NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersenang-senang

Dean yang memang mengawasi Valen serta Ale menggelengkan kepalanya karena dalam waktu singkat si kembar sudah membuat kalang kabut satu perusahaan yang tak di sangka samgka akan menggali kuburannya sendiri. Kenapa Dean bisa mengetahui itu karena Valen juga sama lemburnya dengan Ale. Hanya saja Valen tidak perlu terlalu mengamati apa yang dia kerjakan. Jadi dia bisa tidur dengan cepat setelah semua datanya selesai dia simpan.

Dean kembali melanjutkan pekerjaannya tapi dia juga tetap mengawasi apa yang di lakukan Valen dan juga Ale. Tapi saat dia memeriksa beberapa berkas dia juga menemukan data mengenai perusahaan itu dan anehnya banyak hal janggal yang ada di sana.

"Heh, mereka memang ingin berniat mengakali banyak orang." gumam Dean pelan.

Dean segera mengirim pesan singkat pada Valen dan menyerahkan semuanya pada Valen dan Ale. Dia hanya tinggal menunggu permainan apa yang Valen siapkan nantinya.

"Aku serahin sama kalian berdua, dua kembar kematian!" gumam Dean pelan.

Di sisi lain, di perusahaan Altezza terjadi ketegangan karena Altezza melarang semua karyawan perempuannya menginjak lantai yang sama dengannya dan itu berarti semua pekerjaan akan amburadul karena mereka semua di pindahkan ke lantai yang lainnya efek insiden Zurra yang kemarin mengamuk.

Tapi ada satu wanita yang keukeuh ingin naik ke lantai atas untuk menemui Altezza dengan banyak alasan dan banyak perdebatan dengan semua anggota Altezza yang di tugaskan oleh Altezza di sana.

"Minggir, aku ini asisten pribadi tuan Altezza.

Apa kalian tidak tahu jabatanku apa???" teriak Meriam di depan banyak orang.

Para anggota tetap diam tak bergeming dengan apa yang ada di depannya dan mereka seolah tuli dengan teriakan Meriam saat ini. Banyak karyawan yang tak bisa membantah apa yang di perintahkan oleh Altezza karena mereka paham sifat Altezza, di tambah mereka kemarin juga mengetahui jika Zurra sempat mengamuk karena ada kesalah pahaman yang terjadi di sana.

"Gue bilang minggirrrr!!!!" teriak Meriam sekali lagi.

Meriam mencoba mendorong dan menerobos beberapa orang berbadan tegap di depannya sampai mereka mulai terdorong ke belakang.

"Kalau kalian semua sampai nggak bisa menahan wanita rabies ini, gue pastiin kalau setelah kalian kembali ke markas tangan dan kaki kalian akan jadi makanan si Momo dan juga jadi bahan penelitian Ale serta Arlo selanjutnya!"

Semua anggota yang Altezza tugaskan kembali berdiri dengan tegap dan kokoh. Mereka menampilkan wajah garang kembali. Meriam yang mendengar dan melihat semua orang yang ada di depannya saat ini mengerutkan keningnya heran, siapa yang sudah memberikan perintah itu.

Dan akhirnya dari balik kerumunan muncul dua wanita remaja yang berjalan dengan santai dan tenang. Semua anggota yang ada di sana menundukkan kepalanya hormat saat melihat dua wanita itu.

"Selamat pagi nona muda Ale, nona muda Valen." Sapa mereka serentak.

Semua karyawan yang melihat Ale dan Valen nampak saling pandang dan banyak bertanya sekiranya siapa yang barusan datang itu. Tapi saat mereka mengamati wajah keduanya yang perpaduan dari Altezza dan Zurra mereka barusan sadar jika tentu saja kedua wanita itu ada hubungan erat dengan pemimpin mereka.

"Apa mereka putri presdir yang selama ini di sembunyikan?"

"Iya, benar, lihatlah wajah mereka yang sama dengan presdir dan istrinya,"

Semua celetukan para karyawan itu mulai memenuhi tempat itu.

Valen dan Ale sudah berdiri di depan Meriam dengan pandangan mengintimidasi. Tapi Meriam malah bersedekap dada dan menatap Valen serta Ale dengan pandangan tak kenal takutnya.

Valen menyeringai melihat Meriam yang tak kenal takut saat ini. Sedangkan Ale sudah menatap miring ke arah Meriam dan ingin segera menghajarnya sampai babak belur. Valen menahan adiknya yang sudah mengambil ancang ancang untuk menerjang Meriam saat itu juga.

"Tenanglah Al, bukannya lo juga pengen nguji coba ramuan yang lo bikin semalaman," bisik Valen pada Ale.

Ale mendengus kesal karena dia hampir saja tak bisa menahan amarahnya saat ini. Ale kembali ke samping kakaknya dan membuang wajah ke sembarang arah karena dia tak ingin melihat wajah Meriam yang menurutnya sangat menggelikan.

"Siapa kalian berdua? Dan kenapa anak sekolah seperti kalian ada di perusahaan ini? Nggak mungkin kan sekolah kalian minta sumbangan kemari?" ejek Meriam dengan keras.

Meriam bahkan terlihat menampilkan belahan dadanya yang terlihat seperti di sumpal sebuah kain dan balon, itu yang ada di pikiran Ale dan Valen saat ini.

"Dan gue mau tanya, ngapain tante tante penjaga kios ayam ada di sini?" celetuk Valen asal.

"Apaaa lo bilang??"

Meriam melototkan matanya seperti ingin lepas dari tempatnya, sedangkan karyawan yang lainnya sudah menutup mulut mereka menahan tawanya.

Begitu juga dengan pengawal milik Altezza, sedangkan Altezza di dalam ruangannya sudah memerhatikan apa yang di lakukan kedua putri kembarnya. Dia tak akan ikut campur sesuai kesepakatan mereka kemarin jika tidak Valen dan Ale akan mengamuk kembali seperti yang sudah sudah.

Valen mengangkat kedua bahunya acuh dan terlihat santai, dia bahkan sudah maju ke depan Merian memindai Meriam dari atas sampai bawah untuk mencari tahu apa bagusnya Meriam ini sampai dia bisa masuk ke dalam perusahaan papinya tanpa seleksi yang ketat.

"Gue nggak tahu lo bisa masuk di perusahaan papi dengan cara apa, tapi yang jelas lo nggak pantas di sini apalagi lo hampir bikin papi gue kehilangan kepalanya kemarin." Ucap Valen datar.

"Ck, siapa papi lo? Gue nggak kenal sama papi lo. Dan lagi gue masuk sini juga jalur umum. Nggak kayak yang lo bilang itu. Lo kalau mau fitnah jangan asal, gue bakal tuntut lo ke pengadilan!!!" tunjuk Meriam pada Valen.

Valen menjentikkan jarinya dan nampaklah di sana beberapa orang anak buah Dean membawa orang yang memasukkan Meriam ke perusahaan itu tanpa ada yang curiga.

Brukkk....

Anak buah Dean melempar seseroang yang mereka tahu adalah salah satu orang kepercayaan di perusahaan itu di bagian Marketing dan bukan bagian penerimaan staf.

Mata Meriam membola sempurna dan di sana Ale yang terus mengawasi gerak gerik Meriam. Dia terkejut karena kedua wanita yang di nilai masih bocah ini bisa membawa orang yang sudah memasukkannya di perusahaan Altezza. Begitu juga dengan Altezza yang langsung menggebrak meja kerjanya saat tahu orang di sekitarnya ada yang berkhianat apalagi orang itu dulunya adalah anggotanya yang di ajak kerja di perusahaannya.

"Berengsek jadi dia yang udah khianatin gue?

Hampir aja kepala atas bawah gue melayang gara gara dia!!!" umpat Altezza kesal.

Dia ingin sekali menghabisi orang itu yang berani sekali berkhianat karena selama ini dia tak pernah meragukan semua anggotanya setelah masa mereka habis.

"Kalian siapa?" tanya orang itu yang sudah babak belur di tangan Valen dan Ale.

Itupun setelah mereka menghubungi Mahessa terlebih dahulu dan menceritakan semuanya. Ternyata orang ini juga sudah meninggalkan anak istrinya sejak lama karena ulah Meriam dan sudah saat nya Valen serta Ale menghancurkannya.

"VALENTINE AINSLEY BYANTARA dan VALERIE ATHENA DHANURENDRA."

Semua orang tercengang saat mendengar kedua nama itu begitu juga dengan Meriam dan Pramono. Mereka tak menyangka jika kedua putri Zurra dan Altezza akan muncul ke publik saat ini.

"Ka-kalian?"

Meriam tak percaya begitu saja jika Valen dan Ale adalah anak Altezza dan juga Zurra.

"Ck, bisa aja kan kalian berdua penipu, security tangkap mereka berdua!" teriak Meriam keras.

Tapi tak ada satupun yang beranjak memenuhi permintaan Meriam, mereka nampak diam di tempatnya karena mereka jelas tahu siapa kedua wanita kembar ini. Wanita yang kemarin juga memisahkan pertarungan kedua orang tuanya yang hampir saja memporak porandakan mansion.

"Mata lo katarak kayaknya. Udah bau tanah, pantesan aja sih!" celetuk Ale asal.

Meriam yang kesal karena terus di hina, langsung menyerang Ale.

Duakkk....

Ale menahan serangan itu dengan kedua tangannya dan membuat Valen menatap Meriam tajam. Dia ingin menyerang Meriam untuk membalas tendangan Meriam pada adiknya. Altezza yang ada di dalam ruangan berdiri dan menatap itu tak percaya dengan apa yang terjadi. Dan melihat gerakan Meriam sudah pasti dia juga bisa bertarung.

Semua karyawan segera di amankan oleh anak buah Dean yang ada di sana di bantu dengan anggota Altezza.

Ale memberi kode jika ini akan menjadi urusannya.

"Kak, mendingan lo langsung siarain ini ke sana. Wanita rabies ini jadi urusan gue!" ucap Ale datar.

Ale juga sudah kembali bersiaga setelah dia terkejut mendapat tendangan tadi.

"Lo yakin?" tanya Valen khawatir.

"Aman..." jawab Ale santai.

Valen mengangguk dan sedikit menjauh dari sana. Dia mengeluarkan tabltet yang dia bawa dan mulai menyambungkan apa yang akan dia siarkan.

Meriam yang melihat Valen segera berlari ke arahnya dengan berang.

"Jangan berani lo siarkan semua ini!!!"

Tapi belum sampai di depan Valen, Ale sudah berdiri menghadang Meriam.

"Urusan kita belum selesai jadi jangan pernah alihin perhatian lo dari lawan lo!"

Bughhhh...

Setelah mengatakan itu Ale menyerang Meriam membabi buta dengan keras. Meriam terpukul mundur karena tendangan dan pukulan Ale yang ternyata lebih keras dari pada miliknya.

Meriam sampai mengeluarkan cairan kenthal berwarna merah dari mulutnya.

"Sialan lo!!!"

Meriam mulai mengamuk tapi Ale bukan lawan yang mudah bagi Meriam yang hanya menguasai ilmu dasar dalam berkelahi.

"Lo bukan lawan gue!" ejek Ale santai.

Ale bergerak menyerang Meriam yang baru saja kembali bisa bangkit. Ale tak akan memberi jeda pada wanita yang sudah membuat kedua orang tuanya ribut meskipun si kembar yakin jika Zurra sebenarnya sudah tahu tentang semua ini. Tapi si kembar tak akan keberatan mengambil alih semua tugas Zurra untuk membereskan benalu satu ini.

Di sisi lain perusahaan milik Ayah Meriam terjadi kehebohan karena semua kebusukan terpampang nyata di sana. Di semua layar monitor yang ada di sana dan tak ada yang bisa menghentikan atau menghapusnya. Begitu juga dengan live yang di siarkan oleh Valen.

Tora mengamuk melihat putrinya babak belur di tangan orang yang tak di kenalnya Di tambah Ale sudah menarik keras rambut Meriam. Para karyawan Tora sampai menutup mulut mereka ngeri melihat keadaan Meriam saat ini.

Tepat saat Tora akan menyusul Meriam di pintu mask perusahaan nampak ada Dean dan Arlo yang datang kesana. Mereka juga membawa beberapa anak buah Mahessa dan Roy yang memang di suruh menemani Dean dan Arlo.

"Siapa kalian?" Tanya Tora pada Dean serta Arlo.

"Gue cuma mau kasih pengumuman pada kalian semua. Kalian semua di bebaskan dari perusahaan ini, kalian bisa masuk ke perusaan milik Om Mahessa atau milik Ayah Roy di bawah pengawasan papi Altezza. Karena kalian selama ini bekerja di bawah ancaman, tapi kalian akan tetap di seleksi sesuai informasi dan data yang ada. Jika kalian bersedia besok kalian sudah bisa datang ke sana." ucap Dean lantang.

Tora yang mendengar tiga nama besar itu terkejut karena sebelum dia mencapai semuanya, dia sudah ketahuan semuanya. Saat dia akan membalas terdengar lengkingan nyaring dari siaran langsung yang ada di sana.

"Arggghhhh, panassss.....!!!"

Suara Meriam melengking dan menggema memekakkan telinga mereka semua, tapi mereka tak berani berteriak apa lagi melihat keadaan Meriam yang terlepas satu persatu bagian yang selama ini selalu Meriam banggakan.

Ada yang sampai mual melihat itu semua bhakn banyak juga yang pingsan tak kuat melihat apa yang ada di layar itu.

Tora yang awalnya sombong saat ini sudah mulai ketakutan melihat balasan merka pada putrinya.

Tora mulai berteriak tak jelas dan membuat semua orang saling pandang. Dean dan Arlo saling melirik dan waspada jika Tora tiba tiba menyerang tapi kemudian mata mereka terbelalak saat Tora memencet sebuah tombol dan terjadi ledakan dari atas gedung perusahaan itu yang membuat semuanya runtuh seketika.

"Berengsek lo tua bangkaa!!!" teriak Dean kesal.

Tora langsung terbahak, "Jangan di kira aku akan diam saja!" ucapnya sombong.

"Bawa dia, dan selamatkan semua orang!!!" teriak Arlo cepat.

Dean dan Arlo segera berlari mengejar Tora yang akan kabur, tapi tiba tiba dari depan Tora ada tangan yang mencengkeram lehernya erat.

"Jangan kabur, kita belum bersenang senang!"

to be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!