NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 2

Tangga menuju area VIP The Abyss bukan sekadar penghubung lantai itu adalah garis pemisah antara mereka yang hanya ingin berpesta dan mereka yang menguasai pesta tersebut. Alicia melangkah dengan kaki jenjangnya mengenakan heels dua belas sentinya yang berdenting ritmis di atas anak tangga marmer hitam. Setiap langkahnya adalah pernyataan perang terhadap kewarasan. Di belakangnya, dua orang pengawal dengan otot yang tampak sekeras beton segera bergegas menghalanginya.

​"Signorina (wanita muda), tempat ini terlarang. Anda harus kembali ke lantai bawah," ucap salah satu pengawal dengan suara berat yang serak, tangannya terangkat untuk mencegat bahu Alicia.

​Alicia berhenti. Ia tidak mundur. Sebaliknya, ia memutar tubuhnya perlahan, memberikan tatapan yang biasa ia gunakan untuk memecat asisten rumah tangga yang salah menyetrika baju sutranya. Ia melepas kacamata hitamnya meskipun ruangan itu sudah cukup gelap dan menatap pria raksasa itu tepat di mata.

​"Terlarang? Sayang sekali," Alicia tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung racun dan pesona sekaligus. "Tapi aku baru saja menginginkan tempat di sana. Dan aku tidak suka jika rencanaku terganggu oleh... siapa kau tadi? Oh, tidak penting."

​Alicia merogoh tas tangan kecilnya yang berlogo emas, mengeluarkan beberapa lembar uang Euro bernominal besar, dan menyelipkannya ke saku jas sang pengawal dengan gerakan yang sangat tenang. "Beli kopi untuk teman-temanmu. Dan biarkan aku lewat sebelum aku memutuskan untuk mengadu pada manajermu bahwa pelayanan di sini sangat kasar."

​Pengawal itu tertegun. Bukan karena uangnya, melainkan karena mereka dibayar lebih dari itu oleh Dante tapi karena keberanian gadis ini yang berada di level yang tidak masuk akal. Di dunia mereka, siapa pun yang berani mendekati area VIP Dante Vallo tanpa izin biasanya akan berakhir dengan tulang rusuk patah atau menghilang di pelabuhan. Namun, Alicia tampak begitu yakin, seolah dia sedang berjalan masuk ke butik langganannya di Grand Indonesia.

​Sesaat sebelum pengawal itu benar-benar bertindak kasar, sebuah anggukan kecil dari arah sofa di sudut ruangan menghentikan mereka. Dante Vallo, yang sejak tadi memperhatikan interaksi konyol itu dari balik gelas kristalnya, memberikan isyarat untuk membiarkannya lewat. Dante tertarik. Bukan karena jatuh cinta pada pandangan pertama, tentu Dante tidak percaya pada hal-hal sampah seperti itu tapi karena ia ingin tahu apa yang membuat gadis asing ini begitu berani mencari mati.

​Alicia melangkah masuk ke area yang aromanya didominasi oleh aroma tembakau mahal, dan bahaya. Ia mendekat ke arah sofa di mana pria dengan visual dewa itu duduk. Semakin dekat, Alicia semakin sadar bahwa foto-foto model di majalah pria yang sering ia lihat tidak ada apa-apanya dibandingkan pria ini. Kulitnya yang sedikit tan, sorot matanya yang tajam seperti elang, dan aura yang seolah bisa membekukan udara di sekitarnya.

​"Kau tahu," Alicia memulai pembicaraan tanpa permisi, langsung duduk di sofa tepat di samping Dante, membiarkan paha jenjangnya sedikit tersingkap saat ia menyilangkan kaki. "Area ini terlalu sepi untuk pria setampan dirimu. Apa kau sedang dihukum atau kau memang antisosial?"

​Dante tidak langsung menjawab. Ia menyesap cairannya perlahan, lalu menoleh ke arah Alicia. Jarak mereka hanya beberapa inci. Alicia bisa merasakan panas tubuh pria itu dan aroma maskulin yang begitu memabukkan, jauh lebih kuat dari Martini yang ia minum tadi.

​"Kau punya nyali besar, Nona kecil," suara Dante rendah, dalam, dan bergetar di telinga Alicia. Ia berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen Italia yang sangat seksi sekaligus mematikan. "Atau mungkin kau hanya terlalu bodoh untuk menyadari di mana kau berada."

​Alicia tertawa kecil, suara tawa yang manja dan sedikit menantang. "Bodoh? Mungkin. Tapi aku lebih suka menyebutnya 'pemilih'. Dan aku sudah memilihmu untuk menemani malamku. Jadi, siapa namamu, Tuan Tampan? Atau aku harus memanggilmu 'Si Pendiam yang Menawan'?"

​Dante menatap bibir merah Alicia yang bergerak lincah. Selama bertahun-tahun, wanita yang mendekatinya hanya ada dua jenis mereka yang gemetar ketakutan karena tahu siapa dia, atau mereka yang dikirim oleh musuhnya untuk menaruh racun di minumannya. Tapi gadis ini? Dia menatapnya seolah Dante adalah sebuah pajangan mahal yang ingin ia beli.

​"Dante," ucapnya singkat.

​"Dante. Nama yang kuat. Aku Alicia," ia mengulurkan tangannya yang lentik, jemari dengan kuku-kuku yang dipoles cantik. "Sekarang, Dante, berhenti menatapku seolah kau ingin membedahku. Katakan padaku, apa kau selalu seserius ini bahkan saat berada di kelab malam?"

​Dante tidak menjabat tangan Alicia. Sebaliknya, ia meraih dagu gadis itu dengan jarinya yang kuat, memaksa Alicia menatapnya lebih dalam. Ada kilatan gelap di mata Dante, sesuatu yang seharusnya membuat Alicia lari seribu langkah, tapi pengaruh alkohol dan rasa sombongnya justru membuat Alicia semakin tertantang.

​"Di tempat ini, Alicia, orang-orang biasanya bicara tentang bisnis. Tentang siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati besok pagi," bisik Dante.

​Alicia memutar bola matanya, tampak tidak terkesan. "Membosankan. Bisnis, uang, kekuasaan. Ayahku juga bicara seperti itu setiap hari. Bisakah kita bicara tentang sesuatu yang lebih... menyenangkan? Seperti seberapa bagus kau dalam memimpin di luar ruangan ini?"

​Godaan itu sangat jelas. Sangat agresif. Dan bagi Dante, itu adalah penghinaan sekaligus tantangan yang menarik. Ia adalah penguasa dunia bawah tanah. Semua diskotik, arena tinju ilegal, dan perjudian di Milan berada di bawah pengawasannya. Tidak ada yang berani merayunya secara terang-terangan seperti ini.

​"Kau ingin aku memimpin?" Dante melepaskan dagu Alicia, bibirnya membentuk seringai tipis yang berbahaya. "Kau tidak akan sanggup mengikuti langkahku."

​"Coba saja," tantang Alicia. Ia kemudian meraih gelas milik Dante, meminum isinya sedikit, lalu mengembalikannya dengan bekas lipstik merah di pinggiran gelas. "Atau kau hanya besar bicara, Dante?"

​Itu adalah pemicunya. Dante tidak pernah ditantang, apalagi oleh seorang gadis manja yang baru saja melarikan diri dari Jakarta. Ia meletakkan gelasnya dengan kasar, lalu berdiri, menarik tangan Alicia dengan satu gerakan cepat yang membuat Alicia tersentak langsung ke pelukannya.

​Dada Alicia menabrak dada bidang Dante yang keras seperti baja. Untuk sesaat Alicia merasa sedikit gentar. Aura dominasi pria ini begitu mencekik. Namun, rasa gengsinya lebih besar. Ia justru mengalungkan lengannya ke leher Dante, menarik pria itu lebih dekat.

​"Bawa aku keluar dari sini," bisik Alicia di depan bibir Dante. "Tunjukkan padaku bahwa kau lebih dari sekadar wajah tampan yang duduk di sofa."

​Dante tidak berkata apa-apa. Ia hanya memberikan tatapan pada Marcello, tangan kanannya yang berdiri tak jauh dari sana dengan ekspresi tidak percaya. Marcello sudah bersiap untuk mengusir gadis itu, tapi Dante memberikan kode bahwa gadis ini berada di bawah perlindungannya malam ini.

​Dante menarik Alicia keluar dari kelab melalui pintu khusus VIP. Di luar, sebuah mobil Lamborghini hitam mengkilap sudah menunggu dengan mesin yang menderu halus. Dante membukakan pintu untuk Alicia dengan kasar namun protektif, lalu ia masuk ke kursi pengemudi.

​Mobil itu melesat membelah jalanan Milan yang mulai sepi. Alicia tertawa kegirangan, membiarkan rambutnya tertiup angin dari jendela yang terbuka sedikit. Ia merasa telah memenangkan lotre. Pria ini sempurna. Dia kaya, dia tampan, dia punya mobil keren, dan dia terlihat sangat berbahaya semua kriteria yang akan membuat ayahnya terkena serangan jantung jika mengetahuinya.

1
Mia Camelia
alicia cerdik sekali🥰🥰🥰
putmelyana
aku suka cerita seperti ini, next Thor ceritanya aku akan selalu menunggu cerita ini update
~SasMaya ✧
Haiii semua, bagaimana kabarnya hari ini? Author do'a kan semoga semuanya tetap sehat yah Jiwa maupun kantongnya 🤭

Oh yah,. Jangan lupa tetap stay tune yaa, besok author bakal update 3 BAB sekaligus 🔥✨

Buat yang udah setia nemenin cerita ini sampai sini, makasih banyak yaa~
Dan jangan lupa tinggalkan jejak di setiap bab 🫶
Entah itu like, vote, ataupun komentar.

Segala bentuk dukungan dari kalian semua, sangat berarti banget untuk author khusus-nya.

Itu semua bikin author makin semangat untuk update bab selanjutnya. ✨🫰🏻
Mia Camelia
dante gak mati kan🤣🤣🤣
Aquarius97 🕊️: Halo sahabat pembaca ✨ Aku baru saja merilis cerita baru berjudul CINTAKU TUAN MAFIA ❤️‍🔥 Mampir yuk siapa tahu kamu tertarik nantinya 🤗 Dukung dengan Like dan komentar yah, karena setiap dukunganmu berarti buatku. Terimakasih.
total 1 replies
putri
ceritanya seru banget alurnya berasa hidup kaya ikut bener" ada di dalam cerita ..... di bikin ketawa di bikin tegang .. tetep semangat Thor 🔥
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
putri
ikut tegang bacanya mudah"n Dante ga kenapa" yah Thor /Grimace/
Amila FM,IG:amilaeditslife
sumpah ini keren banget, alurnya nggak ngebosenin,kocak, actionnya dapet
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Mia Camelia
alicia kocak banget, inget mangga muda teruuuss🤣🤣🤣
Mia Camelia
suster jahat, jangan sampai lolos tuh.😔
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mia Camelia
lanjut thor👍👍👍
Mia Camelia
ehmm, mendingan pilih dante aja ah😂🥰🤣
Mita Paramita
ini pasti sih Bambang 🤣🤣🤣
Mia Camelia
seruuu banget thor🥰🥰🥰
alicia terjepit situasi absurd🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
cerita nya mantap👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!