NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Satu minggu kemudian

Vania dan Liliana sedang asik berbincang sambil melihat ke arah anak-anak mereka yang sedang bermain di jam istirahat sekolah.

Vania terus menatap ke arah putranya yang terlihat ceria saat di sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Namun jika sudah berada di rumah, Resa akan kembali murung. Semua karena suaminya. Ya Satria, sudah hampir satu minggu ini sangat tidak ada waktu di rumah. Bahkan Satria hanya pulang untuk mengambil baju dan berkas yang ada di ruang kerja.

"Suami kamu masih sibuk kerja terus?" tanya Liliana.

Vania mengalihkan perhatiannya pada Liliana. Dia hanya tersenyum kecut sebelum menjawab pertanyaan Liliana.

"Iya, aku bukannya tidak senang Mas Satria bekerja keras, tapi aku rasa dia juga tidak bisa mengabaikan kami terus terutama Resa." jawab Vania lesu.

Liliana mengelus pundak Vania untuk memberikan ketenangan. Meskipun tidak bisa terlalu dalam untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga Vania, tapi sebagai teman Liliana ingin mencoba untuk membuat Vania merasa tidak sendiri.

"Vania, boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap Liliana sedikit ragu.

"Katakan saja Lili."

"Apa Suami kamu tidak punya teman dekat di perusahaan? Maksudku, mungkin teman wanita?" cicit Liliana pelan.

Vania mengerutkan keningnya untuk memahami maksud pertanyaan Liliana.

"Maksudmu Mas Satria punya wanita lain?" tanya Vania langsung dan di angguki Liliana.

"Dengar Vania, bukan aku mau menuduh suami kamu. Tapi dari cerita yang aku tangkap, hal ini bisa kemungkinan terjadi." ungkap Liliana.

Vania terdiam. Dia terus memikirkan apa yang di ungkapkan oleh Liliana padanya. Tapi Vania masih cukup ragu jika Satria memiliki wanita lain di luar sana.

Kriiiing

Pembicaraan keduanya terhenti saat bel sekolah tanda masuk sudah terdengar. Vania dan Liliana segera beranjak untuk mengantar anak-anak kembali ke kelas mereka.

.

.

Sementara itu.

"Kamu mau makan apa?" tanya Satria pada Irene yang terlihat lemas di kasur.

"Aku mau makan sama Kak Nathan." jawab Irene lemas.

Satria mengelus kepala Irene dengan sayang. Sudah hampir seminggu ini Irene mengalami mual muntah yang cukup parah. Padahal di awal-awal Irene tidak pernah mengalami hal ini.

"Aku akan temui Kakakmu siang ini di kantornya ya." ucap Satria.

Irene terlihat tidak setuju jika Satria harus menemui sang Kakak. Tapi Irene juga ingin sekali bertemu dengan Kakaknya itu.

"Sayang yakin mau temuin Kak Nathan?" tanya Irene.

"Iya, ini supaya Kami dan Baby bisa makan." jawab Satria.

Dia tentu harus memikirkan kesehatan istri dan calon anaknya. Meskipun harus menemui Nathan dan memintanya untuk menemui Irene.

Akhirnya Irene setuju, tapi dia tidak melepas Satria bertemu Kakaknya sendiri. Irene menghubungi Daddy nya untuk menyuruh beberapa pengawal menemani suaminya.

.

.

"Siapa yang datang?" tanya Nathan menghentikan pekerjaannya sejenak saat Bram mengabari seseorang datang untuk menemuinya.

"Satria Bos." jawab Bram.

Nathan menyunggingkan senyum smirknya saat mengetahui jika suami Irene dengan berani datang untuk menemuinya.

"Izinkan Dia masuk." titah Nathan dan di angguki Bram yang langsung keluar untuk mempersilahkan suami Irene masuk.

Beberapa saat kemudian Bram kembali datang dan tentu saja di ikuti oleh seorang pria di belakangnya. Nathan juga melihat ada dua pria yang juga ikut masuk ke ruangannya.

Nathan berdiri dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana nya.

"Aku kira nyalimu sungguh besar datang kemari, tapi ternyata kau membawa antek-antek Daddy." cibir Nathan.

Satria tentu paham sindiran yang di lontarkan pria dengan tubuh tinggi tegap yang baru diketahui jika Dia adalah Kakak Irene.

"Maaf mengganggu waktu Kak Nathan."

"Cih, jangan sok akrab memanggilku seperti itu." potong Nathan cepat karena tidak suka dengan panggilan yang diucapkan lelaki dihadapannya ini.

Satria mengepalkan satu tangannya untuk meredam emosinya saat melihat tatapan remeh dari Nathan. Dia tidak boleh terpancing emosi oleh cibiran Kakak Irene.

"Bram." melalui tatapan Nathan, Bram tahu apa yang harus di lakukannya.

"Kalian bisa tunggu di luar." titah Bram pada dua pengawal yang dibawa Satria.

"Tapi Tuan." ucap salah satu dari pengawal yang menolak meninggalkan Satria karena perintah Tuan Besar.

"Kalian keluarlah, aku harus berbicara empat mata dengan Tuan Nathan." titah Satria dan akhirnya pengawal itu setuju pergi dari ruangan itu.

Kini di ruangan hanya ada Nathan juga Satria. Nathan masih belum mempersilahkan Satria untuk duduk.

"Ternyata kau cukup berpengaruh untuk orang-orang Daddy." lagi sindirian Nathan terucap untuk Satria.

Satria kemudian duduk meskipun Nathan tidak menawarinya. Dia bisa melihat tatapan sinis Nathan yang tertuju untuknya.

"Aku datang bukan untuk memperbaiki citraku di depanmu. Aku datang demi Irene." ucap Satria mencoba to the point.

"Jika kau peduli pada Irene, seharusnya kau tinggalkan dia." tutur Nathan dingin.

Satria terua berusaha untuk tidak terpengaruh dengan provokasi Nathan yang menolak kehadirannya di keluarga mereka.

"Aku tidak akan meninggalkan Irene dan calon anak kami." jawab Satria tegas.

Nathan tertawa sinis mendengar perkataan Satria. Sungguh Nathan membenci pria dihadapannya ini yang menurutnya sangat serakah.

"Kalau begitu, tinggalkan Revania Agatha."

Deg.

Satria terpaku saat nama istri pertamanya disebut oleh Nathan. Jantung Satria berdegup saat Nathan mengetahui nama Vania. Satria jadi berfikir apakah Nathan mengetahui juga keberadaan istrinya saat ini.

"Dengar, kau harus meninggalkan salah satu dari kedua istrimu itu. Aku tidak mengancammu, tapi aku akan terus mengawasimu." ucap Nathan dan berlalu pergi dari ruangannya meninggalkan Satria yang terlihat syok dengan kebenaran yang diketahui Nathan tentang Vania.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!