NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:236.4k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Deg.

Suara itu keras.

Dan terlalu tiba-tiba.

Dan… terlalu dekat.

Keira membeku.

Tubuhnya yang tadi sudah tegang, kini terasa benar-benar kaku. Jantungnya yang sejak tadi berdegup cepat… sekarang seperti ingin melompat keluar dari dadanya.

Matanya membesar.

Pelan… ia menoleh ke arah sumber suara.

Di depan pintu—

beberapa orang berdiri.

Dua pria. Satu wanita. Dengan ekspresi yang sama—curiga… sekaligus yakin.

“Hayo!! Kalian ketahuan buat mesum di sini!”

Kalimat itu menggantung di udara.

Terlalu kasar. Terlalu tiba-tiba.

Dan… terlalu tidak masuk akal.

“Apa?” Keira reflek bersuara pelan, nyaris tidak terdengar.

Otaknya seperti butuh waktu untuk mencerna.

Mesum?

Dengan… siapa?

Ia bahkan baru saja bertemu pria di depannya ini.

Baru beberapa detik yang lalu.

Keira menoleh cepat ke arah pria itu—yang tadi menyalakan lampu.

Tatapan mereka kembali bertemu.

Sama-sama bingung.

Sama-sama… tidak siap dengan situasi ini.

Pria itu mengernyit pelan. Rahangnya mengeras sedikit, tapi ia tidak langsung bicara.

Sementara salah satu pria di depan pintu melangkah masuk.

Langkahnya cepat.

Penuh tekanan.

“Jangan pura-pura nggak tahu!” katanya dengan nada tinggi. “Kami udah lama ngawasin rumah ini! Dan sekarang malah dipakai begituan!”

Keira langsung menggelengkan kepalanya cepat. “Nggak! Bukan—bukan gitu!” suaranya keluar lebih panik dari yang ia kira.

Tangannya terangkat sedikit, seperti ingin menjelaskan… tapi tidak tahu harus mulai dari mana. “Aku cuma—”

“Kamu diem dulu!” Ucapan itu memotongnya.

Keira langsung terdiam.

Napasnya tercekat di tenggorokan.

Sementara wanita di belakang ikut melangkah masuk, matanya menyapu Keira dari atas sampai bawah.

Tatapan yang… menghakimi.

“Keliatan kok,” katanya sinis. “Masuk rumah kosong berduaan. Terus bilang bukan apa-apa?”

Keira menelan ludah.

Tangannya perlahan turun, dingin langsung melingkupinya. Ia ingin menjelaskan. Ingin sekali. Tapi semua terasa berantakan di kepalanya. Ia tidak tahu harus bilang apa dulu. Tentang hujan?

Tentang ia yang hanya ingin sembunyi?

Atau tentang… pria di depannya ini yang bahkan belum sempat ia kenal?

Sementara itu—

pria di sampingnya akhirnya bergerak.

Satu langkah ke depan.

Tenang.

Tidak terburu-buru.

Tapi cukup untuk menarik perhatian.

“Maaf,” suaranya keluar rendah, sangat terkontrol. “Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.”

Nada bicaranya tidak tinggi.

Tidak juga memohon.

Tapi… cukup untuk membuat suasana sedikit mereda.

Sedikit saja.

“Kesalahpahaman apanya?” pria tadi menyahut cepat. “Kami lihat sendiri!”

“Lihat apa?” balasnya tenang.

Hening sejenak, hanya suara rintik hujan yang masih terdengar di sana.

Pria itu tampak kesal.

“Ya… kalian berdua di sini! Di rumah kosong!”

“Dan itu langsung berarti kami melakukan hal yang Anda tuduhkan?” Kalimat itu diucapkan tanpa emosi berlebih. Tapi justru itu yang membuatnya terasa… menekan.

Keira melirik pria itu diam-diam.

Ada sesuatu di cara bicaranya.

Tenang dan terlalu santai. Seolah ia terbiasa menghadapi situasi seperti ini.

Berbeda jauh dengan Keira yang bahkan masih berusaha mengatur napasnya.

Wanita tadi mendecih pelan.

“Sudahlah. Nggak usah muter-muter. Kalau nggak salah, kenapa kalian sembunyi di sini?”

Pertanyaan itu seperti menampar.

Keira terdiam lagi.

Salah satu tangannya tanpa sadar meremas ujung jaketnya. Ia ingin menjawab.

Tapi… lagi-lagi, kata-kata itu tidak mau keluar.

Karena kalau ia jujur— semuanya akan semakin rumit.

Pria di sampingnya menoleh sekilas ke arah Keira. Singkat tapi cukup.

Seolah membaca… bahwa gadis ini tidak akan mampu menjelaskan apa pun sekarang.

Ia kembali menghadap ke depan.

“Saya ke sini untuk survei rumah ini.”

Jawaban itu sederhana dan cukup jelas.

Dan… masuk akal.

Ketiga orang di depan tampak sedikit terdiam.

“Survei?” pria itu mengulang.

“Iya. Saya diminta teman saya untuk melihat kondisi rumah ini. Dia berencana membelinya.”

“Terus dia?” pria itu menunjuk ke arah Keira.

Keira langsung menegang lagi.

Semua mata kembali tertuju padanya.

Ia menelan ludah.

Pelan.

Sebelum sempat bicara—

pria di sampingnya menjawab lebih dulu.

“Saya juga tidak mengenalnya.”

Keira menoleh cepat.

Matanya membesar sedikit.

Ada sesuatu di dalam dadanya… yang ikut tersentak.

Tidak mengenal.

Kalimat itu benar.

Tapi tetap saja—

rasanya aneh mendengarnya diucapkan seperti itu.

Seolah mereka benar-benar… tidak ada hubungan apa-apa.

Dan memang tidak ada.

Harusnya.

“Dia tiba-tiba sudah ada di dalam saat saya masuk,” lanjutnya.

Semua kembali hening.

Penjelasan itu—

tidak sepenuhnya meredakan kecurigaan.

Tapi juga… tidak bisa langsung disalahkan.

Wanita tadi mengernyit.

“Jadi kalian nggak kenal?”

“Tidak.”

Jawaban itu cepat dan sangat tegas.

Keira menunduk sedikit.

Tangannya makin dingin.

Ia merasa seperti… seseorang yang sedang diadili.

Padahal ia hanya—

ingin berteduh. Hanya itu.

Pria di depan menghela napas kasar.

“Kalau gitu, tetap aja aneh. Cewek sendirian masuk rumah kosong. Terus ketemu laki-laki. Terus kebetulan banget?”

Nada suaranya masih penuh curiga.

Keira menggigit bibir bawahnya, terasa sakit.

Tapi ia tidak peduli.

Ia tahu… dari sudut pandang mereka, ini memang terlihat salah. Dan tidak ada penjelasan sederhana yang bisa memperbaikinya.

Hening lagi.

Lebih panjang.

Lebih berat.

Sampai akhirnya— pria di samping Keira kembali bicara.

Kali ini… sedikit lebih pelan.

“Tapi tetap saja, menuduh tanpa bukti juga bukan hal yang benar.”

Nada suaranya tidak berubah.

Tapi ada sesuatu yang lebih tegas di sana.

Seolah memberi batas.

Ketiga orang itu saling pandang. Namun salah satunya menggelengkan kepalanya seperti memberikan sebuah kode.

"Halah itu hanya alasan klise! Mana mungkin hal ini terjadi hanya sebuah kebetulan semata. Pasti kalian memang mau macam-macam di sini kan? Jangan mengelak lagi." Ucap wanita itu sambil terus menyudutkan.

Pria itu menghela nafasnya kasar. "Saya sudah katakan sebelumnya, kami memang tidak saling mengenal."

"Pembohong! Ayo, bawa mereka ke KUA, kita nikahkan saja mereka. Jangan sampai karena ulah kedua orang ini tempat tinggal sekitaran sini jadi sial." Ucap salah satu bapak-bapak itu, ia langsung melangkah masuk dan memegang tangan pria tadi.

Keira tersentak, ia memberontak saat seorang wanita menarik tangannya. "Bu, saya berani bersumpah, jika saya dan mas ini nggak melakukan apapun. Kami nggak bohong, kami memang ketemu pas di sini."

"Kalau sudah ketahuan memang semua pasti akan mengatakan itu. Kalau belum saja pasti melakukan hal terlarang! Sudah jangan banyak alasan, kamu harus nikah sekarang juga sama pria itu. Jangan bodoh dek, dia udah dapat enaknya, masa' kamu mau di buang begitu saja? Nanti kalau kamu hamil bagaimana dek?" Sang wanita itu malah ceramahin Keira.

"Tapi buk –"

Tidak memperdulikan permohonan Keira lagi, wanita itu langsung menarik tangan Keira pergi dari tempat itu...

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!