang malam.

Kereta kuda klan Duster terus bergerak membelah distrik bangsawan, melewati barisan rumah besar dengan halaman luas yang didekorasi oleh air mancur magis. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit di dalam kota, kereta mulai mendaki sebuah jalur perbukitan khusus yang terletak di sisi barat ibukota. Jalur ini dikelilingi oleh barisan pohon pelindung kuno yang memancarkan aroma menenangkan, mengisolasi kebisingan kota bawah secara bertahap.

Di puncak perbukitan tersebut, di balik sebuah gerbang besi raksasa yang dijaga oleh patung ksatria batu pelindung kuno, berdirilah kompleks Elegrand Royal Academy.

Dari balik jendela kereta, Sander akhirnya bisa melihat institusi legendaris tersebut untuk pertama kalinya. Kompleks akademi itu menyerupai sebuah kota mandiri yang luar biasa luas. Bangunan utamanya terbuat dari batuan marmer putih dengan kubah-kubah raksasa sewarna emas. Lapangan latihan tempur yang dikelilingi oleh tribun penonton melingkar terlihat di beberapa titik, dengan pendaran perisai magis transparan yang menyelimuti area di sekitarnya untuk menahan dampak benturan energi.

Behemoth di bahu Sander tiba-tiba berhenti bergerak manja. Sepasang mata emasnya menyipit tajam, menatap ke arah salah satu menara tertinggi di pusat kompleks akademi tersebut.

Sander, ada eksistensi yang cukup kuat di dalam menara besar itu. Hawanya mirip dengan sirkulasi internal milik ibumu yang mengerikan itu, meskipun tingkat kemurniannya masih berada di bawahnya. Manusia di dalam sana setidaknya telah menyentuh ranah kekuatan yang kalian sebut sebagai Saint Rank.

Sander menarik napas dalam-dalam mendengarkan peringatan Behemoth. Ia tahu siapa sosok yang dimaksud oleh kucing hitamnya. Itu pasti Principal Albus Grimwald, sang Grand Sage yang memimpin akademi ini, salah satu dari sedikit manusia ranah Saint Rank yang diakui sebagai pilar pertahanan Elegrand Kingdom selain ayahnya sendiri.

Melihat kemegahan dan mendeteksi keberadaan para petinggi berkekuatan besar di tempat ini, Sander Duster tidak merasa gentar. Sebaliknya, sepasang mata hitamnya justru memancarkan kilatan tekad yang sangat tenang dan jernih. Kereta kuda klan Duster akhirnya melintasi gerbang utama akademi, membawa Sander menuju awal dari sebuah babak kehidupan baru yang akan mengubah jalannya sejarah dunia Aetheria untuk selamanya.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!