NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemampuan Asli Oblivion

Desa Welos, sore hari.

Setelah mengeluarkan 50 Fond untuk membeli lima ramuan penyembuhan di desa Welos, Ren akhirnya kembali bisa bergerak dengan lancar.

Seperti yang sudah dia rencanakan, Ren langsung pergi menemui Anna untuk melakukan penilaian terhadap Oblivion.

Selain itu, Ren memutuskan untuk ikut serta dalam tim penjaga untuk memeriksa hutan, dia tidak ingin meninggalkan masalah untuk orang lain setelah semua yang terjadi.

Tempat Ren berada sekarang adalah teras rumah Anna, rumah kecil dan sederhana yang terbuat dari kayu.

" Hmm..."

Duduk di kursi santai, Anna memegang Oblivion dengan kedua tangannya, di mata kanannya terdapat lingkaran sihir kecil dengan simbol pengetahuan, dia sedang menggunakan sihir penilaian terhadap Oblivion.

Di mata Anna sekarang, dia melihat tulisan super kecil di atas bilah Oblivion, itu adalah Rune sihir, rune yang di gunakan untuk menempelkan efek magis pada sebuah benda.

" Pedang ini terbuat dari bahan yang tidak pernah aku lihat... melihat seberapa rumit Rune sihir yang di tulis, pedang ini pastinya sebuah Artefak "

Seperti yang kuduga, tebakan Ren memang benar, Oblivion adalah sebuah Artefak.

" Untuk efeknya, disini aku melihat lima rune sihir yang berbeda "

" Satu : Efisiensi Aura "

" Dua : Anti Sihir hitam "

" Tiga : Adaptasi terhadap iblis "

" Empat : Deteksi keberadaan iblis "

" Lima : Keheningan "

Ren memikirkan dengan serius apa yang Anna katakan barusan, untuk Efisiensi Aura, dia sudah tahu dari awal, dia hanya terkejut dengan empat kemampuan lainnya.

' Tidak ku sangka Oblivion akan sekuat ini, melihat semua kemampuannya, pedang ini pastinya di ciptakan untuk membunuh iblis '

Yang sangat membuat Ren terkejut adalah kemampuan Adaptasi terhadap iblis, apa-apaan ini, mungkinkah pedang ini akan beradaptasi terhadap semua iblis yang di lawan.

" Melihat kemampuannya, pedang ini pasti di ciptakan untuk membunuh iblis, aku pikir ini berada di level Extraordinary "

Anna mengembalikan Oblivion kepada Ren, lalu duduk diam di tempat menunggu Ren selesai dengan pikirannya.

Extraordinary ya...dari yang Ren ketahui, ada lima tingkatan untuk sebuah Artefak, dari yang paling bawah, Ordinary, Intermediate, Extraordinary, Sacred, dan Ancient.

Level Extraordinary adalah level tertinggi yang dapat di pegang oleh orang-orang biasa seperti Ren, jika di hitung berapa banyak orang yang dapat memegang artefak level Sacred di dunia ini, level Extraordinary jelas merupakan level artefak tertinggi yang paling banyak di temukan.

" Aku mengerti, terimakasih atas bantuanmu Anna "

Ren mengeluarkan satu Fond dan langsung menyerahkannya kepada Anna.

"...Tidak usah repot-repot..."

" Sudah ambil saja "

Sama seperti di kota, melakukan penilaian biasanya membutuhkan biaya, jika tidak salah itu sekitar 5 keping, tapi karena Ren tidak memiliki uang logam, dia memberikan uang yang lebih besar dari harga aslinya.

Anna menerima Fond itu dalam diam, sekarang dia sangat yakin jika Ren adalah anak orang kaya.

" Karena sudah selesai, aku akan pergi dulu "

" Baiklah "

Dengan itu, Ren pergi meninggalkan rumah Anna, tujuannya sekarang adalah mencari tempat untuk makan, bubur yang Gant berikan siang ini tidak cukup untuk memuaskan rasa laparnya.

' Oh iya... Oblivion tidak memiliki kemampuan perlindungan, lalu apa yang terjadi waktu itu '

Ren menatap Oblivion, dia semakin penasaran dengan asal usul pedang tersebut.

••• ••• ••• •••

Kota pelabuhan Lonor, dekat kota bagian utara, jalan no 5, depan markas geng Hunting Dog.

Dengan jaket hitam berekor, celana hitam, sepatu hitam, dan sarung tangan hitam, Evan berjalan menuju pintu masuk markas geng Hunting Dog.

Di punggungnya terdapat pedang hitam dengan hiasan berbentuk mata di gagangnya.

Evan tersenyum, dia dengan santai mengeluarkan pedangnya dari sarung tangannya lalu melemparkannya ke udara, dan pedang hitam itu terbang tinggi menuju atas markas geng Hunting Dog.

Dengan ayunan tangan ringan, pintu ganda berserta tembok di sampingnya, hancur berantakan, di dalam Evan melihat sekelompok orang sedang bermain kartu, mereka semua adalah anggota Hunting Dog.

" Apa?! "

" Siapa kau? "

Lebih banyak orang turun dari tangga di belakang kelompok itu, Evan menatap semuanya dengan tenang sambil menganalisis mereka.

' 40 orang, 6 mage bintang 2 dan 4 mage bintang 1, sepertinya sebagian besar anggota mereka sedang keluar hari ini '

" Selamat pagi semuanya, aku dengar salah satu dari kalian membawa pergi seorang gadis dengan paksa, jika kalian menyerahkannya kepadaku maka aku hanya akan memotong tangan dan kaki kalian "

Ini sudah sore sialan, semua orang yang merupakan anggota Hunting Dog mengutuk Evan dalam hati, kenapa orang ini sangat percaya diri bahkan setelah melihat jumlah seperti ini.

Salah satu orang maju, dia adalah salah satu Mage bintang 2 yang bergabung dengan geng Hunting Dog.

" Dasar bocah sombong, apa menurutmu..."

Sebelum dia selesai dengan kata-katanya, Evan muncul di depannya lalu dengan santai menendang lehernya hingga patah, dan membuatnya terlempar ke belakang.

" Kuh..."

Orang yang baru saja Evan tendang menabrak orang lainnya, karena lehernya sudah patah, dia mati.

Sepuluh pedang yang terbuat dari cahaya kebiruan muncul di sekeliling Evan, semua itu adalah pedang yang terbuat dari Aura Evan.

Merasakan bahaya, para Mage geng Hunting Dog segera merapal mantra, tapi, sebelum mantra mereka selesai, semua orang termasuk mereka tercabik-cabik oleh pedang Aura milik Evan.

" Heh... tidakkah kau berpikir jika mereka semua itu lemah, bos geng Hunting Dog? "

Seseorang muncul di belakang Evan, dia adalah seorang pria paruh baya berwajah kasar, terdapat janggut tipis di bawah mulutnya.

" Ya, kau benar, mereka sangat lemah "

Api hitam melesat kearah Evan, itu adalah sihir milik bos geng Hunting Dog!

" Heh...api yang berwarna hitam adalah bukti jika orang tersebut sudah terkorupsi oleh energi sihir hitam "

Aura yang mengelilingi Evan memadat menjadi mirip kaca, melindungi Evan dari api hitam milik bos geng Hunting Dog.

" Ya, aku adalah seorang Black Mage "

Energi sihir hitam adalah energi sihir yang berubah karena terkorupsi oleh Neraka, karena energi sihir berubah, Aura dan tubuh juga ikut berubah.

Selain itu, sihir apapun juga ikut berubah jika menggunakan energi sihir hitam, sihir api milik bos geng Hunting Dog yang berubah menjadi hitam adalah perubahan paling dasar.

" Aku heran kenapa para kesatria masih belum menangkap mu "

" Heh itu karena penguasa kota ini adalah kaki tangan tuanku, tadi aku dengar jika kau datang kesini untuk mengambil kembali gadis yang salah satu anak buahku bawa "

" Ya, aku akan sangat senang jika kau membebaskannya dan semua orang yang kalian culik "

Bos geng Hunting Dog tersenyum" Ayo buat semuanya menjadi mudah, aku akan membebaskan mereka semua dan kau tidak akan mengganggu geng Hunting Dog lagi "

Evan memegang dagunya, dia melirik bos geng Hunting Dog lalu tersenyum.

" Baiklah, melawan orang yang lebih tinggi posisinya dari penguasa kota sepertinya akan sangat merepotkan "

Bos geng Hunting Dog senang mendengar hal itu, dia senang Evan lebih bodoh dari yang dia kira.

' Hmph... setelah semua ini selesai, aku akan datang lagi bersama bos! '

Insting Bos geng Hunting Dog mengatakan untuk tidak mencoba melawan Evan, dia merasa jika dia akan terbunuh!

" Kalau begitu bawa semua orang yang ada di ruang bawah tanah "

" Baiklah "

Dengan itu, Evan mengikuti bos geng Hunting Dog pergi menuju ruang bawah tanah, tempat dimana dia menahan orang-orang yang telah mereka culik.

Di ruang bawah tanah yang minim pencahayaan, Evan melihat lima kurungan yang penuh dengan perempuan, bahkan ada gadis kecil di antara mereka.

' Ini...aku merasakan ada sesuatu yang sangat berbahaya di bawah...'

Evan tetap mempertahankan senyumannya, mungkin aku harus sedikit mengubah rencanaku untuk menangani mereka.

Bos geng Hunting Dog membuka kurungan lalu berkata kepada para tahanan sambil menatap mereka dingin.

" Kalian semua di bebaskan, pergilah! "

Karena perlakuan yang selama ini mereka dapatkan, para tahanan menjadi takut untuk keluar, mereka takut jika bos geng Hunting Dog melakukan sesuatu yang tidak-tidak setelah mereka keluar, tapi, tidak melakukan apapun dan tetap di dalam juga berbahaya bagi mereka.

Sambil ketakutan, para tahanan keluar dari dalam kurungan, melihat tubuh mereka yang kurus dan penuh lebam, Evan dapat membayangkan seberapa menderita mereka.

" Siapa di antara kalian yang bernama Lottie Grace? "

Salah satu tahanan mengangkat tangannya, dia memiliki wajah lembut sedikit bulat, dia adalah Lottie, putri nyonya Smir.

Beberapa dengan yang lain, Lottie tidak memiliki lebam sedikitpun, mungkin karena dia baru jadi tidak banyak yang orang-orang geng Hunting Dog lakukan padanya.

" Ibumu menyewa ku untuk membawamu pulang, ayo pergi "

Lottie berubah cerah, dia mengangguk lalu mengikuti Evan dengan penuh semangat.

Bersama Lottie dan para tahanan, Evan keluar dari markas geng Hunting Dog, menyadari bos geng Hunting Dog tetap di dalam dan tidak mengikuti, dia tersenyum.

Di langit, di atas markas geng Hunting Dog, Aura dalam jumlah besar yang mengelilingi pedang hitam milik Evan sedang di kompresi terus menerus hingga menjadi sangat padat.

SLASH!!

Pedang hitam itu turun dengan kecepatan luar biasa, menghantam atap markas geng Hunting Dog dan membuat Aura yang terkompresi meledak.

DUAR!!!

Ledakan itu menelan seluruh markas geng Hunting Dog, bos geng Hunting Dog dan semua mayat anggota Hunting Dog lenyap tak tersisa karena di telan oleh Aura.

Sementara Lottie dan para tahanan bingung dan ketakutan dengan apa yang terjadi, Evan tersenyum, semuanya sudah berjalan sesuai rencananya.

Sejak awal Evan berencana untuk membunuh semua anggota geng Hunting Dog yang ada di markas, oleh karena itulah dia membuat keributan di dalam sementara pedangnya menyiapkan serangan pamungkas.

' Sisanya adalah melaporkan apa yang aku rasakan di bagian paling bawah markas geng Hunting Dog '

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!