[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗
start proses : Juni 2026-Ongoing
by Leni Utami
"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDB 8
Dua hari kemudian secercah harapan muncul di saat waktu yang paling rapuh. Layla mendapat kabar dari Alea bahwa di tempat tantenya bekerja sedang membutuhkan pekerja paruh waktu dengan gaji tinggi. Ini adalah kesempatan yang tidak mungkin dilewatkan oleh Layla.
"Hallo, Layla kamu mau enggak coba buat nglamar kerja jadi ART? Kebetulan di tempat Tante ku kerja lagi butuh ART baru buat ngurus kebutuhan pribadi majikan. Sebenarnya kerjaan itu biasanya Tante ku yang handle tapi berhubung tanteku sekarang ada anak kecil di rumah, jadi dia cuma bisa datang waktu pagi aja buat bersih-bersih. Selebihnya enggak ada yang handle. Katanya gajinya lumayan loh, gimana mau coba?" Alea membawa kabar baik melalui telepon.
"Boleh banget. Aku emang lagi butuh banget kerjaan part time. Kapan aku bisa ketemu Tante kamu?" Layla merasa senang dan berantusias ingin segera bertemu Tantenya Alea.
"Kalo mau sih besok. Tapi kata tanteku syaratnya kamu harus tinggal di rumah itu. Gimana?" tanya Alea.
Bak mendapat durian runtuh, kebetulan Layla juga butuh tempat tinggal jadi ia langsung menyetujui persyaratan itu tanpa pikir panjang, "Ok deh enggak papa aku setuju".
"Kalo malem sih kata tanteku di luar rumah selalu ada petugas keamanan yang jagain, aman deh pokonya," Alea meyakinan Layla agar merasa lebih mantap mengambil tawaran yang di berikan.
Keesokan harinya mereka menemui tantenya langsung di tempat kerjanya.
"Hai Tante Tari," sapa Alea ceria.
"Hai Aly, apa kabar? Ada apa datang ke sini?" tanya tante Tari ramah.
"Di sini butuh tenaga ART kan? Nih, ini teman aku namanya Layla," Alea memperkenalkan Layla kepada tantenya.
"Hallo Tante saya Layla Nurmala, panggil saja Layla" Layla memperkenalkan diri.
"Ohh iya. Kamu cantik sekali, namanya juga cantik. Sebelumnya punya pengalaman kerja di bidang ini?" tante Tari bertanya kepada Layla dengan suara yang lembut dan ramah.
"Ohh belum tante, tapi soal beberes dan bersih-bersih saya juga jago kok tante," jawab Layla sambil tersenyum.
"Ya sudah, nanti tante ajarin job desk kamu di sini apa aja. Yang penting sekarang kita masuk, kamu kenalin diri kamu ke majikan kita. Ok?" tante Tari tersenyum ramah.
"Ok Tante," jawab Layla semangat.
"Ya udah deh kalo gitu aku pamit ya Layla, aku ada kencan sama pacarku. Mari tante." Alea berpamitan pada Layla dan tante Tari. Kemudian tante Tari dan Layla masuk menemui majikan mereka.
"Permisi Tuan, ini asisten baru untuk Tuan. Namanya Layla Nurmala. Kalau begitu saya permisi hendak melanjutkan pekerjaan saya yang belum selesai Tuan" tante Tari mengenalkan Layla pada majikannya itu, lalu berpamitan.
Layla di buat terkejut melihat apa yang ada di depannya. Ternyata majikan yang di maksud tante Tari adalah Zhao Lee.
"Zhao Lee?! Iya kan?! Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya? Bahkan kita saling mengenal," Layla antusias.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Zhao Lee pura-pura bersikap dingin.
"Oh iya tentu. Apa anda tidak ingat saya, Tuan?,'' Layla tersenyum ramah.
Zhao Lee melirik Layla sebentar lalu berkata, "Saya rasa anda salah orang. Apa kau akan terus mengoceh dan mengabaikan perkerjaanmu?" ucap Zhao Lee tegas. Layla kebingungan dengan sikap yang di tunjukan Zhao Lee kepadanya, karena sebelumnya Zhao Lee adalah orang yang baik dan rapuh.
''Pasangkan dasi itu untuk ku," perintah pertama Zhao Lee kepada Layla.
"Baik Tuan," Layla mencoba untuk bersikap professional, ia masih memasang senyum yang menyenangkan.
''Aku tidak tau apa yang terjadi sebelumnya, sampai-sampai kamu menganggap kita pernah bertemu. Tapi sekarang aku minta kamu fokus pada pekerjaan mu dan mulai sekarang hubungan ku dan kamu hanya sebatas majikan dan pelayan," ucap Zhao Lee dingin. Zhao Lee menatap Layla dari jarak yang sangat dekat, tatapannya dingin seolah-olah dia tidak perduli, namun jauh di lubuk hatinya dia penuh rindu dan cinta.
"Apa karena penolakan saya kepada anda Tuan?" Layla tersenyum manis. Senyuman Layla membuat Zhao Lee salah tingkah, namun dia pandai menyembunyikanya dengan sangat rapih sampai tidak muncul ke permukaan sama sekali.
"Apakah mulut mu hanya berguna untuk menanyakan hal yang tidak penting? Saya tidak terima dengan hal-hal seperti itu. Jika saya bilang saya tidak mengenal anda maka itulah yang terjadi, paham? Saya bahkan tidak tau nama anda" tegas Zhao Lee.
Melihat ekspresi wajah Zhao Lee yang serius, Layla buru-buru meminta maaf. Ia takut kehilangan pekerjaan yang baru di dapatnya itu. "Baik Tuan saya minta maaf. Nama saya Layla, Layla Nurmala. Hal seperti ini tidak akan terulang kembali. Jadi tolong terima saya untuk bekerja di sini," Layla berharap.
"Bibi Tari sudah bekerja disini selama 25 tahun dari saya sejak kecil. Jika dia percaya sama kamu, saya juga akan percaya," tegas Zhao Lee.
"Baik Tuan," jawab Layla tanpa keraguan.
"Saat saya pulang, hidangan sudah harus tersaji. Hidangan apa yang akan di masak, kamu tanya bibi," kata Zhao Lee kepada Layla dengan intonasi yang datar.
Malam itu Zhao Lee pulang lebih awal dari biasanya. Dalam hatinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Layla. Namun dia masih tetap menahan diri agar tidak terlihat antusias.
"Selamat malam Tuan, hidangan anda sudah siap. Silahkan di nikmati," sambut Layla dengan senyum manis.
Senyum yang merekah di wajah Layla membuat hati Zhao tenang, seakan kelelahan yang sebelumnya di rasakan hilang tak bersisa. Bibir Layla yang terlihat begitu manis, timbul hasrat Zhao ingin mencicipinya. Buru-buru dia menenangkan diri agar situasi tidak kikuk.
"Ya selamat malam," jawab Zhao datar.
"Kalau begitu saya permisi. Saya hendak istirahat, Tuan" Layla berpamitan dengan sopan, baru satu langkah hendak meninggalkan ruang makan, buru-buru Zhao Lee menahan Layla untuk tidak pergi dari sana.
"Memangnya siapa yang mengijinkanmu untuk pergi? Aku tak suka makan sendirian, duduk dan makan dengan ku!" perintah Zhao Lee kepada Layla.
Layla merasa bingung, agak canggung jika makan bersama satu meja dengan majikan. Ia mencoba menolak dengan baik, "Tapi Tuan, saya sudah makan tadi" jawab Layla.
"Apa kau ingin mengabaikan pekerjaan mu, Layla?,'' ucap Zhao Lee
"Baik Tuan, saya akan makan malam bersama anda" Layla terpaksa menuruti apa yang di inginkan Zhao Lee dari pada ia terancam di pecat dari pekerjaannya.
Makan malam itu terasa sunyi, tidak ada percakapan diantara mereka. Sampai akhirnya Layla meminta izin untuk di perbolehkan bekerja paruh waktu di toko bunga milik sahabatnya itu, dan yang tidak di duga Zhao Lee mengijinkanya. Tetapi dengan syarat dia harus tetap profesional bekerja sebagai ART di rumah itu.
"Terimakasih Tuan, anda telah mengijinkan saya untuk tetap bisa bekerja di toko bunga itu" Layla senang dan ia bersyukur atas kemurahan hati majikannya itu.
"Saya sudah selesai, tolong bersihkan ini sebelum tidur." pinta Zhao Lee pada Layla.
"Baik Tuan, dengan senang hati" Layla tersenyum.
Lalu Zhao Lee melangkah meninggalkan Layla sendiri di ruang makan dan menuju kamar lalu beristirahat. Ternyata Zhao Lee tidak bisa tidur, ini malam pertama dia tinggal satu atap dengan Layla.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, orang yang selalu memenuhi pikirannya kini hanya terpisah beberapa dinding darinya. Ia merasa puas. Rencana yang disusunnya perlahan mulai berjalan sesuai keinginannya.
******