seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Ditaman belakang yang luas dan indah ,nyatanya tidak membuat Aluna lega, suasana hening diantara mereka membuat udara terasa dingin ,dia masih terkejut dengan ucapan tiba-tiba Alfian ,
"kenapa.....bertanya tentang hal itu" jawabnya gugup,
Alfian tersenyum lalu menoleh menatap Aluna yang menunduk tangan nya saling meremas, Alfian tau Aluna sedang gugup tapi dia menyukainya.
"supaya aku bisa leluasa mendekatimu" katanya enteng seolah yang di ucapkan nya tadi tidak akan membuat Aluna syok.
Dan benar saja reaksi tubuh Aluna tegang,mata melebar tidak percaya, bahkan Aluna kira dirinya salah mendengar.
"ap..apa..m..maksud Kaka" balasnya terbata , sunggu Aluna rasanya Ingin lari masuk kedalam ,mukanya sudah memerah tangan nya mengepal erat.
Alfian melangkah berdiri di hadapan aluna mata tajamnya menatap wajah cantik itu
"aku menyukaimu Aluna ,"katanya lembut
Aluna mendongak menatap mata Alfian mencari kebohongan dalam tatapan nya, tapi yang dia temukan hanya kejujuran.
"tapi sejak kapan KA, bukan kah kita baru bertemu" tanyanya lirih
dia menatap mata Aluna dalam,lalu tersenyum tipis " sejak 2 bulan yang lalu di perpustakaan" jawabnya
Mendengar jawaban itu Aluna terdiam mengingat2 kejadian di perpustakaan,,
lalu Aluna menolehkan kepala menatap Alfian, ya dia ingat saat itu dia ingin mengambil buku yang ada di rak paling atas karna tidak sampai dia mengambil kursi lalu tanpa di sadari kursi yang dia naiki sudah retak bagian bawahnya ,saat hampir memegang buku kursi itu oleng aluna hampir saja terjatuh jika tidak ada orang yang menahan tubuhnya dari belakang.
karna orang itu langsung pergi sebelum Aluna sempat berterimakasih, jadi dia tidak sempat melihat wajahnya..
" jadi kamu yang menolongku waktu itu" balasnya lirih tersenyum haru
"ya, itu aku" jawabnya singkat
"terimakasih ka sudah menolongku,"katanya tersenyum tulus
Alfian hanya mengangguk sebagai jawaban
"bagaimana pertanyaan ku yang tadi, apa kamu sudah punya pacar" tanyanya lagi
Aluna yang mendengarnya menghela napas lalu menjawab" belum" katanya salah tingkah
Dia tersenyum tipis " apakah boleh aku mendekatimu, karna aku serius , tidak untuk main-main" ucapnya tenang
Aluna yang mendengarnya tersenyum malu pipinya sudah merah.lalu dia hanya mengangguk sebagai jawaban.
Alfian tersenyum bahagia baginya anggukan dri Aluna sudah cukup sebagai lampu hijau.
Dia mendekat mengeluarkan ponselnya menyerahkan ke arah Aluna " ketik no mu di handphone ku" katanya
Aluna menerima ponsel itu mengetikan no nya di sana lalu menyerahkan kembali ke arah Alfian
"sudah KA" ucapnya singkat menahan gugup
Setelah di namai kontak Aluna dengan nama 'calon istri', lalu memasukkan kembali ponselnya ke saku celana,
"istirahat lah ini sudah malam, angin malam tidak baik untuk kesehatan" katanya lembut sambil mengelus kepala Aluna 2 kali
Aluna yang mendapat perlakuan seperti itu tubuhnya menegang kaku lalu menunduk menahan malu.
"i..ya KA, aku permisi dulu" jawabnya lalu berbalik dan melangkah menuju kamarnya .
Alfian tersenyum tipis menggelengkan kepala lalu melangkah menuju ruang tamu.
......................
Diruang kerja Daniel para orangtua yang melihat itu tersenyum senang ,
"ternyata putramu gantel juga mar" kata Daniel tersenyum lebar
Ammar terkekeh "itu darahku" jawabnya bangga
Daniel mendengus lalu tersenyum " baiklah-baiklah aku mengakui itu" katanya pasrah
Sera tersenyum bahagia lalu memeluk Hera" akhirnya kita akan menjadi besan" serunya senang..
"sudah2 sekarang kita turun jangan sampai mereka curiga" kata Ammar menengahi kebahagiaan mereka .
"ya benar, lebih baik kalian dulu yang turun " ucap Daniel memberi ide
para wanita mengangguk setuju lalu melangkah menuju pintu dan turun ke bawah.
Setelah 5 menit barulah Daniel dan Ammar yang turun.
Diruang tamu mereka mengobrol seolah tidak pernah ada rencana apa-apa, setelah cukup lama Ammar dan keluarnya pamit pulang .
Daniel dan Sera mengantar mereka sampai depan mansion, lalu mobil Ammar melaju meninggalkan pelataran rumah nya.
Setelahnya Daniel mengajak Sera masuk lalu beristirahat .
dikamarnya Aluna tidak bisa memejamkan mata, tubuhnya berguling ke kanan dan dikiri, entah kenapa dadanya masih saja berdebar, sisa kemerahan di pipinya pun belum hilang semua, senyumnya tidak hilang sesekali wajahnya ditutupi bantal membayangkan percakapan nya dengan Fian,
Tiba-tiba ponselnya bunyi,tanda pesan masuk, mengambil ponsel dia melihat ada pesan dari nomor baru, lalu membukanya
0821xxxxxxx789
..."ini aku Alfian"...
aluna tersenyum tapi tidak langsung membalas, melihat dulu profil WA nya ,
Profil tanpa Poto,hanya nama saja tertulis jelas ( Alfian Hanggono ), dia lalu menamai kontak Alfian.lalu membalas pesan itu.
..."Iya KA , sudah aku save"...
tidak lama balasan dari Alfian muncul
KA Alfian:
..."Terimakasih,selamat malam Aluna mimpi indah🥰"...
Mata Aluna melebar bukan karna kata2 nya tapi karna emoticon nya..
..."iya KA ,selamat malam kembali 🥰"...
setelahnya dia meletakan ponsel ke nakas lalu menarik selimut memejamkan mata sambil tersenyum ...
Berbeda Aluna beda pula Alfian , Alfian hanya tersenyum menanggapi Balasan Aluna, lalu memandangi Poto profil kontak Aluna ,
" Aluna,.." katanya lirih , lalu meletakan ponsel dan berbaring telentang menatap langit2 kamar, sebelum menutup mata tertidur tenang .
...****************...
pagi harinya Aluna menuruni tangga menuju ruang makan,
"pagi bi" sapanya ramah
Semua pelayan yang ada di dapur berbalik lalu memberi hormat" pagi non" jawab mereka serempak
"mommy belum turun bi" katanya sambil duduk di kursi
"belum non. Mungkin sebentar lagi" baru selesai menjawab, langkah kaki terdengar beriringan .
Daniel dan Sera melangkah pelan dan duduk diruang makan, mereka yang melihat Aluna sudah duduk tersenyum hangat
"pagi sayang" ucap mereka bersamaan Lalau bergantian mencium kening Aluna
"pagi mommy, Daddy "balasnya tersenyum
"wah, wah sepertinya putri kita sedang bahagia mom" goda Daniel
"ih apaan sih Daddy, ya harus lah kan ada Daddy dan mommy yang buat aku tersenyum setiap hari" katanya cepat mengalihkan .
"oh karna Daddy dan mommy ya, bukan karna seseorang" goda Daniel lagi
"Daddy" jawabnya cemberut,pipinya sudah memerah karna malu, Aluna memalingkan wajah pura-pura merajuk
Belum sempat Daniel bicara Sera sudah menyela terlebih dahulu
"jangan terus menggoda putri kita dad" matanya memperingati suaminya
" baiklah, maafkan Daddy sayang, Daddy hanya bercanda" katanya pasrah, kalo sudah di ULTI istrinya Daniel akan takluk ...
" hm.. iya dad, tidak papa Aluna juga tidak marah" jawab Luna tersenyum hangat
Daniel mengusap kepala putrinya, lalu terdengar seruan dari arah lain
"wah pagi-pagi sudah ramai, "ucapnya melangkah mendekat mencium pipi ibunya lalu kening adiknya, dia duduk di sebelah Aluna.
"loh , Oma sama eyang belum turun" tanya Darren
"belum nak , biar mommy panggilkan dulu" jawab Sera hendak berdiri tapi langsung Aluna cegah
"biar Luna saja mom yang panggil Oma dan eyang" katanya
"baiklah sayang, terimakasih " jawabnya.
Aluna lalu bangkit berjalan menuju lantai 2. Baru saja sampai Aluna berpapasan dengan eyang Dewi
"loh sayang mau kemana" sapanya lembut
" mau susul eyang sama Oma" balasnya tersenyum tipis
"oh yasudah ,eyang kebawah duluan" ucapnya, mengusap kepala Aluna lembut lalu melangkah .
Luna melangkah mendekati pintu kamar Omanya.
Tok..tok..tok...
"Oma . Ini Aluna" ucapnya lembut
Lalu pintu terbuka , Oma Kania berdiri rapih dan tersenyum hangat ke arah cucunya
"cucu Oma cantik sekali" katanya sambil mengelus pipi Aluna
Aluna tersenyum lalu mencium pipi Oma nya" Oma lebih cantik" balasnya
"ayo sayang kita ke bawah"katanya sambil menarik tangal Aluna pelan
mereka melangkah turun menuju ruang makan .
......................
...Ruang Keluarga...
"ma bagaimana kalo mama tinggal di sini saja bersama kami" ucap Sera
" ya, yang di katakan istriku benar, lebih baik mama dan ibu tinggal saja di sini , rumah akan lebih ramai dan hangat," timpal Daniel setuju.
Kania dan Dewi saling tatap menghela napas pelan,
"mama tidak bisa Daniel, kamu tau mama tidak ingin meninggalkan rumah yang penuh kenangan dengan Daddy mu." kata Oma Kania
"iya aku tau ma. Tapi mama sendirian di sana, aku khawatir " balas Daniel
"mama tidak sendiri ada marta , Susan dan arya yang menjaga mama, jiga pun terjadi sesuatu mereka pasti akan menghubungimu." katanya menenangkan .
Daniel menghela napas berat" Baiklah, tapi jika terjadi sesuatu segera hubungi aku ma" katanya tegas
"iya kamu tidak usah hawatir" balasnya nya lembut
Lalu pandangannya beralih ke arah mertuanya " lalu bagaimana dengan ibu?" tanyanya
dewi tersenyum hangat " jangan hawatir nak. ibu disana bersama saudara2 ibu.. "katanya
" aku hanya ingin mengurus ibu, " kata Sera lembut
"terimakasih nak. tapi untuk saat ini ibu masih ingin tinggal dengan bibi2 mu" balasnya
Sera menghela napas panjang" baiklah jika itu keputusan ibu ,tapi jika suatu saat ibu dan mama berubah pikiran kami akan sangat bahagia " katanya lembut
"iya nak. Terimakasih sudah perhatian kepada mama" balas Oma Kania haru.mengelus tangan menantunya lembut.
" iya mama , sama-sama" ucap Sera
" ibu juga tidak akan lama disini nak. nanti siang ibu akan pulang" kata Dewi lembut khas seorang ibu penyayang
Aluna yang sedari tadi diam saja langsung menimpali" loh cepat sekali eyang. Bahkan Aluna belum Tidur dengan eyang" katanya sendu.
Semua yang ada disana menoleh ke arahnya.
mereka tau Aluna sangat dekat dengan ke 2 nenek nya .dulu saat masih kecil hingga SMA setiap weekend dia akan menginap di tempat nenek nya
Bergantian Minggu pertama di rumah Dewi
Dan Minggu ke 2 di rumah Kania, begitupula minggu2 seterusnya .
Hanya saat kuliah saja satu bulan sekali karna jadwal kuliah yang padat.
Dewi mendekat memeluk cucunya" maafkan eyang sayang, kebun eyang tidak ada yang mengurus jadi eyang tidak bisa lama-lama , jangan sedih kamu kan bisa main ke rumah eyang saat weekend nanti." katanya sambil mencium kening adiknya
"baiklah, eyang hati-hati dan jaga kesehatan . jangan lupa minum vitamin"balasnya tersenyum hangat.
"iya eyang tidak akan lupa," katanya ,
Kania yang melihat itu berpikir ulang , mungkin dia akan pulang besok saja, karna tidak tega melihat cucunya yang sedih
"kamu jangan sedih sayang , Oma akan menginap satu malam lagi . Nanti malam kita bisa tidur bersama" katanya tersenyum menenangkan.
Aluna yang tadi sedih lalu mendongak menatap Oma nya dan tersenyum bahagia
"terimakasih Oma" balasnya
Darren yang sedari tadi memperhatikan adiknya tersenyum jahil " dek ,kamu itu sudah mau menikah jangan seperti bocah" katanya santai
Luna yang kesal melemparkan bantal sopa ke arah Darren, DA Yap tepat sasaran Darren tidak sempat menghindar.
"jangan terus menggoda adikmu. Sebaiknya kamu cepat cari pasangan" ucap Oma Kania tegas
Darren terdiam pasrah menatap Omanya" Carikan aku jodoh Oma, yang baik pekerja keras tidak manja dan pasti berpenampilan sopan" katanya
Ucapan itu membuat semua orang terkejut dan menoleh pasalnya Darren selalu anti di jodohkan. Lalau tiba-tiba dia minta jodoh kepada Omanya.
Oma yang mendengarnya tersenyum bahagia" baiklah Oma akan Carikan sesuai keinginan mu"
"ya Oma" jawabnya singkat.
Stelah obrolan yang panjang di ruang Keluarga kini merek semua ada di depan Mansion mengantar eyang Dewi yang akan pulang ke Jogja
Sera memeluk ibunya sedih" ibu hati-hati di jalan, jaga kesehatan dan selalu hubungi aku"katanya sambil melepaskan pelukan
"iya nak, jangan khawatir " balas eyang Dewi lalu mencium kening putrinya" kamu juga jaga kesehatan jaga keluargamu, terutama cucu2ku" katanya lagi
Sera hanya mengangguk sebagai jawaban
Lalu Daniel mendekat menyalami mertuanya" jika butuh sesuatu jangan sungkan menghubungi kami Bu" ucapnya
"iya nak. Titip putri dan cucu2ku " katanya
"iya Bu , pasti jangan khawatir" balasnya
eyang Dewi menghampiri Aluna ,memeluk nya dan mencium kening nya lama" jaga diri baik-baik sayang, eyang sayang padamu" ucapnya lirih matanya sudah berkaca-kaca,tangan nya mengelus pipi cucunya lembut
Sera yang melihat pemandangan itu heran, hatinya gelisah entah karena apa, kenapa ibunya berpamitan seperti itu, tapi dia langsung mengenyahkan pikiran buruk nya...'semua akan baik-baik saja' batin nya
"iya eyang, eyang juga harus jaga kesehatan " balas Aluna lirih air mata nya sudah mengalir entah kenapa perasaan nya sedikit tidak enak..
Eyang Dewi mengangguk sebagai jawaban, lalu beralih ke cucu laki-lakinya " jaga adikmu, lindungi dia " katanya lembut,
Darren yang mendengarnya mengangguk lalau memeluk neneknya"iya eyang,aku janji" melepaskan pelukan lalu mencium kening eyang nya
Oma Kania menghampiri lalau memeluk besan nya" hati2 jeng.. Kabari kalau sudah sampai" ucapnya
" iya jeng ," balasnya singkat
Setelah berpamitan mobil itu melaju keluar dari gerbang Mansion , saat mobil sudah tidak terlihat mereka masuk kedalam rumah.
......................
2 jam setelahnya di ruang tamu , Aluna yang melihat tv di seberangnya Darren sedang membuka laptop mengecek email yang masuk, Daniel di ruang kerjanya dan di dapur kania sedang membuat kue dengan Sera..
Tiba-tiba ponsel yang ada di Ats meja tamu berbunyi
Darren melirik ponsel itu" mom ponsel mommy bunyi" katanya setengah berteriak
Sera yang mendengarnya menjawab" angkat saja bang, mommy sedang membuat kue," katanya
"oke" balas Darren singkat
Lalu menoleh ke arah Aluna " dek tolong angkat dulu ponsel mommy, Abang lagi cek laporan dulu tanggung" ucapnya, matanya masih fokus ke atas laptop.
Tanpa menjawab Aluna lalu mengambil ponsel ibunya, menatap heran no tanpa nama itu, lalu mengangkatnya
tut
"hallo" katanya
" hallo Bu selamat siang, apa ini benar dengan kediaman tuan Daniel" ucap suara di sebrang sana
" iya betul" balas Aluna hatinya berdebar entah kenapa perasaan nya mulai tidak enak
" kami dari pihak kepolisian, ingin mengabarkan bahwa mobil Alphard yang dikendarai ibu Dewi mengalami kecelakaan.......
Aluna berdiri kaku,dia tidak mendengar lagi ucapan polisi, pegangan pada ponsel terlepas bunyi benda jatuh mengalihkan perhatian Darren
Darren terkejut lalu berdiri menghampiri Aluna
" dek ada apa"memegang bahu Aluna, Aluna tidak menjawab matanya sudah basah oleh air mata, tubuhnya lemas luruh ke lantai
Darren langsung mengambil ponsel yang masih menyala itu, lalu menempelkan ketelinganya
"hallo, apa yang terjadi " tanya nya langsung
Polisi di sebrang sana lalu menjelaskan detail kecelakaan nya.. Setelah panggilan selesai Darren meraup wajahnya kasar lalau berbalik melihat adiknya yang sudah menangis
Darren berjongkok lalu memeluk adiknya
" tidak .. Ini tidak mungkin...eyang.." ucapnya terbata
Lalu Aluna menjerit kencang " eyang........." tangisan histeris itu menyayat hati , ruangan yang tadi hangat berubah mencekam.. Tubuh itu lunglai dalam pelukan kakanya cengkraman tangan nya mengendur tubuhnya tidak sadarkan diri.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤