Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
White lie.
Dia menghampiri koper nya yang terbuka, lalu menoleh ke arah bu Sudi untuk bertanya, yang masih berdiri di samping tempat tidurnya.
“kok ada baju-baju ku di taruh ditas sih, bu..??” Tanya Morin .
“Tadi pak Damien telpon mbak Nunuk, untuk siapin baju-baju kaka sama adek, karena mau diajak menginap di rumah Eyang Ling.”
Morin kelihatan bingung. “papa ikut nginep juga ?”
“kayaknya sih , coba nanti Kak Morin tanya ke Papa Damien yaa “. Jawab bu Sudi.
Morin diam sejenak , lalu menggelengkan kepala.
“Sekarang kan aku sama Bayu masih sekolah sampai jumat besok, papa juga udah balik kerja. Ga mungkin papa ikut nginep ...” kata Morin menyimpulkan.
Lalu Morin kembali memandang bu Sudi.
“aku ga mau nginep di rumah Eyang, kalau mau sekolah bangunnya jadi lebih pagi..” Morin menjawab muram.
Bu Sudi menghampiri Morin, “nanti kaka nanya aja ke papa Damien yaa, sekarang ganti baju dulu, shalat terus makan. Atau mau makan dulu baru shalat? “.
Morin diam kembali, lalu menjawab “Aku mau makan dulu, baru shalat. Mau tanya papa juga... kapan mau kerumah Eyang. “ jawab Morin.
Lalu Morin memberikan pakaian sekolah yang tadi dia sudah pakai ke Ibu Sudi, dan mencari sekaligus mengambil baju rumah yang biasa dia pakai.
Hanya kaus lengan pendek yang dia ambil di lemari pakaiannya , untuk dipakai, sementara bawahan nya cukup legging yang sejak awal sekolah dia pakai untuk menutupi kakinya di dalam rok sekolah, dan langsung berjalan keluar kamar setelah Bu Sudi keluar terlebih dahulu berjalan ke arah ruangan mesin cuci, yang berada di luar kamar Morin dan Bayu, untuk mulai memproses pencucian baju sekolah Morin .
Morin berjalan menuruni tangga , lalu berjalan menuju ruang makan yang letaknya tepat disamping tangga.
Sekarang sudah ada Nunuk, Bayu , dan dia sendiri mulai duduk mengelilingi meja makan, dimana Nunuk sudah menyiapkan piring-piring makan, dan telah mengatur makanan yang sempat dibeli Damien di atas meja makan.
Selain makanan cepat saji yang di beli Damien, Bu Sudi juga sudah memasak nasi dan sayur capcai serta kerupuk udang. Biasanya Bu Sudi memasak 3 jenis lauk , namun hari ini sejak pagi Damien sudah meminta nya agar tidak memasak banyak, karena dia sendiri akan membeli makanan diluar untuk dimakan bersama-sama.
Bayu masih duduk dengan cemberut, tapi tidak mengatakan apa-apa, sementara Nunuk mulai menyendokkan nasi ke piring Bayu, dan juga bergerak mengambil piring makan Morin dan menyendok kan nasi keatasnya.
Damien belum ada di meja makan, dia masih shalat Ashar di lantai atas. Morin duduk di samping kanan Bayu, sedikit lebih jauh darinya, lalu menyendok kan capcai hangat yang sudah tersedia , juga kerupuk. Dia sudah makan ayam di sekolah, jadi dia tidak mau makan chickenwings yang sudah di beli Damien.
Damien sudah memesan 2 porsi chickenwings, jadi tersedia cukup banyak baik untuk dia dan yang lainnya. Bayu sendiri akhirnya hanya memakan nasi dan chickenwings yang di beli kan papanya, tidak mau menyentuh capcai dan kerupuk juga salad yang juga dibeli Damien, sambil sesekali mengambil french fries yang juga di sediakan disana.
Mereka berdua juga Nunuk dan Bu Sudi sedang menyelesaikan makanan masing-masing ketika Damien sudah selesai shalat Ashar dan menghampiri mereka semua yang berada di meja makan, ketika Nunuk dengan cepat berdiri hendak menyiapkan piring untuk Damien, namun Damien langsung menggelengkan kepalanya, dan kemudian duduk di seberang meja makan menghadap anak-anak nya.
“Hari ini kalian papa antar ke rumah Eyang Ling ya, Eyang Ling kangen kalian... kalian diminta menginap disana”.
Morin mendongakkan kepalanya, “ Papa ikut nginep juga ?”.
Damien menggelengkan kepala, berat.
“Papa masih sibuk, nanti papa akan sering kesana aja...” belum selesai berbicara, Morin dan Bayu langsung bersahut-sahutan berkata,
“Aku ga mau kesana, bangun nya pagi-pagi banget.. “
“Mama ada disana ga, katanya mama ada dirumah Eyang?..”
“Emang kenapa sih harus disana? Jauh dari sekolah aku..”
“aku mo ketemu Mama, kapan papa ketemu mama ??..”
“Pelan-pelan...satu-satu “..Damien menjawab dengan sabar.
Bayu yang langsung memotong pembicaraan.
“kata kaka , Mama ada disana sama Eyang Ling, nanti ketemu mama disana ga ?”.
Damien diam, Morin pun ikut diam, menunggu jawaban Damien.
“papa akan jemput Mama untuk datang kerumah Eyang ya, Kamu tunggu aja disana..”
“tapi tadi kata kaka, ada mama di rumah Eyang Ling, jadi kaka bohong dong ??”
“kaka ga bohong kok, kalau mama ada, Dia Pasti akan ada dirumah Eyang Ling “. Jawab Damien dengan tegas.
Bayu hendak menjawab lagi, namun Damien langsung mengakhiri percakapan “ Bayu harus siapin baju-baju yang mau dibawa ya , kasih tau mbak Nunuk..nanti dia akan siapin. Mau bawa mainan yang mana ?”.
Bayu langsung terdiam sejenak. Lalu dia menjawab “Mainan dinosaurus aku, sama robot T-Rex juga, sama mobil-mobilan , pengen bawa kaos robot ku juga...”
“Okeh, kalau makannya sudah selesai, langsung ke atas ambil semuanya ya.” Damien langsung menjawab tegas.
Bayu pun diam, langsung menghabiskan nasi dan chickenwings yang tersisa dipiringnya. Sementara Nunuk ikut mengawasi sambil ikut menghabiskan makanannya juga.
Giliran Morin yang kini bertanya. “ aku kalau dari rumah Eyang itu lebih jauh , pah... bangun nya pagi-pagi banget. Jadi ngantuk di sekolah. “
Damien tersenyum, “dijalan kan bisa bobo dimobil eyang”,
“Ah..engga enak. Nanggung “ jawab Morin sambil merengut.
“Eyang Ling masih kangen sama kalian, jadi dia minta kalian nginep di rumah Eyang...” jawab Damien dengan lembut.
“Hmmhh... Papa ikut nginep disana juga ga ?” Tanya Morin langsung.
“Ga bisa, papa banyak kerjaan... nanti papa pasti main kesana..”
“Bareng mama ya “ Bayu langsung memotong perkataan Damien.
Damien menengok ke arah Bayu, lalu tersenyum menenangkan. “iya, nanti papa datang kesana bareng sama mama. “
Bayu tersenyum senang, lalu memasukkan suapan terakhir makanannya dengan lahap.
Namun Morin hanya diam, tidak mengatakan apa-apa. Hanya menatap Bayu dengan pandangan yang susah untuk dijelaskan.
Damien masih memandang Morin, sambil menerka- neraka apa yang ada di pikiran Morin.
Kemudian Morin mengalihkan pandangan nya ke makanan yang ada di atas piring nya. Dia hanya memutar-mutarkan sendok nya , mengaduk-aduk makanannya, tapi tidak disuap sama sekali ke mulutnya.
Damien pura-pura tidak melihat hal itu, dia malah mengambil piring yang ada di hadapan nya, lalu mengambil Salad yang sudah di hidangkan di meja makan, lalu juga hendak menggapai piring berisi chickenwings untuk di letakkan diatas piring nya, ketika Nunuk dengan sigap langsung membantu mengambil kan piring berisi chickenwings tersebut ke arah Damien sambil tersenyum.
Damien diam saja, hanya mengambil 3 potong lalu langsung menyantapnya dengan pelan dan hati-hati, agar tidak ada remahan sayuran dari salad nya yang jatuh.
“aku ‘dah selesai “, tiba-tiba Bayu berkata. Damien dan Morin menoleh kearah Bayu.
“oke, langsung siapin baju-baju dan mainan nya ya, mbak Nunuk, bantu siapkan..! “ perintah Damien segera kepada mereka berdua.
Nunuk berdiri sambil membawa piring makannya juga piring makan bekas Bayu, lalu mengangguk pelan ke bayu sebagai isyarat untuk mengikutinya. Bayu hanya diam namun berdiri dengan lambat lalu menghampiri Nunuk dengan malas.
“Tapi beneran ya, Mama nanti ada disana?” Tanya Bayu kembali kepada papanya.
Papanya menelan makanan yang sedang dikunyahnya, baru menjawab dengan lambat, “ iyaa...mama nanti juga ke Eyang Ling.”, Dan kemudian Damien menyuapkan makanannya ke mulutnya dengan raut wajah datar.
Bayu diam kembali, lalu membalikkan wajah dan badannya langsung menuju ke arah tangga, yang diikuti Nunuk dengan bergegas.