NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib: Dunia Yang Tersembunyi

Ruang Ajaib: Dunia Yang Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Dunia Lain / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Aureliana Virestha terbiasa hidup dalam bayang-bayang, diremehkan dan disalahkan oleh dunia yang tidak pernah memberinya tempat.

Namun di ambang kematian, ia menemukan sesuatu yang mengubah segalanya sebuah ruang misterius yang hanya bisa ia akses sendiri. Awalnya hanyalah tempat penyimpanan sederhana, tetapi perlahan ruang itu menunjukkan keajaiban yang melampaui logika.

Saat dunia di luar mulai kacau dan manusia saling mengkhianati, Aureliana menyadari bahwa kekuatan ini bisa menjadi kunci untuk bertahan dan bangkit. Di tengah ancaman, rahasia, dan pilihan yang berat, ia harus menentukan apakah akan terus menjadi orang yang diinjak, atau menciptakan dunianya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 Rahasia Kecil

Sore itu, kamar rumah sakit terasa lebih hidup dari biasanya. Tirai masih setengah terbuka, tetapi cahaya matahari sudah mulai bergeser ke arah jingga, menciptakan bayangan panjang di lantai. Seorang perawat baru saja keluar setelah mengganti infus, meninggalkan beberapa makanan tambahan di meja kecil di samping tempat tidur.

Di atas meja itu, buah potong dalam kotak plastik tersusun rapi, warnanya segar dan mengundang. Di sampingnya ada roti manis yang masih terbungkus, serta sebotol susu dingin yang dindingnya sedikit berembun. Semuanya terlihat biasa, seperti makanan yang sering diberikan kepada pasien.

Aureliana Virestha menatap semuanya tanpa langsung menyentuh. Pandangannya diam, tetapi pikirannya bergerak cepat, menghubungkan satu hal dengan hal lain yang ia alami dalam beberapa hari terakhir.

Ruang itu kembali muncul di benaknya.

Kemampuan yang awalnya terasa seperti sesuatu yang tidak masuk akal, kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang bisa ia pahami. Ia sudah mencoba masuk dan keluar, sudah membawa benda, bahkan sudah menyimpannya.

Namun masih ada satu pertanyaan yang belum benar-benar ia uji.

Seberapa jauh tempat itu bisa digunakan.

Aureliana meraih kotak buah perlahan, jari-jarinya menyentuh permukaan plastik yang dingin. Pantulan cahaya di permukaannya membuat potongan apel dan melon di dalamnya terlihat lebih cerah.

Ia membuka tutupnya, mencium aroma manis yang samar. Tidak ada yang aneh, tidak ada yang berbeda.

Normal.

Semuanya tampak seperti makanan biasa.

Ia menatapnya beberapa detik, lalu menarik napas pelan, membiarkan dirinya mengambil keputusan tanpa ragu.

“Coba saja.”

Ia menutup mata sambil menggenggam kotak buah itu dengan kedua tangan. Fokusnya terasa lebih stabil dibanding sebelumnya, tidak lagi ragu atau terpecah.

Keheningan datang dengan cepat.

Dunia berubah.

Dan ketika ia membuka mata, ia sudah berdiri di ruang itu.

Putih dan gelap menyatu seperti biasa, luasnya masih sama, tidak berubah sejak terakhir kali ia datang. Tidak ada suara, tidak ada gerakan, hanya kehampaan yang kini terasa lebih akrab.

Aureliana langsung melihat ke tangannya.

Kotak buah itu ada.

Ia mengangguk pelan, meskipun tidak ada siapa pun yang melihat reaksinya. Ada rasa puas yang muncul, kecil tetapi jelas.

“Masih berhasil…”

Ia berjalan ke sudut yang sebelumnya ia gunakan untuk menyimpan ponsel. Benda itu masih berada di tempat yang sama, tidak bergeser sedikit pun.

Seolah waktu tidak menyentuhnya.

Aureliana berjongkok, lalu meletakkan kotak buah di samping ponsel dengan hati-hati. Ia tidak terburu-buru, memperhatikan setiap detail kecil, seolah ingin memastikan semuanya benar-benar nyata.

Ia sedang menyimpan makanan di tempat yang tidak seharusnya ada.

Tempat yang hanya bisa ia akses sendiri.

Tempat yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun.

Aureliana berdiri lagi, lalu menatap ruang kecil itu dengan pandangan yang lebih dalam. Perasaan yang muncul bukan hanya penasaran, tetapi juga sesuatu yang mulai terbentuk menjadi keyakinan.

“Kalau ini berhasil… berarti…”

Kalimat itu tidak selesai, tetapi pikirannya sudah melanjutkan sendiri. Kemungkinan demi kemungkinan mulai tersusun dengan cepat di dalam benaknya.

Ia kembali ke dunia nyata.

Begitu membuka mata, ia langsung melihat ke meja kecil di sampingnya. Roti dan susu masih ada di sana, belum tersentuh.

Tanpa berpikir terlalu lama, ia mengambil roti itu, lalu susu.

Satu per satu.

Gerakannya lebih cepat dibanding sebelumnya, tetapi tetap terkontrol. Ia memasukkan semuanya ke dalam ruang itu, berpindah dengan ritme yang mulai terasa alami.

Prosesnya semakin mudah.

Tidak perlu usaha besar.

Tidak perlu waktu lama.

Seolah tubuhnya sudah mulai mengenali cara berpindah itu sebagai sesuatu yang biasa.

Setelah selesai, ia duduk kembali di tempat tidur, menatap meja yang kini hampir kosong. Tidak ada yang aneh dari sudut pandang orang lain, tetapi bagi Aureliana, perbedaan itu terasa sangat jelas.

Ia tidak langsung masuk lagi.

Ia menunggu.

Beberapa menit berlalu tanpa perubahan berarti. Suara langkah di luar tetap terdengar, perawat sempat masuk sebentar untuk memeriksa, lalu keluar lagi.

Waktu berjalan seperti biasa.

Namun pikiran Aureliana tetap tertuju pada satu hal.

Menunggu hasil.

Setelah merasa cukup, ia menutup mata lagi dan masuk ke ruang itu.

Ia membuka mata dengan cepat, langsung melihat ke sudut.

Semua benda yang ia simpan masih ada.

Kotak buah.

Roti.

Susu.

Ponsel.

Tidak ada yang berubah.

Aureliana berjalan mendekat dengan langkah yang lebih tenang, lalu mengambil kotak buah. Ia membuka tutupnya perlahan, memperhatikan isinya dengan lebih teliti.

Aromanya masih sama.

Segar.

Ia menyentuh potongan apel itu dengan ujung jarinya. Teksturnya tidak berubah, masih padat seperti baru dipotong.

Ia mengangkatnya, lalu menggigit sedikit.

Rasanya tetap sama.

Aureliana berhenti mengunyah sejenak, alisnya sedikit berkerut.

“Harusnya…”

Ia kembali ke dunia nyata, lalu melihat jam di dinding. Waktu sudah cukup lama berlalu sejak ia pertama kali menyimpan makanan itu.

Makanan seperti ini biasanya mulai berubah, setidaknya sedikit.

Namun di dalam ruang itu, tidak ada tanda perubahan sama sekali.

Ia kembali masuk lagi, kali ini dengan fokus yang jauh lebih tajam. Pikirannya tidak lagi ragu, tetapi mulai menyusun pola.

Aureliana berdiri di tengah ruang itu, menatap benda-benda yang tersusun di sudut. Perasaan yang muncul kali ini lebih tenang, lebih dalam, seolah ia mulai memahami aturan yang ada di tempat ini.

Ia berjalan mendekat, lalu duduk di dekat benda-benda itu. Tangannya menyentuh botol susu, lalu kotak buah, merasakan keberadaan mereka satu per satu.

“Jadi ini bisa menjaga… semuanya tetap sama.”

Suaranya pelan, tetapi ada keyakinan yang tidak ia miliki sebelumnya.

Jika waktu di tempat ini berjalan lebih lambat, atau bahkan hampir tidak bergerak, maka benda-benda di dalamnya juga tidak akan berubah seperti di dunia nyata.

Makanan bisa bertahan lebih lama.

Jauh lebih lama.

Aureliana menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Dadanya terasa sedikit lebih ringan, sesuatu yang jarang ia rasakan belakangan ini.

Selama ini, hidupnya selalu berjalan tanpa kendali. Keputusan orang lain menentukan arahnya, kesalahan yang bukan miliknya menjadi beban yang harus ia tanggung, dan bahkan hal sederhana seperti makanan pun kadang menjadi sesuatu yang harus ia pikirkan dengan hati-hati.

Namun sekarang, ia memiliki sesuatu yang berbeda.

Sesuatu yang sepenuhnya miliknya.

Sesuatu yang tidak bisa direbut begitu saja.

Perasaan hangat muncul di dadanya, bukan sesuatu yang berlebihan, tetapi cukup untuk mengisi ruang kosong yang selama ini ada.

Ia duduk lebih lama di sana, membiarkan dirinya merasakan perubahan itu tanpa terburu-buru.

Namun ketenangan itu tidak datang sendirian.

Di baliknya, ada hal lain yang perlahan muncul.

Ketakutan.

Aureliana mengangkat kepala perlahan, menatap ruang di sekelilingnya dengan pandangan yang lebih waspada. Tempat ini memang miliknya, tetapi itu tidak berarti aman sepenuhnya.

Bagaimana jika orang lain tahu.

Bagaimana jika ada yang melihatnya menghilang begitu saja dari dunia nyata.

Bagaimana jika kemampuan ini menarik perhatian yang tidak ia inginkan.

Pikirannya langsung dipenuhi kemungkinan yang tidak menyenangkan. Wajah orang-orang di kantor terlintas, atasan yang sudah memperlakukannya dengan dingin, serta penagih utang yang tidak akan segan melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Jika mereka tahu…

Ia tidak ingin membayangkannya lebih jauh.

Aureliana menggenggam tangannya erat, merasakan tekanan di jari-jarinya. Perasaan tenang yang tadi muncul kini bercampur dengan kewaspadaan yang lebih kuat.

Ia tidak bisa ceroboh.

Tidak boleh ada yang tahu.

Tempat ini harus tetap menjadi rahasia.

Ia berdiri perlahan, lalu menatap semua benda yang ia simpan di sudut ruangan. Ponsel dan makanan tersusun rapi, terlihat sederhana, tetapi memiliki arti yang jauh lebih besar.

Ini bukan sekadar tempat penyimpanan.

Ini adalah keunggulan.

Dan keunggulan seperti ini bisa menjadi bahaya jika jatuh ke tangan yang salah.

Aureliana menutup mata, lalu kembali ke dunia nyata.

Ketika ia membuka mata, kamar rumah sakit kembali menyambutnya dengan suasana yang sama. Cahaya sore mulai meredup, suara di luar ruangan tetap terdengar samar.

Ia menoleh ke meja yang kini hampir kosong.

Tidak ada yang mencurigakan.

Tidak ada yang berbeda di mata orang lain.

Semua terlihat normal.

Aureliana menyandarkan tubuhnya ke bantal, menatap langit-langit dengan pandangan yang lebih tenang. Pikirannya kini lebih terarah, tidak lagi dipenuhi kebingungan yang sama seperti sebelumnya.

Ia tahu apa yang harus dilakukan.

Ia akan menggunakan kemampuan ini.

Ia akan memanfaatkannya dengan hati-hati.

Tidak gegabah.

Tidak membiarkan siapa pun tahu.

Aureliana memejamkan mata perlahan, membiarkan napasnya kembali stabil.

Rahasia ini akan tetap menjadi miliknya sendiri.

1
SENJA
hapalin cara masuk dan keluar ruang dimensi nya 🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Andira Rahmawati
kok bisa keluar masuk dgn bebas pdhl ststusnya msh pasien..
Andira Rahmawati
hadir thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!