NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuh Tanpa Energi

Helikopter tempur hitam itu mendarat di atas helipad sebuah bangunan yang lebih mirip seperti mahakarya arsitektur perang daripada sebuah gedung. Ini adalah benteng baja hitam raksasa milik Wu Imperial Guild di Shanghai. Temboknya dilapisi paduan titanium yang mampu menahan napas monster tingkat City Tier.

Kelompok Butong turun dari helikopter dengan kaki yang gemetar. Mereka segera diarahkan oleh barisan pengawal berzirah menuju lift khusus yang melesat menembus struktur menara tertinggi.

Semua orang di kelompok kecil itu masih tidak menyangka bahwa hari ini, mereka akan berdiri berhadapan langsung dengan salah satu pilar umat manusia.

Pintu lift terbuka. Mereka melangkah masuk ke sebuah ruangan luas yang menyajikan pemandangan kota Shanghai dari balik dinding kaca. Di tengah ruangan, duduklah seorang pria tampan. Garis wajahnya sangat mirip dengan pemuda yang mereka temukan di dalam es, hanya saja pria ini terlihat sedikit lebih tua. Energi mana tingkat Country Tier miliknya telah menekan metabolisme sel, memperlambat penuaan dan merestrukturisasi ototnya hingga ia terlihat jauh lebih muda dari usia aslinya.

Itu adalah Wu Jiang.

Namun, ada satu hal yang membuat napas Butong tercekat. Rambut pria yang ditakuti seluruh dunia itu kini telah memutih total. Itu adalah harga biologis yang harus dibayar setelah tujuh hari nonstop memaksa batas maksimal elemen es miliknya di dalam Tower lantai 70 demi mengumpulkan batu spiritual.

Kelompok Butong menelan ludah. Wu Jiang yang mereka ketahui dari rumor adalah sosok tiran yang dingin, tidak berbelas kasih, sangat rasional, dan memandang nyawa manusia sebagai aset.

Namun, saat ini, di hadapan mereka, Wu Jiang tampak seperti seorang raja yang ramah. Pria berambut putih itu berdiri dan tersenyum hangat menyambut kedatangan mereka. Wu Jiang telah membaca seluruh berkas latar belakang guild kecil ini selama mereka berada di udara.

Butong dan timnya segera menjatuhkan lutut mereka, berniat untuk bersujud.

"Berdirilah. Jangan menunduk di hadapanku," suara Wu Jiang menggema tenang namun penuh wibawa, menghentikan gerakan mereka dengan tekanan mana yang lembut. "Aku memerintahkan kalian kemari hari ini untuk berterima kasih secara langsung. Berkat kalian, duniaku kembali utuh. Sekarang, katakan padaku... semua detail yang kalian rasakan dan ketahui di planet es itu."

Butong mengangguk dengan hormat. Ia menceritakan semuanya. Mulai dari anomali suhu, pertarungan para Serigala Es yang memperebutkan kristal itu layaknya artefak, hingga detak jantung pemuda itu yang hanya berdetak satu kali dalam sepuluh menit.

Wu Jiang mendengarkan dalam diam. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah Butong, sementara indra spiritual tingkat tingginya membaca fluktuasi detak jantung, keringat, dan aliran darah setiap anggota kelompok itu.

Tidak ada kebohongan. Sepenuhnya jujur.

Tepat saat Butong menyelesaikan laporannya, pintu kayu di sisi ruangan terbuka. Wu Yuena melangkah masuk, wajah cantiknya memancarkan kelelahan namun dihiasi oleh senyum keibuan yang sangat cerah.

Wu Jiang segera berdiri, menghampiri istrinya. "Bagaimana kondisi Xuan'er? Apakah dia sudah stabil?"

Yuena tertawa pelan, sebuah suara yang terdengar seperti melodi surgawi bagi siapa pun yang mendengarnya. "Dia hanya ingin istirahat sebentar karena kelelahan adaptasi, Suamiku. Hahaha... kau tidak akan percaya. Tepat setelah kita memeluknya, dia menghabiskan hampir satu ton nasi dan daging kualitas tinggi dalam satu jam."

Mendengar itu, kelompok Butong tercengang. Satu ton makanan?

Beberapa jam yang lalu, suasana haru yang menyesakkan dada telah memenuhi Fasilitas Medis Absolut. Saat Wu Xuan dipeluk oleh ayah dan ibunya, pemuda itu dengan lembut membalas pelukan mereka, memejamkan mata dan berbisik tenang, "Aku pulang."

Kalimat pendek itu sukses menghancurkan seluruh pertahanan emosional kedua pilar kemanusiaan tersebut. Namun, suasana magis dan air mata haru itu tidak bertahan lama.

Tepat setelah menenangkan tangisan kedua orang tuanya, alih-alih menjelaskan misteri bagaimana ia bisa selamat atau fenomena apa yang menimpanya, Wu Xuan hanya melepaskan pelukan itu, menatap lurus ke arah ayahnya dengan wajah serius, dan berkata:

"Pa, Ma, bisakah kita menunda drama ini? Aku kelaparan. Sudah lima belas tahun tubuhku belum menyentuh makanan sungguhan."

Kewarasan yang sangat logis dan merusak suasana. Begitulah sifat rasional Wu Xuan.

Kembali ke masa kini, di ruangan ketua guild, Wu Yuena berjalan menghampiri Butong. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak logam kecil. Ia menyerahkan kotak itu kepada Butong.

"Ini adalah tanda terima kasih kecil dari keluarga kami," ucap Yuena lembut.

Butong membuka kotak itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya, terdapat enam botol kecil berisi cairan biru yang memancarkan pendar bintang.

Serum Grade C.

Napas semua anggota tim Butong terhenti. Ini bukanlah serum buatan rendahan yang biasa mereka konsumsi. Ini adalah hasil penelitian genetis terbaik umat manusia saat ini. Sebuah serum yang mampu memancing sel untuk meregenerasi paksa dan memberikan 'Awakening Ulang' pada Awakener buatan. Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan bakat alami tingkat C. Jika tidak, setidaknya batas level mereka yang macet di angka 10 akan hancur, memungkinkan mereka untuk naik tingkat.

Harga satu botol serum ini di pasar gelap bernilai ratusan juta yuan. Bagi keluarga Wu, ini hanyalah persediaan logistik biasa. Namun bagi para hunter jalanan yang terjebak di dasar rantai kekuatan seumur hidup, ini adalah tiket menuju kebebasan dan kehormatan.

Teman-teman Butong menatap botol itu dengan mata berkaca-kaca menahan haru.

Namun, di luar dugaan semua orang, Butong menutup kotak itu. Pria raksasa itu meletakkannya kembali ke atas meja, lalu mundur satu langkah dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Wu Jiang dan Yuena. Ia sama sekali tidak mempedulikan kekuatan untuk dirinya sendiri.

"Guild Master Wu... Nyonya..." suara Butong bergetar. "Saya sangat berterima kasih atas hadiah ini. Tapi... jika diizinkan, bolehkah saya menjual serum ini nanti? Saya... saya hanya butuh uangnya."

Wu Jiang dan istrinya saling berpandangan. Bagi mereka, menjual barang pemberian seorang Country Tier biasanya dianggap sebagai penghinaan, namun mereka tidak melihat sedikit pun keserakahan di mata Butong.

"Tentu," jawab Wu Jiang tenang.

"Apa alasanmu ingin menjual benda ini?" tanya Yuena, tatapannya melembut.

Air mata menetes dari wajah kasar Butong yang dipenuhi bekas luka.

"Saya memiliki seorang putri," isak pria besar itu, menghancurkan sisa-sisa harga dirinya demi sang anak. "Ia dirawat di rumah sakit karena penyakit tower. Jantungnya terlalu lemah, tapi tubuhnya memproduksi energi yang menyiksanya setiap hari. Saya tidak butuh kekuatan, Nyonya... Saya hanya ingin membeli serum penstabil jantung untuk menyembuhkan putri saya. Saya hanya ingin melihatnya bermain seperti anak normal lainnya."

Wu Yuena terdiam. Sebagai seorang ibu yang baru saja menemukan kembali putranya, ia sangat memahami rasa sakit pria di hadapannya ini. Namun, sebagai Healer terbaik di dunia, ia juga harus menyampaikan sebuah realitas yang kejam.

"Penyimpangan mana... atau ledakan mana internal pada anak yang belum bangkit..." suara Yuena terdengar sangat sedih. "Untuk saat ini, itu adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Bahkan bakat Laut Suci milikku hanya bisa menunda kerusakannya, bukan memperbaikinya. Serum penstabil yang ingin kau beli hanya akan meracuni ginjalnya dalam jangka panjang."

Mendengar vonis dari Healer nomor satu di dunia itu, dunia Butong runtuh. Kepalanya tertunduk lesu, air mata keputusasaan jatuh membasahi lantai baja.

Tap. Tap. Tap.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang sangat pelan terdengar dari arah pintu masuk.

Langkah kaki itu tidak keras, namun entah mengapa, setiap tapakannya seolah menghantam tepat di jantung semua orang yang ada di ruangan itu. Udara di dalam ruangan seketika berubah menjadi sangat berat. Atmosfernya bahkan terasa jauh lebih menekan dan mencekik daripada saat Wu Jiang melepaskan auranya tadi.

Semua anggota guild Butong merinding hebat. Nafas mereka tertahan.

"Bisakah aku melihat kondisi putrimu?"

Sebuah suara pria yang tenang, mendominasi, dan dipenuhi oleh kepercayaan diri yang mematikan menggema di dalam ruangan.

Butong mendongakkan kepalanya. Di ambang pintu, berdirilah Wu Xuan.

Pemuda itu mengenakan pakaian kasual hitam yang sangat sederhana. Wajahnya luar biasa tampan, memancarkan pesona aristokrat yang tak terbantahkan. Namun, ketika Butong dan teman-temannya mencoba merasakan auranya, mereka kebingungan setengah mati.

Di mata mereka, Wu Xuan tampak seperti manusia normal. Nol. Sama sekali tidak ada setetes pun jejak mana di dalam tubuhnya. Ia seolah-olah adalah manusia biasa dari masa lalu yang tidak pernah tersentuh oleh evolusi Tower.

Tetapi... kenapa kehadirannya begitu menyesakkan? Kenapa Insting mereka mengatakan bahwa peluru artileri mungkin tidak mampu melukai pemuda itu?

Namun, pemuda itu memang benar-benar kosong. Ia tidak punya mana, tidak punya Qi, tidak punya energi Dao, kosmos, ataupun energi konseptual. Tubuhnya adalah sebuah kekosongan yang mengerikan.

Di dalam benaknya yang rasional, Wu Xuan sedang menyusun sebuah taktik baru.

'Sejak tersadar, selain terputus dari kesadaran utama, aku benar-benar terputus dari segala macam energi,' batin Wu Xuan dalam pikirannya, wajahnya tetap menunjukkan senyum tenang yang elegan di hadapan tamu-tamunya. 'Tubuh ini menjadi kosong seutuhnya. Sel-selku sangat brutal dalam meregenerasi luka dan melahap kalori, tapi tangki energiku tetap kosong melompong. Aku butuh pemicu.'

Matanya yang hitam kecoklatan menatap ke arah Butong dengan kalkulasi psikologis yang sempurna.

'Penyimpangan mana pada seorang anak. Energi yang liar, merusak, dan tidak terkendali. Jika kekacauan di tubuh gadis kecil itu mirip dengan sirkulasi Qi daripada sekadar Mana bumi... bukankah aku bisa memanfaatkannya? Dengan menyentuh dan merasakan lonjakan energi murni miliknya, itu bisa menjadi katalis untuk memancing fondasi spiritualku agar bisa kembali merasakan aliran energi spiritual dunia. Simbiosis mutualisme.'

Melihat putra mereka mengambil inisiatif dan berbicara, Wu Jiang dan Wu Yuena hanya tersenyum bangga. Balas budi seharusnya memang dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara langsung. Jika putra dari Healer terbaik di dunia ingin mencoba menyembuhkan seseorang, mereka tidak akan menghalanginya.

Mata Butong berbinar oleh secercah harapan yang tidak logis. Pria raksasa itu menundukkan kepalanya dalam-dalam ke lantai baja.

"Mohon bantuannya, Tuan Muda!" seru Butong dengan suara serak.

Wu Xuan tidak menjawab dengan kata-kata manis. Ia hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman tenang yang menaklukkan keraguan.

Wu Jiang menoleh ke arah pintu. "Xu Xin!"

Asisten berkacamata yang sedari tadi bersiaga itu segera melangkah maju. "Saya, Guild Master."

"Pergi ke rumah sakit tempat putri Butong dirawat saat ini. Pindahkan dia dan seluruh peralatannya ke fasilitas medis milik kita," perintah Wu Jiang dengan nada seorang tiran yang tidak menerima kegagalan. "Gunakan jalur udara darurat. Aku tidak mau ada keterlambatan sedetik pun ataupun masalah di jalan. Mengerti?"

"Siap laksanakan, Guild Master!" ucap Xu Xin, segera berbalik dan menghilang untuk mengeksekusi perintah absolut tersebut.

Wu Xuan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Mata tajamnya menatap ke luar jendela kaca, memandang pilar Tower Shanghai di kejauhan.

Permainan di dunia yang baru ini, akhirnya dimulai.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
thor itu nanti pas wuxuan pulih kembali apakah dunia itu sanggup menanggung tingkatkan kultivasi wuxuan thor tolong di jawab thor
EGGY ARIYA WINANDA: Kalau kekuatan Wu Xuan (Dao Surgawi) gak sanggup, makanya di chapter satu ia mengirim wadah fisik yang lemah. 🥸👍
total 1 replies
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!