NovelToon NovelToon
DOSENKU, SUAMIKU

DOSENKU, SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Nikahmuda
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi Wahyu

“Aku benci dosen perfeksionis.”
Itu kalimat pertama yang Rhea tulis di buku catatannya setelah bertemu Arga...dosen muda favorit kampus yang terkenal dingin, disiplin, dan sulit didekati.
Sayangnya, hidup Rhea perlahan mulai dipenuhi pria itu.
Dari kelas pagi yang melelahkan, bimbingan yang selalu berubah menjadi perdebatan, hingga tatapan-tatapan kecil yang mulai terasa berbeda.
Rhea tidak pernah berniat jatuh cinta pada dosennya sendiri.
Masalahnya…Arga sendiri juga mulai merasa sulit melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi Wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya Tidak Sabar..

...****************...

Rhea menoleh ke arah Arga yang duduk agak canggung di kursi plastik kecil itu, lalu senyum kecilnya langsung muncul lagi.

Arga meliriknya sekilas.

“Kamu sering ke sini?”

“Lumayan.”

“Dengan siapa biasanya?”

“Teman-teman kampus. Kadang sepupu saya juga suka ngajak ke sini kalau malam.”

Arga mengangguk kecil sebelum pandangannya beralih ke sekitar. Suasana di tempat itu semakin ramai. Suara orang mengobrol bercampur bunyi sendok dan mangkuk terdengar bersahutan dari berbagai arah.

Tidak lama kemudian, pesanan mereka akhirnya datang.

Dua piring gultik, sate, dan kerupuk langsung ditaruh berjajar di papan sempit yang membatasi tempat duduk mereka. Aroma gurih kuah santan langsung naik bersama asap tipis yang masih mengepul hangat di udara malam.

“Rhea…”

“Ya, Pak?”

Arga menatap mangkuk kecil di tangannya beberapa detik sebelum akhirnya kembali mengangkat pandangan ke arah Rhea.

“Apa kenyang makan ini?”

Rhea langsung menahan tawanya sendiri.

“Makan saja dulu, Pak…”

Ia sudah mulai mengambil sendoknya lebih dulu, meniup pelan kuah panas di piring sebelum mencicipinya dengan santai seperti orang yang memang sudah biasa makan di tempat itu.

Sementara di sampingnya, Arga masih memperhatikan isi piring itu dengan ekspresi yang sulit ditebak.

Kuah gulai tipis berwarna kuning kecokelatan, potongan daging kecil, lalu nasi yang porsinya bahkan terlihat tidak cukup untuk ukuran makan malam normal.

Namun beberapa menit kemudian, suasana mulai berubah.

Sendok mulai beradu pelan dengan piring, sate perlahan habis satu per satu, dan tanpa sadar porsi pertama mereka akhirnya tandas begitu saja.

Rhea terlihat masih santai menyendoki kuah terakhirnya, sementara Arga meletakkan mangkuk kosongnya di papan kecil depan mereka lalu menoleh perlahan ke arah gadis itu.

“Kenapa, Pak?” tanya Rhea spontan.

Arga diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata datar, “Saya tidak yakin makanan tadi sudah melewati tenggorokan saya.”

"Pft..." Rhea langsung menunduk sambil menahan tawanya sendiri. “Astaga…”

Ia bahkan sampai harus menutup mulutnya sebentar karena ekspresi Arga terlihat benar-benar serius saat mengatakan itu.

Tanpa banyak bicara lagi, Rhea langsung menoleh ke arah penjual.

“Pak, tambah dua lagi ya!”

Arga langsung melirik cepat.

“Lagi?”

“Iya…”

Beberapa orang di sekitar mereka bahkan terlihat sudah masuk porsi kedua juga, membuat Rhea semakin santai dengan keputusannya.

Tidak butuh waktu lama sampai dua piring gultik baru kembali datang bersama aroma kuah hangat yang langsung naik memenuhi udara malam.

Rhea mendorong salah satu piring itu ke arah Arga.

“Nih. Silakan, Pak Arga.”

Arga menatap piring itu sebentar seperti sedang mempertimbangkan nasib hidupnya malam ini sebelum akhirnya tetap mengambil sendok.

Obrolan kecil mulai sesekali muncul di antara mereka, bercampur suara kendaraan malam dan ramainya orang-orang di sekitar lapak. Suasana yang awalnya terasa canggung perlahan berubah jauh lebih santai tanpa mereka sadari.

Namun anehnya… porsi kedua justru habis lebih cepat dari yang pertama. Dan entah sejak kapan, mangkuk ketiga akhirnya ikut datang menyusul di hadapan mereka.

Asap tipis kembali mengepul dari kuah panas yang baru disajikan, sementara Rhea terlihat masih menikmati makanannya dengan santai. Di sampingnya, Arga yang awalnya sempat meragukan porsi gultik itu kini justru makan tanpa banyak komentar lagi.

Malam di Blok M semakin ramai, suara orang-orang bercampur dengan lampu jalan dan aroma makanan yang memenuhi udara.

Sementara tanpa benar-benar sadar, mereka akhirnya menghabiskan masing-masing tiga porsi gultik satu per satu sampai tidak ada lagi yang tersisa di mangkuk kecil mereka.

...****************...

Tidak lama kemudian, mereka akhirnya selesai makan.

Beberapa piring kosong masih tersisa di meja kecil depan tempat mereka duduk, sementara suasana Blok M di sekitar mereka tetap ramai oleh suara kendaraan, obrolan orang-orang, dan aroma makanan yang bercampur di udara malam.

Arga berdiri lebih dulu lalu mengambil dompetnya. Sementara Rhea ikut bangkit sambil merapikan tas di bahunya.

Tak lama kemudian, setelah Arga selesai membayar, mereka langsung berjalan keluar dari area gultik dan kembali menuju parkiran tempat mobil Rhea terparkir.

Angin malam menyapu pelan ketika keduanya masuk ke dalam mobil. Pintu tertutup, meredam sebagian besar keramaian di luar.

Arga langsung duduk di kursi kemudi, sementara Rhea kembali duduk di kursi penumpang di sebelahnya.

Mesin mobil kembali menyala.

Beberapa detik kemudian mobil merah itu perlahan meninggalkan area Blok M, membelah jalanan malam Jakarta yang masih dipenuhi lampu kendaraan dan gedung-gedung tinggi.

Suasana di dalam mobil terasa jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Hanya suara AC dan samar musik radio yang terdengar pelan selama perjalanan.

“Apa orangnya tadi tidak salah hitung?”

Rhea yang sedang memperhatikan jalanan di luar jendela langsung menoleh kecil.

“Kenapa memangnya, Pak?”

“Habisnya…” Arga memandang lurus ke depan sambil memutar setir pelan. “Tidak sampai seratus lima puluh ribu.”

“Oh…” Rhea terkekeh kecil. “Ya memang harganya segitu, Pak.”

Arga mengernyit samar. “Kenapa murah sekali? Apa tadi benar-benar daging kambing?”

“Bukan…”

Arga langsung menoleh sekilas.

“Lalu?”

“Ti…”

“Rhea…”

Dan itu sukses membuat Rhea langsung tertawa di kursinya.

“Hahahaa… ya daging kambing lah, Pak. Asli.” Ia masih tertawa kecil sambil bersandar santai. “Di situ tadi udah paling enak. Ada lagi sih yang enak, milik seorang influencer. Tapi ada di Jakarta Timur.”

“Hm…”

...****************...

Perjalanan kembali dipenuhi keheningan nyaman. Lampu-lampu kota memantul samar di kaca mobil, sementara jalanan malam perlahan mulai lebih lengang dibanding sebelumnya.

Sampai akhirnya mobil merah milik Rhea perlahan memasuki area sebuah apartemen mewah dengan gedung tinggi yang dipenuhi kaca dan cahaya lampu lobby yang terang.

Mobil berhenti pelan di depan pintu masuk utama.

Rhea langsung mendongak melihat bangunan di hadapannya.

“Wih… bapak tinggal di sini?”

“Ya. Kenapa?”

Rhea menoleh pelan dengan wajah kagum bercampur jahil.

“Bapak kaya banget deh kayaknya.” Sudut bibirnya terangkat kecil. “Saya tidak sabar mau bobol rekening bapak.”

Arga langsung tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“Terima kasih atas tumpangannya.”

“Sama-sama, Pak…”

Arga baru saja melepas seatbelt ketika ia menyadari Rhea masih diam di tempatnya.

“Kamu tidak turun?”

“Tidak, saya lewat sini saja.” ucap Rhea santai sambil memberi isyarat bahwa ia tak perlu turun hanya untuk pindah posisi.

“Astaga…”

Rhea langsung menahan tawanya sendiri.

Beberapa detik kemudian Arga turun dari mobil. Udara malam langsung menyambut begitu pintu tertutup kembali.

Pria itu sempat berdiri di samping mobil sambil memperhatikan bagaimana Rhea berpindah posisi dari kursi penumpang ke kursi kemudi dengan gerakan yang terlihat sudah biasa ia lakukan.

Setelah duduk rapi di balik setir, Rhea menurunkan kaca mobil sedikit lalu menoleh ke arah Arga.

“Saya pulang dulu ya, Pak. Selamat malam.”

Lampu lobby apartemen memantul samar di kaca mobil merah itu, sementara Arga berdiri tenang dengan satu tangan masuk ke saku celana.

“Hmm… hati-hati.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!