NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Riki dan Diana mulai bertanya satu per satu, seperti berapa pengasuh per anak, bagaimana sistem pengawasan, fasilitas ruangan, makanan, bahkan jenis-jenis mainan yang digunakan. Diana mencatat beberapa poin penting di ponselnya, sementara Riki tampak terlalu serius—hingga ia mulai terlihat seperti calon ayah sungguhan.

Staf perempuan itu mengamati mereka dengan senyum geli, lalu tiba-tiba tertawa pelan. “Baru jadi orang tua ya, Mas, Mbak? Kelihatan banget mau yang terbaik buat anaknya.”

Mata Riki dan Diana saling bertumbukan seketika.

“Eh… eh, bukan! Maksudnya… kita bukan… kami bukan suami istri,” jawab Diana tergagap, pipinya memerah.

“Iya, iya! Kita cuma… temen! Temen bantuin temen,” timpal Riki buru-buru sambil nyengir kuda.

Staf itu langsung menutup mulut menahan tawa. “Waduh, maaf, saya kira kalian pasangan muda. Soalnya kompak banget sih. Tapi tetap aja manis lho ngelihatnya…”

Riki mendesah pelan, sedangkan Diana berusaha mengalihkan topik dengan pertanyaan lanjutan. “Jadi kalau mau nitip mulai besok, caranya gimana ya, Mbak?”

“Oh gampang. Cukup isi formulir, siapkan fotokopi KTP wali, kartu imunisasi anak, dan nanti tinggal kita buat jadwalnya. Kalau mau trial sehari juga bisa, kok.”

Riki mengangguk pelan. “Oke juga ya. Lengkap dan kelihatan aman.”

“Tenang aja, Pak… eh, Mas. Semua staf di sini tersertifikasi. Ruang bayi juga bersih dan steril, nggak disatuin sama balita, biar bayi lebih tenang,” jelas si Mbak dengan antusias.

Diana menoleh pada Riki dan mengangguk puas. “Kayaknya bisa nih jadi opsi pertama.”

Mereka pun pamit setelah berterima kasih panjang lebar. Saat sudah berada di motor lagi, Diana mencubit lengan Riki pelan.

“Gue pasangan muda? Ya ampun, Rik. Muka lo tua banget buat dibilang ‘muda’.”

“Yah, minimal mukanya masih cocok jadi suami lo, kan?” jawab Riki sambil cengengesan.

“Gue jijik tapi... Boleh deh,” balas Diana sambil tertawa geli.

Malam itu mereka pun pulang dengan hati lega. Satu masalah terasa seperti sedikit terbuka jalannya. Meski awalnya hanya niat iseng, siapa sangka mereka justru menemukan solusi yang benar-benar berguna untuk sahabat mereka.

Diana dan Riki memang tinggal satu komplek, jadi sudah biasa kalau mereka pulang atau pergi bersama, terutama kalau Riki sedang tidak ada agenda menjemput kekasih… atau calon kekasih yang entah keberapa dan ada berapa itu.

“Eh, itu rumah lo kok dilewatin?” tanya Diana sambil menepuk pundak Riki dari belakang, heran karena Riki malah melaju ke arah rumahnya.

“Gue anterin lo dulu lah. Gue kan gentleman,” jawab Riki santai, seperti aktor drama Korea… versi lokal.

“Gentleman apaan? Itu rumah lo udah kelewat jauh, Rik. Lo balik badan aja males?” sindir Diana tajam, tapi Riki hanya menjawab dengan senyuman misterius yang lebih mirip orang masuk angin daripada keren.

Sesampainya di depan rumah Diana — rumah dua lantai yang tidak terlalu besar tapi nyaman dan terlihat elegan — mereka pun turun dari motor.

“Gue balik dulu ya. Makasih tebengannya,” ucap Riki sambil membuka helm dan menata rambutnya… yang sebenarnya tetap berantakan walau ditata.

Diana malah menyodorkan kunci motor ke arahnya. “Udah, lo bawa aja nih motor balik ke rumah lo.”

“Hah? Kenapa?” tanya Riki sambil menatap kunci itu curiga, seperti ditawari jual beli organ tubuh.

“Kasian gue lihat lo jalan kaki malam-malam gini. Nanti dikira gembel lagi. Lo tau sendiri tampang lo buluk begitu. Rambut awut-awutan, jaket udah kayak peninggalan zaman perang.”

Riki memegang dadanya, berpura-pura tersinggung. “Gila ya. Ganteng-ganteng kayak Zayn Malik gini lo hina jadi gembel? Mata lo minus berapa sih, na?”

“Zayn Malik? Lo mah lebih kayak Zainal bin Malik tukang galon komplek sebelah.”

Riki membuka mulut, siap membalas, tapi Diana lebih cepat.

“Udah, ga usah debat. Bawa aja motornya. Gue takut lo jalan kaki lewat rumah kosong yang di pojok itu. Kemarin Pak Harto aja yang biasa ronda sampe pingsan pas lewat situ. Katanya denger suara ketawa, padahal dia sendirian.”

Seketika wajah Riki langsung berubah. “Lah… serius? Yang rumah cat putih itu ya?”

“Iya. Yang jendelanya selalu kebuka padahal udah dikunci. Horor, Rik. Jangan sok berani lo.”

Riki langsung pakai helmnya lagi dalam waktu dua detik. “Oke. Oke. Gue bawa. Demi keselamatan jiwa dan raga.”

Dia pun tancap gas tanpa menunggu jawaban lagi. “Besok gue jemput lo aja yaaa! Sekalian sarapan di luar! DAH!”

Diana cuma menggeleng sambil tertawa kecil melihat kepergian Riki yang seperti dikejar tuyul. “Berani banget katanya, giliran dibilang ada hantu langsung kabur. Zayn Malik KW banget sih lo, Rik…”

1
Lisa
👍 Papanya Riki bisa bantu nih..jdi masalah mereka cpt beres.
Lisa
Ga terasa 2 baby itu skrg umurnya udh 3 thn..Meli benar² jadi Mama utk mereka berdua.
Lisa
Ethan & Evan udh mulai mengerti klo Meli adl mama mereka
Lisa
ya Meli telpn sahabatmu utk jelasin ke ortumu
Evi Lusiana
knp melisa gk lgsg tlp diana dn riki bwt njlasin k ortuny
Lisa
Wah berarti 2 baby itu diculik seseorang yg mungkin punya dendam pada 2 keluarga itu
Lisa
Sekarang Ethan & Evan aman di daycare..utk Melisa semangat kuliah lg y Mel 😊👍
Lisa
👍👍 persahabatan yg indah..rukun selalu y kalian bertiga
Lisa
😊 duo heboh dtg nih..
Lisa
Kasihan Meli jadi dituduh dia yg membuang anak itu..
Lisa
Bersyukur Melisa diangkat jadi karyawan tetap yg diperhatikan oleh managernya juga..semangat y Melisa,kerja lbh rajin lg y 😊👍
Lisa
Siap² y ortunya Melisa utk surprise dr Melisa😊
Lisa
Melisa udh menganggap Evan & Ethan anaknya..semangat terus y Melisa..moga aj ortu kandung mereka g bisa menemukan mereka.
Lisa
Gimana nih kelanjutannya..siap² y Melisa utk mengatakan pd ortumu.
Evi Lusiana
jd ethan dn evan anak² dr dua kluarga berpengaruh y thor
Susiajaaa: bisa jadi sih🤔🤭
total 1 replies
Anto D Cotto
gak sabar nungguin kelanjutan ceritanya
Lisa
Semangat y Meli
Lisa
Awal yg bagus nih
Lisa
Aku mampir Kak
Anto D Cotto
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!