Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 13 flashback
saya ingin memberitahukan kepada para readers bahwa untuk flashback nya babnya agak banyak, karena saya ingin pembaca tahu kisah asmara Arkan Dan Lea. Terimakasih atas perhatiannya.....semoga kalian suka dengan cerita saya ini..
"Sahhhh!!!" teriak para saksi lantang..
kata sah yang terucap dari para saksi pernikahan Arkan dan Leana telah membuktikan bahwa mereka telah sah menjadi sepasang suami-istri secara agama.Tapi tidak sah secara hukum karena faktor mendadaknya acara dan faktor umur mereka yang belum memenuhi standar untuk membuat persetujuan hukum.
"selamat nak Arkan dan nak Leana, kalian sekarang telah sah menjadi sepasang suami-istri" kata pak penghulu yang di balas Alhamdulillah oleh pasangan suami-istri itu begitupun para saksi juga mengucapkan.Tidak lupa juga pak penghulu berdo'a untuk kelangsungan pernikahan Arkan dan Leana. Setelah rangkaian do'a selesai di panjatkan pak penghulu menyuruh Leana untuk menyalami tangan suaminya.
Dengan tangan bergetar Leana mengangkat tangan untuk menyalim tangan Arkan, dan di balas dengan Arkan mengecup kening sang istri.
"baiklah nak Arkan nak Leana, saya tahu pernikahan ini mendadak bagi kalian. Tapi walaupun begitu kalian tidak boleh main-main dengan yang namanya pernikahan. Karena pernikahan ini sah di mata agama di hadapan tuhan kita. Kalian harus saling mengasihi supaya dalam rumah tangga kalian penuh berkah. kalian harus menjaga keutuhan rumah tangga kalian. kalau ada masalah kalian harus saling terbuka satu sama lain....." dan banyak petuah yang di ucapkan oleh pak penghulu untuk sepasang suami istri itu.
"kalau begitu kami pamit dulu dan sekali lagi selamat buat kalaian, semoga rumah tangga kalian langgeng!". Kata penghulu sebelum pamit yang di balas aamiin oleh Arkan dan Leana.
"terimakasih pak terimakasih semua untuk warga yang datang sebagai saksi, saya senang atas pernikahan ini, trimakasih karena bapak dan ibu-ibu tadi sudah memergoki saya yang membuat saya bisa menikahi Leana, jadi saya gak perlu datang sembu...aww Lea, sakit tauu!!.
ucapan absurd Arkan terhenti kala Leana mencubit pinggang Arkan dan di ganti dengan suara meringis dari Arkan
"Ar bisa diam tidak, cukup bilang terimakasih sudahlah, kamu malu-maluin tahu, seakan-akan kamu itu senang kita di nikahkan!!. Kata Leana gemas dengan suara berbisik.
"emang aku senang Lea, aku gak terpaksa juga!!. Arkan tidak peduli dengan peringatan Lea yang tahu dia sekarang senang sekarang tidak ada lagi batasan dia dan Leana.
"astaga dasar anak-anak zaman sekarang nikah muda kok senang" kata pak penghulu membatin tak habis pikir dengan pernyataan Arkan. Tapi dia berdoa dalam hati semoga pernikahan mereka awet sampai akhir walaupun mereka menikah muda. "baiklah kalau begitu kami pamit dulu nak Arkan dan nak Leana." satu persatu orang di rumah Leana pamit untuk pulang, mereka berjalan di depan sepasang suami istri itu untuk menjabat tangan dan mengucapkan selamat.
Tiba giliran ibu Laila dengan muka masam nya menyalami Arkan dan Leana "selamat buat kalaian, semoga nanti gak putus di tengah jalan, kalian kan masih muda mana bisa menjalani rumah tangga!!. julid si Laila karena iri dan mengatakan hal yang tidak baik kepada Pasangan muda itu dengan gaya yang congkak.
"ohh, ibu yang melapor tadi kepada warga kalau saya masuk ke kamar Leana ya, wahhh ternyata ibu memang baik, karena berkat ibu saya jadi menikah dengan Leana. Saya jadi tersanjung Bu dengan begini saya jadi tidak perlu sembunyi lagi untuk datang ke sini . Dan untuk urusan rumah tangga saya itu urusan kami, saya akan sebisa mungkin membahagiakan Leana, saya akan bisa menafkahi dia, memberikan apa yang dia mau, seperti mobil, rumah mewah perhiasan, di jamin saya bisa memenuhinya. Oh ya Bu sebagai terimakasih saya sama ibu besok saya akan mengirimkan hadiah ke rumah ibu dan juga bilang sama warga kompleks di sini saya akan membagikan hadiah buat mereka.!" ucap Arkan panjang lebar lebih untuk memanasi si ibu di depannya itu. Dan betul saja si ibu itu makin terbakar dengan api iri, mukanya merah padam kipas portabel yang dia pegang Untuk menyejukkannya itu tidak megurangi rasa panasnya.
"oh baiklah kalau begitu saya tunggu hadiahnya." itu kata terakhir Laila sebelum pergi .
Leana menutup mulut untuk menahan tawa, "Ar kamu usil banget si, lihat tuh mukanya merah gitu kaya terbakar, hehe!!" akhirnya Leana tidak bisa menahan tawa lagi, dia melepaskan tawanya ketika melihat wajah ibu julid itu tadi, Leana tahu bahwa si Laila tidak menyukai ia dan ibunya.
Arkan tersenyum melihat Leana tertawa, beban hati yang di rasa seakan menguap begitu saja. Bebannya Arkan bukan karena menikahi Leana, atau terbebani akan tanggung jawab selanjutnya, bukan itu, malahan Arkan senang dengan nikah paksa ini, Arkan berpikir dengan pernikahan ini dia bisa menjaga Leananya dari pengganggu seperti ibu tadi yang bernama Laila misalnya. Hal yang membuat hati Arkan merasa resah yaitu ibu dari istrinya itu yaitu ibu Jasmin. Dia tidak melihat wanita paruh baya itu, "apa mungkin ibunya Leana tidak setuju ya" apakah dia akan marah atau benci kepada Lea." pikir Arkan resah memikirkan hal itu sampai-sampai dia tidak mendengar panggilan dari istrinya itu.
"Arkan kok kamu diam sih, dari tadi aku ngomong sama kamu." gemas sekali Leana kepada Arkan dari tadi di ajak ngomong tidak di dengar. "kamu lagi mikirin apa sih!!.
"ehh gak ada kok, aku..aku, hanya lagi mikirin bagaimana malam pertama kita." kata Arkan dengan senyum dan alis yang di naik turun untuk menggoda Leana.
"Ar! Kamu ngomong apa sih, aku sekarang lagi serius Arkan, ini gimana, aku takut Arkan..aku takut ibu marah sama aku..aku takut sekolah tahu kalau aku sudah menikah dan nanti aku di keluarin dari sekolah, aku takut Arkan kita ini masih remaja Ar!!." panik Leana mengucapkan kalimat panjang itu dengan suara yang bergetar yang sarat akan ketakutan dengan berbagai hal.
Arkan dengan sigap memeluk kekasih halalnya itu memberi ketenangan kepada Leana dengan kata-kata manis dan janjinya yang membuat hati Leana menghangat dan tenang "Le, kamu jangan khawatir ya, selama ada aku semua baik-baik saja, aku gak akan biarkan kamu melalui ini semua sendiri, aku ini suami kamu yang akan ada untuk melindungi kamu, percaya sama aku ya,? Soal ibumu nanti aku yang jelasin dan untuk pernikahan kita ini akan kita sembunyikan dari teman-teman dan sekolah, Ok!! Jangan sedih lagi ya aku gak sanggup lihat kamu sedih kaya gini, lea aku sayang sama kamu!!" sungguh meleleh hati Leana mendengar kata sayang dari mulut suaminya itu, dia tidak menyangka Arkan semanis ini. Leanapun mencoba untuk mempercayai semuanya kepada Arkan, apapun yang akan terjadi selanjutnya dia akan coba hadapi selagi ada Arkan bersama ya. Termasuk nanti akan menghadapi ibunya sendiri.
"iya, aku akan coba percaya sama kamu Ar." ucap Leana lirih.