NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

Gema tawa Kendrick baru benar-benar mereda setelah hidangan penutup berupa puding vanila saus blubberi disajikan di atas meja.

Ruang makan utama Kastel Stone perlahan kembali ke ritme normalnya, meskipun sisa-sisa atmosfer intim sekaligus menggelikan itu masih menggantung di udara.

Pagi itu, dengan leher yang masih dihiasi tanda kepemilikan mutlak dari King, Olivier mencoba mengalihkan seluruh energinya untuk memanjakan Nora. Ia menyeka sudut bibir putrinya dengan saputangan, mencoba mengabaikan tatapan mata elang King yang sejak tadi tidak sedetik pun bergeser dari wajahnya.

"Nora," panggil Daddy Kyle Stone dengan suara berat berwibawanya, memecah keheningan di ujung meja. Sang Patriark meletakkan koran bisnisnya, lalu menatap langsung ke arah cucu pertamanya.

"Setelah sarapan ini, paman-pamanmu dan para pengawal akan mengantarmu ke ruang bermain utama di sayap timur kastel. Kakek telah menyiapkan beberapa hal di sana. Kau boleh memilih apa saja yang kau sukai."

Nora Amelie Martinez—yang kini perlahan harus membiasakan diri dengan nama Nora Amelie Stone—menatap sang kakek dengan binar mata cerdas yang tidak goyah.

"Apakah di sana ada perpustakaan mini, Kakek? Aku lebih suka membaca buku atau menyusun robot lego daripada bermain boneka."

Mendengar jawaban yang sangat tidak biasa dari mulut bocah berusia sepuluh tahun, Grandmaman Victoria Stone langsung menepuk tangannya dengan heboh.

"Oh, lihatlah! Dia benar-benar darah daging Stone sejati! Kyle, dengar itu? Cicitku tidak menyukai mainan perempuan yang membosankan! Dia menyukai logika dan strategi! Tentu saja, Sayang, kastel ini memiliki perpustakaan terbesar di Illinois. Kau boleh membaca semua dokumen dan buku kuno di sana."

Olivier tersenyum tipis melihat bagaimana putrinya dengan begitu instan menaklukkan hati seluruh penguasa kastel ini. Namun, di balik rasa tenangnya, ada satu hal yang sejak tadi mengusik benak profesionalnya sebagai seorang dokter residen senior. Ia melirik jam tangan peraknya—waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.

"King," bisik Olivier, menoleh ke arah suaminya yang masih asyik memandangnya sembari memutar-mutar cangkir kopi kosong.

"Ya, Wifey? Ada yang sakit? Atau kau ingin aku menambah pijatan di kakimu?" jawab King dengan nada suara yang mendadak melunak, mengabaikan fakta bahwa Kendrick di seberang meja langsung membuat gestur pura-pura muntah karena tidak tahan dengan kebucinannya.

"Aku harus ke rumah sakit satu jam lagi. Jadwal rotasiku di departemen bedah saraf dimulai pukul sepuluh, dan aku memiliki tiga pasien pasca-operasi yang harus kuperiksa kondisinya," ucap Olivier dengan nada tegas, tanpa kompromi.

Mendengar kata 'rumah sakit', senyuman di wajah King Stone seketika lenyap, digantikan oleh gurat protes yang teramat ketara.

"Rumah sakit? El, kita baru saja menikah semalam! Altar gereja kastel bahkan belum dibersihkan dari kelopak mawar putih, dan kau sudah ingin kembali bekerja? Tidak. Aku tidak mengizinkannya. Aku akan menelepon direktur rumah sakit itu sekarang juga untuk memberikanmu cuti menikah selama satu bulan penuh."

King sudah meraba saku celananya untuk mengambil ponsel, namun tangan ramping Olivier dengan cepat menahan pergelangan tangan kekar suaminya. Tatapan mata bulat Olivier mendadak berkilat tajam, memancarkan aura ketegasan seorang dokter sekaligus seorang ibu yang tidak bisa diintimidasi oleh kekuasaan mafia.

"Jangan berani-berani melakukan itu, Kingston Stone," desis Olivier dengan penekanan kata yang dingin. "Pernikahan gila semalam ini adalah keputusan darurat demi masa depan Nora, dan aku sudah menyetujuinya. Tapi pernikahan ini tidak akan pernah mengubah dedikasiku pada pekerjaanku. Aku adalah seorang dokter. Pasien-pasien itu membutuhkanku. Jika kau berani mencampuri urusan karierku dengan uang atau kekuasaanmu, aku bersumpah hukuman yang kujanjikan semalam tidak akan pernah terjadi seumur hidupmu."

Ancaman kata 'hukuman' yang diucapkan Olivier seketika memicu memori King tentang percakapan intim mereka di tempat tidur semalam.

Kalimat "Bisa buat aku kesulitan berjalan besok?" mendadak terngiang-ngiang di dalam otaknya, memicu letupan adrenalin dan gairah liar yang seketika membuat King menelan ludahnya dengan susah payah.

Pria bertubuh monster itu mendadak mati kutu, kehilangan seluruh argumennya di depan sang istri.

Kendrick yang menangkap basah perubahan ekspresi King langsung terbahak lagi.

"Hahaha! Lihat itu! Sang pangeran sulung klan Stone, penguasa dermaga Chicago yang bisa menenggelamkan puluhan kapal musuh hanya dengan satu jentikan jari... kini bertekuk lutut dan gemetar hanya karena ancaman tidak diberi 'jatah' oleh istrinya! Wah, Kak, kau benar-benar menyedihkan!"

"Diam kau, Kendrick, atau aku akan memastikan seluruh pasokan senjata barumu di pelabuhan tertahan selama tiga bulan!" gertak King dengan wajah memerah menahan malu, yang seketika membuat Kendrick langsung menutup mulutnya dengan rapat sembari mengangkat kedua tangan.

Kaelix Stone yang sejak tadi sibuk menyuapi Xavier kecil, akhirnya angkat bicara tanpa mengalihkan pandangannya.

"Biarkan dia pergi, King. Wanita dengan kecerdasan seperti Olivier tidak akan bisa kau kurung di dalam kastel ini seperti pajangan mewah. Lagipula, St. Jude Hospital berada di bawah kepemilikan yayasan klan kita. Jika kau khawatir tentang keselamatannya, kirimkan satu tim pasukan elite untuk berjaga dalam radius lima puluh meter dari departemennya."

"Kaelix benar," timpal Daddy Kyle Stone, memberikan keputusan akhir yang absolut sebagai Patriark. "Olivier adalah menantu murni klan Stone sekarang. Ke mana pun dia pergi, kehormatan dan keselamatannya adalah prioritas utama klan. King, kau yang akan mengantarnya sendiri ke rumah sakit pagi ini. Pastikan perban di perutmu tidak bergeser selama perjalanan."

"Baik, Dad," jawab King pasrah.

Satu jam kemudian, sebuah iring-iringan tiga mobil SUV hitam antipeluru klan Stone meluncur membelah jalanan kota Chicago yang padat, menuju ke kompleks St. Jude Hospital.

Di dalam mobil utama, King duduk di kursi kemudi dengan setelan kasual yang elegan, sementara Olivier duduk di sampingnya, sibuk memeriksa beberapa berkas medis digital di tabletnya.

Begitu mobil berhenti tepat di depan lobi utama rumah sakit, beberapa perawat dan dokter residen lainnya yang sedang bertugas tampak refleks menoleh.

Mereka terkejut melihat mobil mewah berspesifikasi militer yang sangat familier di kalangan petinggi kota itu berhenti di sana. Namun, kejutan yang sesungguhnya baru terjadi saat pintu penumpang terbuka, dan Olivier Martinez melangkah turun dengan keanggunan yang berbeda dari biasanya.

Meskipun Olivier mengenakan jubah putih kedokterannya, kerah gaun tinggi marun di baliknya tidak mampu menyembunyikan sepenuhnya bercak kemarahan berwarna merah keunguan di leher kirinya yang kini tampak kian matang.

King Stone ikut turun dari mobil, mengabaikan tatapan mata orang-orang di sekitar lobi.

Pria bertubuh tegap itu melangkah mendekati Olivier, lalu tanpa memedulikan tempat umum, ia meraih pinggang ramping istrinya dan menariknya mendekat.

King menundukkan kepalanya, memberikan satu kecupan yang teramat dalam dan posesif tepat di atas bercak kemarahan di leher Olivier, membuat wanita itu refleks memekik pelan.

"King! Berhenti! Ini di tempat kerjaku!" bisik Olivier, mendorong dada bidang suaminya dengan wajah yang memerah sempurna karena malu.

Beberapa rekan dokter residen di depan lobi tampak melongo dengan mata membelalak, tidak percaya melihat Dokter Olivier yang terkenal sedingin es dan menutup diri dari pria... kini dicium dengan begitu posesif oleh King Stone.

King hanya mengulas senyuman miringnya yang penuh kemenangan gila. "Aku hanya sedang memperjelas tanda kepemilikanku di depan rekan-rekan kerjamu, Wifey. Agar tidak ada satu pun dokter pria di dalam gedung ini yang berani mencoba mendekatimu."

King kemudian meraba saku jasnya, mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam kecil, lalu meraih tangan kanan Olivier.

Dengan gerakan yang teramat lembut namun sarat akan otoritas, King menyematkan sebuah cincin berlian murni bermata biru safir—cincin pernikahan inti klan Stone yang bernilai jutaan dolar—ke jari manis Olivier.

"Pakai ini selama kau bertugas, El," bisik King, suaranya berat dan penuh penekanan yang dalam. "Ini adalah identitasmu sekarang. Kau adalah Olivier Stone. Ratu di dalam hidupku."

Olivier menatap cincin yang melingkar indah di jarinya, lalu menatap sepasang mata elang King yang memancarkan cinta yang begitu murni dan protektif.

Rasa hangat yang teramat magis perlahan menjalar di dalam dadanya. Ia mengembuskan napas panjang, lalu mengulas sebuah senyuman tipis yang teramat cantik.

"Aku mengerti, Suamiku," jawab Olivier lembut, memberikan satu tepukan pelan di dada King. "Sekarang, kembalilah ke kastel. Istirahatkan perutmu. Ingat... kau memiliki janji hukuman yang harus kau tunaikan besok malam."

Mendengar kalimat pengingat tentang "hukuman" itu, kilat gairah liar di dalam mata elang King Stone seketika menyala kembali dengan intensitas yang mengerikan.

Pria itu mengangguk dengan senyuman konyolnya yang penuh antisipasi gila. "Aku tidak akan melupakannya, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa turun dari ranjang kastel selama tiga hari berturut-turut setelah jahitanku dinyatakan sembuh total olehmu."

Olivier menggelengkan kepalanya sembari terkekeh pelan, lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam lobi rumah sakit dengan dagu terangkat tinggi, meninggalkan sang serigala Chicago yang berdiri menatap punggungnya dengan kepuasan mutlak dari seorang pria yang akhirnya berhasil membawa pulang belahan jiwanya ke dalam pelukan abadi.

1
Mei TResna Rahmatika
kasian bangett kisah Nora sama xander😭tapi gimana lagi mereka masih keluarga deket
Ros 🌷🦋: Hehe author minta maaf ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Q keberatan nora sama xander,, mereka spupuan,, masih ada darah yg sama,,! Klo dlm islam gk boleh,, tp di luar negri bebas ya!! ,, jd terserah othor,, 😌
Ros 🌷🦋: Wkkww Ok Kak, Maafkan author yaa 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh mulai nihh masalah
Ros 🌷🦋: Wkwkkw🤭
total 1 replies
Yunie
🤣
Ros 🌷🦋: kak ma'aciww...
total 1 replies
ida wati
wah wah wah benr dugaanku hmmmmm Xander nackal yaa kamuhh 😄
Ros 🌷🦋: wkwkwk sebenarnya sah-sah saja si Di Amerika kak🤭 tapiiiiiiii
total 4 replies
Zahra Alifia Hidayat
wah tebakanku bener😍
Ros 🌷🦋: author silent aja 🤭🤣🤣
total 1 replies
Yunie
seru nih
Ros 🌷🦋: hallo kak 🫶
total 1 replies
ida wati
wkwkwkwk drama persepupuan....jodoh nih kayaknya 🤣
Ros 🌷🦋: Wkwkwk masih rahasia ya kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkwk jngan kebanyakan gaya lu King, lu tuh budak nya El 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkwk🤣
total 1 replies
ida wati
yakin lu King??

mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ya Tuhan ngakak aku kak🤣🤣🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
tendang aja oliv si king🤣
Ros 🌷🦋: ngakak 🤣
total 1 replies
ida wati
pake belm aja El biar gak malu wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 3 replies
ida wati
huaaaa othor motong bawanggg 😭😭😭
Ros 🌷🦋: huhuhu 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nora xander masih ada ikatan darah thor,, emg boleh berjodoh,,!!?? 🤔
Ros 🌷🦋: Mereka sepupuan kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
apa Nora jodohnya Xander?
Ros 🌷🦋: kalo direstuin reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
sekarang giliran Ken yg muntah liat tingkah king🤣🤣
Ros 🌷🦋: hahaa biar kebagian muntah triplek K🤣🤣
total 1 replies
Moes Rifah
Thor episodenya 41 kok cuma 29
Ros 🌷🦋: ada 41 episode kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
wakakakaaka aku bahagiaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Hehehe 🤭
total 1 replies
ida wati
siram pake air keras aja biar kaku sekalian wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ngakak 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!