Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMANTAPAN JON
Malam yang mendebarkan, malam dimana Jon mengungkapkan isi hati kepada Lusi kini telah berganti pagi.
Di minggu pagi Jon masih merebahkan badannya dengan posisi mata masih terpejam di tempat tidurnya dengan damai.
Seorang pangeran tampan nan lucu bertubuh mungil, berlari kecil menuju kamar dan mencoba mendorongnya sekuat tenaga.
Beruntungnya si pemilik kamar lupa mengunci pintu kamarnya tersebut, dan akhirnya dengan mudah pangeran kecil itu dapat membukanya.
Pangeran kecil dengan perlahan mendekati lelaki tampan yang masih terlihat tidur dengan damainya.
Dengan susah payah pangeran kecil mencoba menaiki kasur lelaki tampan itu, setelah benar benar dekat akhirnya pangeran kecil itu mengusap ngusap pipi lelaki tampan tersebut.
"Papapa"ucap Juna yang sesekali mencium pipinya Jon.
Jon sedikit demi sedikit membuka matanya secara perlahan, di lihatnya dengan jelas di matanya seorang bayi berumuran 2 tahunan tersebut sedang tersenyum tampan menatap dirinya.
Jon mendudukan dirinya dan memangku Juna sambil membombardir dengan ciuman gregetnya.
"Apakah kau merindukan Juna"tanya Jon
"Papapa"hanya jawaban itu saja yang terlontar dari mulut kecilnya.
"Dimana mama mu Juna"tanya lagi Jon pada Juna.
"Mamama..."Juna menjawabnya sambil mengarahkan pandanganya keluar kamar.
Jon yang mulai mengerti akan bahasa tubuh Juna, akhirnya menggendong dan membawa keluar dari kamarnya.
"Ayo kita cari mama mu"ajak Jon.
Pagi itu Jumira sedang sibuk memasak di dapur, sedangkan Lusi sedang sibuk dengan cucian dan gosokanya, hingga dia tak tahu kalau Juna sudah terbangun.
Aroma nikmat masakan pagi yang di buat Jumira benar tercium dan mengundang selera.
"Ayok mungkin mama mu di dapur"ucap Jon sambil menuruni anak tangga.
Di dapur Jon mendapati Jumira yang sedang asik memasak sambil bernyanyi lagu kesukaanya.
Jon hanya tersenyum simpul melihat gaya memasak ibunya Lusi yang terkesan Keren menurutnya.
"Selesai juga"ucap Jumira sambil mematikan kompor gasnya.
Jumira melepas celemek masak dan membalikkan badanya, dia kaget dan merasa tidak enak melihat Juna ada pada gendongan Jon.
"Maaf Tuan saya merepotkan anda"ucap Jumira sambil mengambil Juna.
"Tidak apa apa Bu, lagian Juna juga gak rewel Kok anaknya"jawab Jon dengan santainya.
Sementara Di ruangan lain, Lusi yang baru saja menyelesaikan setrikaanya di buat kaget, karena Juna tidak ada di dalam kamarnya.
"Juna... kamu dimana sayank"ucap Lusi khawatir.
Lusi keluar dari kamarnya dengan muka penuh cemas dan kegelisahan.
"Juna…kamu dimana"teriak Lusi sambil mondar mandir mencari.
"Bu... ibu lihat Juna tidak"teriak Lusi dari lantai atas.
Lusi berlari kecil menuruni anak tangga, berharap Juna ada di lantai bawah.
"Bu.. Bu… Juna hilang"teriak Lusi.
Jumira yang mendengar teriakan Lusi segera menghampiri Lusi sambil menggendong Juna.
"Kenapa kamu teriak teriak Lusi? "tanya Jumira.
Lusi yang mendapati Juna dalam gendongan ibunya, seketika langsung mengambilnya sambil menangis dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Jon yang menyaksikan itu perlahan mendekati Jumira yang masih terdiam.
Jumira menceritakan masa lalu Lusiana yang menyedihkan dan menjadikanya over protective pada anaknya.
"Maaf, Memang ayahnya Juna kemana Bu? tanya Jon yang ingin mendengar kepastian.
"Ayah juna adalah pria tampan dan baik, dia meninggal ketika mencoba menyelamatkan rekan kerjanya yang hampir tertimpa tiang cor.
Semenjak itu Lusiana berubah menjadi seperti saat ini, dia merasa Tuhan tidak adil kepadanya.
Jon hanya terdiam dan menganggukan kepalanya mendengar kisah tragis yang menimpa kekasih barunya.
"Tuan Jon, maaf ada sesuatu yang ingin saya tanyakan pada anda"ucap Jum serius.
"Silahkan Bu, jangan pernah sungkan"jawab Jon.
Jumira menanyakan sesuatu yang di lihatnya tadi malam ketika Jon mengungkapkan rasa hatinya kepada Lusi.
"Apakah anda serius dengan ucapan Anda?"tanya Jumira.
"Saya serius Bu, tak ada keraguan di hati saya sedkitpun"jawab Jon
Jumira menjelaskan lagi kepada Jon, bahwa Jumira tak ingin melihat anaknya menderita lagi dan ingin melihat Lusi dan Juna bahagia
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain