Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geng Nexus
Nayara bangun seperti biasanya saat alarm mulai berbunyi, ia langsung teringat dengan pria yang ia tolong malam tadi.
"Oh astaga aku lupa" Menepuk keningnya "malam tadi aku membawa paman itu kerumah , aduh naya kenapa kau bisa tertidur pulas disaat ada orang yang sedang terluka parah dirumahmu sih, dasar bodoh" Naya merutuki dirinya yang ceroboh karena tertidur.
Sebelum masuk, naya mengintip melalui celah pintu kamar,memanggilnya dengan pelan,takut kalau pria tersebut terganggu dengan suaranya.
Tok! Tok! Tok!
"Paman...apa paman sudah bangun?Maaf ya semalam aku ketiduran sampai lupa kalau paman butuh bantuan ku"
"Paman~"
Hening, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam,nayara yang penasaran akhirnya membuka pintu dan melihat sekeliling tapi tidak menemukan keberadaan pria malam tadi.
"Apa dia sudah pergi ya? Kapan? Kenapa aku bisa tidak tahu kalau dia pergi? " Nayara bertanya pada dirinya sendiri.
naya berdecak kesal "dasar nyebelin, kenapa pergi tidak pamit dulu. Setidaknya bilang Terima kasih kek atau apa gitu. Ini malah main pergi saja"
"Dasar tidak tahu Terima kasih" gerutunya.
"Ahh sudahlah, mau bagaimana lagi. Lebih baik aku bersiap-siap ke sekolah saja"
Saat tiba di sekolah, naya bertemu dengan geng nexus yang sedang berdiri disamping motor sport mereka masing-masing yang terparkir rapi di parkiran.
Nexus terdiri dari empat orang most wanted Vortex international high school yang terkenal karena ketampanan dan juga kekayaannya.
Diketuai oleh Bara Gautama. Dan tiga anggotanya Kenzo Alister,Gio Arkana dan Yasa Pradana.
"Hai neng Nayara Pradana" Sapa Yasa dengan tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
Nayara yang saat itu sedang dalam suasana hati yang buruk, tentu saja langsung memberikan tatapan tajam.
"Sembarangan aja nambahin nama belakang orang lo, nama gue Nayara aja tanpa tambahan pradana,ngerti lo. Mau gue tendang pantat lo biar ngerti,hah? "
Yasa bergidik ngeri,nyalinya menciut.walau dia laki-laki, yasa tentu tidak berani jika harus berurusan apalagi sampai berkelahi dengan gadis itu. Disekolah ini nayara terkenal bar-bar dan memiliki julukan sebagai si tangan besi.
Julukan itu bukan hanya sekedar nama, itu diberikan karena dia pernah beberapa kali memukul siswa laki-laki yang pernah membully nya hingga salah satu diantara mereka mengalami patah tulang di tangan hanya dengan satu pukulan.
Gio dan kenzo melihat temannya tidak berkutik tentu saja mengundang gelak tawa, tapi tidak dengan bara. Pria yang terkenal cuek tersebut sama sekali tidak bereaksi apapun.
"Ya maaf naya, gue cuman bercanda. Gitu doang kok marah sih, nanti cantiknya hilang lo" Ujar yasa.
Nayara memutar bola matanya malas, saat akan meninggalkan keempat pria itu,bara memanggilnya.
"Naya"
Ia berhenti sejenak,memutar balik tubuhnya dengan satu alis terangkat tipis."Apa? "
Sean mendekat ke arahnya,menempelkan plester ke punggung tangan nayara.
"Tangan lo berdarah,lo berantem lagi ya?"
Nayara menatap punggung tangannya yang sudah ditempelkan plester oleh Bara, ia baru ingat tadi sebelum berangkat,naya sempat membersihkan kasur nya yang dipakai paman tampan itu malam tadi.
"Apa ini darah paman tampan itu ya, kok gue nggak sadar sih? "
"Bukan urusan lo, tapi thanks!" Ia berlalu begitu saja,berjalan melalui koridor menuju kelasnya.
Bara menatap punggung nayara yang menghilang di balik pintu kelas.ia sering diam-diam memperhatikannya dari kejauhan, itu bermula semenjak nayara menyelamatkannya dari murid sekolah lain yang mengeroyok nya di jalan saat akan pulang satu bulan yang lalu.
Tidak ada yang tahu tentang kejadian itu, karena bara tak pernah menceritakannya kepada siapapun termasuk temannya, menurutnya itu hal yang memalukan baginya karena ditolong oleh seorang gadis.