NovelToon NovelToon
GODDESS AGAINST FATE

GODDESS AGAINST FATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: XING YI

​Tiga puluh ribu tahun peperangan berakhir dengan kehancuran Alam Dewa. Lin XingYu, sang Dewa Primordial terakhir, harus mengorbankan 99% basis kultivasinya demi memukul mundur sembilan Iblis Agung. Di ambang kematian, ia melintasi dimensi untuk mencari penerus dan menemukan Ling Xinyue—seorang gadis bumi berusia 16 tahun yang tengah menghitung detik terakhir hidupnya akibat kanker otak.

​Kini, dengan jiwa manusia yang rapuh dalam raga dewi tercantik di jagat raya, Xinyue harus memulai perjalanan mustahil sejauh 50.000 mil menuju Pulau Warisan. Bersama Lian Yue, sang Merak Bulan Es, ia harus belajar menguasai kekuatan yang sanggup mengguncang semesta sebelum para Iblis Agung bangkit kembali. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup dari penyakit, ini tentang menaklukkan takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XING YI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11:Kehancuran Yang Dipicu Diri Sendiri

Langkah kaki Chen Lin meninggalkan jejak dingin di atas aspal jalanan yang menuju ke arah Distrik Selatan. Bayang-bayang Vila Teratai Putih baru saja menghilang di belakangnya, namun peringatan Wei Lan masih terngiang jelas, beradu dengan desir angin malam yang kian menusuk.

Gadis itu telah bersujud, mencengkeram jubah hitamnya dengan jemari gemetar, memohon agar ia tidak melangkah ke sarang serigala malam ini.

"Tuanku, jangan! Patriark Qin Tian bukan seperti Qin Feng. Dia adalah monster yang telah mengukir namanya di ranah Pure Essence Tingkat 3! Melawannya dengan basis Marrow Purification hanyalah cara untuk mencari mati!"

​Chen Lin tidak berhenti.

Ia bahkan tidak menoleh saat menjawab dengan suara setajam sembilu, "Jika aku terus bersembunyi di balik ketakutan akan perbedaan ranah, maka tulang rembulan ini hanyalah hiasan sampah. Aku ingin melihat seberapa jauh dunia ini bisa menekan seseorang yang berani meludahi takdirnya sendiri. Jika Pure Essence adalah batas yang kau agungkan, maka aku akan menjadi orang pertama yang meruntuhkan kesombongan ranah itu."

Dengan keangkuhan yang dingin, ia mengabaikan air mata Wei Lan dan terus berjalan menuju pusat kekuasaan Klan Qin, menyeret takdir Kota Qīngchú ke titik didih yang mematikan.

​Kini, langit di atas Distrik Selatan tak lagi menampakkan warna malam yang tenang; ia telah menjelma menjadi kanvas kematian yang koyak. Warna merah saga dari api Pure Essence Tingkat 3 milik Qin Tian bertabrakan dengan kilatan perak pucat dari aura Chen Lin, menciptakan pemandangan yang seolah-olah dunia sedang diremukkan oleh dua kekuatan besar.

Di tengah alun-alun kediaman utama Klan Qin yang kini rata dengan tanah, Qin Tian berdiri laksana iblis api yang haus darah. Tubuhnya memancarkan tekanan energi yang begitu masif hingga udara di sekitarnya terdistorsi, menciptakan fatamorgana panas yang sanggup membakar paru-paru manusia fana dalam satu tarikan napas.

​Chen Lin berdiri di titik nadir kehidupannya. Tulang-tulangnya yang baru saja ditempa menjadi Esensi Tulang Rembulan tingkat 1 berderak hebat, mengeluarkan suara gesekan logam yang memilukan di balik dagingnya.

Darahnya bergejolak, setiap tetesnya terasa seperti raksa panas yang mencoba menembus dinding nadinya akibat penindasan ranah yang jauh di atas kapasitasnya.

Keringat dingin yang mengucur dari keningnya langsung menguap sebelum sempat jatuh ke tanah. Ia adalah sebilah pedang yang sedang dipaksa menahan beban sebuah gunung.

Namun, di balik rasa sakit itu, ada kebencian yang murni. Ia menatap Qin Tian dengan mata yang tak lagi menunjukkan rasa takut, melainkan penghinaan yang mendalam bagi seorang penguasa yang hanya tahu cara menindas.

"Di hadapan Pure Essence, kau hanyalah sampah yang menunggu untuk dikremasi! Lihatlah sekelilingmu, setiap jengkal tanah ini adalah makammu!"

​"Hukum alam? Jangan membuatku tertawa, bajingan tua. Hukum yang kau bicarakan hanyalah rantai yang kau buat untuk menutupi ketakutanmu sendiri. Kau takut pada potensi yang tidak bisa kau pahami, bukan? Kau takut pada pemuda yang sanggup meruntuhkan ego kotamu yang busuk."

​"Ketakutan? Aku adalah penguasa Selatan! Aku telah membunuh ribuan orang seperti kau! Aku akan membakar setiap inci dagingmu sampai yang tersisa hanya abu hitam yang terbang tertiup angin! Aku akan memastikan namamu dihapus dari setiap catatan sejarah!"

​"Gonggonganmu terlalu keras untuk seekor anjing yang sebentar lagi akan kehilangan taringnya. Jika aku mati di sini, aku akan memastikan jiwaku menyeretmu ke neraka yang paling dalam, Qin Tian. Kau akan memohon kematian saat es-ku mulai membekukan jantung spiritualmu!"

​"Mati kau, serangga busuk! Teknik Terlarang: Telapak Matahari Pemusnah! Biarkan api ini menghapus keberadaanmu dari dunia ini!"

​"Kau terlalu banyak bicara untuk seseorang yang sebentar lagi akan menjadi patung es, Qin Tian. Kau pikir api murahanmu ini bisa menyentuhku? Kau bahkan tidak lebih dari sekadar pemantik api di hadapan apa yang akan datang."

​"Apa?! Kau masih berani menghinaku di saat ajalnya sudah di depan mata?! Rasakan ini! Aku akan memastikan tidak ada satu sel pun dari tubuhmu yang tersisa untuk dikuburkan!"

​"Simpan amarahmu untuk di neraka nanti. Kau menyebut dirimu penguasa? Kau hanyalah raja kecil di kolam lumpur yang kotor. Mari kita lihat apakah apimu bisa membakar kedinginan yang abadi."

​"Cukup! Jangan berani-berani kau menatapku dengan mata menjijikkan itu! Aku adalah Patriark Klan Qin! Aku adalah matahari di kota ini!"

​"Matahari? Jika kau matahari, maka aku adalah gerhana yang akan menelanmu bulat-bulat tanpa menyisakan cahaya sedikit pun."

​"Bajingan! Aku akan mengulitimu hidup-hidup! Aku akan merobek lidahmu itu agar kau tidak bisa lagi mengucapkan kata-kata sombongmu!"

​"Lidahku akan tetap tajam sampai kau membusuk, Qin Tian. Dan mataku akan tetap menatap kehancuranmu bahkan saat kau sudah menjadi debu di bawah kakiku."

​Qin Tian melepaskan serangannya. Sebuah tangan raksasa yang terbuat dari api murni putih di pusatnya dan merah di tepiannya turun dari langit dengan kecepatan yang merobek atmosfer.

Suhu di seluruh distrik melonjak secara tidak masuk akal, membakar bangunan kayu yang tersisa menjadi arang dalam hitungan detik.

Bahkan batu giok yang melapisi jalanan mulai retak dan mencair. Chen Lin memejamkan mata, merasakan maut sudah berada di ujung hidungnya.

Secara fisik, raga Marrow Purification miliknya akan menguap sebelum serangan itu mendarat. Paru-parunya terasa seperti menghirup cairan logam cair, dan kesadarannya mulai memudar dalam kabut panas yang menyesakkan.

​"Cukup main-mainnya, Chen Lin. Kau sudah membuktikan tekadmu, tapi raga ini terlalu berharga untuk menjadi abu di tangan orang seperti dia," suara Lin XingYu meledak di dalam jiwanya, membawa otoritas primordial yang sanggup menghentikan aliran waktu. Suara itu bukan lagi sekadar bisikan, melainkan dentuman kosmik yang menggetarkan fondasi keberadaan Chen Lin.

"Biarkan aku mengambil alih. Raga ini akan menderita, tubuhmu akan terkoyak oleh beban kekuatanku, tapi musuhmu akan belajar apa artinya ketakutan yang abadi di hadapan seorang Dewi. Akan kutunjukkan padanya betapa rapuhnya api yang ia agungkan."

​Tepat saat telapak api itu nyaris menyentuh puncak kepala Chen Lin, sebuah ledakan energi biru kristal menyapu seluruh distrik. Tekanan api Qin Tian terhenti di udara, membeku menjadi kristal api yang tak lagi panas.

Rambut Chen Lin memanjang secara tidak wajar, berubah menjadi warna biru putih pekat yang berpendar terang, memancarkan cahaya dingin yang menelan kegelapan.

Matanya terbuka, menyingkapkan pupil biru kristal yang dalam, dingin, dan benar-benar tak berperasaan—mata seorang penguasa yang telah melihat kelahiran dan kematian bintang-bintang. Auranya melonjak seperti naga yang terbangun dari tidur ribuan tahun, menembus batasan logika dunia. Pure Essence Tingkat 1... Tingkat 4... Tingkat 6 dan akhirnya berhenti dengan ledakan tekanan yang mematikan di Pure Essence Tingkat 8.

​"Apa... Apa-apaan ini?! Siapa kau sebenarnya?! Bagaimana mungkin seorang sampah sepertimu bisa memiliki tekanan tingkat 8?!"

​"Kau tidak layak mengetahui namaku, manusia kecil yang berisik. Kau merusak pemandangan malamku dengan bau api yang busuk dan menjijikkan. Tanah ini... klanmu... semuanya adalah polusi bagi penglihatanku."

​"Kekuatan ini... tidak mungkin! Ini pasti teknik ilusi bajingan! Serang dia! Seluruh tetua, kerahkan Formasi Sembilan Matahari! Bunuh monster itu sekarang juga sebelum dia menghancurkan kita semua!"

​"Monster? Lucu sekali kalian menyebutku monster. Kalian bahkan tidak layak disebut sebagai mangsa bagi seorang monster. Kalian hanyalah debu yang mengganggu jalan setapakku, dan debu harus disapu bersih.

​"Jaga mulutmu! Aku akan menghancurkan kepalamu kenapa... kenapa tanganku membeku?! Sialan, tubuhku tidak bisa bergerak! Apa yang kau lakukan padaku?!"

​"Karena es-ku tidak hanya membekukan dagingmu, Qin Tian. Ia membekukan aliran takdir dan waktu di sekitarmu. Sekarang, diam dan lihatlah bagaimana klan yang kau banggakan lenyap dari sejarah seperti asap yang tertiup badai salju."

​"Kau gila! Kau tidak bisa melakukan ini! Sekte kami... mereka akan membalasmu!"

​"Biarkan mereka datang. Aku akan menyambut mereka dengan pemakaman es yang sama indahnya dengan ini."

​"Keparat! Aku tidak akan membiarkanmu menang begitu saja! Aku akan meledakkan inti energiku!"

​"Meledakkan inti? Kau bahkan tidak bisa mengalirkan energi dalam nadimu yang sudah membeku, bodoh. Lihatlah ke bawah, kakimu sudah menjadi kristal."

​"T-tidak mungkin... kakiku... hancur?! Kau... kau benar-benar iblis!"

​"Panggil aku sesukamu. Iblis, dewa, atau kiamatmu. Hasil akhirnya akan tetap sama, kau akan menjadi sejarah yang tidak ingin diingat oleh siapapun."

​"Sialan kau! Sialan kau Chen Lin!"

​"Chen Lin tidak ada di sini saat ini. Yang ada hanyalah akhir dari kesombonganmu."

​"Ampuni aku... aku akan memberikan seluruh harta klan... tolong..."

​"Harta? Aku bisa mengambilnya dari mayatmu yang beku. Kau tidak punya nilai tawar lagi, sampah."

​"Tolong... anakku... jangan bunuh anakku..."

​"Kau bicara soal anak saat kau sendiri mengirim algojo untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah? Munafik. Seluruh garis keturunanmu akan berakhir malam ini."

​Lin XingYu dalam raga Chen Lin merentangkan kedua tangannya dengan gerakan yang sangat anggun namun membawa niat membunuh yang tak terbatas.

Sontak, ribuan bilah es kristal yang masing-masing panjangnya mencapai tiga meter muncul dari udara kosong, menutupi seluruh cakrawala Distrik Selatan. Langit yang tadinya merah membara kini berubah menjadi hutan kristal gantung yang mematikan.

Tanpa peringatan, bilah-bilah itu menghujam ke bawah dengan suara siulan maut yang memekakkan telinga.

​Narasi malam itu berubah menjadi pembantaian puitis yang sangat kejam. Es yang diciptakan Lin XingYu tidak hanya menusuk fisik, tapi juga secara aktif mengonsumsi energi kehidupan siapa pun yang disentuhnya.

Setiap prajurit Klan Qin yang terkena serpihan es itu langsung kehilangan warna di wajah mereka; darah mereka berhenti mengalir, berubah menjadi kristal di dalam pembuluh darah.

Ribuan orang mati berdiri, berubah menjadi patung es dalam posisi berlari atau memohon ampun, wajah mereka menunjukkan kengerian yang membeku abadi di bawah cahaya rembulan yang dingin.

​Qin Tian mencoba mengeluarkan pedang pusaka meteorit api miliknya, sebuah senjata tingkat bumi yang seharusnya mampu membelah gunung.

Namun, sebelum lengannya sempat berayun, Lin XingYu sudah berada di depannya, melayang beberapa inci dari tanah tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Ia mencekik leher sang Patriark dengan satu tangan, jari-jarinya mengeluarkan hawa dingin yang langsung membekukan aliran energi di leher Qin Tian.

​"Klan Qin... kami punya hubungan dengan Sekte Matahari Luar... Jika kau membunuhku, mereka akan mengirim pasukan untuk meratakan kota ini! Kau tidak akan selamat!" Qin Tian terengah, matanya melotot keluar dengan urat-urat merah yang pecah.

​"Sekte Matahari? Bahkan jika seluruh leluhur sekte itu ada di sini sekarang, mereka akan berlutut dan mencium kakiku untuk memohon nyawa," ucap Lin XingYu dengan nada datar yang lebih menakutkan daripada teriakan kemarahan.

Dengan satu remasan kecil yang disertai suara tulang yang patah , ia mematahkan leher Qin Tian, lalu melepaskan ledakan energi es internal yang menghancurkan seluruh keberadaan sang Patriark hingga menjadi butiran kristal halus yang terbang tertiup angin malam.

​"Tuanku... semuanya... semuanya sudah selesai? Klan Qin... mereka benar-benar sudah tidak ada?"

​"Distrik ini sudah mati, Lan-er. Jangan bertanya hal yang sudah jelas di depan matamu. Lihatlah sekelilingmu, ini adalah keheningan yang seharusnya ada sejak lama."

​"Siapa... siapa Anda sebenarnya? Aura ini... Anda bukan Chen Lin yang kukenal. Tekanan ini... ini seperti menatap langit yang runtuh."

​"Simpan pertanyaan bodohmu untuk hari lain. Bawa raga ini pergi dari sini. Sekarang, sebelum aku benar-benar kehilangan kendali atas sisa energi ini."

​"Sialan, kenapa kau diam saja?! Aku tidak bisa menahan beban energi ini lebih lama lagi! Sumsumku terasa seperti meledak! Cepat angkat aku, Wei Lan, atau kita berdua akan terkubur di bawah reruntuhan es ini!"

​"I-iya, Tuanku! Maafkan aku! Aku akan segera membawamu pergi!"

​"Jangan biarkan siapapun mendekat. Jika ada yang mencoba menghalangi jalan kita, bunuh mereka tanpa ragu. Mengerti?!"

​"Baik, Tuanku. Siapapun yang berani melangkah, akan kutebas lehernya!"

​"Bagus. Sekarang bergeraklah! Tubuh ini mulai mencapai batasnya!"

​"Tahan sebentar lagi, Tuanku. Kita hampir keluar dari distrik ini!"

​"Sial... rasa sakit ini... Lin XingYu, kau benar-benar tidak punya belas kasihan pada ragaku..."

​"Diamlah, Chen Lin. Ini adalah harga dari kekuatan. Nikmati rasa sakitnya sebagai bukti bahwa kau masih hidup."

​"Persetan denganmu! Cepat hilangkan tekanan ini!"

​Di pinggiran kota, mobilisasi massal dari Klan Bei, Fang, dan Jing berhenti total dalam kengerian yang mutlak. Para prajurit yang tadinya bersemangat untuk menjarah kini menjatuhkan senjata mereka, lutut mereka gemetar melihat pemandangan di depan mereka.

Mereka melihat dari kejauhan bagaimana seluruh Distrik Selatan, wilayah yang paling makmur dan panas di Qīngchú, berubah menjadi wilayah biru es yang mengerikan dalam hitungan menit.

Uap dingin yang luar biasa merambat hingga ke gerbang distrik lain, membekukan kanal-kanal air secara instan.

​Para Patriark klan lain yang menyaksikan manifestasi itu segera menarik kendali kuda mereka dengan tangan yang basah oleh keringat dingin. Pelarian massal pun terjadi mereka melarikan diri kembali ke wilayah masing-masing tanpa menoleh ke belakang, mengunci pintu gerbang klan dengan formasi pertahanan terkuat, dan bersumpah tidak akan pernah menyinggung "Iblis Putih" itu lagi.

Nama Chen Lin dalam sekejap berubah dari subjek cemoohan menjadi tabu yang paling ditakuti di seluruh kota.

​Lin XingYu melepaskan kendalinya, dan energi tingkat 8 yang masif itu ditarik kembali secara paksa ke dalam kalung giok. Proses penarikan energi itu jauh lebih menyakitkan daripada saat memasukinya.

Chen Lin jatuh tersungkur, memuntahkan gumpalan darah perak yang kental dan langsung membeku menjadi batu merah di atas tanah yang dingin. Raga Marrow Purification miliknya hancur di dalam sumsumnya terasa seperti disiram air raksa yang membeku, dan meridiannya mengalami retakan mikro di mana-mana.

Namun, di tengah penderitaan fisik yang luar biasa itu, ada kepuasan yang dingin dan tajam.

​Wei Lan segera memapah Chen Lin dengan segenap kekuatannya, menyandarkan kepala pemuda itu di bahunya yang hangat, mencoba memberikan sedikit kehangatan manusia bagi raga yang telah menjadi es itu.

Di sekeliling mereka, ribuan mayat es berdiri diam sebagai saksi buatan atas kelahiran sebuah legenda yang ditulis dengan darah dan kristal.

Distrik Selatan telah jatuh, api keangkuhan telah padam selamanya, dan malam itu berakhir dengan hening yang mencekam, menyisakan hanya suara langkah kaki Wei Lan yang menyeret tubuh tuannya menembus badai salju buatan yang tak kunjung mencair, menuju sebuah fajar yang tak akan pernah lagi sama bagi Kota Qīngchú.

​Ia telah menghancurkan sebuah pilar klan, namun ia tahu bahwa ini hanyalah awal dari badai yang lebih besar. Sambil menahan rasa sakit yang mengoyak jiwanya, Chen Lin berjanji dalam hati bahwa ia akan terus mendaki, melewati tumpukan tulang musuhnya, hingga tak ada lagi kekuatan di dunia ini yang sanggup membuatnya berlutut. Kesunyian malam itu menjadi saksi bisu dari sumpah yang diucapkan dalam dingin yang membeku.

1
Milk Lk
udh nabung 2 minggu lebih gas momentum walau cuman 20 chapter, semangat terus thor up nya
Milk Lk
Wah bagus sih ini, gas next chpter tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!