Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XVI—Ancient Dungeon Key
Langkah kaki Jayendra terdengar pelan menyusuri trotoar yang sudah tidak lagi serapi dari sebelumnya. Beberapa bagian retak, sebagian lagi dipenuhi serpihan kaca yang memantulkan cahaya lampu jalan yang tersisa. Malam itu tidak benar-benar sepi, tapi juga tidak bisa disebut ramai. Ada sesuatu yang berubah… dan semua orang bisa merasakannya, tanpa perlu dijelaskan alasannya.
Jay berjalan tanpa terburu-buru. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celana, sementara pandangannya bergerak santai, memperhatikan sekitar tanpa benar-benar terlihat tertarik dengan siulan kecil. Arah tujuannya jelas, pulang, tapi langkahnya tidak langsung menuju ke sana. Ia memilih memutar, melewati jalan-jalan yang bahkan mungkin tak perlu ia lewati menuju rumahnya.
Hanya untuk melihat. Seberapa jauh kekacauan dari dunia ini sekarang.
Di sisi kiri jalan, sebuah minimarket terlihat sangat berantakan. Pintu kacanya pecah semua, sebagian rak kosong, dan beberapa orang masih sibuk mengambil barang tanpa aturan. Tidak ada kasir, tidak ada antrean. Mereka hanya mengambil barang di dalam sana, tanpa banyak bicara.
Jay melirik sebentar lalu melanjutkan langkahnya. Beberapa meter dari sana, dua orang pria saling berhadapan. Salah satunya memegang besi, yang lain terlihat tidak siap.
“Udah kubilang itu punyaku!”
“Sekarang siapa cepat dia dapat, bukankah begitu?”
Jay lewat di antara mereka tanpa memperlambat langkah. Suara mereka tetap terdengar di belakang, tapi tidak cukup penting untuk membuatnya menoleh kebelakang.
“…dasar bodoh,” gumamnya.
“Bukankah manusia memang makhluk bodoh, tuan?,” potong Asha dengan suara yang begitu datar tak bernada.
Jay mennggabungkan kedua alisnya. “Aku juga manusia tahu. Kau menyindir aku ya?.”
“Ah…Maaf tuan saya tak bermaksud demikian, manusia memang bodoh tapi tidak untuk tuan.” Jawabnya merevisi perkataannya tadi.
Ia tersenyum tipis dengan langkah kaki yang terus berlanjut. Jalanan mulai lebih sepi. Hanya ada orang-orang yang mengais sampah, merampok toko dan para gelandangan tertidur di ruko-ruko sepert biasanya.
Namun di salah satu sisi jalan, entah kenapa langkah Jay sedikit melambat.
Seorang pria paruh baya terjatuh terseungkur di jalan. Barang-barangnya berserakan juga di jalan. Dua orang yang lewat bahkan sempat mengambil beberapa, lalu pergi begitu saja.
Jayendra melihat kejadian tersebut, tidak banyak bicara. Ia menghampiri pria paruh baya tersebut lalu membantu pria paruh baya itu duduk, kemudian Jay mengumpulkan barang yang tersisa. Tidak semuanya kembali. Tapi pria paruh baya tersebut tidak mempermasalahkan hal itu.
“Pak… ini” ucapnya sambil menyerahkan tas.
Pria itu tampak ingin bicara. Jay sudah berdiri duluan lalu berkata “hati-hati ya pak.”
Lalu pergi.
Jay memperhatikan beberapa detik dengan langkah kaki yang masih berjalan “…aneh.”
“Apa yang aneh, tuan?” tanya Asha.
“Manusia.” Jawabnya singkat.
“Benar tuan, manusia ialah makhluk yang paling aneh.”
Jay tersenyum tipis. “Lagi-lagi kau menyindirku ya…dasar sistem sialan.”
“Jangan terlalu mudah salah paham tuan, saya tidak bermaksud seperti itu…” Jawab Asha
Jay tersenyum yang kali ini agak lebar dengan terus menyusuri jalanan yang kacau tersebut.
...****************...
Beberapa waktu kemudian, ia sampai di depan rumah kontrakannya. Bangunan sederhana. Sepi. Tidak ada perubahan. Jay membuka pintu dan masuk. Suasana langsung berbeda. Lebih tenang. Lebih… kosong.
Ia menutup pintu, melepas jaket, lalu menjatuhkan diri ke ranjang. Tanpa banyak pikir panjang, ia duduk dan menarik tasnya yang ada di atas meja dekat ranjangnya.
Beberapa detik ia hanya menatap. Lalu mulai mengeluarkan isinya satu per satu. Ada beberapa senjata dan item.
“…aku bahkan belum melihat ini semua dengan pasti,” gumamnya.
“Karena Tuan sibuk untuk berbincang dengan seorang gadis,” jawab Asha yang seolah terdengar seperti gerutuan.
Jay memejamkan matanya “Ah...kau ini sialan.”
“Hei Asha. Apakah tidak ada fitur backpack begitu? Agar aku tak perlu capek-capek membawa tas untuk item dan senjata?”
“Ya tentu ada Tuan…”
“Loh kenapa kau tak pernah memberi tahuku jika ada fitur seperti itu?” Protesnya
“Karena Tuan tak pernah menanyakannya…”
Jayendra menampel dahinya pelan “Yang benar saja” keluhnya pelan “lain kali jika ada fitur-fitur yang penting, tolong beritahu aku!”
“Baik Tuan”
Jay melihat semua itemnya “Jadi bagaimana cara memasukannya ke dalam fitur backpack?” Tanyanya penasaran
“Anda tinggal berkata ‘Inventory’ lalu jendela biru akan keluar dan anda dapat memasukan item anda ke dalam jendela beru langsung.” Jawabnya menjelaskan.
Jayendra mengangguk-angguk paham “Jadi gitu ya…”
“Iya tuan…”
Ia mengambil satu per satu dari semua item, melihat sebentar, lalu memasukannya kedalam inventory. Saat setelah memasukan semua item, tiba-tba dia teringat akan sesuatu yang penting namun selalu ia lupakan selama kekacauan datang.
Jay mencoba mengingatnya lalu berkata “Asha…perlihatkan jendela statusku.”
“Baik Tuan.”
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...STATUS...
...Nama: Artha Jayendra...
...Level: 11...
...Job: Assasin & Mage...
...EXP: 0 / 120...
...HP: 198...
...MP: 35...
...STAT...
...Strength: 25...
...Agility: 15...
...Vitality: 20...
...Intelligence: 25...
...Luck: 31...
...Stat Point: 0...
...SKILL...
...Mirror Of Ability (Legendary)...
...Elemental Overlord (Epic)...
...Phantom Reaction (Rare)...
...Shadow Step (Rare)...
...Instinct Combat (Common)...
...----------------...
Setelah melihat jendela statusnya ia baru teringat hal telah ia lupakan. “Bodohnya aku sialan…Kenapa dari kemarin aku tak pernah memakainya ya?” sesalnya pelan “Woi…kau Asha! Kenapa kau tak mengingatkan aku juga sih?”
“Karena saya juga lupa tuan…” Jawab Asha dengan entengnya.
Jay berhenti tak berucap beberapa detik “…serius. Sistem seperti kau juga ada lupanya?”
“Tentu tuan. Jika Anda tak ingin saya seperti ini, Upgrage lah level tuan setinggi mungkin. Hingga membuat saya memiliki kecerdasan yang tinggi juga.”
“Ah…begitu ya. Jadi kau sekarang masih bodoh dong.” Ledeknya dengan raut wajah sinis.
“Dapat juga di katakan demikian Tuan…”
Jayendra tertawa terbahak-bahak hingga perutnya kaku lalu kembali terbaring di atas ranjangnya. “Berarti aku dari awal bisa… menyalin semua skill yang berada di bawah tingkat legendary dong?”
“Tentu tuan.”
Jay menatap langit-langit sebentar. “…bagaimana dengan skill para monster?.”
“Pada dasarnya semua skill itu sama Tuan. Jadi Anda dapat menyalin semua skiil milik manusia ataupun monster sekalipun selagi masih di bawah tingkat legendrary.”
Jay kembali tertawa bedanya tawa yang sekarang hanya tawa kecil. “…bagus.” Ia mengusap wajahnya pelan “cara pakainya?”
“Lihat pengguna saat menggunakan skill dan skill akan tersalin sendiri dan akan masuk kedalam daftar skill Anda.”
Jay mengangkat kedua alis maupun kedua bahunya “…sesederhana itu kah?”
“Iya.”
Ia menggeleng pelan “Ya ampun…bodohnya aku”
“Bukan saya yang bilang, tapi Tuan sendiri yang bilang seperti itu.” Tukas Asha terdengar sinis.
“Diam kalau juga sama bodohnya.”
Suasana mulai hening kembali, beberapa menit dalam keheningan yang tak berarti. Kemudian Jay kembali berkata “Asha keluarkan Ancient Dungeon Key!’’
“Baik Tuan…”
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Ancient Dungeon Key (Legendary)...
...Kunci kuno yang memancarkan energi misterius dan terasa terhubung dengan suatu tempat tersembunyi yang belum diketahui. Digunakan untuk membuka dungeon rahasia dengan tingkat bahaya tinggi serta menyimpan reward langka. Anda dapat menggunakannya dimanapun, kunci ini akan langsung menampilkan portal untuk menuju tempat yang tersembunyi....
...----------------...