NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Perangkap di Selat Malaka

Udara di dalam jet pribadi Surya Corp terasa dingin dan statis, kontras dengan gemuruh mesin turbin yang membawa Kirana Larasati dan Adyatma Surya menuju Singapura. Kirana duduk di meja kerja marmer hitam yang terpasang di kabin utama, jemarinya menari di atas keyboard virtual yang memproyeksikan data logistik dari ekosistem Nusantara-Drive.

"Ares Group baru saja merilis protokol 'Blackout' di pelabuhan Jurong," ucap Kirana tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Mereka tidak hanya menahan kapal kita, Adyatma. Mereka mencoba menghapus manifest kargo kita secara digital agar secara hukum, barang-barang kita dianggap sebagai selundupan ilegal."

Adyatma, yang sedang memeriksa magasin senjata peraknya, mendongak. Kilatan biru di matanya tampak lebih tenang namun lebih dalam sejak penyatuan energi di Gunung Lawu. "Mereka bermain dengan hukum internasional di wilayah yang mereka anggap sebagai kandang mereka. Singapura adalah pusat syaraf Ares di Asia."

"Itu sebabnya kita tidak mendarat sebagai pengusaha," Kirana menutup laptopnya dengan bunyi klik yang tajam. "Kita mendarat sebagai ancaman."

Penyusupan di Pelabuhan Jurong

Alih-alih mendarat di Bandara Changi yang dijaga ketat oleh birokrasi Ares, jet mereka mendarat di pangkalan udara pribadi milik sekutu lama klan Surya di bagian barat pulau. Dari sana, mereka bergerak menggunakan helikopter siluman menuju kawasan industri Jurong yang tertutup kabut tipis dan hujan rintik-rintik.

Reno, yang memandu dari pusat komando di Jakarta, mengirimkan transmisi suara yang jernih melalui earpiece Kirana.

"Nyonya, saya telah meretas sistem kamera pengawas pelabuhan menggunakan celah di Google Cloud mereka. Ada pergerakan aneh di gudang nomor 7. Itu bukan polisi pelabuhan, itu adalah unit elit klan Scorpio—pasukan 'Anti-Naga'."

Kirana dan Adyatma melompat turun dari helikopter yang melayang rendah di atas tumpukan peti kemas. Begitu kaki mereka menyentuh lantai beton, aroma anyir bahan bakar bercampur dengan aroma busuk energi kegelapan menyengat indra penciuman Kirana.

"Mereka ada di sini," bisik Kirana. Ia melepaskan aroma cendananya, menciptakan gelombang pelindung tak kasat mata yang menyelimuti dirinya dan Adyatma.

Tiba-tiba, dari kegelapan di antara celah peti kemas, muncul delapan sosok pria yang mengenakan zirah mekanis berwarna krom gelap. Di dada mereka, simbol kalajengking menyala dengan warna ungu yang menyakitkan mata. Mereka tidak membawa senjata api, melainkan tombak getaran frekuensi yang dirancang khusus untuk memecah resonansi energi naga.

Pertarungan Frekuensi

"Kirana, tetap di belakangku!" Adyatma melesat maju. Namun, saat ia mencoba melepaskan ledakan energi biru, salah satu prajurit Scorpio menghantamkan tombaknya ke tanah.

Sebuah gelombang suara frekuensi rendah terpancar, seketika memadamkan api biru di tangan Adyatma. Adyatma terhuyung, memegangi kepalanya yang mendadak berdenyut hebat. "Sial... frekuensi ini... mereka menyetelnya untuk membatalkan sinyal otakku!"

"Bukan sinyal otakmu, Adyatma, tapi resonansi selulermu!" Kirana berteriak. Ia segera membuka akses Google Workspace di perangkat pergelangan tangannya, mengaktifkan fitur 'Cendana-Harmonizer'.

Kirana berdiri tegak di tengah kepungan. Ia mulai menyanyi—bukan lagu biasa, melainkan rangkaian mantra Sastra Cyber yang frekuensinya telah disesuaikan untuk menetralisir gangguan klan Scorpio. Suara Kirana yang jernih dan stabil bergema di seluruh area gudang, menciptakan harmonisasi yang membatalkan getaran tombak musuh.

"Sekarang, Adyatma! Gunakan frekuensi perak!"

Dengan gangguan yang telah dinetralisir oleh Kirana, Adyatma bangkit kembali. Kali ini, auranya bukan lagi biru murni, melainkan perak cemerlang—hasil dari darah Kirana yang mengalir di nadinya. Ia bergerak layaknya hantu, melewati pertahanan zirah mekanis lawan dan menghancurkan inti energi di dada mereka hanya dengan satu sentuhan telapak tangan.

Pengkhianat dari Masa Lalu

Di tengah reruntuhan pasukan Scorpio, seorang pria tua dengan setelan jas rapi keluar dari bayangan gudang nomor 7. Ia bertepuk tangan pelan, wajahnya tampak familiar bagi Kirana.

"Luar biasa. Penyatuan yang sempurna antara teknologi dan mistis," ucap pria itu.

Kirana membeku. "Paman Wijaya?"

Wijaya adalah adik kandung ibunya, pria yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat sepuluh tahun lalu. Pria yang selama ini ditangisi Kirana ternyata berdiri di sana, mengenakan pin emas Ares Group di kerah jasnya.

"Kenapa, Paman? Kenapa kau bergabung dengan mereka?" suara Kirana bergetar oleh amarah dan pengkhianatan yang baru.

"Ibumu terlalu picik, Kirana. Dia ingin menyimpan kekuatan Cendana untuk 'keseimbangan', sementara dunia membutuhkan 'ketertiban'. Ares Group menawarkan ketertiban itu melalui kendali total," Wijaya mengangkat sebuah remot kecil. "Kapal-kapalmu tidak akan pernah meninggalkan pelabuhan ini. Aku sudah memasang bom penghancur data di setiap server kargo Nusantara Group."

"Kau tidak akan melakukannya," desis Adyatma, bersiap untuk menyerang.

"Oh, aku sudah melakukannya," Wijaya tersenyum licik. "Kecuali... Kirana mau memberikan kode akses biometrik 'Proyek Mahameru' kepadaku sekarang juga."

Kirana menatap pamannya dengan pandangan yang dingin dan tajam. Ia menyadari bahwa benalu di dalam keluarganya jauh lebih dalam dari yang ia duga. Namun, Kirana Larasati yang sekarang bukanlah gadis yang bisa diancam.

"Paman," ucap Kirana sambil menekan satu tombol di ponselnya. "Kau lupa siapa yang membangun arsitektur data Nusantara. Aku tidak hanya menggunakan Drive untuk menyimpan data, aku menggunakannya sebagai umpan. Bom yang kau pasang... baru saja kukirimkan kembali ke server pusat Ares Group di Zurich melalui jalur koneksi yang kau buka tadi."

Wajah Wijaya memucat. Detik berikutnya, tablet di tangannya meledak kecil, mengeluarkan asap hitam.

"Reno, eksekusi protokol 'Sapu Bersih'," perintah Kirana. "Amankan Paman Wijaya. Aku ingin dia menceritakan segalanya tentang Dewan Tetua di markas kita."

Menuju Zurich

Malam itu, kapal-kapal Nusantara Group akhirnya berlayar meninggalkan Singapura, membawa muatan mereka menuju pasar global. Namun, bagi Kirana, kemenangan ini terasa pahit. Pengkhianatan pamannya membuka luka baru sekaligus peta baru menuju jantung musuh.

Di dalam kabin helikopter saat perjalanan kembali, Adyatma menggenggam tangan Kirana yang dingin. "Kau baik-baik saja?"

"Aku menyadari sesuatu, Adyatma," Kirana menatap keluar jendela ke arah lampu-lampu Singapura yang menjauh. "Dewan Tetua bukan hanya organisasi di luar sana. Mereka adalah akar yang sudah merambat ke dalam darahku sendiri. Dan aku tidak akan berhenti sampai aku mencabut akar itu hingga ke pusatnya di Zurich."

Adyatma mencium kening Kirana. "Maka kita akan ke Zurich. Naga dan Cendana akan mendatangi mereka di singgasana mereka sendiri."

Kirana membuka folder baru di Google Drive-nya. Folder itu kini diberi nama: "Target 1: Ares Central - Zurich". Perjalanan pembalasannya kini telah melintasi samudera, menuju konfrontasi final yang akan menentukan nasib dunia digital Nusantara.

*** [Bersambung ke Bab 19...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!