NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:922
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Entahlah ia harus bahagia atau menangis. Kabar bahagia itu datang saat ia baru mengetahui kalau adik yang bertahun-tahun ia anggap telah tiada dalam kecelakaan bus ternyata masih hidup dan selama bertahun-tahun juga dia hidup dalam kesusahan.

Tangisan yang tadi merendah harus kembali turun lagi saat mengetahui fakta lain kalau dia sedang mengandung. Padahal dulu dia sudah diprediksi oleh dokter kalau dia tidak akan bisa mengandung, tapi ternyata Allah punya rencana lain.

"Kenapa nangis lagi sayang? Tenang kan dirimu. Ingat ada janin yang harus kita jaga disini."

“Hubby hiks,...hiks.... kenapa semuanya terjadi begitu cepat Hubby! Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang, kenapa Hubby!" seru nya tanpa sadar dan menepis tangan Ardian yang saat ini menenangkan nya."Kalau saja aku tau dari awal adikku masih hidup mungkin dia tidak akan menderita by dan....dan dia tidak tersiksa oleh dirimu." lanjut nya menatap sang suami dengan tajam tapi air matanya tidak kunjung berhenti menangis. Emosi Nalda benar-benar tidak stabil saat ini. Wanita itu benar-benar kacau hingga melakukan apapun tanpa sadar.

"Jangan berkata seperti itu sayang." ucap Ardian berusaha menenangkan tapi di tepis oleh wanita itu. Tubuhnya didorong ke belakang membuat Ardian hampir saja jatuh.

"Ya Allah sayang tenangkan dirimu." Akhirnya dengan paksa dia memeluk tubuh Nalda dengan erat berusaha menenangkan wanita itu yang kehilangan kendali atas dirinya. Ternyata luka nya kehilangan sang adik belum sepenuhnya sembuh itulah kenapa Nalda histeris seperti ini."Istighfar sayang, istighfar. Jangan seperti ini. Semuanya sudah tertulis dalam takdir kita, kita tidak akan tau akan seperti ini."

"Kenapa baru sekarang Hubby.... kenapa baru sekarang.... Jika saja aku tau dari awal mungkinkah dia masih hidup? Mungkinkah dia tidak akan bertemu dengan mu?" Pertanyaan Nalda seperti panah yang menusuk diri nya. Ia seperti mendapatkan tamparan jika mengingat kejadian sebelas tahun yang lalu di mana dia melecehkan anak orang dan saat dia sedang mengalami masalah dia tidak percaya sama sekali dengan Mayla hingga membuatnya di usir tanpa mencari tau kebenaran sebenarnya.

"Maaf sayang… maaf untuk kesalahan ku yang itu," ucap Ardian tidak melepaskan pelukannya. Dengan lembut dan penuh kesabaran dia mencoba menenangkan wanita itu.

Tidak ada pemberontakan lagi Nalda selain Isak tangis yang belum berhenti. Bahkan Nalda tidak membalas pelukan Ardian. Hanya ada Isak tangis kecil yang ada ruangan itu, sementara Ardian tidak mendiamkan nya melainkan membiarkan istrinya menangis sampai dia benar-benar tenang.

"Hiks.....hikss..... Maaf hubby." Lirih Nalda setelah merasa tenang tapi masih terisak.

Ardian mengusap kepala itu yang tertutup oleh hijab."Tidak apa-apa sayang, aku tau kamu sedang marah. Jika Kamu ingin meluapkan kesedihan mu maka luapkan saja, tapi jangan seperti tadi. Aku merasa sangat takut, apalagi kalau kamu benar-benar mengandung. Tentu itu berbahaya untuk kandungan mu."

"Maaf...."

"Tak apa sayang," jawab Ardian."Sudah lebih tenang atau masih ingin menangis?"

"Sudah hubby." Jawab nya."Tapi aku malu sama Harum by." Ardian terkekeh mendengar ungkapan sang istri.

"Harum hanya mengatakan kalau bunda nya sangat cengeng."

"Hubby jangan gitu." Rengek nya sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Ardian."Hubby apakah aku benar sedang mengandung? Bukan nya aku sudah di dianoxa oleh dokter kalau aku tidak bisa mengandung?"

"Allah maha tau sayang, mungkin ini satu anugerah untuk kita karena kesabaranmu selama ini. Kita harus bersyukur sayang karena Allah memberi kepercayaan ini."

"Iya hubby." Jawab Nalda."Dimana harum by?'

"Dia pergi bersama dengan Fazar mencari makan malam, karena malam ini kita akan menginap disini mengingat kondisimu yang tak baik. Kamu membutuhkan sesuatu sayang?''

"Tidak hubby aku hanya ingin memeluk nya. Ayah dan ibu pasti sangat terkejut jika mendengar cerita mengenai kebenaran siapa Harum. Kalau Harum bukan saja anak mu melainkan cucu kandung mereka."

Ardian menghembuskan nafas nya, membayangkan itu membuat nya takut karena respon Nalda saja sudah seperti tadi bagaimana dengan mertua nya nanti. Apakah mereka akan membenci nya?

"Hubby kenapa diam?"

"Tidak apa sayang." Jawab nya tersenyum tapi tidak dengan hati nya yang kacau.

Di tengah perbincangan mereka suara dari luar, membuat Ardian melepaskan pelukannya.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!