Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Pertemuan Rahasia di Paviliun Puncak Awan
Malam berikutnya, kabut hijau di Gunung Hijau semakin tebal dan dingin. Xiao Lin menyelinap keluar dari paviliun murid luar tepat saat lonceng malam berbunyi. Ia menggunakan Penyembunyian Aura Sempurna sepenuhnya, membuat tubuhnya terlihat seperti bayangan biasa di antara pepohonan. Token latihan khusus masih tergantung di pinggangnya, tapi malam ini ia tidak menuju lapangan latihan. Tujuannya adalah Paviliun Rahasia di lereng Puncak Awan — tempat yang hanya boleh dimasuki murid dalam dan tetua.
“Siapa yang mengirim burung pos itu?” gumam Xiao Lin dalam hati sambil melompat ringan di atas batu-batu curam. “Kalau ini jebakan, aku akan buat mereka menyesal.”
Deteksi Ancaman Sistem tingkat tinggi tetap diam. Tidak ada tanda bahaya langsung. Ia melewati pagar array qi yang samar di pinggir puncak, menggunakan Teknik Daun Hijau Abadi untuk menyatu dengan kabut. Dalam waktu setengah jam, ia sudah tiba di depan sebuah paviliun kecil yang tersembunyi di balik tebing. Paviliun itu hanya berukuran sederhana, tapi aura qi di dalamnya sangat murni dan kuat.
Pintu paviliun terbuka pelan tanpa suara. Sebuah suara lembut wanita terdengar dari dalam. “Masuklah, Xiao Lin. Aku sudah menunggu.”
Xiao Lin melangkah masuk. Di dalam paviliun hanya ada cahaya lampu giok hijau yang redup. Seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh tahun duduk di atas tikar sutra. Jubah biru murid dalam membalut tubuhnya yang ramping. Wajahnya cantik tapi dingin, mata hijaunya tajam seperti daun pedang. Di dadanya ada lambang awan perak — tanda murid dalam inti Puncak Awan.
“Aku adalah Mu Qinglan, murid pribadi Elder Wan dari Puncak Awan,” kata wanita itu sambil tersenyum tipis. “Kau pasti bertanya-tanya mengapa aku memanggilmu. Duduklah. Kita bicara.”
Xiao Lin duduk bersila di depannya, tangan kanannya tetap dekat dengan pedang. “Kau tahu namaku, tahu aku murid baru. Apa tujuanmu?”
Mu Qinglan tidak langsung menjawab. Ia melambaikan tangan, dan sebuah array suara menyala di sekitar paviliun, menghalangi siapa pun mendengar pembicaraan mereka. “Dua hari lalu, kau masuk Gua Rahasia Daun Hijau dan mengambil warisan Teknik Daun Hijau Abadi. Dua murid dalam yang kautaklukkan malam itu adalah anak buahku. Mereka melapor padaku. Aku tidak marah. Malah aku kagum. Bakatmu terlalu langka untuk dibuang di antara murid luar biasa.”
Xiao Lin menyipitkan mata. “Kalau begitu, kau ingin apa dariku?”
Mu Qinglan mengeluarkan sebuah kotak giok kecil dan meletakkannya di depan Xiao Lin. “Di dalamnya ada tiga pil Qi Awan Murni dan satu token akses ke Perpustakaan Rahasia tingkat satu. Aku ingin kau menjadi sekutuku. Turnamen pemula dua bulan lagi bukan hanya pertarungan biasa. Ada konspirasi di baliknya. Beberapa murid dalam dari sekte saingan sudah menyusup sebagai mata-mata. Mereka ingin menghancurkan talenta baru seperti kau sebelum kau tumbuh terlalu kuat.”
Xiao Lin membuka kotak itu. Bau qi murni langsung memenuhi ruangan. Ia tidak langsung mengambilnya. “Kenapa aku harus percaya padamu? Mungkin ini jebakan untuk mengambil warisanku.”
Mu Qinglan tertawa pelan. Suaranya seperti angin gunung. “Kalau aku ingin ambil paksa, aku bisa lakukan sekarang. Kekuatanku Tahap Akhir Tingkat 7. Tapi aku tidak suka paksaan. Aku butuh sekutu yang bisa diandalkan, bukan budak. Kalau kau setuju, aku akan ajari kau satu jurus rahasia Puncak Awan: Jurus Awan Mengambang. Jurus itu cocok dengan Teknik Daun Hijau Abadi-mu.”
Xiao Lin diam sejenak. Sistem di dalam jiwa-nya tidak mendeteksi kebohongan. Akhirnya ia mengangguk. “Baiklah. Aku terima tawaranmu. Tapi aku punya syarat. Jangan pernah coba kendalikan aku.”
Mu Qinglan tersenyum lega. “Kesepakatan.”
Ia langsung mengajarkan Jurus Awan Mengambang. Gerakan tangan dan aliran qi-nya sangat halus. Xiao Lin memahaminya dalam waktu singkat berkat bantuan Cincin Reinkarnasi Abadi. Mereka berlatih bersama di dalam paviliun selama dua jam. Setiap jurus yang Xiao Lin tiru semakin sempurna.
Tiba-tiba, suara sistem bergema di jiwa Xiao Lin:
“Selamat! Anda mempelajari Jurus Awan Mengambang (Tingkat Manusia Tinggi). Energi Qi +950. Poin Pengalaman +1.800. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Menengah Tingkat 6. Teknik Daun Hijau Abadi dan Jurus Awan Mengambang berhasil digabungkan menjadi Teknik Daun Awan Abadi (Tingkat Manusia Tinggi). Bakat meridian meningkat ke Tingkat 10 (Sempurna).”
Xiao Lin merasakan tubuhnya bergetar. Qi-nya kini bercampur warna hijau dan putih, lebih halus dan kuat. Ia menghembuskan napas panjang, dan kabut kecil muncul di sekitar tubuhnya.
Mu Qinglan terkejut. “Kau… sudah bisa menggabungkan kedua jurus dalam satu malam? Benar-benar monster. Besok aku akan kirim informasi lebih lanjut tentang turnamen. Hati-hati di paviliun murid luar. Ada yang sudah mulai merencanakan sesuatu yang lebih besar.”
Sebelum Xiao Lin pergi, Mu Qinglan menyerahkan sebuah liontin giok kecil. “Ini Liontin Komunikasi. Kalau ada bahaya, hancurkan saja. Aku akan datang.”
Xiao Lin meninggalkan paviliun dengan hati lebih tenang. Ia kembali ke kamar sebelum fajar, duduk bersila, dan menyerap ketiga pil Qi Awan Murni. Energi murni membanjiri meridian-nya seperti sungai deras.
Suara sistem bergema lagi:
“Selamat! Penyerapan tiga pil Qi Awan Murni selesai. Energi Qi +1.500. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Menengah Tingkat 7. Perisai Qi Langit Abadi naik ke tingkat mahir.”
Pagi harinya, saat Xiao Lin keluar paviliun untuk latihan pagi, ia merasakan banyak mata yang mengawasinya. Tapi kali ini, ada senyum kecil di bibirnya. Sekarang ia punya sekutu di Puncak Awan. Turnamen pemula bukan lagi hanya ujian kekuatan, tapi juga arena intrik dan darah.
Di kejauhan, di sebuah paviliun mewah Puncak Awan, seorang pemuda berjubah emas bernama Feng Luo mengepalkan tangan. “Murid baru itu sudah bertemu dengan Mu Qinglan… Rencana kita harus dipercepat.”